Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Menjemput Amber dan Zio


__ADS_3

" Devan. Mengertilah ini semua demi kebaikan kita semua. Terutama demi kebaikan Ara " kata Arka mencoba memberi pengertian kepada Devan


" Apanya yang kebaikan Yah mereka memisahkan kita dengan Ara Yah. mereka merebut Ara " Teriak Devan emosional


" JADI KAU MAU ARA MATI PERLAHAN JIKA IA TETAP BERSAMA KITA HA.....KAU PIKIR DAMPAK DARI AKIBAT PERBUATAN MEMALUKAN ITU TIDAK MEMBUAT ARA TRAUMA BAHKAN MUNGKIN DEPRESI. KAU MAU MEMBUAT ARA MATI PERLAHAN HA......" Bentak Arka meledak-ledak


mendengar bentakan Arka Devan tidak bersuara lagi ia hanya bisa menunduk dan mengingat kekacauan barusan


" Kenapa diam. ayo jawab Ayah " Sentak Arka menatap tajam putranya namun Devan hanya menunduk dalam diam


" Ayah melakukan ini demi kebaikan Ara. kita semua masih bisa menjenguknya namun Zein tidak boleh mengetahui ini atau keadaannya akan makin rumit nanti "


" Sayang tidak ada orang tua yang telah di bawah anaknya tapi ini semua demi kesembuhan Ara " Timpal Isma Walau dalam hati ia menangis darah karna akan segera berpisah dengan putrinya padahal belum 1 bulan mereka hidup bersama namun harus di pisahkan lagi karna keadaan


" Arnold Jemput Amber dan Zio di Apartemen. saya akan tunggu disini " Kata Alzen menoleh ke arah Arnold sekilas lalu menatap kembali Lolita.


Arnold segera beranjak berdiri lalu berjalan keluar untuk pergi menuju Apartemen menjemput Amber dan Zio.


Sedangkan di tempat lain Zein baru memasuki Kediaman orang tuannya.


" Sayang..." panggil Renata yang ternyata belum tidur.


Renata menatap penampilan putranya yang biasanya rapi tapi sekarang Rambut acak-acakan, Dasi miring, lengan kemeja di gulung, kancing kemeja yang terbuka dan Muka yang kusut membuat Renata menatap pilu putra semata wayangnya itu


" Umi....umi belum tidur " Ucap Zein menghampiri Renata lalu mengecup punggung tangan dan kening Renata


" Umi menunggu mu Nak " kata Renata sambil merapikan rambut Zein

__ADS_1


" Masuklah dan istirahat kamu butuh tenaga untuk menjaga Lolita "


" Umi tidak membenci Ara "


" Untuk apa. semua orang punya masa lalu begitu pula Loli kita bukan tuhan yang bisa menentukan takdir diri kita sendiri " jawab Renata Bijak


" Makasih Mi...Umi masih mau menerima Loli " Ucap Zein memeluk Renata


" Istirahat lah "


Zein melepaskan pelukannya dari Renata lalu membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Beberapa menit kemudian Zein keluar dari kamar mandi hanya mengenakan Handuk di pinggangnya. Zein langsung menuju kasur lalu merebahkan dirinya untuk tidur tanpa memakai pakaian dulu.


" Ku harap semua baik-baik saja. Entah kenapa aku merasa akan berjauhan dengan Ara " Guman Zein lalu menutup mata untuk tidur


siapa yang nggak marah coba pikir Amber menatap sengit ke arah Arnold


" Hentikan tatapan mu itu. aku sama sekali tidak takut " kata Arnold santai seperti tidak terjadi apa-apa


" Cih....lagian Napa kamu bangunin aku pake siram segala sih aku tuh baru tidur tau " Dengan kesal Amber menunjuk-nunjuk Arnold


" Berhenti mengoceh segera bersiap kita akan kembali ke negara P malam ini juga "


" APA.....MALAM INI " teriak Amber kaget


" Amber kamu nggak bisa apa tidak mengeluarkan Toa mu itu ha....."

__ADS_1


" Maaf "


" Segera bersiap aku akan ke kamar Zio untuk membangunkannya "


" Tidak perlu. " Sahut Zio tiba-tiba masuk ke dalam kamar Amber


" Zio....kamu nggak tidur bukankah tadi kamu...."


" Aku terbangun karna suara kak Amber melebihi Toa "


" Hehe Maaf. " Amber hanya bisa Cengengesan


" Bersiaplah kita tidak punya banyak waktu " kata Arnold lalu beranjak pergi meninggalkan Amber bersama Zio di belakangnya.


Setelah Arnold dan Zio keluar dengan segera Amber berlari mengambil koper lalu memasukan beberapa pakaian miliknya. Setelah berkemas Amber segera turun ke bawah


Tak


Tak


Tak


" Sudah " tanya Arnold sedangkan Zio hanya duduk menahan kantuknya


" Sudah " jawab Amber menyeret kopernya


" Kita Berangkat "

__ADS_1


__ADS_2