
" HAAA ku harap Devan sudah masuk hari ini. Aku harus mencari pakaian yang punya warna lain selain hitam dan hitam " Monolog Zein yang masih sibuk mondar mandir berganti pakaian.
" Hm sepertinya ini Cocok. Aku terlihat lebih Tampan.....Saatnya berangkat " Guman Zein sambil Bersiul-siul keluar dari Mension.
" Kau sudah Sehat "
Zein agak kaget melihat Devan yang sudah menunggu Di samping Mobil. padahal dia belum yakin jika Devan masuk hari ini. Tumben tidak memanfaatkan hukumannya untuk tidak masuk kerja alasan karna sakit pikir Zein
" Sudah Bos " jawab Devan membuka pintu jok belakang untuk Bosnya.
" Mana berani gue ambil cuti. Kamu kan sering ngamuk Tiba-tiba, akhir-akhir ini. Kalau kau lagi marah dan membutuhkan gue tapi gue tidak ada pasti Gaji ku di potong atau gue di pindahin entah kemana. Kau kan bosnya " Omel Devan Dalam hati sesekali melirik Zein dengan Sinis lewat kaca Spion . Akan tetapi Zein tidak menyadari karna ia sibuk dengan dunianya sendiri, itupun juga Senyum-senyum sendiri
" Ini bos gue Napa lagi kok rada-rada Eror dikit yah " Guman Devan tapi dapat di dengar Zein. Sontak Zein yang sedang tersenyum Cerah langsung pudar menatap tajam Devan
" Belum Cukup Haa" Ujar Zein dengan Dingin. Devan langsung merasakan jika tengkuknya seperti di Cekik hingga sulit untuk bernafas belum lagi dengan Atmosfer yang di keluarkan Zein
" Ampun Bos. " Ujar Devan terbata-bata
" Sudahlah karna saya lagi bahagia kali ini kamu saya lepaskan tapi tidak lain kali " kata Zein
" Paham Bos " sahut Devan
" Dasar mulut.... Napa pake keceplosan segala sih. Syukur nggak ngamuk Nih Singa " gerutu Devan dalam hati. Merutuki kebodohan mulutnya yang akan membunuhnya kapan saja
Sedangkan di tempat lain Lolita dengan wajah bahagia Mengendarai motor barunya dengan kecepatan yang rata-rata. Senyum indah tidak pernah pudar dari wajahnya walau keadaan jalan yang bisa di katakan macet.
Lolita berhenti di persimpangan karna lampu merah, Ia tersenyum dan bersenandung kecil. Tanpa Lolita ketahui ada dua pasang mata yang menatapnya dari kejauhan.
" Akhirnya aku menemukan mu " batin keduanya. Lalu keduanya menjalankan Kendaraan mereka masing-masing, satu langsung belak kiri sedangkan yang satunya mengikuti Lolita dari jarak yang cukup jauh sehingga Lolita tidak mengetahui jika ada yang mengingkarinya.
Setelah berkendara beberapa Menit Lolita akhirnya sampai di gedung perusahaan A'K Company. Ia langsung memarkirkan Motornya lalu bergegas masuk dalam perusahaan.
" Ternyata Kau ada Di negara ini. Pasti ini tempat ia kerja, aku harus memberi tahu yang lainnya kalau Angel ada di sini" Monolog pria itu menjalankan kendaraannya meninggalkan gedung A'K Company.
Kring Kring kring
Baru saja Lolita duduk di kursinya, Telpon di mejanya langsung berbunyi ia langsung mengangkatnya
" Hallo "
" Keruangan ku sekarang "
"Astaga.... Nih bos baru juga duduk juga " Ucap Dongkol Lolita. Ia segera beranjak pergi ke ruangan Zein
Tok Tok tok
" masuk "
__ADS_1
Ceklek
Lolita membuka pintu sedikit lalu Menunjukkan kepalanya saja. Melihat itu Zein terkekeh kecil dalam hati. Kekasihnya memang menggemaskan pikirnya.
" Kemarilah Baby " ujar Zein. Lantas Lolita langsung masuk berjalan ke arah Zein.
" Ada apa " tanya Lolita ketika sampai di dekat Zein.
Zein hanya diam menarik Lolita di atas pangkuannya lalu memeluk pinggang ramping kekasihnya itu.
