
"Lain kali jika kau lapar kau bisa meminta padaku... " Ucap Zein membersihkan Sisa Saus di pinggir Bibir Loli
Deg
Loli diam mematung menghadapi apa yang di lakukan Zein. Mata hitam bening Indah Loli bertubrukan dengan mata Netra Abu-abu milik Zein. Jantung keduanya berdetak dengan Kencang
." EHEM...."
Devan Seseorang yang cukup keras membuat mereka berdua kaget. Loli buru-buru Mendorong dada Zein lalu Melihat ke arah suara.
" Tuan Devan......ini tidak seperti..."
" Untuk apa menjelaskan padanya " Potong Zein Menatap kesal Devan
" Devan sialan.....tidak bisakah dia tidak muncul di saat-saat aku sedang melakukan adegan romantis dengan loli " Lanjut Zein namun hanya dalam hati
Sedangkan Devan hanya Bisa menahan Senyum melihat muka masam Zein
" Emang enak...siapa tau kau membuatku kelaparan....tambah lagi pekerjaan kamu pun kau berikan padaku...." Guman Devan dalam hati
" Ada apa dengan muka mu Bos kenapa Masam sekali seperti itu " kata Devan mengulum senyum
" Cihhhhh dasar pengganggu...katakan untuk apa kau datang di ruanganku di saat jam makan siang" kata Zein bercampur kesal Sedangkan Loli melanjutkan makannya yang sempat terhenti
" Aku membawa berkas yang harus kau tanda tangani dan lagi Sejak kapan kau mengizinkan karyawan mu untuk bersantai di saat jam makan siang Selesai " Ucap Devan
Uhuk huk uhuk......
Sontak saja Loli yang sedang asik menikmati makanannya langsung tersedak mendengar sindiran Devan
" DEVAN..... "
" kau mau aku kirim ke pedalaman Afrika ha..... " Ucap Zein Dengan dingin. Bergegas mengambilkan air untuk Loli
" Sorry sorry....janganlah bos Disana tidak ada wanita Cantik " ucap Devan di Sertai dengan candaan
" Taruh berkas itu di mejaku lalu KELUAR......" teriak Zein di akhir kalimatnya.
Mendengar teriakkan Zein Devan dengan terburu-buru meletakkan berkas itu lalu segera keluar dari ruang Zein
Ceklek.
" Syukurlah..... gila si boss Napa jadi mode singa gitu " Omel Devan bersandar di pintu
" Lagian kan itu Kenyataannya aku aja kalau sudah selesai waktu makan di suruh kerja Mulu.. sedangkan Wanita itu baru kenal hanya k
Keselek Doang juga " lanjut Devan.
Devan dari awal tidak menyukai Loli setelah mengetahui identitas Loli sebagai wanita malam di tambah lagi melihat perhatian dan tatapan Egi pada Loli membuat ia semakin tidak menyukai Loli karna menurutnya wanita itu akan menghancurkan persahabatan mereka ke depannya.
Skip........
Pukul 19 : 00 Terlihat Loli masih sibuk melakukan pekerjaan dia di depan komputer. Tanpa Loli ketahui Zein sedari tadi memandangnya dengan lekat.
" EHEM........ " Dehem Zein cukup keras mengagetkan Loli
" Astaga... Tuan " Loli mengelus dada akan perlakuan Bosnya itu
" mau marah tapi dia bos " Guman Loli dalam hati menatap Zein kesal
" Ayo pulang. Sekalian aku antar "
__ADS_1
" Tidak ada penolakan " Kata Zein melihat Loli akan menolak ajakannya.
" Baik Tuan " patuh Loli.
Loli membereskan Meja kerjanya Setelah membereskan meja kerjanya Loli beranjak ke arah Zein yang menunggunya di depan pintu
" Sudah " tanya Zein
" Sudah tuan " jawab Loli
" Yasudah Ayo " kata Zein menarik tangan Loli lalu menggenggamnya
" Tuan tangan....."
" Nanti kami hilang Kantor ini Luas " ucap asal Zein menarik Loli untuk pergi.
Zein terus menggenggam tangan Loli bahkan dalam Lift pun Zein tidak melepaskannya. Sesampainya di Lobby Zein langsung di sambut Devan karna biasanya Zein pulang bersama Devan
" Bos..."
