Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Acara Pertunangan


__ADS_3

" Sudahlah Karin Kakak mu kan memang dari kecil Tidak suka di peluk. Lihat kamu di ketawakan sama mereka berdua karna sikap kamu "Kata Rayeen menasehati Putrinya


" Eh.... hai Kak Devan, hai Kak Egi "sapa Karina yang baru menyadari keberadaan Devan dan Egi di samping kakaknya. Kedua pria itu hanya membalas sapaan Karina Dengan Senyuman tapi Dalam senyuman Egi sebenarnya sedang mengontrol detak jantungnya yang berdetak dengan kencang


" jantung sialan berhentilah berdetak bodoh "umpat Egi dalam hati


" ya sudah Kamu segera pergi sana. Umi mau melihat dulu Lolita "kata Renata Umi Zain


" Karin ikut Umi "ujar Karina tiba-tiba


" ya sudah Ayo kita ke ruangan Calon kakak ipar mu " Renata Segera menarik tangan Karina lalu menuju ruangan Lolita.


" putri Putri Bunda begitu cantik "puji Isma kepada Lolita putrinya


" Putri Ayu sekarang sudah dewasa dan cantik " lanjut Arka memuji Putrinya.


" Ayah Bunda Ara malu " kata Lolita menyembunyikan mukanya di balik kedua tangannya


" Untuk apa malu. Putri Ayah ini begitu Cantik dan Anggun " kata Arga semakin menggoda Lolita


" Ayah....." Rengek Lolita yang semakin malu karna di puji


Tok


Tok


Tok


" Siapa yang mengetok pintu " tanya Isma menatap Arka suaminya.


" Entahlah jika Devan dan Egi itu tidak mungkin karna jika mereka berdua pasti langsung masuk. Biar ayah buka dulu pintunya " kata Arka melepaskan pelukannya dari putri dan istrinya lalu berjalan ke arah pintu

__ADS_1


Ceklek.


" Assalamualaikum " Salam kedua orang wanita yang memakai pakaian syar'i dan Cadar di wajahnya


" Walai'kum salam " Jawab mereka semua


" Eh jeng Rena, Ada apa yah " Tanya Isma setelah mengetahui jika yang datang adalah calon besannya


" nggak pa-pa kami hanya ingin melihat Lolita kata Renata lalu menatap ke arah Lolita. Matanya langsung tertegun Melihat Lolita menggunakan Hijab padahal Minggu lalu Lolita belum memakai hijab hanya Selendang saja yang ia kenakan pada saat proses Lamaran


" Masya Allah kau cantik sekali Nak " kata Renata lalu memeluk sejenak Lolita


" Ah ini kenalkan Adik Zein Minggu lalu dia tidak bisa ikut proses lamaran karna Ia sedang sibuk di rumah sakit " kata Renata mengenalkan sosok gadis yang berada di sampingnya


" Lolita " Lolita segera memperkenal kan diri kepada gadis itu yang dia perkirakan umurnya sama dengannya.


" Karina " jawab gadis itu dengan Singkat.


" Apa yang menarik darinya. Ia hanya Mantan wanita malam jika di bandingkan dengan wanita dan para gadis yang di pilih kakek dan nenek selama ini mereka lebih baik setidaknya tidak ada yang mantan wanita malam " Karina terus menatap Lolita dengan pandangan yang menilai dan di matanya langsung memancarkan ke tidak sukaannya kepada Lolita. hingga ia di tegur Oleh Renata Uminya.


" Ada apa sayang. Kamu terpesona kepada kecantikan calon kakak ipar mu yah " kata Renata menyadarkan kelakuan putrinya yang menatap Lolita


" Ah Iyah Cantik kok " jawab Karina canggung


" Apanya yang Cantik lebih cantik Kak Kristal dari pada dia "kata Karina dalam hati. lain Di mulut lain pula di hati.


" Ayo siap-siap sayang sebentar lagi Acaranya Mulai Zein sudah menunggu Loh " kata Renata


" Astaga... Bunda Lupa sayang. Ayo kita Turun " kata Isma dengan semangat.


Melihat Itu Renata dan Karina pergi meninggalkan Ruangan itu.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain Dua orang pria dan 1 orang gadis sedang duduk mendiskusikan sesuatu


" Bang ini sudah saatnya kita keluar. Aku nggak yakin mereka bisa melindungi Angel di tambah Pria tua Bangka itu. apalagi disana ada Wartawan Aku takut Bang " kata Sang gadis yang Risau


" Bang aku rasa apa yang di katakan A**** benar kita nggak bisa dia terus begini. Aku yakin Tua Bangka itu akan bergerak hari ini apalagi ada dengan gadis licik sialan Itu. kita memang selalu memantau mereka tapi kita tidak tau apa yang mereka akan lakukan selanjutnya Bang. " kata Pria yang berpakaian Biru itu


Sedangkan pria yang mereka panggil dengan Abang itu hanya Diam sambil menatap ke depan dengan serius di dalam kepalanya sekarang penuh dengan Rencana


" Aku tau perusahaan kita tidak sebesar A'k Company tapi aku yakin kita mampu menjaga dan melindungi Angel dengan kekuatan kita sekarang. Cukup dulu Angel menderita Bang sekarang jangan lagi hidupnya akan hancur jika tua Bangka itu mempermalukan dia di depan Umum " kata Sang gadis dengan mata berkaca-kaca


" Abang hanya belum siap. jika Angel malah menatap benci kita nanti " kata Pria yang mereka panggil Abang menjatuhkan Setetes air matanya.


" Setidaknya itu lebih baik bang. Setidaknya kita sudah berusaha melindunginya walau mungkin perlindungan kita tak sebanding dengan pengorbanan yang dia berikan kepada kita " kata Pria yang memakai jas Biru.


HAAAAAA


" BAIKLAH KITA BERANGKAT. APAPUN YANG TERJADI TIDAK BOLEH ADA YANG MERENDAHKAN DAN MENGHINA ANGEL KITA " kata Pria itu dengan lantang lalu beranjak berdiri di ikuti sang gadis dan pria yang memakai jas Biru lalu mereka keluar dari Ruangan itu.


Tanpa mereka ketahui di sudut Ruang Seorang Anak laki-laki Berusia 11 tahun mendengar semua pembicaraan mereka.


" Siapa yang berani berniat menyakiti kak Angel ku. mereka harus menerima akibatnya " kata Anak itu lalu pergi dari Persembunyiannya.


" Cepat. Aku tidak ingin Wanita itu berhasil Menjerat Cucuku lebih dalam lagi " kata Pria tua yang duduk di jok belakang Mobil bersama seorang Gadis


" he Apapun yang terjadi Zein hanya Milikku. hanya Milik Krystalya Abdullah. dan kau pelacur tunggu kehancuran mu " kata Gadis itu yang tak lain dan Tak bukan Adalah Kristal dan pria di sampingnya adalah Bryant Akbar yaitu Kakek Zein


" Pak Cepat sedikit " kata Kristal menyuruh supirnya untuk mempercepat laju mobilnya.


" baik Non " jawab Si supir


Mampir ya😘😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2