" Aku Merindukanmu " Bisik Zein mesra di telinga Lolita. Lolita Hanya tersipu malu mendengar ucapan Zein
" Kenapa datang terlambat Baby " tanya Zein pasalnya ketika ia sampai di perusahaan Lolita belum tiba.
" Ta...tadi di ja....lan macet " jawab Lolita gugup
" Hm " Dehem Zein lalu sibuk memeluk Lolita. Sedangkan Lolita sudah sangat gugup dari tadi.
Tok tok tok
Lolita langsung Turun dari pangkuan Zein lalu beralih duduk di depannya.
" Masuk "
" Cih siapa sih.... pagi-pagi udah ganggu aja " batin Zein kesal Karna momen Romantis ia dan Lolita terganggu
" Cih ternyata kau.... Ada apa kenapa mengganggu ku " ucap sinis Zein melihat Devan yang masuk orang yang mengganggu Ia dan Lolita sang kekasih.
" Nih tanda tangani " kata Devan memberikan Sebuah berkas Lalu matanya melihat Lolita yang ada di depan Zein.
Deg
" Kalung itu..." Batin Devan. Ia langsung Menegang melihat kalung itu, Ia tau pasti kalung itu.
" Devan "
" Devan "
Dua kali Zein memanggilnya tapi Devan tidak menyahut, Devan hanya diam Menatap Lolita membuat Ia emosi karna mengira Devan menyukai Lolita
" DEVAN......"
" Eeeh iya Bos " Devan menyahut dengan kaget.
" Keluar " ucap Zein dengan dingin
Devan langsung Beranjak keluar tapi baru berapa langkah Devan membalik badan lalu melihat ke arah Zein dan Lolita secara bergantian
__ADS_1
" jam makan siang pastikan kekasihmu ini berada dalam ruangan ini apapun yang terjadi " kata Devan menatap Lolita dengan Rumit lalu melanjutkan langkahnya.
" Kenapa aku harus ada di ruangan ini " tanya Lolita ke Zein tapi Zein hanya mengangkat bahu tidak tau
" Kenapa Devan menatap Lolita seperti itu dan kenapa juga Dia bilang seperti itu " Ucap Zein dalam hati bertanya-tanya.
" Sudah lupakan saja. Kembalilah ke ruangan mu Baby jika sudah jam makan siang kamu kesini lagi " Ucap Zein mengusap lembut rambut kekasihnya itu.
" Ya baiklah " patuh Lolita beranjak keluar dari Ruangan.
******
Skip...
******
Karna asyik bekerja Lolita tidak menyadari jika sudah waktunya makan siang. Sedangkan di Ruangan lain
Brakk....
" Kau mau membuatku Mati muda Haa " kata Zein menatap tajam Devan yang masuk ke ruangannya dengan sembarangan
" Lolita mana " tanya Devan tanpa memperdulikan jika Zein sudah melemparkan tatapan laser ke arah Devan.
" Kenapa kau mencarinya. Kau ingin merebutnya dari ku Haa... Jangan harap " ucap Zein dengan dingin
" Aku tidak akan merebutnya,Akan tetapi lebih baik kau berbuat baik padaku " kata Devan dengan santai
" Memang kenapa kau bukan siapa-siapa " jawab Zein
" Ya bisa tidak bisa Iya " ujar Devan tersenyum misterius sambil menatap Zein dengan tatapan Rumit
" Kenapa tersenyum seperti itu " Zein heran melihat Senyum Devan yang tidak bisa di tebak
" Karna jika iya maka kau akan membutuhkan ku "
" Kau...."
Ceklek
Ucapan Zein terhenti di tenggorokan karna pintu Tiba-tiba terbuka lalu masuklah Lolita.
" Kau sudah datang ayo duduk di sampingku " kata Devan tiba-tiba menarik lembut Tangan Lolita lalu mendudukkan di sampingnya.
" Devan....." Teriak Zein matanya sudah memerah melihat Devan memegang tangan Lolita.
" Dasar posesif " Guman Devan
__ADS_1
" Berhenti Meneriaki ku. Ada hal penting yang harus aku tanyakan kepada kekasihmu ini "
" Dan mungkin juga gadis kecilku "