
" Lalu " Ucap Pria paruh baya itu menunggu jawaban Bawahannya
" Dia mantan Wanita malam..."
" APAAAA..." Pria paruh baya itu langsung teriak kaget mendengar informasi gadis yang di gadang-gadang kekasih Cucunya
" DASAR ******....AKU TIDAK AKAN sudi APALAGI MERESTUI HUBUNGAN MEREKA WALAUPUN DIA BISA MEMBUAT CUCUKU TERTAWA SEKALIPUN. KAMI INI KELUARGA TERHORMAT MANA PANTAS ****** SEPERTINYA MASUK DALAM KELUARGA TERHORMAT KAMI "
BRAkkK Brukk
Pria paruh baya itu langsung murka mendengar semua itu. Ia dengan Emosi melampiaskan amarahnya dengan menghambur semua barang di sekitarnya. Ruangan yang tadinya Rapi dan Enak di pandang kini sama seperti Kapal pecah berantakan.
" Pergi dan ikuti lagi kegiatan Cucuku. Ingat jangan sampai kecolongan " Ujar pria paruh baya
" Baik tuan " jawab sang bawahan beranjak pergi meninggalkan Tuannya.
Selepas Bawahan pergi pria paruh baya itu memijit pelipisnya. Kepalanya mulai pusing memikirkan Tingkah Cucunya itu.
" Kakek tidak akan pernah Sudi jika harus mempunyai seorang Cucu menantu seorang Pelacur. Kakek tidak peduli kau mau atau tidak tapi kau harus menikah dengan pilihan Kakek Cukup ibumu yang berasal dari Rakyat Jelata " Guman paruh baya itu. Ia sungguh geram Dulu Anaknya yang menikahi seorang gadis dari kalangan bawah Sekarang Cucunya juga mempunyai kekasih Seorang Pelacur besar kemungkinan Wanita itu akan menikahi Cucu laki-lakinya mengingat Cucunya tak pernah jatuh Cinta Sebelumnya.
" Aku harus segera memisahkan mereka Tapi bagaimana Caranya " Batin pria paruh baya itu
Pria paruh baya sibuk memikirkan cara untuk memisahkan Cucunya dengan Kekasihnya.
" Aa aku tau. Vino pasti bisa membantuku lewat anaknya. " Ucap pria paruh baya itu semangat. Ia langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi orang yang bernama Vino.
******
Sedangkan di tempat Lain. Lolita baru menyelesaikan pekerjaan, ia lantas minat jam di tangannya ternyata waktu sudah menunjukan pukul 20:30 malam. Lolita segera membereskan semua barang di atas meja lalu mengambil tasnya dan beranjak keluar Ruangan.
" Sudah selesai Baby "
Lolita langsung menoleh ke asal suara ternyata Zein sudah menunggunya di depan pintu Ruangan
" Hm iya " Jawab Lolita Canggung. Tiba-tiba Lolita teringat akan Ciuman panas mereka tadi. Mukanya langsung memerah, Detak jantungnya semakin Cepat, Ia tidak berani mengangkat kepalanya melihat Zein
" Ada apa Hm " tanya Zein menarik lembut tangan Loli.
" Ti...dak A...apa-apa " Jawab Lolita terbata-bata
Zein yang mendengar jawaban Lolita langsung mengernyitkan alis, Lalu di pandangannya Wajah sang kekasih yang Masih memerah dan selalu menunduk. Melihat itu Ia Tersenyum tipis Pasti teringat akan tadi pikirnya
__ADS_1
" Tidak usah malu Baby. Cepat atau lambat aku pasti akan Memakan mu " bisik Zein di telinga Lolita dengan suara yang berat
Lolita langsung menegang mendengar bisikan Zein, Ia jadi merinding sendiri karna suara berat itu
" Sudah. Ayo aku antar pulang " ujar Zein menarik tangan Loli. Loli hanya mampu mengikuti tanpa protes.
******
Skip....
