
" Ternyata kau adalah adik kecil kesayangan ku. itu yang membuat ku ingin selalu dekat dan melindungi mu. Dari awal aku selalu merasa aku sangat dekat dengan mu ternyata perasaan itu tidak salah " Egi mencurahkan semua yang dia rasa kan selama ini tentang yang ingin selalu dekat Lolita, Melihat Lolita tersenyum bahagia membuat ia bahagia, Rasa ingin melindungi Semua yang di rasakan yang hampir membuat berfikir ia jatuh cinta pada Lolita
" Aku....aku juga Sering merasa seperti itu ternyata kau kakakku hiks " ucap Lolita memeluk erat Egi. dari awal ia juga merasakan rasa yang begitu dekat dengan Egi tapi ia tidak tau apa itu tapi hari ini semuanya terjawab
" Bahkan Egi yang bukan saudara kandung kamu tapi ia bisa merasakan ikatan batin tapi aku? Aku malah dari awal tidak menyukai mu selalu menatap mu dengan sinis. Maafkan kakak Loli " Ucap Devan menatap sendu Egi dan Lolita yang sedang berpelukan bahkan sangat erat. Ia mengerti dari kecil Egi memang lebih dekat dengan adik kecil nya itu di banding dirinya jadi dia paham jika Egi langsung merasakan perasaan itu di banding dirinya hanya saja sebagai kakak ia merasa sedikit Cemburu akan hal Itu.
" Sudahlah jangan memeluknya terus Ini sudah malam kalau kau peluk terus princess ku dia bisa mati kelaparan " Devan menarik Lolita dari pelukan Egi lalu membawanya di belakang tubuhnya dan menatap tajam Egi yang sedang cemberut
" Akhirnya aku bisa membuat kamu mengalah padaku hehehe" Batin Devan tersenyum licik
" Ayo Princess kita duduk makan jangan menghiraukan kecoa itu " Sindir Devan menatap Sinis Egi lalu menarik Lolita untuk duduk di sebelahnya.
" Hey apa-apaan kau Haa dia harus duduk di sampingku karna aku ayahnya " Teriak Tn Arka dengan kesal Karna Putranya Mendudukkan putrinya di dekatnya bukan di sampingnya
" Apaan sih Yah. Ayah itu sudah ada Bunda yang layani jadi Princess biar aku yang layani " kata Devan berucap santai mengambil piring Lolita lalu mulai mengambil Nasi dan lauk untuk adik kecilnya itu.
" Jangan hanya makan Daging kau juga harus makan sayur agar kamu gak gendut karna ulah si kodok itu " Sindir Egi kepada Devan meletakkan Sayuran di atas piring Lolita
" Kau pikir Adik ku Kambing Haa...Kau kasih makan daun " balas Devan tidak mau mengalah menyingkirkan Sayur yang ada di piring Lolita
" Itu sayur Bodoh bagus untuk kesehatan " Egi kembali meletakkan sayur di piring Lolita
" Itu daun "
" Sayur "
__ADS_1
" Daunnnnnn"
" Sayurrrr "
" Da....
" STOP........" Teriak Tn Arka Menghentikan pertikaian kedua putranya. Ia memijit pelipisnya melihat tingkah kedua putranya yang sudah seperti bocah Lima tahun.
" Sayang kemari tinggalkan saja para monyet itu " Arka memanggil putrinya untuk duduk di dekatnya. Lolita beranjak berdiri lalu pergi ke arah Ayah dan Bundanya. dengan sigap Arka berdiri lalu mendudukkan Putri kecilnya di antara ia dan istrinya.
" AYAH...... " Teriak Devan dan Egi menatap kesal Ayahnya itu yang mencuri Princess dari sisi mereka
" Apa ha.... kalian membuat putriku kelaparan tau " Arka menatap balik kedua putranya dengan kesal lalu mengambil piring baru untuk putrinya.
Sedangkan Egi dan Devan jangan di tanya mereka Makan dengan kesal sesekali akan menatap ayah mereka dengan sinis
" Seharusnya aku yang di sana " Batin Keduanya yang sudah seperti lirik lagu.
