
Deg
" Mata Itu...." Batin Zein lalu menatap lebih intens mata Alzen
" Berhenti menatap ku seperti itu jika kau ingin mencari tau apakah aku keturunan kakekmu yang Brengsek itu atau bukan. jika kau tidak percaya kau bisa mengambil setempel darahku dan darah kakekmu lakukan Tes DNA " kata Alzen seakan mengerti arti tatapan Zein
" Aku tidak peduli. Aku tidak akan membiarkan kamu dan yang lain memisahkan aku dengan Ara. TIDAK AKAN PERNAH " Zein menekan kata di akhir kalimatnya lalu beranjak pergi namun terhenti karena Kalimat Alzen
" Walau kau memaksa tapi Angel akan melupakan mu dan jika kau memaksa maka Nyawa Angel sebagai taruhan " Kata Alzen tanpa menatap ke arah Zein
" APA....." teriak Devan dan Egi bersamaan langsung berdiri menatap tajam ke Arah Alzen begitu pula Arnold yang berada di samping Alzen
" akan ada dua kemungkinan di saat Angel sadar nanti. pertama Angel akan mengalami Amesia atau lupa ingatan dan kedua adalah jika pun Ia mengingat kalian semua maka ia akan mengalami Trauma bisa juga depresi " pungkas Alzen
mereka yang mendengar semua itu langsung Lemes. Ternyata selain Koma keadaan Lolita sangat mengkhawatirkan
" Kalau Kamu memang mencintainya maka rubah dulu keluarga Brengsek mu itu " Lanjut Alzen lagi Namun Zein hanya diam dan berlalu pergi dari Ruangan Lolita.
" Syukurlah dia pergi dengan begini akan memudahkan semuanya berjalan sesuai rencana " Batin Anzel
__ADS_1
"Kenapa bisa Ara menjadi Amesia jika hanya Trauma mungkin itu bisa tapi Amesia bagaimana bisa Kepalanya nggak terbentur keras kan " kata Devan tiba-tiba setelah Zein keluar
" Karna Angel pernah di tabrak Mobil saat kecil dan karna kecelakaan itu pula membuat kepala Angel Terbentur keras sehingga mengakibatkan Ada Keretakan di dalam kepala bagian belakang Angel. " pungkas Arnold menjawab Pertanyaan Devan
Deg
" Kecelakaan "
" Terbentur "
" Retak "
" Lo jangan becanda " Timpal Egi yang menolak kenyataan bahwa Lolita pernah mengalami itu.
" saya Bercanda...? " Kata Arnold menunjuk diri sendiri dengan Jarinya
" Kalian ini pura-pura lupa atau kalian memang tidak tahu. Jangan lupa Ia pernah hidup sebatang kara tanpa kekayaan tanpa keluarga Saya Alzen Amber dan Lolita pernah hidup menderita dari kecil bahkan sampai beranjak dewasa. Kami pernah merasakan menahan lapar, memakan sisa makanan orang, makan dari tempat sampah dan masih banyak lainnya jadi jangan mengatakan apa yang saya katakan adalah lelucon karna semua itu adalah kebenarannya " papar Arnold panjang kali lebar
Sedangkan Egi dan Devan hanya bisa diam mematung. mereka berdua begitu Shock mendengar semua tentang ini selama ini mereka kira mereka sudah mengetahui semua masa lalu Lolita namun ternyata belum masih banyak Rahasia yang belum mereka ketahui
__ADS_1
" jadi Ara pernah mengalami kecelakaan " Tanya Isma yang baru masuk bersama suaminya. kedua mata Isma sudah memerah menatap ke arah Lolita yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit
" Yah. saat itu Umur Angel baru 11 tahun " jawab Arnold menatap sendu Lolita yang berada di sampingnya
" Tuan Nyonya saya ingin membawa Angel malam ini juga " kata Alzen tiba-tiba
" APA........" Teriak Devan dan Egi
" kalian ingin membawanya kemana " Tanya Arka
" Saya akan membawa Angel ke Negara P karna mulai sekarang kami akan tinggal disana bersama Adik-adik kami di panti " jawab Alzen
Mendengar itu Arka terdiam lalu melihat ke arah Lolita. apa dia punya pilihan sekarang selain menuruti keinginan pria di depannya ini pikir ARKA
" Baiklah...Aku akan membantu kalian membawanya " kata Arka menyetujui keinginan Alzen
" AYAH........" teriak Devan dan Egi kepada Arka
" Ayah kenapa langsung setuju Ara di bawah pergi. Ayah Ara baru berkumpul bersama kita bagaimana mungkin kita harus berpisah dengannya lagi Yah. Devan bahkan belum puas menatapnya Ayah " Ucap Devan dengan sudut mata yang sudah berair
__ADS_1
" Devan. Mengertilah.....