Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Surprise Untuk Egi dan Devan


__ADS_3

" Bagaimana rencana mu Nak " Tanya Abi


" Rencana apa Rayeen " Sahut Tiba-tiba Kakek Bryan


" Melamar Kekasih Zein " jawab Rayeen


Sontak Pria tua itu melebarkan matanya Berarti informasi yang dia dapatkan tadi adalah kebenaran Sungguh dia kecolongan pikirnya.


" Sial aku harus segera bertindak. aku tidak Sudi pelacur itu masuk dalam keluarga ku cukup Renata saja yang menjadi menantu yang berasal dari rakyat jelata " Kakek Bryan menggerakkan giginya menahan emosi lalu mencoba tersenyum dan terlihat baik-baik saja


" Jadi bagaimana apa kamu berhasil melamarnya " Tanya Kakek Bryan terhadap Zein. Zein hanya mengernyitkan alis menatap Kakek Bryan dengan pandangan Sulit di artikan Memang selama 3 bulan ini baik Kakek maupun Neneknya sudah tidak lagi mencampuri urusan dia apalagi memerintahkan Abinya Ini itu seperti dulu.


" Gagal. Tapi Minggu Depan aku akan pergi melamarnya di hadapan kedua orang tuanya " Zein berucap dengan tegas.


" Orang tua? Bukannya kamu bilang ia anak yatim piatu " Tanya Rayeen ( Abi Zein )


" dia sudah menemukan orang tua kandungnya BI " jawab Zein.


" Ooh baiklah. kami akan persiapkan semuanya..! iya kan sayang " Rayen melemparkan pertanyaan kepada sang istri yang sedang duduk di sampingnya.


" Iya Nanti Umi persiapkan semuanya " sahut Renata (Umi Zein )


" Zein Naik dulu. mau bersih-bersih dan istirahat " kata Zein lalu berlalu menuju lantai dua.


Sesampainya di kamar Zein langsung melaporkan jas dan melonggarkan dasinya yang seakan mencekiknya. Zein duduk di sofa memijit pelipisnya pertanda ia sedang berfikir lalu Zein mengedarkan pandangannya di seluruh Ruangan hingga matanya Tiba-tiba menyipit melihat sesuatu di atas ranjang tempat ia tidur yaitu Amplop warna coklat Zein beranjak berdiri menuju ke arah Amplop coklat itu


" Apa Ini " Zein mengambil Amplop itu lalu membukanya. matanya menyipit melihat surat di dalamnya.


********

__ADS_1


Aku tau kau begitu mencintainya dan aku percaya kau mampu melindunginya baik dengan dirimu atau dengan kekuasaan mu. Aku mengucapkan Terimah kasih telah mengukir warna baru di kehidupan Dewi penolong kami.


Aku hanya ingin Mengingatkan Berhati-hatilah pada setiap orang terdekat mu karna mereka kadang tidak bisa di percaya. Dan juga Ada beberapa orang yang berencana akan menyakiti wanita mu.


Percayalah pada ucapan ku karna aku selalu berada di dekat kalian semua


Mr A


********


" Siapa Mr A ini... dan Siapa yang akan menyakiti Lolita Lalu..... Aku yakin ada orang terdekat ku yang ikut dalam rencana itu Tapi Siapa...." Zein berfikir dengan keras lalu dia teringat akan pasangan tua di rumah ini.


" Pasti salah satu di antara mereka Walau mereka tidak membuat ulah tapi siapa yang tau jika mereka menyembunyikan udang di belakang batu " pikir Zein


" Aku harus memperketat ke penjagaan Lolita jangan sampai aku ke colongan " Monolog Zein lalu beranjak berjalan ke arah kamar mandi.


" Ada apa sih Bun tumben gitu masak begitu banyak biasanya juga biar makan malam bersama gak sebanyak ini juga makanannya apalagi ini kenapa sangat banyak menu penutupnya itu pun manis-manis Semua " Devan mengomel panjang kali lebar melihat meja makan yang besar dan panjang sudah penuh dengan aneka makanan belum lagi menu penutup manis semua biasanya tidak pernah walau mereka makan malam bersama pikir Devan.


