
Beberapa menit kemudian Loli Selesai Membereskan Semuanya. Loli melihat Ke Arah Zein yang masih tertidur lelap. Loli tidak tega untuk membangunkannya jadi Loli menuju Kursi kebesaran Zein Mendudukkan Pantatnya ke kursi itu lalu memutar-mutar kursi lagi Asik-asiknya memutar kursi tiba-tiba
Ceklek....
Lolita langsung Mengangkat kepalanya melihat siapa yang masuk dalam Ruangan Zein. Ternyata Devan dan Egi yang masuk mereka juga terpaku melihat Lolita duduk di kursi kebesaran Zein.
" Zein Mana Kok kamu yang duduk di situ " Tanya Devan Sinis...
Devan memang tidak terlalu suka dengan Lolita karna pekerjaan masa lalunya tapi jika ada yang menghina Wanita itu maka dia akan kesal Entah kenapa dia merasa pernah dekat Dengan Loli. yang perlu di ketahui Egi dan Devan Adalah Sepupu yah Ayah Devan dan Ibu Egi saudara kakak adik. Hanya Saja Orang tua Egi sudah meninggal saat Egi umur 15 tahun Sehingga Orang tua Devan Mengasuhnya tapi setelah dewasa dia keluar dari kediaman orang tua Devan lalu membeli Apartemen
" Ssssst Jangan Berisik lihat disana..... Zein lagi tidur nyenyak aku mau bantuin pekerjaannya dia " kata Lolita menunjuk Sofa yang di gunakan Zein untuk tidur
" Emang kamu Ngerti gitu.....bukannya kamu tamatan SMA " Lanjut Devan mengernyitkan alis. Egi langsung menyenggol Devan dengan sikunya. Devan memang orangnya Blak-blakan.
Lolita hanya diam mematung mendengar perkataan Devan.
" Nggak bisa apa kamu Filter dulu ucapan kamu. bicara kamu tuh kadang buat orang sakit tau " Omel Egi berbisik ke Devan
" Memang Gitu " kata Devan Santai
" Menurut Aku sih percuma berpendidikan tinggi kalau kecerdasan saja lebih Cerdas tamatan SMA. kadang kala kata orang berpendidikan tinggi tapi sering merendahkan orang lain apa yang itu di banggakan dengan katanya berpendidikan tinggi " Ucap Lolita membungkam mulut Devan, karna apa yang di katakan oleh Lolita adalah Sebuah fakta nyatanya sekarang banyak orang yang berpendidikan tinggi tapi sering merendahkan orang lain.
Emmmmm
" Apa yang kalian lakukan di ruangan ku.... dan kamu Gi apa kamu tidak punya pasien dalam Rumah sakit " Tanya Zein heran, pasalnya apa yang mereka lakukan dalam Ruangannya Lalu Loli kenapa dia duduk di kursinya tapi tunggu kenapa Devan menatap Lolita dengan Tajam pikir Zein
" Hari ini aku Free Bro " ucap Egi berjalan ke arah Zein lalu mendudukkan pantatnya sofa di depan Zein
__ADS_1
" Siapa yang membersihkan kekacauan tadi " tanya Zein melihat seluruh Ruangan yang sudah Rapi kembali seingatnya dia tidak memanggil seseorang untuk membersihkan Ruangan ini Lalu pandangannya beralih ke arah Loli yang mukanya tampak lelah dan masih ada jejak keringat di dahinya.
" Emmmm itu saya tuan... karna setau saya tuan tidak suka jika ruangan anda berantakan " jawab Lolita jujur, karna dia memang tau Zein sangat mencintai kebersihan dan Kerapian dari buku yang di berikan Devan sewaktu hari pertama masuk kerja.
" Devan pesankan Makan Siang dan Bawah kesini " perintah ke Devan, Devan langsung membalikkan badannya untuk Mencari pesanan Zein.
" Loli Kemarilah " kata Zein menepuk tangannya di sofa sampingnya memandang lembut Lolita. Lolita Dengan Patuh menuju ke arah Zein lalu duduk di samping Zein.
" Kalian sudah bersama" tanya Egi
" Hm "
Zein hanya berdehem sebagai Jawaban sibuk mengambil helaian rambut Lolita lalu Menyimpannya di belakang telinga Lolita Sedangkan Lolita jangan di tanya Mukanya sudah semerah Tomat karna perlakuan Zein apalagi masih ada Egi di dalam Ruangan ini
Ceklek
Tak...
