Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Kemarahan Zein


__ADS_3

APAA....Terus apa gunanya kalian ikut dalam hal ini Haaa..... Jika yang memantau semuanya adalah gue...." ujar Devan dengan kesal saking kesalnya dia berani proses ke Zein


Mendengar penuturan Zein Lolita Sungguh malu karna ini juga kesalahannya seharusnya tadi dia dapat mengingatkan Zein tentang tujuan awal mereka tapi dia malah larut dalam pesona Zein tadi


" Siapa yang menggaji kamu " tanya Zein


" Yah Kamu " jawab Devan


" Siapa Bosnya " tanya Zein lagi


" yah Kamu juga " ujar Devan


" KATA BOS SELALU..." Zein menggantung ucapannya


" Benar " sambung Devan


" nah itu kau tau jadi jangan banyak protes jika tidak mau Gajimu aku potong atau aku kirim kamu di pendalam Kutub Utara " Ujar Zein


Devan langsung diam mendengar ancaman Bos dingin itu Walau dalam hati mengabsen nama semua hewan


" Cinta membuat orang pintar menjadi Bodoh dan Cinta pula membuat orang waras menjadi gila..... Seperti si Bos ini. Gue nggak akan pernah mau jatuh cinta lagian mana ada di dunia ini wanita yang tidak mengejar harta dan tahta " Ucap Devan dalam hati Sesekali melirik Zein dan Lolita di kaca Spion lalu Menggeleng-gelengkan kepala


" Tuang Devan kenapa " Tanya Lolita karna melihat Devan yang menggeleng-geleng kan kepala


" Tidak apa-apa Nona " jawab Devan


" Harus biasakan dari sekarang memanggilnya Nona dan hormat cuma dia yang dapat menjinakkan Singa Liar itu " batin Devan


" Baby berhenti mengkhawatirkan dia. Dia itu monster kerja mana bisa sakit, Lebih baik kamu perhatiin aku deh dari tadi kepala aku pusing sekali " ujar Zein Bersandar Manja di bahu Lolita lalu menatap Tajam Devan lewat kaca Spion


" kan..kan... Baru gue bilang juga taringnya langsung keluar. dasar Singa. " Batin Devan


" Baby ayo pijat kepalaku " kata Zein merebahkan kepalanya di pangkuan Lolita. Lolita hanya bisa diam dan menuruti Zein Sedangkan Zein menatap tajam Devan Seakan mengatakan Lihat aku pemenangan ya.


Skip......

__ADS_1


" Baby... Kemarilah " panggil Zein. Mereka sekarang telah berada dalam ruangan Zein. Dengan Ragu Lolita berjalan ke arah Zein Lalu berhenti dengan jarak 3 langkah dari Zein


" Ada Ap...Aaaa " ucapan Lolita berhenti dan berganti teriakan.


" Zein ih......turunin " kata Lolita


Sedangkan Zein hanya diam dan memeluk Erat Lolita yang berada dalam pangkuannya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Lolita


" Zein turun nanti ada yang masuk dan lihat kita gimana " ujar Lolita memberontak di pangkuan Zein. Lolita tidak tahu saja jika ulahnya itu membangunkan sesuatu yang sudah tidur puluhan tahun.


" Baby.... " Geram Zein yang sedang menahan sesuatu di bawah sana, Nafasnya sudah memburu, Jakunnya Naik turun Menatap Lolita yang belum juga berhenti bergerak


" Maaf ya Rab" Batin Zein.


Zein langsung mencium bibir tipis Lolita sedangkan Lolita membelalakkan mata akan perbuatan Zein. Awalnya Zein hanya menempelkan saja bibirnya akan tetapi melihat Lolita yang seakan pasrah itu membuat sesuatu dalam dirinya semakin membuncah. Zein mulai m*****t lembut bibir Lolita.


Awalnya Lolita hanya diam tapi lama kelamaan Lolita mulai membalas ******* Zein yang mulai terkesan buru-buru. Bagi Lolita yang pernah menjadi Wanita malam Ciuman adalah hal kecil baginya.


