
"Nggak ada tanggal-tanggal intinya 3 hari lagi kami menikah" Kata Zein Tiba-tiba membuat semua orang Kaget.
"APA...." Teriak semua orang.
"Enak saja. pernikahan adikku harus sempurna nggak ada yang boleh kurang. kau mau mengajak Ara menikah di catatan sipil ya?" amuk Devan.
"Kamu tenang saja pernikahan Ara akan sempurna ia akan menjadi ratu seutuhnya" balas Zein yakin.
"Tapi Zein mana bisa kita mempersiapkan semuanya dalam waktu sesingkat itu" Rayen membuka suara setelah diam dari tadi.
"Kalian tenang saja biar aku yang mengurus semuanya, kalian cukup jaga kesehatan agar pernikahan kami nanti tidak batal" kata Zein.
Mendengar itu mereka semua hanya bisa diam, mereka paham dan percaya bagaiamana Zein jika sudah menginginkan sesuatu. mereka hanya bisa menganggukan kepala sebagai tanda setuju.
"Baiklah jika begitu" putus Arka.
Selesai acara lamaran mereka semua memutuskan untuk makan malam bersama di kediaman kedua orang tua Ara.
"Kami pamit untuk pulang Besan" kata Rayen setelah semua anggota selesai makan.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan" balas Arka mengantar kepergian calon besan.
Akhirnya rombongan Keluarga Zein masuk ke mobil lalu pergi meninggalkan kediaman kedua orang tua Lolita.
"Akhirnya Putri Ayah sudah dewasa sebentar lagi Ia akan melepaskan masa lajangnya." kata Arka sambil tersenyum ke arah Lolita.
"Ayah" panggil Lolita lembut memeluk Ayahnya.
"Kau sudah besar Nak. maafkan Ayah jika belum bisa menjadi Ayah yang baik untuk kamu" ungkap Arka kedua matanya memerah menahan air mata.
"Tidak. Ayah adalah Ayah terbaik yang pernah Ara temui" kata Lolita sungguh-sungguh.
"Bunda juga minta maaf yah kalau belum bisa menjadi Bunda yang baik untuk kamu Nak" Ungkap Isma ikut memeluk Lolita.
"Nggak kalian adalah orang tua terbaik buat Ara, jangan minta maaf lagi"
Anak dan orang tua itu saling memeluk satu sama lain membuat kedua pria yang tidak jauh dari mereka menjadi iri lalu berjalan mendekat ke arah mereka.
"Kalian saling memeluk tapi kenapa tidak mengajak kami juga, kalian melupakan kami ya" Tuduh Devan kesal.
__ADS_1
"Kalian mau gabung? yasudah Ayo peluk Ara" kata Ara merentangkan tangannya. Akhirnya mereka semua memeluk Ara dan saling memeluk satu sama lain.
Sedangkan di tempat lain seorang pria terus tersenyum menatap langit-langit kamarnya. Senyumnya sedari tadi tak pernah pudar dari bibir seksinya, pria datar nan dingin namun kini wajah itu hanya dengan penuh senyuman.
"Ara" Guman pria itu meraba dada kirinya. pria itu tak lain dan tak bukan adalah Zein malik yang terus tersenyum karna sebentar lagi ia akan menikahi wanita yang ia cintai.
"Sebentar lagi, hanya menghitung hari" Guman Zein lalu menutup mata sambil tersenyum.
Ceklek
Baru saja Zein tertidur pintu kamarnya di buka lalu masuklah Umi Renata.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dimanapun dan kapanpun itu. Umi sangat senang akhirnya wanita yang kau tunggu-tunggu kembali Umi hanya harap kamu menjaga dan melindungi Lolita dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan Abimu" Ucap Umi Renata sambil mengelus kepala Zein.
Umi Renata menarik selimut lalu menyelimuti Zein sampai di dada lalu berjalan keluar dari kamar Zein
Ceklek
Zein langsung membuka matanya saat mendengar suara kenop pintu tertutup.
__ADS_1
"Umi tenang saja aku akan menjaga dan melindungi Ara tak akan pernah menduakan Ara, Itu janji Seorang ZEIN MALIK MUHAMMAD AKBAR." kata Zein dalam hati.