
BRUKKKK
" Akhirnya aku bisa beristirahat " Guman Lolita melemparkan dirinya di atas ranjang yang empuk dan baru.
" Lebih baik aku tidur " Monolog Lolita lalu menutup matanya perlahan-lahan menuju alam Mimpi.
Ia sekarang berada di sebuah kamar yang luas dan mewah. di dalam kamar itu semua kebutuhannya Lengkap dari kaki sampai ke atas kepala
Lolita sekarang berada di kediaman ALEXANDER Kamar yang ia tempati adalah kamar yang di siap untuknya dari dulu.
" Sayang.... Dimana Princess " Tanya ARKA yang baru tiba di kediaman langsung menanyakan keberadaan putrinya pada sang Istri.
" dia sedang beristirahat di kamar mas mungkin ia lelah karna tadi bunda ajak dia berkeliling di mall " jawab Isma menyalami suaminya.
" Terus apa saja yang di beli Princess " Tanya ARKA dengan antusias sudah membayangkan putrinya berbelanja dengan bahagia dan menunjuk apapun yang Ia inginkan tapi harapan itu harus sirna saat sang istri mengatakan
" Ah itu Princess tidak menunjuk apapun Yah jadi bunda yang belanjakan semua kebutuhannya dari kaki sama kepala "
Sontak Tuan Arka langsung sedih mendengar putrinya tidak menunjuk apapun padahal ia mampu untuk membayar berapa pun itu lagian perusahaan mereka juga salah satu perusahaan besar di Negara ini.
" Apa princess belum menerima kita " monolog Tuan Arka
" Princess butuh waktu Yah dan bunda rasa Princess bukan tipe wanita yang suka berbelanja terbukti tadi bunda bawah dia di toko-toko Perhiasan tapi Princess malah Cemberut dan sesekali bunda dengar ia Mengumankan kata Lelah " Bunda Isma menjelaskan apa yang terjadi tadi di mall saat mereka sedang berbelanja
" Lagi pula tadi di mobil bunda dan princess mengobrol banyak " Lanjut Bunda Isma membuat wajah Tuan Arka langsung berseri senang
" Apa saja yang ia tanyakan " tanya Tuan Arka dengan wajah senang
" Em itu dia menanyakan Devan kemana Atau Egi siapa dan masih banyak lagi " Jawab Bunda Isma
" Dia tidak menanyakan tentang aku sebagai ayahnya begitu atau pekerjaan aku Aa bukan seberapa Uang yang ku miliki " tanya Tuan Arka secara berurutan
" Tidak. Princess tidak menanyakan itu semua Yah " Jawab Bunda Isma menahan tawa melihat mimik wajah tuan Arka yang cemberut padahal sudah tua juga pikir Bunda Isma
__ADS_1
" Tuan Nyonya " Kata Pelayan mendekat ke arah Bunda Isma dan Tuan Arka yang sedang duduk bersantai di ruang tamu
" Ada Bi " Tanya Bunda Isma kepada pembantunya
" Ini ada paket Tapi atas nama Nyonya dan tuan ' jawab Pembantu
" Berikan " kata Tuan Arka
Pembantu itu lalu meletakkan Paket yang persegi empat itu di atas meja lalu beranjak pergi menuju dapur.
" Bunda pesan paket " Tanya ARKA kepada sang istri membalik balikkan Kotak persegi itu.
" Tidak emang ayah tidak pesan " Tanya balik Bunda Isma kepada sang Suami
" Tidak " Jawab Tuan Arka masih mengamati dengan teliti kotak itu yang sudah di buka pembungkusnya.
" Mungkin Devan kali ya " Guman Bunda Isma
" Apa ini " Arka mengernyitkan alis Melihat isi dalam box di depannya ternyata berisi potret Gadis kecil yang sedang memegang jualan.
" Kenapa Yah " Tanya bunda Isma pada sang suami
" Ini " Tuan Arka mengeluarkan semua potret di dalam box lalu meletakkan nya di atas meja.
