
" ZEIN......" Teriak seorang pria di ujung sana.
Sontak Zein dan Lolita melepaskan pelukan mereka melihat ke asal Suara yang ternyata Devan berdiri disana dengan muka kesal.
" Kalian yah.... aku sudah keringatan cari kalian eeeh kalian malah asik-asiknya bermesraan di tempat sepi lagi ingat orang ketiga itu setan " Omel Devan,Rasanya ingin sekali dia Tenggelamkan pasangan Bucin ini jika tidak mengingat jika sang pria ada Bosnya.
" Tapi sekarang orang ketiganya kan Tuan Devan Berarti....." Lolita menggantung ucapannya sambil menatap Devan.
" Jadi kamu menganggap aku setan gitu " ucap Devan, Lolita hanya mengangguk kepala saja
" Lolita kau...." Geram Devan yang siap-siap akan mencakar muka polos-polos Lolita jika Zein tidak menyembunyikan Lolita di belakang tubuhnya
" Berani kamu menyentuh Wanitaku " kata Zein menatap tajam Devan
" Hehe tidak kok " Jawab Devan hanya mampu Cengengesan lalu mengangkat tangannya membentuk dua jari ✌️ walau dalam hati sumpah serapah dia layangkan untuk kedua orang di depannya ini
" Bos Bucin...Bos Edan gila Stress Nyebelin Ngeselin..... Ini juga Ceweknya polos-polos mematikan Pasangan gila memang. tau gini tadi gue nggak ikut tadi atau seharusnya gue larang Si Egi buat Balik Ck..." Omel Devan dalam hati menatap kesal pasangan itu
" Kalau tau bakal bermesraan seperti ini kenapa nggak tinggalkan kunci mobil sih buat gue kalau gue lapar setidaknya gue bisa cari makan sendiri mereka mah bodoh amat " Lanjut Devan mengomel walau dalam hati saja
" Ayo kita Cari makan gue Sudah lapar...." Devan menghentikan kalimatnya melihat Zein dan Lolita yang sudah tidak ada di depannya pergi entah Kemana
" Aaaaaaa Zein Kampret mana lagi tuh orang " teriak kesal Devan
" BERHENTI MENGUMPAT KU DAN CEPAT KEMARI JIKA TIDAK KAU KU TINGGAL DISINI " Teriak Zein. Sontak saja Devan langsung berlari ke asal suara dia tidak ingin di tinggal di sini sendirian
Skip.....
" Pesanlah Baby jangan hiraukan kanebo kering itu dan berhenti melihatnya " Kata Zein ke Loli
Lolita hanya tersenyum Canggung jujur dia tidak enak hati dengan Devan karna ini juga salahnya sehingga Devan kelaparan tapi dia tidak berani bicara.
" Ciih muka ganteng gini di sebut Kanebo kering kalau gue kanebo kering kau apa kanebo Basah.." Balas Devan kesal walau hanya mampu dalam hati saja tentunya.
__ADS_1
Mereka bertiga memesan menu makanan yang akan mereka makan hanya beberapa menit Beberapa Waiters masuk dalam ruang Zein karna mereka memang memesan makanan di Ruang VVIP. Devan yang memang dari awal sudah lapar langsung menyantap makanan itu dengan lahap akan tetapi hanya beberapa menit sebelum berhenti
" Aaa ayo buka mulutmu baby " ucap Zein menyuapi Lolita Sepotong daging yang langsung di makan oleh Loli
" Enak hm" tanya Zein lembut membersihkan sisa saos di pinggi bibir Lolita.
Lolita hanya dapat menganggukkan kepala dengan malu-malu menjawab pertanyaan Zein
" Sekarang giliran ku ayo suapi aku makananmu " kata Zein dengan Bahagia, Lolita hanya menuruti semua keinginan Zein. Mereka makan saling menyuapi satu sama lain tanpa memperdulikan seseorang yang sedang menatap mereka kesal
" Kalian yah benar-benar... gue masih disini Nyet kalian malah asik-asiknya bermesraan " Ucap Devan dengan kesal tapi omongannya bagaikan di anggap angin lalu oleh kedua insan yang sedang mabuk cinta itu.
