
"Nona Apa anda sudah mempunyai seorang Kekasih "
Uhuk Uhuk Uhuk
Bukan Lolita yang tersedak Melainkan Zein. Zein yang memang dari tadi sudah panas Tambah panas mendengar pertanyaan Rekan bisnisnya. Dia akui Antoni memang cukup Tampan Apalagi dia juga Bule tapi jika di bandingkan dirinya maka dirinya jauh lebih Tampan.
" Jika Belum Saya Tertarik Ingin mengenal Anda lebih Dekat Nona " Ucap Antoni Secara Gamblang Tanpa Menyadari ada tatapan laser yang mengarah kepadanya.
Lolita langsung berhenti mengunyah makanannya Dia dengan Susah payah menelan makanan yang berada dalam mulutnya. Dengan takut-takut dia menoleh ke arah Zein yang kini mukanya Sudah seperti Kepiting Rebus.
" Em Maaf Mister Saya..."
" dia sudah Memiliki Kekasih Mister bahkan Calon Suami nya lebih kaya dan tampan dari anda " Potong Zein Menatap Tajam Mister Antoni
" Ah Sayang Sekali jika begitu.....pasti Pria itu sangat beruntung mendapatkan anda Nona " Ucap Mister Antoni Lagi kali ini dia berani mengelus punggung tangan Loli.
Zein Langsung Terbelalak melihat itu Matanya melotot sampai ingin keluar dari tempatnya Makanan yang dia kini dia rasa menjadi pahit Melihat Kekasihnya di sentuh pria lain membuat darahnya mendidih
" EHEM..... Kita harus Kembali ke kantor SEKARANG JUGA " Tekan Zein Langsung beranjak pergi berdiri Tanpa Mendengar jawaban Lolita maupun Devan
" Maaf Mister kami buru-buru Masih ada Klien penting yang harus kami jamu " Pamit Devan Langsung menarik Lolita keluar dari Restoran itu menuju mobil mereka Sesampainya disana ternyata Zein menunggu mereka sambil bersandar di mobil
" EHEM.. Tanganmu minta di potong " Kata Zein Ke Devan. Mendengar perkataan Zein Devan langsung melihat ke arah tangannya yang ternyata sedang menggandeng tangan Loli
Buru-buru Devan melepaskan tangan Loli lalu menjauh dari Loli Sambil Bergidik Ngeri melihat tatapan Zein yang Sangat-sangat Tajam di arahkan kepadanya.
" Si bos kayaknya bakal Ngamuk besar..... Mati aku Si Bos habis minum Cuka Lagian Bodoh banget Napa musti pegang tangannya Si Loli sih.. Sekarang kan berabe jadinya " Batin Devan Duduk gusar dalam Mobil.
Lain Devan Lain Pula Loli. Loli hanya biasa-biasa saja melihat Zein Yang Cuek kepadanya dia hanya sibuk melihat Jadwal Zein
" Kenapa dia tidak merayuku.. Kan aku lagi Ngambek Tapi kenapa dia biasa saja bahkan dia hanya sibuk dengan Tablet sialan itu..... Dasar Tidak peka " Batin Zein Tambah kesal
__ADS_1
Di perjalanan mereka masing-masing hanya diam tanpa berbicara satu sama lain. Sesampainya di perusahaan Zein langsung Keluar lalu menutup pintu mobil dengan keras.
Brakk....
Loli dan Devan hanya bisa saling melirik lalu mengelus dada masing-masing.
" Si Zein Napa kok kayak kesal gitu " Guman Loli tapi masih di dengar oleh Devan yang berada di sampingnya.
" Si Bos Habis Minum Cuka " ucap Tiba-tiba Devan Lalu Beranjak masuk dalam Perusahaan di ikuti Oleh Lolita di belakang. Mereka Langsung menuju Lantai 50 karna disana Ruangan Zein ada Karna 15 Menit lagi mereka Ada Meeting Bulanan.
Ceklek....
Pintu terbuka lalu Masuklah Loli dan Devan Dalam Ruangan Zein. Lolita dan Devan langsung saling pandang melihat Keadaan Zein yang berantakan. Rambut Acak-acakan Dasi Longgar dan miring kemeja yang di lipat dan kancing bagian atas terlepas
" Boss...." Panggil Devan tapi tidak di pedulikan oleh Zein melirik saja Tidak.
