
Minggu ke Minggu, Bulan ke bulan tak terasa kepergian Lolita sudah genap 1 tahun berlalu Namun tak menghilangkan Kerinduan dan penantian seorang ZEIN MALIK MUHAMMAD AKBAR. Pria itu terus menunggu wanita pujaannya bahkan ia menjadi pria yang semakin dingin dan tak tersentuh. Gila Kerja mungkin itu istilah yang melekat di dirinya sekarang.
Perubahan Zein membuat Sahabat dan para keluarganya Cemas terutama Renata sebagai seorang ibu ia sangat mencemaskan masa depan Zein apalagi sudah 1 tahun Lolita pergi tanpa kabar membuat Renata Namun Renata tidak bisa apa-apa Ia hanya bisa mendukung keinginan Putra semata wayangnya itu.
Bukan satu kali Dia kali Keluarga Zein ingin menjodohkan Zein tapi Zein selalu menolak hingga membuat hubungan yang dulu mulai membaik kembali renggang karna penolakan dan Zein yang semakin menjauh dari mereka
" Kapan kau akan kembali....Aku sangat merindukan mu. Cepatlah kembali Ara " Ucap Pria yang menatap sendu foto di depannya.
Pria itu tak bukan dan tak lain adalah Zein. Setiap saat saat ia lelah bekerja ia akan menatap foto Lolita untuk melepas sejenak akan kerinduannya kepada wanita itu.
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu membuat lamunan Zein buyar lalu menatap ke arah pintu
" Masuk "
Ceklek
" Hey Bro " Sapa Egi dan Devan
" Apa pekerjaan kalian sedang kosong hingga mengganggu pekerjaan ku " kata Zein datar
" Ayolah Ze otak juga perlu istirahat jangan kerja Mulu nanti otak kamu malah koslet nanti " Canda Egi Namun di abaikan oleh Zein
" Kau masih menunggunya " tanya Devan menatap intens Zein
" Hm "
__ADS_1
" kenapa kamu nggak menikah saja sama pilihan keluarga mu bukankah kau sering di jodohkan "
" Aku akan menunggu Ara "
" Lalu apa yang akan kau lakukan jika Ara kembali "
Mendengar pertanyaan itu Zein diam lalu menatap Cincin pertunangan mereka 1 tahun lalu yang tersemat indah di hari manisnya
" Aku akan menikahinya dengan segera " jawab Zein yakin
Egi dan Devan saling melirik lalu tersenyum misterius. Mereka sangat yakin apa yang di katakan Zein barusan akan menjadi kenyataan
" Aku hanya berharap Namanya masih menjadi Posisi teristimewa di hatimu "
" dia tidak akan terganti "
" Dan kau akan segera bertemu dengannya. jika 1 tahun lalu ia tidak pantas bersanding dengan mu tapi kini ia kembali dengan yakin untuk hidup bersamamu " Batin Egi dan Devan
" Nggak Pekerjaan aku banyak " tolak Zein
" Oh ayolah otak kamu juga perlu refreshing kali Ze. jangan kerja Mulu Ayolah selama 1 tahun ini kita nggak pernah kumpul ataupun makan barang "
" Hm yasudah kita cari makan di luar " Kata Zein beranjak berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar di ikuti Devan dan Egi di belakang
Sedangkan di tempat lain seorang wanita baru turun dari pesawat. Wanita itu mengenakan pakaian syar'i lengkap dengan cadar di wajahnya hingga terlihat anggun. Wanita itu mengedarkan pandangannya pada keadaan sekitar lalu menghempaskan napas secara pelan
" Akhirnya aku kembali. ku harap kamu masih menungguku " Monolog wanita itu lalu menarik kopernya
" Sudah " Tanya Gadis rambut sebahu kepada wanita yang berpakaian Syar'i itu.
" Sudah. ayo kita pergi "
__ADS_1
Wanita berpakaian Syar'i itu masuk ke dalam mobil di ikuti wanita berambut sebahu. mereka meninggalkan Bandara
" Kau Merindukan dia " Tanya wanita rambut sebahu melirik wanita yang berpakaian Syar'i di sampingnya
" Mana mungkin aku tak Merindukannya. Ini sudah satu tahun berlalu namun aku mengingat nya baru 3 bulan lalu " Ucap lirih wanita itu
" Tidak apa-apa karna Sekarang kau sudah kembali " papar wanita rambut sebahu
" Hm ku harap ia masih menunggu ku " Guman Wanita itu.
" kau langsung ingin ke mension orang tuamu "
" Yah. Aku ingin memberi mereka kejutan "
" Baiklah kita menuju kesana "
setelah percakapan itu terjadi keheningan di dalam mobil. tak ada yang membuka obrolan lagi mereka diam dengan pikiran masing-masing
setelah 20 menit kemudian mereka akhirnya sampai di depan mension mewah berlantai dua
" Sampai ayo turun " ajak wanita berambut sebahu kepada wanita di sampingnya yang dari tadi hanya duduk gelisah dalam mobil
" Angel Ayo turun "
Dengan Ragu Angel keluar dari dalam mobil dan menatap mension di depannya dengan pandangan yang berkaca-kaca. Jantungnya berdetak dengan Kencang
Deg
Deg
Deg
__ADS_1