Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Pergi


__ADS_3

" Sudah " jawab Amber menyeret kopernya


" Kita Berangkat " Mereka berempat dengan Pak Agus segera keluar dari Apartemen.


Sesampainya di Rumah sakit mereka langsung menuju ke ruang inap Lolita. Ternyata Alzen dan Keluarga kandung Lolita sudah menunggu mereka di dalam Ruang inap itu


" Semua sudah siap " tanya Alzen menatap satu-satu mereka


" Sudah tapi mereka...." Amber menjeda kalimatnya lalu menunjuk ke Arah keluarga kandung Lolita


" Tidak apa-apa bagaimana pun juga mereka adalah orang tua dan saudara kandung Angel " Kata Alzen seakan mengerti arah kalimat Amber


" Tapi Bang....apa Abang masih ngebiarin Si Ze...Ze..Ze Ze apa sih Namanya " Tanya Amber kesal sendiri menatap Devan dan Egi seakan meminta jawaban


" ZEIN " jawab Devan Dan Egi kompak


" Nah itu Si Zein apa masih mau punya Adek ipar ke dia. Amber nggak mau yah dia nggak bisa jaga Angel jadi di Coret saja dari daftar adik ipar " Gerutu Amber


" Pffft " Egi dan Devan seketika menutup mulut mereka dengan kedua tangan takutnya mereka malah ketawa


" Cih nggak Usah di tutup tuh muka. muka pas-pasan sok-sok mau nutupin kalau sudah ganteng kaya Sehun baru di tutup " kata Amber pedas


" Jadi secara tidak langsung dia menilai Aku tidak ganteng begitu " batin keduanya saling melirik lalu menatap Amber tajam


" Apa liat-liat mau ku congkel mata kalian dengan pisau ini ha..." kata Amber menunjukan pisau lipat kepada Devan dan Egi

__ADS_1


Gleg


" Gilaa.....mainnya malah pisau " Batin Devan dengan susah payah menelan Saliva Nya menatap Ngeri ke arah Amber yang masih menunjuknya menggunakan Pisau itu.


Sedangkan Arnold dan Alzen hanya bisa terkekeh dan menggelengkan kepala melihat sifat Amber yang tidak berubah yaitu pemarah dan tidak suka bila di pandang intens


" Jaga pandangan kalian Dia bahkan pernah memotong Burung seorang pria yang berani menatapnya seperti itu " kata Arnold menakuti keduanya


Glek


Sontak Devan dan Egi langsung menutup pusaka mereka masing-masing dengan kedua tangan Bahkan kali ini Arka ikutan melakukan apa yang di lakukan Oleh kedua putranya karna tadi Ia menatap intens gadis muda itu.


" Pfffft "


" Makanya kalau nggak punya nyali jangan banyak gaya " Arnold hanya bisa menahan tawa melihat Ekspresi mereka yang sangat Lucu


Drettt


Drettt


Drettt


" Hallo "


"Baiklah kami akan segera kesana " Ucap Alzen lalu mematikan sambungan teleponnya

__ADS_1


" Arnold panggil Dokter "


" Baik Bang " Arnold segera berlari keluar mencari Dokter


Beberapa menit kemudian Arnold kembali ke ruang inap Lolita di ikuti dengan dokter dan 2 orang suster di belakang Dokter itu


" Bang ini dokternya " kata Arnold terengah-engah karna berlari


" Periksa dia " perintah Alzen tanpa melihat Dokter itu lalu menjauh dari sisi Lolita.


Dokter itu segera mendekat ke arah Loli lalu memeriksa keadaan Lolita dengan teliti walau tangannya sudah getar dari tadi karna aura intimidasi Alzen


" Keadaan pasien baik-baik saja tuan sejauh ini tidak ada yang perlu di khawatirkan " Jelas dokter itu


" Ambil perlengkapan mu, kamu akan ikut kami malam ini untuk terbang ke Negara P sampai disana kamu yang akan mengurus Adikku sampai kami menemukan dokter yang tepat. saya sudah meminta izin kepada kepala pemimpin Rumah sakit ini dan ini surat izin mu " papar Alzen lalu menyerahkan sebuah Amplop kepada dokter mudah di hadapannya.


Alzen dan yang lain mulai memindahkan Lolita di ranjang Dorong Rumah sakit lalu membawanya keluar. Mereka semua mulai menuju Bandara untuk melakukan penebangan malam ini.


Sampai di bandara mereka langsung memindahkan Lolita di pesawat


" Kau........"


" Saya " Devan menunjuk dirinya sendiri


" Ya. berikan ini kepada Zein Calon suami Angel setelah 1 Minggu kepergian kami dan saya ingatkan kembali jangan sampai keberadaan kami di ketahui jika sampai itu terjadi saya akan pastikan kalian tidak akan pernah bisa menemukan kami SELAMANYA "

__ADS_1


Alzen segera pergi setelah memberikan peringatan kepada keluarga kandung Lolita.


__ADS_2