Merasa ciumannya di sambut balik oleh Sang pujaan membuat Zein tambah menggila. Zein mengambil tangan Loli lalu mengalungkan di lehernya, dia tambah memeluk erat pinggang Lolita Bahkan kini Ciumannya sudah turun ke arah Leher


Satu ******* yang tak dapat di tahan oleh Loli yang membuat Zein semakin Semangat sesekali ia menggigit leher mulus Lolita hingga meninggalkan Jejak. Akal sehatnya sudah tidak bekerja lagi. Ia menurunkan Kepalanya ke arah dada Lolita lalu membuka kancing baju Loli dengan giginya. Matanya langsung terpesona melihat keindahan Dada Lolita apalagi melihat Bukit kembar yang di sembunyikan oleh benda hitam itu Baru saja dia ingin mengcup dada Lolita


BRAkkK.....


" ASTAGFIRULLAH....."


" Shiit " maki Zein memeluk Lolita erat menyembunyikan Tubuh Lolita dalam dekapannya. Lalu melihat ke asal suara yang mengganggu kesenangan dirinya.


" DEVAN APA KAU TIDAK BISA MENGETOK PINTU HAAA" Teriak Zein Emosi menatap tajam Devan. Ia bukan emosi karna perbuatannya di hentikan malah ia bersyukur akan itu jika tidak maka bisa di pastikan dia akan melakukan yang lebih dari itu, yang dia khawatir kan jangan sampai Devan melihat tubuh atasan Lolita yang hampir telanjang karna Ulahnya belum lagi leher kekasihnya sudah penuh dengan tanda Cintanya


" Bos.."


" BERBALIK...." Perintah Zein.


Devan dengan patuh langsung membalikkan badannya menghadap pintu

__ADS_1


" Mati gue..... " Guman Devan keringat dingin


Setelah memastikan Devan balik badan, Zein langsung berdiri dengan Lolita yang ia gendong seperti koala dalam dekapannya. Zein menekan tombol yang berada di tengah-tengah Lemari setelah itu terbukalah sebuah Kamar yang begitu luas. Zein Membawa Tubuh Lolita lalu membaringkannya di atas ranjang king sizenya.


" Tunggu disini oke" ujar Zein lalu mengecup lama Kening Lolita.


Cup....


Setelah mengecup kening Lolita Zein keluar dari kamar menemui Devan. Wajah yang menatap lembut Lolita kini sudah sirna berganti dengan wajah Yang sangat Dingin


" Devan " panggil Zein pelan tapi dapat di dengar oleh Devan. Bagi Devan itu bukan panggilan tapi Geraman seekor Hewan pada mangsanya. Dengan kaku Devan membalikkan badan menghadap Zein yang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah Gelap menatap Devan dengan tatapan buas andalannya Seketika Atmosfer dalam ruangan menjadi Dingin.


" Bo..Bos sa..saya.."


" Dua kali.... Hari ini kamu sudah dua kali mengganggu momen indah ku itu pun bersama kekasihku. Katakan hukuman seperti apa yang akan kamu dapatkan " Geram Zein dia sudah cukup kesal dengan momen yang di ganggu tadi di lokasi proyek oleh Devan dan sekarang Devan hampir juga melihat tubuh kekasihnya.


" Tidakkah kamu bisa tidak mengganggu ku dengan Wanitaku satu kali saja Haaa"


" Mati gue... Tamat sudah bodoh bodoh bodoh seharusnya tadi gue nggak buka pintu


Saat gue ketok nggak ada yang Nyahut bukan malah Nekat ke gini akhirnya kan.. Maak maafin Devan kalau ada salah ya " batin Devan Frutasi dia sudah menggigil takut dalam hati


" KENAPA DIAM.... TULI KAMU.. " Teriak Zein tambah Emosi melihat Keterdiaman Devan. Bukannya minta maaf kek atau apa ini malah diam pikirnya


" Ti..idak B..bos " ucap Devan


" Napa kamu Haa.. Gagap " tanya Zein menohok hati dan jantung Devan


" Gimana nggak mau gagap coba melihat predator di depan mata " jawab Devan dalam hati


" Tidak Bos.. Saya minta maaf kalau mengganggu kesenangan Bos, Tapi kalau saya tidak muncul mungkin bos sudah iya iya dengan Nona Loli itukan Dosa Bos " Jawab Devan mencoba membela diri dari sang predator


" Saya tidak mempermasalahkan kamu menghentikan kegiatan saya tapi saya nggak rela kalau tubuh Wanitaku di lihat oleh kamu....Jika kamu melihat Tubuh Wanitaku Saya tidak segan-segan untuk mencolek kedua matamu " ucap Zein Tajam


Glek.....

__ADS_1


__ADS_2