Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
3 bulan kemudian


__ADS_3

Waktu terus berlalu, Hari berganti Minggu dan Minggu berganti . Tak terasa sudah 3 bulan Lolita Dan Zein menjadi sepasang kekasih. Hubungan mereka semakin Erat dan terpisahkan Walau sempat Renggang karna Masalah orang tua Kandung Lolita. terutama Zein sifat kecemburuan dan posesif Semakin menjadi. Kemanapun Lolita pergi maka dia akan mengekor seperti Anak ayam yang mengikuti induknya.


Selama 3 bulan ini juga Lolita belum mau menemui keluarga kandungnya, Ia masih terus Berusaha untuk melapangkan dadanya melepaskan kekecewaannya pada Mereka semua.


Selama 1 bulan terakhir ini Lolita mulai kembali mendalami ilmu agama seperti Mengaji dan Sholat walau Sholatnya masih bolong-bolong, Lolita berencana dia akan menutup auratnya.


" Baby "


" Sayang... Kamu kenapa kesini " tanya Lolita kepada Zein padahal ia tau betul Zein sangat Sibuk apalagi perusahaan mereka akan mengikuti Tender.


" Aku merindukan mu Baby " Zein hanya mengacuhkan pertanyaan Lolita lalu memeluk Lolita dari belakang karna posisi Lolita yang masih duduk di kursi kerjanya.


" Kan tiap hari Ketemu Yang " ucap Lolita menghentikan Pekerjaannya


" Iyah. Tapi tetap saja Baby "


" Sudahlah. Ayo kita keluar mencari makan sebentar lagi masuk waktu makan siang " Ucap Zein karna memang sudah mau masuk jam makan siang


" Yah "


Mereka lantas keluar dari ruangan Lolita lalu Masuk Lift untuk turun ke bawah.


Zein dan Lolita memakai Lift Khusus yang langsung menuju parkiran Khusus sehingga tidak ada karyawan yang dapat melihat kebersamaan mereka. Walau sudah lama menjadi sepasang kekasih Lolita tidak ingin ada yang mengetahui hubungan mereka walau sebagian sudah ada tapi selalu di bungkam oleh Zein.


Sesampainya di parkiran mereka berdua langsung masuk dalam Mobil lalu pergi meninggalkan perusahaan.


" Kamu ingin makan dimana Baby " tanya Zein menatap Lolita Sebentar lalu tangan kirinya menggenggam tangan Lolita sedangkan tangan kanan ia gunakan untuk menyetir.


" Hmmmmm aku lagi pengen makan Seafood yang " Kata Lolita dengan mata berbinar binar


" Baiklah kita akan mencari Restoran Khusus makanan Seafood untuk kekasih tercintaku ku ini " Ucap Zein sambil Mengecup tangan Lolita


Cup.....


Setelah berkendara 20 menit Zein memarkirkan Mobilnya di sebuah Restoran Mewah. Zein keluar lebih dulu lalu pergi ke pintu Lolita lalu membukakan pintu untuk Lolita.


" Silahkan Tuan putri " kata Zein dengan Senyum lebar. Lolita hanya tersipu malu akan kelakuan Kekasihnya itu.


Mereka berdua masuk dalam Restoran dengan bergandengan tangan. Banyak pasang mata yang menatap dan bisik-bisik karna kagum akan kecantikan dan ketampanan pasangan kekasih itu tapi ada juga pula yang Iri dan Dengki akan kecantikan Lolita dan Ketampanan Zein. Apalagi mereka mengetahui bahwa pria yang baru masuk ini adalah Pewaris A'K Company para wanita yang ada dalam restoran itu langsung patah hati dan menatap Sinis Lolita.


" Bukankah dia Zein Malik Pewaris A'K Company "


" Yah kau benar ia pewaris A'K Company "


" Coba lihat wanita yang ada di sampingnya itu pasti Kekasihnya "


" Mereka Cocok yah "

__ADS_1


" Apanya yang Cocok gadis itu masih Cantikan aku, Seksi juga seksi aku "


" Cih palingan juga ****** "


" Iya kau benar kalau Tuan Zein sudah bosan nanti juga di buang "


" ****** aja belagu " Sahu lainnya lagi


Mereka terus membicarakan Pasangan itu Tetapi Lolita dan Zein hanya Acuh tak Acuh mendengar bisik-bisik mereka semua.


