Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Kebenaran Terungkap


__ADS_3

Dalam Ruangan terlihat mereka duduk dalam keadaan yang menegangkan hanya satu orang yang duduk santai dan penuh tanda tanya karna tidak tau apa-apa.


" Ini ada apa yah...." Tanya Lolita menatap semua orang dalam ruangan akan tetapi mereka hanya diam membisu tanpa menjawab pertanyaan Lolita.


Lolita melihat mereka semua yang tampak aneh Lalu kedua matanya menatap Sepasang wanita dan pria yang dia perkirakan umurnya 50an menatap dirinya dengan Lekat.


Deg deg deg


" Ada apa dengan jantung ku tidak mungkin aku jatuh Cinta sama mereka " Monolog Lolita Balik menatap pasangan pria paruh baya itu walau jantungnya mulai berdebar tak karuan.


Jantung Lolita Berdetak kencang saat melihat bola mata pasangan paruh baya itu di tambah ia melihat wanita paruh baya itu menangis Hatinya seakan Sesak.


" Ada apa kenapa Hatiku sakit melihat wanita itu Menangis sebenarnya ada apa ini " batin Lolita mulai gelisah


" Zein jika kalian ingin membahas sesuatu aku akan keluar dulu "


Lolita beranggapan pasangan Paruh baya itu adalah kedua orang tua Zein sehingga Ia berniat keluar dulu.


" Mereka ingin bertemu dengan mu Baby " kata Zein menghentikan pergerakan Lolita


" Denganku.... Tapi kenapa " tanya Lolita menunjuk dirinya sendiri.


" Untuk itu biarlah mereka yang jelaskan padamu secara Langsung " ujar Zein memberi pengertian pada Kekasihnya yang mulai terlihat gelisah.


" Katakan Sebenarnya ada apa ini. Kalian membuatku takut " ucap Lolita menatap Devan dan Egi secara bergantian


" Begini sebelum saya menjelaskan tujuan saya dan keluarga saya menemui kamu biarkan saya dan istri saya memperkenalkan diri terlebih dahulu " kata Arka Tegas padahal dalam hati ia ingin sekali berlari lalu merengkuh tubuh wanita mudah yang ada di hadapannya ini.


" Perkenalkan Saya ARKA ALEXANDER dan ini istri saya ISMAYATI ALEXANDER kami berdua adalah orang tua Devan " Kata Arka memperkenalkan Diri


" Oh salam kenal saya Lolita Asmara panggil Aja Loli atau Lolita " balas Lolita seadanya sambil tersenyum kepada pasangan paruh baya itu.


" Kamu kesini karna kami ingin menjemputmu " kata Arka langsung


" Menjemput ku.... Maksudnya bagaimana " Lolita menata penuh tanda tanya besar pada Arka.


" Kamu adalah putri kami yang hilang 19 tahun yang lalu "


Deg


Lolita langsung Menegang dadanya berdebar tak karuan. Perasaan Marah kecewa Rindu dan benci menjadi Satu membuat ia mengepalkan tangannya begitu erat hingga telapak tangannya terluka.

__ADS_1


" Baby....! " Panggi Zein Cemas karna melihat Darah di kepalan tangan Lolita. Membuat mereka yang dalam ruangan menjadi kaget.


" Apa Buktinya " kata Lolita Dengan pelan Tapi masih di dengar oleh mereka semua.


" Kalung yang kau pakai di leher mu " kata Arka dengan tegas


" Aku tidak percaya " Ucap Lolita menatap Arka sinis


" Kalau kau tidak percaya Ini hasil Tes DNA yang kami ambil dari potongan Rambutmu "


Sontak Lolita langsung menatap tajam Zein karna Zein yang memotong rambutnya beberapa hari yang lalu.


Zein mencoba untuk tidak melihat ke arah Lolita jika boleh jujur Ia sangat takut jika Lolita marah padanya.


Lolita langsung merampas kertas yang di tangan Arka lalu melihat tulisan yang ada dalam kertas itu. Matanya langsung melotot sempurna saat melihat presentasi 99,9% Hasilnya Cocok. Lolita menutup matanya dengan rapat tangannya meremas kertas yang di tangannya dengan keras.


" Kenapa Baru sekarang " kata Lolita Dengan dingin di iringi dengan mata tajam penuh dengan aura yang dingin


Deg


Mereka tertegun mendengar dan melihat tatapan mata Lolita yang sangat jauh berbeda dengan tadi. Terutama Zein dia diam membeku melihat Lolita di depannya seakan Asing bukan seperti Lolita yang dia kenal selama ini.


" Kami....kami...."