Skip....
Kini Devan sekeluarga duduk santai di ruang tamu. Sama seperti di meja makan kini Devan dan Egi masih kesal sama Ayah mereka karna mereka tidak punya kesempatan untuk duduk di dekat Lolita.
" Cih dasar tua Bangka " batin keduanya
" hehe rasain. Aku tidak akan membuat kalian punya waktu untuk putri kecilku. " Batin Arka tersenyum licik melihat Ke Arah Egi dan Devan
__ADS_1
" Ada apa dengan ayah. Kenapa perasaanku tidak enak " Batin Egi dan Devan yang melihat senyum misterius Ayah mereka. Mereka lalu saling melirik satu sama lain lalu membuang muka lagi.
" Princess....."
" Stop Ayah. kalian jangan memanggil ku dengan nama yang menggelikan itu kalian bisa memanggil Loli Atau Ara " Kata Lolita Namun bagian akhir kalimatnya dia ucapkan dengan pelan dan mimik wajah yang sedih
" Ah baiklah Loli. Jadi begini Ayah ingin kamu memakai nama kamu waktu kecil Yaitu NADIRA PUTRI ALEXANDER " kata Arka dengan lantang menyebutkan nama lengkap Lolita.
Untuk sejenak Lolita diam mematung saat mendengar nama lengkapnya yang di berikan oleh kedua orang tua kandungnya.
" Maaf yah Bukan Loli tidak ingin tapi Lolita tidak ingin mengganti Nama Lolita Jika kalian ingin kalian hanya perlu menambahkan marga kalian di ujung nama ku " Kata Lolita
Mendengar itu Mereka semua terlihat kecewa karna Lolita tidak ingin memakai nama pemberian mereka.
" Tapi kenapa Nak " Tanya Isma lembut kepada putrinya itu.
" Lolita tidak ingin mengganti nama karna Lolita sudah nyaman dengan Nama ini. Selain itu Lolita tidak ingin membuang Nama pemberian Ibu karna aku sudah menemukan keluarga kandung ku. Aku tidak ingin menghilangkan Nama yang membuatku mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya. Lolita paham kalian pasti kecewa akan keputusan Loli tapi Loli juga tidak ingin mengecewakan Ibu dan bapak disana kalau ternyata Aku membuang nama pemberian mereka walau aku yakin mereka akan senang jika tahu aku sudah berkumpul pada keluarga kandungku. Jadi Lolita minta kalian Tambahkan saja marga ALEXANDER di belakang nama Loli dengan begitu akan adil aku memakai nama pemberian Ibu dan memakai Marga kalian. Jika kalian ingin memanggil aku dengan panggilan akrab panggil saja Ara Karna orang terdekatku akan memanggil ku dengan nama itu dan sekarang kalian adalah orang terdekat ku juga " Lolita mencoba menjelaskan secara halus alasan tidak ingin mengubah namanya
Lolita sudah berjanji dari kecil pada diri sendiri Ia tidak akan mengubah nama Pemberian Ibu panti padanya apapun itu alasannya. Baginya Nama Lolita itu sangat berarti baginya. karna nama itu mengantarkan dia pada kehidupan yang bisa di bilang menderita tapi ada makna yang tersimpan setiap perjalanan hidupnya dengan nama itu. Dia merasa Nama apapun yang dia pake itu tidak akan mengubah karakter dirinya yang menjadi Lolita lalu berubah menjadi karakter baru.
Mendengar Penjelasan dan alasan keinginan Lolita mereka semua mulai paham. bagaimana pun Lolita Hidup bersama orang yang ia panggil Ibu itu daripada mereka semua.
" Baiklah jika itu keinginan mu Ayah hanya bisa menurut " Arka mendesah dengan kasar Ia tidak ingin memaksa putrinya menuruti keinginannya biarlah ia yang mengalah.
" Nak siapa yang kau panggil ibu itu...."
__ADS_1