
" Ya. berikan ini kepada Zein Calon suami Angel setelah 1 Minggu kepergian kami dan saya ingatkan kembali jangan sampai keberadaan kami di ketahui jika sampai itu terjadi saya akan pastikan kalian tidak akan pernah bisa menemukan kami SELAMANYA "
Alzen segera pergi setelah memberikan peringatan kepada keluarga kandung Lolita.
" Sayang Devan Egi Ayo pulang " Ajak Arka kepada Istri dan kedua putranya yang masih terus menatap pesawat yang semakin jauh
" Selamat tinggal Ara "
" Semoga kamu tidak melupakan kami dek "
" Semoga kamu cepat sadar dan berkumpul bersama kami "
" kami semua akan menunggu Mu sayang "
Mereka pergi meninggalkan bandara dengan suasana hati yang remuk. mereka hanya bisa berdoa agar Lolita Baik-baik saja disana
" Masuklah. semua akan baik-baik saja " Arka membukakan pintu mobil untuk Isma yang masih terus menoleh ke belakang sana
" Bunda ayo....bunda harus istirahat agar Minggu depan bunda sehat dan bisa jenguk Ara. kita berdoa sama-sama untuk kesehatan dan kesembuhan Ara " Devan ikut membujuk Isma
Mendengar itu Isma dengan terpaksa masuk ke dalam mobil di ikuti Suami dan kedua putranya
Setelah berkendara 30 menit akhirnya mobil Arka sampai di mension. Isma langsung turun dari mobil dan masuk Mension langsung menuju kamar tanpa berbicara satu katapun kepada Suaminya maupun kedua putranya
Haaaa
" Devan...." Panggil Arka
__ADS_1
" Iya Ayah " jawab Devan lalu duduk di depan Arka di ikuti Egi di sampingnya
" Dimana surat yang di berikan pemuda tadi "
" Ada kok Yah " Devan segera merogoh saku celananya karna surat itu ia simpan di saku celananya
" Haruskan kita membukanya " tanya Devan menatap Arka dan Egi secara bergantian
" Jangan. kamu simpan baik-baik surat itu, ikuti apa yang di katakan pemuda itu " jawab Arka
" Baik Yah "
" Apa Ayah percaya sama mereka " tanya Egi membuka suara
" Mereka siapa maksud mu Egi "
" Kamu tidak lihat seberapa khawatirnya mereka saat melihat keadaan Ara yang seperti itu. " tanya balik Arka kepada Egi.
Mendengar itu Egi langsung terdiam. dia lalu mengingat-ingat kembali dari kejadian pertama Lolita yang di Permalukan orang yang maju nomor satu membela Lolita adalah mereka sedangkan dia dan yang lain hanya diam menonton membuat dia Merutuki akan kebodohannya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Adiknya di Permalukan di muka umum.
" Ayah tidak mengenal mereka tapi Ayah bisa melihat ketulusan di mata mereka dan keberanian membela Ara di depan khalayak umum. Ayah tidak tau mereka berasal darimana tapi Ayah percaya Ara akan baik-baik saja bersama mereka "
" Ayah menyetujui permintaan Pemuda itu bukan karna tidak menyayangi Ara namun ada hal penting yang harus kita lakukan sekarang yaitu menutup berita-berita miring yang tersebar di internet. kita harus segera menutup berita itu sebelum semakin luas dan jangan sampai Ara sadar namun berita itu belum hilang itu akan membuatnya semakin Stres atau bahkan depresi " Pungkas Arka menatap kedua putranya secara bergantian
" Maaf Yah bila kami meragukan mu " Ucap Egi
" Sudahlah kalian cepat beristirahat besok kita akan mulai berkerja keras untuk masa depan Ara nanti " kata Arka memberi semangat kepada Egi dan Devan yang berwajah murung.
__ADS_1
Mendengar itu Devan dan Egi sedikit mengangkat pandangannya lalu saling melirik satu sama lain. Dengan muka kusut mereka berjalan menuju kamar masing-masing.
****
Skip ..pagi hari
*****
Tok
Tok
Tok
" sayang ayo bangun "
" Zein Umi masuk yah " karna tak mendengar balasan Renata membuka pintu kamar Zein lalu masuk ke dalam. Di lihatnya ternyata Zein masih tidur lelap di atas kasurnya. Renata segera mendekat menghampiri Zein
" Zein Ayo bangun....katanya mau jenguk Lolita ini sudah pagi Loh "
Mendengar nama Lolita di sebut membuat Zein langsung membuka matanya padahal ia masih sangat mengantuk tapi ia harus ke Rumah sakit.
" Jam berapa Umi " Tanya Zein serak bangun tidur
" Jam 7 "
" Apa......" Teriak Zein langsung bangun terduduk lalu berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa
__ADS_1
" Anak itu bikin jantungan saja " Umi hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengelus dada melihat kelakuan Zein yang berbeda dari biasanya