******
" Eh ini.... Kenapa berhenti disini " Tanya Lolita dengan bingun pasalnya Zein membawanya di sebuah ruangan tetapi satu gedung dengan Apartemen tempat ia tinggal.
Zein hanya diam lalu mengambil Sebuah Boks yang berada di Kursi penumpang Lalu menyodorkannya ke Lolita.
" Ambillah " Ucap Zein. Dengan Ragu Lolita mengambil Boks kecil itu. Di pandanganya Dengan lama Lalu menatap Zein kembali
" Ini apa "
" Bukalah "
Lolita lantas membukanya, Matanya menyipit melihat sebuah kunci yang di hiasi dengan pita warna pink di tengahnya.
" Keluarlah jika kau penasaran "
Lolita lantas keluar tapi matanya di tutupi oleh Zein
" Biarkan aku yang menjadi mata jalanmu " Bisik Zein lalu menuntun Lolita berjalan menuju sesuatu
" Siap "
" Yah " Zein melepaskan tangannya di mata Lolita
" Berbalik " Ujar Zein. Lolita langsung membalik badan matanya langsung terbelalak melihat Motor yang ia inginkan kini ada di depan matanya
" Suka " Bisik Zein yang sedang memeluk Lolita dari belakang
○" Bangat...suka sekali. Apa ini untuk ku " tanya Lolita penuh harap
" Of course. Apapun untuk mu Baby "
__ADS_1
" Makasih..I love you " ucap Lolita dengan pelan. Menyembunyikan wajahnya di dada Zein
" Hm I love you too " balas Zein
" Masuklah ke Apartemen mu, jika tidak ingin Ku makan " Kata Zein dengan panas dingin. Sungguh tak bisa ia Pungkiri berdekatan dengan kekasihnya sungguh berbahaya untuk tubuhnya.
Sedangkan Lolita langsung melepaskan pelukan dari Tubuh Zein lalu berlari pergi Namun baru beberapa langkah Lolita kembali berlari ke arah Zein
" I love you Zein "
Cup....
Zein mematung diam dengan tatapan kosong. Ia sungguh tidak menduga akan keberanian Lolita. Biasanya Kekasihnya itu akan bersifat Malu-malu Bukan terang-terangan seperti ini
" Baby kamu...." Baru saja Zein akan bicara tapi ia tidak menemukan sang kekasih.
" Aa Zein bodoh. Seharusnya tadi aku nahan dia..... Aa jadi rindu lagi " Zein Merutuki kebodohannya yang hanya diam seperti patung karna hanya kecupan.
" Lebih baik aku pulang terus tidur supaya Cepat ketemu...Walau dalam mimpi tidak apa-apa "
Dengan penuh senyuman Zein masuk dalam Mobil meninggalkan Gedung Itu.
" Hmm lebih baik aku nginap ke mension saja. Jangan sampai pasangan tua itu merusak mood bahagiaku lagi seperti kemarin-kemarin " Monolog Zein membalikkan mobilnya menuju Mension pribadinya.
*******
Skip...
*******
Sinar mentari masuk di sela-sela Tirai Mengusik tidur pemuda Tampan yang Berbaring di ranjangnya yang bernuansa hitam itu. Perlahan-lahan mata itu terbuka Lalu melihat Jam di atas mejanya.
" Aa sudah pagi.... Aku tidak sabar bertemu dengan mu Baby " Guman pria itu masuk dalam kamar mandi.
Setelah 30 menit Keluarlah pria tampan dengan otot perut yang sangat menggiurkan bagi kaum hawa. Pria itu langsung masuk ke walk in Close.
" Ayolah Zein... Kau itu tampan memakai apapun " Guman pria itu yang ternyata Seorang Zein
" Tapi warna ini... Lolita akan bosan melihatku memakai warna ini ini dan ini terus setiap hari.."
" HAAA ku harap Devan sudah masuk hari ini. Aku harus mencari pakaian yang punya warna lain selain hitam dan hitam " Monolog Zein yang masih sibuk mondar mandir berganti pakaian.
__ADS_1
Hanyooooo😃 siapa yang penasaran sama pria paruh baya di atas