" Ada Suratnya "
Arka mengambil Amplop putih dalam Box lalu membuka Isi amplop Nomor 1
" Lihat di belakang Foto "
Arka langsung mengambil selembar Potret itu lalu melihat di belakangnya. Kedua matanya melotot melihat nama Gadis kecil itu
" Tidak mungkin " Guman Tuan Arka mengbil semua Potret itu lalu membaliknya tapi Namanya semua sama.
__ADS_1
" Ini potret gambar Loli kecil Yah " Bunda Isma berucap dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Arka dan Isma melihat foto-foto itu yang ternyata adalah foto-foto masa kecil Lolita. Lagi lagi mereka merasakan di timpa beban yang sangat berat melihat satu persatu foto masa kecil Lolita. Dari yang menjual Koran Jualan di pinggir jalan di bully Anak lain. Bunda Isma langsung histeris melihat gadis kecil yang di perkirakan masih berumur 13-14 tahun Penuh Luka dengan Seekor Rusa di pundaknya, Wajah gadis kecil itu terlihat pucat dan lelah tapi ia masih bisa tersenyum.
" Putriku hiks...hiks..hiks..." histeris Bunda Isma tak kuasa menahan tangis melihat Foto Lolita penuh darah. Tuan Arka hanya bisa merengkuh tubuh istrinya yang gemetar karna Isak tangis
" Assalamualaikum..... Bunda Ayah " Teriak dewan Cemas lalu segera berlari ke arah kedua orang tuanya. Ia baru pulang dari perjalanan bisnis di luar kota sampai di rumah bukannya di sambut tapi malah di tunjukan keadaan seperti ini.
" Ayah bunda. Ini ada apa kenapa kalian menangis katakan kepada Devan ada apa
siapa yang membuat kalian menangis " tanya Devan berurutan
" Hiks hiks putriku hiks " tangis Bunda Isma sesuguhkan
Sontak Devan langsung bertambah cemas saat bundanya menyebut Lolita karna ia adalah adiknya
" Ada apa dengan Princess Bunda. Ayah katakan jangan hanya diam. Bunda Ayah ada apa. Apa terjadi sesuatu kepada Princess Jawab Yah Bunda " Devan mendesak kedua orang tuanya untuk menjawab pertanyaannya akan tetapi kedua orang tuannya hanya diam. Bunda Isma yang menangis histeris dan Tuan Arka yang hanya diam dengan mata kosong namun Air matanya terus keluar. Melihat itu Devan bertambah panik
" Ayah Bunda " panggil Devan
" Astaga baiklah aku akan menelfon E..." Devan tidak melanjutkan Ucapannya saat matanya tak sengaja Melihat foto yang berserakan di atas meja.
Devan mengambil selembar foto lalu ia amati Foto yang ia ambil adalah foto yang membuat Bunda Isma menjadi histeris. setelah lama mengamatinya Devan membalikkan Foto itu. matanya langsung terbelalak melihat Nama Lolita Asmara tertulis dengan rapi di belakang foto gadis kecil penuh luka itu.
Dengan tangan gemetar Devan mengambil satu persatu foto yang di atas meja ternyata Foto Lolita dari kecil sampai Ia dewasa bahkan ada juga foto saat ia di dalam Club' yang di yakini Devan saat ia menjadi wanita malam.
Lalu matanya melihat satu Amplop yang belum di buka, Dengan segera Devan mengambil Amplop itu lalu membukanya.
" *Lindungi dan jaga baik-baik Lolita karna jika kalian menyakiti dia sedikit saja. Aku tidak akan segan-segan merebut Ia dari kalian, Karna ia adalah Dewi penolong kami. Aku akan selalu berada di sekitar kalian mengamati dan memantau kalian semua jadi sekali saja kalian membuat ia sakit Percayalah Aku akan langsung merebutnya dari tangan kalian. Camkan itu
dan sembunyikan identitas Lolita dengan rapat karna ada seekor kecoa yang mencoba untuk menyakiti Lolita. Ini adalah ujian pertama kalian jangan sampai orang itu berhasil menyakiti Dewi penolong kami
Mr A*
__ADS_1