Mereka mulai makan dengan diam sekali-kali Zein akan menambahkan daging atau sayur dalam makanan Lolita yang di balas dengan senyuman malu-malu oleh Lolita Sedangkan Egi dan Devan yang Melihat itu hanya bisa memutar bola mata mereka menatap kelakuan Zein yang lain dari sifat aslinya.
" Entah Kemana Sifat Dinginnya dan Tak tersentuh itu " Batin Devan dan Egi yang hanya bisa geleng-geleng kepala
Setelah beberapa menit mereka sudah menyelesaikan makan mereka masing-masing. Lolita tanpa menunggu perintah mulai membereskan Semuanya, Lalu pamit ingin ke toilet Setelah kepergian Lolita kini hanya Tersisa Mereka tiga orang.
Egi langsung menatap Serius ke arah Zein begitu pula Devan Zein yang melihat tatapan serius kedua sahabatnya langsung mode Serius
" Ada apa " Tanya Zein menatap Devan dan Egi secara bergantian
__ADS_1
" Kapan kamu akan kenalkan dia ke keluarga besar kamu. Aku paling tau sifat kamu jika kamu menginginkan sesuatu maka kamu akan miliki apapun itu " ungkap Egi, karna memang Zein orangnya jika dia mau maka harus dia miliki
" Secepatnya. Aku sedang mencari waktu yang tepat untuk mengenalkannya di keluargaku " jawab Zein
" Bagaimana jika bulan depan. bukankah bulan depan adalah ulang tahunnya Adek kamu Karina " usul Egi karna setiap tahunnya mereka akan merayakan ulang tahun Karina.
" Ide yang bagus... jika perlu aku harus melamarnya segera " ucap Zein mengecilkan Suaranya di akhir ucapannya tapi masih di dengar oleh Egi maupun Devan. Egi hanya bisa tersenyum tipis dia tau Zein begitu mencintai Wanita yang menjadi mantan wanita malam itu. Tapi dia tidak ingin mencampuri kehidupan pribadi sahabatnya itu cukup dia mendukungnya dari belakang saja, Lagi pula Loli tidak terlihat jahat pikirnya.
Sedangkan Devan Walau dia kurang suka dengan Lolita Tapi dia tidak ingin ikut campur karena dia tau hati tidak bisa di paksa untuk mencintai siapa apalagi ini pertama kalinya Zein jatuh cinta
" apa kamu yakin ingin membawa Loli ke keluarga mu bulan depan apa kamu yakin Pasangan tua itu mau menerima Lolita apalagi jika mereka sampai mencari tau semua kehidupan Loli mereka akan tau siapa Sebenarnya dia " Ucap Devan Setelah Diam dari tadi.
penjelasan Devan barusan membuat Egi terutama Zein diam. Zein paham betul bagaimana karakter kakek dan Neneknya walau kemarin mereka sudah minta maaf dan berjanji akan menerima semua keputusan Zein terutama Wanita pilihannya untuk di jadikan istri akan tetapi dia masih ragu. Karna bisa jadi mereka minta maaf dan Minta damai hanya sebuah siasat untuk mendekatinya dan menguasainya sehingga apapun yang mereka mau akan selalu di turuti sama halnya dengan Abinya.
" Terus Bagaimana... Aku ingin Cepat mengenalkannya dia kepada keluarga besar terutama Umi Walaupun Umi sudah mengetahui siapa Loli sebenarnya akan tetapi aku ingin Umi mengenal secara langsung wanita yang akan aku jadikan istri dan menantunya " Kata Zein bimbang antara membawa Loli atau tidak bulan depan
" Jika kamu ingin mengenalkan Loli bulan depan maka kau harus mendekati Pasangan tua itu. kau harus mencari tau apa mereka secara tulus meminta maaf atau ada maksud terselebung " ucap Devan
" Bukan aku meragukan Kakek dan Nenek Kamu hanya saja kamu pasti paham betul bagaimana sifat Kakek dan Nenekmu daripada Kami " Lanjut Devan Lagi
" Jika ada Niat terselebung bagaimana " Sahut Egi tiba-tiba
" Itu tergantung sama Ze sendiri dia mau melakukan tindakan seperti apa " jawab Devan Santai tanpa beban menatap Zein
" Haruskah aku Nikahi dulu baru aku kenalkan dia " kata Zein
Uhukk uhukk
__ADS_1