" Sana..... Bujuk bos Sebentar lagi Rapat Bulanan kantor " Bisik Devan menyuruh Loli untuk mendekati Zein yang di balas anggukan oleh Loli. Lalu beranjak ke Arah Zein
" Devan batalkan Semua Agendaku hari ini karna aku ingin menghukum Kekasih Ku yang Nakal "
" Dan keluar dari Ruangan ku Segera " Lanjut Zein Dengan Segera Devan keluar Dari Ruangan Zein Dia tidak ingin mendapatkan Amukan Zein.
Setelah Devan keluar kini di dalam Ruangan Hanya Sisa Lolita dan Zein. Zein dengan empat Mendekat ke arah Loli Lalu mendekapnya dari Belakang
" Kau tau Aku sangat tidak suka Milikku di sentuh oleh pria lain Baby " Bisik Zein di telinga Loli
" Kau Cemburu..."
"Haruskah Aku mengatakannya dulu Baru kau akan peka Baby... Lain kali jika ada yang tanya kau punya kekasih atau tidak kamu jawab Saja jika kamu Sudah bersuami " Omel Zein panjang Lebar. Mendengar kata Suami Loli hanya Menganga. dirinya tidak pernah terpikirkan untuk memiliki Seorang Suami setelah insiden Penolakan yang di berikan Oleh Daddy Adit dulu. Menemukan laki-laki yang Mencintainya saja baginya Sudah Cukup.
" Tapi Aku...."
__ADS_1
" Kenapa....Kamu tidak Setuju mau aku nikahi Sekarang juga biar kamu punya Suami benaran " Omel Zein lagi yang mulai kesal
" Oke-oke Aku bakal bilang udah bersuami tapi berhenti Ngomelnya " kata Lolita
" Gadis Pintar " Ucap Zein Mengacak-acak Rambut Loli
" Iiih jangan di Acak-acakin Ze Nanti berantakan gimana.... kita mau rapat Loh sebentar lagi " kata Loli Kesal karna Rambutnya yang tadi tapi kini sudah sedikit berantakan
" Kamu tidak dengar ucapan ku barusan Baby... Hari ini Rapat di tunda " kata Zein Membalikkan Loli menghadap ke arahnya.
" Tapi Kenapa... Ini Rapat Penting Loh belum lagi Ntar Jam 2 ada Klien dari luar Negeri....
" Nanti ada Devan yang Handle hari ini aku mau berdua sama kamu saja " Kata Zein menarik tangan Loli menuju Sofa dalam Ruangan itu.
Zein Mendudukkan Loli di ujung Sofa lalu dia Merebahkan kepalanya di atas paha Loli.
" Elus " Pinta Zein Manja Memeluk perut Loli. Loli hanya diam pasrah menuruti ke inginkan Zein
" Aku harus Mencari Waktu luang Untuk mengenalkan Loli ke Umi dan Abi walau Umi Dan Abi sudah tau garis besar kehidupan Loli Sih " Batin Zein
Lama Kelamaan Zein jadi mengantuk karna Elusan Loli di kepalanya Lalu ia menutup matanya.
" Zein....."
" Ze.. " Panggil Loli Namun Zein tidak menyahut hanya terdengar Hembusan Nafas yang teratur. Loli menunduk lalu Melihat Zein yang ternyata sudah tidur
" Tidur Ternyata " Guman Loli Memindahkan Kepala Zein pelan-pelan takut terbangun lagi.
Loli beranjak berdiri lalu merenggangkan Otot-ototNya lalu Mulai membereskan kekacauan yang di lakukan oleh Zein.
Beberapa menit kemudian Loli Selesai Membereskan Semuanya. Loli melihat Ke Arah Zein yang masih tertidur lelap. Loli tidak tega untuk membangunkannya jadi Loli menuju Kursi kebesaran Zein Mendudukkan Pantatnya ke kursi itu lalu memutar-mutar kursi lagi Asik-asiknya memutar kursi tiba-tiba
__ADS_1
Ceklek....