" Kami semua mencari mu Nak. Kami juga berusaha dengan keras untuk menemukan mu tapi kami menyerah 2 tahun lalu karna Kami tidak mendapatkan hasil " jelas Arka


" Hanya karna tidak ada hasil kalian menyerah. Saya ingin bertanya dimana Nurani kalian sebagai orang tua. Terutama untuk mu Nyonya, kau seorang ibu seharusnya kau yakin jika Anakmu masih hidup....."


" Saya yakin kamu masih hidup Nak tapi kami tidak dapat menemukan mu Jadi kami berhenti saja apalagi di saat itu perusahaan Ayah kamu sedang masalah, kami hanya mendoakan kebahagiaan kamu dimana pun kamu berada" ucap Bunda Isma mencoba menjelaskan kronologi nya.


Prok prok prok


Lolita langsung berdiri lalu bertepuk tangan mendengar perkataan Bunda Isma


" Harta dan Tahta ada dua hal yang menjadi ujian terberat bagi manusia. Karna perusahaan kalian memberhentikan pencarian begitu hahahaha..... sangat Lucu.


Mendoakan kebahagiaan, kalian pikir dengan mendoakan Tuhan akan mengabulkan begitu sementara kalian tidak usaha Haaa..." Teriak Lolita


" Kami harus membayar pake apa para Detektif jika tidak punya uang Haa " kata Arka yang mulai emosi karna istrinya di bentak


" Uang uang dan uang membuat kalian buta. Tidak bisakah kalian mengandalkan diri sendiri. "

__ADS_1


Deg


Ucapan menohok Lolita mampu membuat mereka semua diam membeku karna memang selama ini mereka hanya mengandalkan uang untuk menyewa Seseorang untuk bekerja.


" Maafkan kami Nak... Kami terlalu terpuruk semenjak kau menghilang " kata Arka menatap Sendu Lolita


" Se-terpuruk apa ha... Jangan Membicarakan Keterpurukan disini. Karna kalian tidak akan mengerti " ujar Lolita dengan sesak


" Kami mengerti Nak....."


" Mengerti apa..... Kalian tidak akan tau bagaimana rasanya Anak kecil umur 7 tahun berjualan Kue di pinggi jalan yang satu hari makan satu hari tidak. Kalian tidak akan tau bagaimana Rasanya Nak yang berusia 12 tahun harus berburu di hutan belantara yang penuh dengan hewan buas hanya untuk mendapatkan makanan dimana senjata yang kau gunakan hanya Pisau dan Ranting kecil. Dari kecil aku hidup tanpa Arah dan tanpa Sandaran. Tidur Beralaskan Kardus tanpa Selimut tebal, tanpa baju yang hangat jika musim dingin, Di hina di caci maki dan di jauhi karna tidak punya orang tua. Di anggap anak buang dan pembawa sial. Makan bahkan dari sisa orang lain atau bahkan dari Tong sampah apa kalian pernah rasakan semua itu tentu tidak karna kalian terlahir dari sendok emas " Kata Lolita dengan mata memerah menatap semua orang.


" 2 tahun lalu....... "


Sontak ketiga pria muda dalam ruangan langsung menegang.


" 2 tahun lalu...andaikan bersabar sedikit Mungkin aku tidak akan terjun di dunia malam, menjadi wanita pelacur yang memuaskan para Hidung belang " Jerit Lolita yang begitu sakit.


Deg


Hati mereka bagai di sayat-sayat saat mendengar pernyataan Lolita barusan.


" Itu tidak mungkin..." Kata Arka menggelengkan kepalanya menatap sendu Lolita


" Tapi sayangnya itu adalah faktanya. Aku adalah mantan wanita malam " Ucap Tegas Lolita


" Tidak......hiks itu tidak mungkin hiks hiks... Putriku bukan Wanita seperti itu.... Hiks hiks " Jerit Bunda Isma di iringi tangis yang pecah


" Kenapa kau lakukan itu Nak...KENAPA....." Teriak Arka yang marah tapi juga kecewa secara bersamaan pada dirinya sendiri.


" Kenapa.... Yah karna Uang " jawab Lolita dengan santai


" Hanya karna uang...tadi kau mengatakan kami buta akan uang lalu kau apa Haaa " Emosi Arka menata Nyalang Lolita


" Kita Beda konsep Tuan. Anda buta uang karna anda selalu mengutamakan uang dari segalanya. Benar Bukan " ucap Lolita melemparkan pertanyaan yang menohok pada Pria paruh baya itu.


Arka langsung diam tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lemparkan Lolita padanya karna itu memang kenyataannya. Ia akui dia dulu begitu Egois dan serakah.


" Sedangkan saya. Saya membutuhkan Uang untuk Menghidupi dan menyekolahkan Adik-adik serta kakak-kakak saya menjadi orang yang berpendidikan " Jelas Lolita menatap Sinis Tuan Arka


" Hanya karna itu " tanya Egi pelan

__ADS_1


" Menurut kalian uang hal mudah tapi tidak dengan saya........


__ADS_2