" Selamat datang Tuan " Kata Pelayan gemetar yang datang menyapa Zein


" Hm Siapkan Ruangan Tertutup Untuk kami. Aku tidak ingin Kekasihku mendengar Gonggongan Anjing saat makan " Ucap Zein dengan sinis menatap beberapa orang yang sedang menatap kekasihnya dengan pandangan merendahkan dan menghina.


" Selama aku masih hidup Tidak akan aku biarkan ada yang Menghina apalagi merendahkan mu Baby. " Batin Zein menatap lembut lolita yang ada di sampingnya.


" Baik Tuan. Kemari saya akan tunjukan Ruangan VVIP " Kata pelayan itu takut-takut karna ia tahun pria yang ada di depannya ini sedang menahan amarah terbukti dengan rahangnya yang mengeras dan mukanya yang memerah.


"Hm "


Zein menarik lembut Lolita lalu mengikuti langkah pelayan tadi.


Ceklek


" Ini ruangannya Tuan " kata pelayan dengan kepala tunduk


" Baby duduklah " Kata Zein Dengan lembut menarik Lolita lalu mendudukkan di kursi yang sudah di sediakan


" Kau " kata Zein menunjuk Pelayan tadi


" Iya Tuan " jawab Cepat pelayan itu


" Bawakan menu Seafood yang paling Enak dan istimewa di Restoran Ini " kata Zein menatap Dingin pelayan yang di depannya


" Baik tuan. Mohon tunggu sebentar " jawab Pelayan


" Hm "


Dengan tergesa-gesa pelayan itu berjalan cepat ke arah dapur hingga menabrak Manajer Restoran


Brukk


" Maaf...maafkan saya " kata pelayan menyatukan kedua tangannya


" Ada apa kenapa kau berjalan tidak melihat keadaan sekitar " kata pak Manajer.


" Maaf pak Manajer. Itu...itu Tuan Zein ada di Ruang VVIP. Tuan Zein memesan Menu Istimewa dan di antarkan sesegera mungkin " Ucap pelayan itu

__ADS_1


" Astaga... Kenapa masih disini segera ke dapur beri tahukan pada koki. Saya akan menjamu Tuan Zein dulu "


Pak Manajer berjalan cepat menuju Ruangan yang di tempati Zein


Tok


Tok


Tok


" Sial..... "


" Masuk "


Ceklek.


" Selamat siang Tuan " kata pak Manajer menundukkan kepalanya.


Zein langsung menoleh ke arah suara pasalnya dia tadi mengira yang masuk adalah pelayan yang membawa pesanan yang dia pesan.


" Siapa kau " Ucap Zein dengan dingin


" Saya Manajer Restoran ini Tuan " jawab Pak Manajer yang sudah ketar ketir karna tatapan Tajam Zein


" Oh. Segera suruh parah pelayan itu untuk segera menghidangkan menunya kekasihku sudah lapar " dengan acuh tak acuh ya Zein memerintah Pak Manajer lalu kembali sibuk merapikan helaian rambut Lolita yang berantakan karna Ulahnya tadi yang mengacaknya.


" Eh..."


Pak Manajer kaget mendengar kata kekasih lalu matanya menatap ke samping Zein. Matanya melotot melihat gadis cantik yang sedang asik bersandar di dada bidang Zein. Ia tadi terlalu fokus pada Zein sehingga tidak memperhatikan keadaan sekitar.


" Kenapa masih disitu. Mau saya Congkel kedua bola mata mu Haa "


Keluar sudah tanduk kecemburuan dan posesif Zein. Ia lalu mendekap Lolita Erat seakan-akan ada yang ingin merebut Lolita darinya


" Aa maaf tuan. Kami akan segera menyajikannya " kata Pak Manajer


" Hm " Zein hanya menggerakkan lambaian tangan yang berarti mengusir pak Manajer.


Pak Manajer yang menerima sinyal itu langsung membungkuk lalu keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa.


" Sa....sayang...pel... pelukan....nya terla...lalu kencang " ucap Lolita terbata-bata.


Sontak Zein langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Lolita


" Maaf Baby " ucap Zein menatap Lolita dengan rasa bersalah


" Seharusnya aku bisa menjaga Emosiku " batin Zein Merutuki kebodohannya yang tak bisa menahan Cemburu

__ADS_1


Tinggalkan Like komen dan Favo ya


__ADS_2