" Bermesraan terus........ makan tuh cinta... Sudah tau gue jomblo masih saja tebar keuwuan dasar Bucin pasti kalau di tinggalin bakal gila nih sih Zein " Batin Devan mengaduk-aduk makanannya entah kemana larinya lapar dan selera makannya tadi.
" Makanlah Devan Karna sebentar lagi kita harus kembali ke kantor jadi isi perutmu untuk Tenaga menghadapi rapat Nanti karna kau tau sendiri kau yang akan mewakili ku berbicara " Ucap Zein Tiba-tiba. Sontak Devan langsung mengangkat kepalanya lalu melihat Zein yang sedang menyeringai melihatnya
" Sial....gue lupa kalau dia akan jinak di induknya doang " Geram Devan, Dengan ogah-ogahan Devan kembali menyantap makanan di depannya walau rasanya entah kemana tapi sekarang yang di perlukan dirinya adalah Tenaga. sedangkan Zein hanya Senyum tipis melihat kelakuan Sahabatnya itu
Zein memang sengaja mengumbar kemesraan dirinya dan Lolita pasalnya dia cukup kesal karena Devan mengganggu momen indah dia dan Lolita tadi di lokasi pembangunan proyek jadi dia membalas membuat Devan kesal dengan Kemesraan mereka berdua.
" Makanya Cari kekasih jangan Jomblo Mulu " Ledek Zein ke Arah Devan sesekali menyuapi Lolita
" Boro-boro Kekasih Cari aja nggak bisa. bagaimana mau cari kekasih jika pekerjaanku kau limpahkan terus boss... Mana ada wanita atau istri yang mau Lakinya lembur Mulu gak ada waktu buat dia " Balas Devan tapi dalam hati saja
" Napa Diam Ngerti gak " Tanya Zein Menatap Tajam Devan
" Aa Iyah Bos Ngerti kok Nanti aku Cari yang banyak sekalian " Ucap Devan menahan kesal
" Emang Tuan Devan sanggup berlaku adil. Kalau saya yang jadi istri Tuan sih saya gak mau di madu " Sahut Lolita tiba-tiba
" Kan bukan kamu yang mau jadi istri saya " geram Devan
" Napa Menyahut juga sih ini Betina nggak tau apa ini Si jantan udah kebakaran Jenggot " lanjut Devan dalam hati melirik Zein yang sudah siap meledak
__ADS_1
" Lah siapa juga yang mau sama tuan " jawab Lolita Santai
Pffft
Zein hampir saja tertawa melihat Ekspresi wajah Devan yang sudah memerah karna kesal belum lagi di tambah oleh Omongan kekasihnya itu, dapat di pastikan jika Devan saat ini pasti sangat Kesal dan Dongkol secara bersamaan. Sedangkan Devan jangan di tanya rasanya ia ingin meledakkan tempat ini saking kesalnya.
" Saya sudah selesai Bos " kata Devan
" Ya sudah kita kembali ke kantor. Ayo Baby " ucap Zein menarik lembut pergelangan tangan Loli lalu menggenggamnya dan membawanya keluar dari Restoran tempat mereka makan.
" Giliran sama Loli aja lembutnya minta ampun sama gue boro-boro lembut Bicara yang bersahabat aja susah " Guman Devan mengikuti Zein yang sudah menjauh.
Sesampainya di mobil Dengan sigap Zein membuka pintu mobil untuk kekasih pujaan hatinya itu lalu memutar mobil lalu masuk di samping Lolita.
" Emm Baby kau belum punya kendaraan sendiri kan untuk ke kantor " tanya Zein
" Belum yang kan aku nggak punya uang untuk beli rencana habis gajian aku akan mencicil motor nanti " jelas Lolita dengan antusias
" oooh begitu " jawab Zein Setelah itu sibuk mengotak-atik Ponselnya sesekali dia akan tersenyum dan melirik ke arah Loli
" Semoga kau suka Baby " Batin Zein
" Bagaimana Tentang Bahan pembangunan Mall tadi Devan " tanya Zein, Devan langsung mengernyitkan alis mendengar pertanyaan Zein barusan
" kalau tempat yang saya pergi tadi..."
" Secara keseluruhan " potong Zein
" Jangan bilang kalau kalian hanya berdiam diri dan Bermesraan disana " ucap Devan
" Nah Memang iya " jawab santai Zein
" APA......
__ADS_1