" Sussst diam..! Nanti juga kalian akan tau " Bunda Isma menyuruh kedua putranya untuk diam.


Sedangkan Arka hanya bisa tersenyum melihat interaksi Istrinya dan Anak-anaknya terutama istrinya begitu terlihat bahagia sudah lama ia tidak melihat rona bahagia seperti itu di wajah istrinya semenjak mereka kehilangan putri kecil mereka dan Terbongkarnya penghianatan yang dulu yang pernah lakukan terhadap istrinya membuat wanita cantik itu tak pernah lagi tersenyum sebahagia ini adapun tersenyum itu adalah senyum palsu dan penuh dengan kehampaan.


Bahkan karna penghianatan itu Ia hampir kehilangan Istri dan putranya yang ikut membencinya padahal waktu itu umur Devan masih 5 tahun tapi ia sudah mengerti akan keadaan. Syukur saja waktu itu dia dapat mempertahankan pernikahan mereka walau ia harus hidup dengan rasa hambar di dalam kehidupan rumah tangganya Karna istrinya yaitu ISMAYATI tidak mau satu ranjang dan seolah mati rasa terhadap dirinya hingga Usia Devan masuk 15 tahun Barus istrinya kembali membuka hati untuknya Karna itu Ia sekarang sangat menjaga perasaan istrinya walau ia sendiri masih sering mendapatkan godaan dari berbagai wanita padahal umurnya sudah tak mudah lagi.


Mengingat akan kebodohannya di masa lalu membuat Arka kembali menatap Sang istri dengan penuh Cinta.


" Andaikan dulu aku tidak melakukan kebodohan itu mungkin kita tidak akan kehilangan putri kecil kita dan kita hidup bahagia tanpa harus menderita selama 19 tahun lamanya. karna kebodohan ku bukan hanya aku yang menderita tapi kalian juga " Batin Arka menatap Istri dan kedua putranya dengan sendu.


Tak

__ADS_1


tak


Tak


Sontak mereka semua menoleh ke arah asal suara Isma dan Arka hanya tersenyum meyambut putri kecil mereka Berbeda dengan Devan dan Egi yang mata mereka melotot dan mengucek-ucek mata mereka guna menyakini penglihatan mereka. Lalu mereka berdua saling melirik lalu melihat ke arah gadis cantik di depan mereka yang sedang tersenyum manis kepada mereka berdua.


" Princess....." Teriak Devan dan Egi serentak berlari ke arah Lolita.


" kamu sudah memaafkan kami " Tanya Devan dengan harap-harap Cemas. Tapi Lolita hanya tersenyum manis


" Mulai dari hari ini Princess akan tinggal disini jadi kalian juga akan tinggal bersama kami di mension ini " Sahut Arka dari belakang


" Benaran Ayah " Tanya Devan yang di balas anggukan kepala oleh ayahnya. Devan langsung memeluk Lolita dengan Erat


" makasih karna kamu sudah mau memaafkan kami " Devan berucap pelan lalu mengecup pucuk kepala Lolita dengan sayang.


" Iya....Loli panggil apa Abang apa Kakak " Tanya Lolita bingun


" Terserah Princess "


" baiklah kalau begitu aku panggil saja kakak "


" Kak Egi tidak ingin memeluk ku " kata Lolita setelah Devan melepaskan pelukannya.


" Apa Boleh "


" Tentu saja kak Egi juga kan Kakakku " jawab Lolita merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan Egi.


" Ternyata kau adalah adik kecil kesayangan ku. itu yang membuat ku ingin selalu dekat dan melindungi mu. Dari awal aku selalu merasa aku sangat dekat dengan mu ternyata perasaan itu tidak salah " Egi mencurahkan semua yang dia rasa kan selama ini tentang yang ingin selalu dekat Lolita, Melihat Lolita tersenyum bahagia membuat ia bahagia, Rasa ingin melindungi Semua yang di rasakan yang hampir membuat berfikir ia jatuh cinta pada Lolita

__ADS_1


" Aku....aku juga...


__ADS_2