" Berikan kunci mobilnya " Ucap Zein meminta kunci mobil
" Untuk apa aku akan mengantar mu " kata Devan
" Tidak kau pulang sendiri saja karna aku akan pulang bersama Loli " jelas Zein Mengambil kunci mobil dari tangan Devan
" Apa....." Teriak Devan
" Terus Aku pulang Naik apa Ze.... Zein.." Devan memanggil Nama Zein tapi sayangnya orangnya sudah pergi meninggalkannya di parkiran.
" Dasar Bos Edan...Bos kampret...Terus aku harus Naik taksi gitu...."
" Terpaksa Naik taksi " kata Devan pasrah lalu mengotak-atik ponselnya.
Sedangkan Zein Menghentikan Mobilnya di depan Sebuah Butiq Langganannya.
" Ayo Turun " ajak Zein
" Untuk apa kita kesini Tuan " tanya heran Loli menatap Zein Bingun
" Sudah jangan banyak tanya ikuti saja aku " kata Zein
Zein lalu masuk ke dalam Butiq di ikuti Loli. Di dalam mereka segera di datangi dua orang Pelayan
" Ada yang bisa kami bantu tuan " tanya salah satu pelayan
" Cari kan pakaian yang paling pas untuk dirinya " Kata Zein Menunjuk Loli yang berada di sampingnya sontak saja Loli kaget
" Aku.....Tuan " menunjuk diri sendiri
" Ikuti saja aku tidak menerima penolakan " Tekan Zein.
" Mari Nona "
Loli hanya pasrah mengikuti kedua pelayan di depannya tanpa bertanya lagi.
30 menit Kemudian Loli keluar dengan pakaian yang berbeda.
" Tuan.. " panggil Loli
Zein yang sedang asik bermain ponsel langsung berhenti lalu menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Untuk sesaat dia langsung terpesona dengan kecantikan Loli
__ADS_1
" Ayo " kata Zein menarik Loli membawanya di kasir
" Tuan"
" Pakai ini" meletakkan Sebuah kartu hitam di meja kasir.
" Ini tuan..." kasir itu mengembalikan kartu milik Zein.
Zein lalu menarik Loli lagi untuk pergi dari situ untuk kali ini Loli tidak menolak lagi.
" Masuklah " ucap Zein lembut membukakan pintu mobil untuk Loli
Setelah Loli masuk dalam Mobil Zein lalu memutar mobil dan masuk segera meninggalkan Butiq. hanya 10 menit mereka sampai di Salon
" Kita ngapain disini tuan" tanya Loli
" Nanti kamu juga tau " jawab Zein mengelus rambut Loli
" Dasar Aneh...Apa dia kerasukan Setan atau apa " Batin Loli menatap Ngeri Zein
" Sudah tidak usah bingun Yok kita masuk " menggandeng tangan Loli lalu membawanya masuk dalam Salon
" Make over dia " perintah Zein pada dua orang pekerja Salon itu
" baik tuan...Mari Nona "
Loli hanya mengikuti saja ia malas untuk bertanya pada Zein lagi
30 Menit Kemudian Loli keluar dari ruang Make over. Zein yang memang dari tadi sudah menunggu Langsung diam mematung menatap penampilan Loli yang luar biasa.
" Cantik... Aku harus cepat-cepat menjadikannya milikku jika tidak dia akan di rebut oleh orang lain " Batin Zein
" Tuan.... "
" Tuan "
" ZEIN..."
" Apa Sayang " Ucap Spontan Zein
Loli langsung merona mendengar panggilan Zein untuknya walau itu tanpa sadar tapi entah kenapa Loli merasa senang dan Malu.
" Kamu Cantik " puji Zein
Loli tidak menjawab hanya mampu tersipu malu.
" Sudah ayo kita keluar. aku akan mengajak mu ke suatu tempat " kata Zein menarik Loli ke meja kasir Setelah itu dengan Segera Mereka pergi
Skip.....
Zein memberhentikan Mobilnya. Lalu menatap Loli Cukup lama. mendapat tatapan seperti itu Loli jadi salah tingkah
Zein Mendekatkan dirinya ke arah Loli. Loli langsung mengundurkan tubuhnya tapi sayang dia langsung terhalang oleh pintu mobil.
" Kak Zein... " Cicit Loli
" Tutup mata mu Loli " kata Zein mendekatkan wajahnya ke wajah Loli
" Eh.. "
" Tutup matamu " ulang Zein semakin memajukan wajahnya kini wajah keduanya hanya berjarak 1 cm Loli memejamkan matanya.
__ADS_1