Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Ara hilang


__ADS_3

" belum tuan. Nona itu masih belum Sadar "


Deg


" Lalu kenapa di izinkan pulang "


" katanya mereka ingin memindahkan Nona itu ke rumah sakit lain tuan "


" Sial " umpat Zein


" Siapa yang membawanya pergi "


" pria itu mengaku sebagai kakak dari Nona itu Tuan "


" Devan Egi atau jangan-jangan " Zein tidak melanjutkan ucapannya malah berbalik keluar dengan berlari kencang menuju Mobilnya


Ceklek


Brak....


Zein menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat kendaraan yang lain menjadi macet dan memakai Zein namun Zein tidak perduli karna sekarang pikiran ya sedang kalut


" Siapa yang membawa Ara pergi ku harap kakak yang di maksud dokter itu adalah Devan atau Egi. jangan sampai lelaki itu yang membawanya " Monolog Zein Menggenggam stir mobil dengan kuat


" sial seharusnya aku tidak pulang tadi malam. seharusnya aku tidur disana. kenapa aku bisa lupa jika ada orang lain di dalam ruang inap Ara "

__ADS_1


Aaaaa


BRAKKK


BRAKK


Dengan amarah yang menggebu Zein memukul-mukul Stir dengan kesal melampiaskan Amarahnya.


Setelah 10 menit Zein berhenti di sebuah Mension lantai 2. Zein segera masuk ke dalam mension itu


"DEVAN......EGI......" Teriak Zein memanggil nama Egi dan Devan


" DEVAN EGI KELUAR KALIAN " Teriak Zein


" Ada apa sih Ze teriak-teriak di rumah orang " Sahut Devan yang berusaha Tenang


" Ara kan di rumah sakit Ze ini juga kami lagi sarapan Setelah itu mau jenguk Ara " jawab Devan lalu berlalu pergi


" Ara nggak ada di rumah sakit Sialan...."


" jangan becanda Ze " Teriak Devan dan Egi saling lirik dengan muka kaget


" Aku nggak becanda aku habis ke rumah sakit. apa kalian tidak menginap di rumah sakit tadi malam " tanya Zein


" Nggak kita pulang semua karna pria itu menyuruh kami untuk pergi dan mereka menjaga Ara " jawab Devan

__ADS_1


" jadi dia yang membawa Ara " Guman Zein menundukkan kepalanya. Dunianya seperti Runtuh mendengar kenyataan ini. dimana pria itu akan membawa Ara pergi? pertanyaan itu memenuhi kepala Zein


" Ze ayo sarapan dulu setelah itu kita lanjut mencari Ara " ajak Egi kepada Zein karna dia tau pria itu pasti belum sarapan


" Aku nggak bisa makan Gi aku harus mencari Ara sekarang " Tolak Zein lalu beranjak pergi tapi di tahan oleh Devan dan Egi


" Makan dulu. kami juga khawatir tapi kita butuh tenaga untuk mencarinya jika kamu tidak makan dan jatuh sakit apa kamu bisa mencarinya " ucap Egi bijak


Mendengar itu Zein diam lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dengan malas Zein berjalan mengikuti Devan dan Egi untuk sarapan walau sekarang ini dia tidak nafsu makan tapi apa yang di katakan Egi benar ia butuh kekuatan dan tenaga untuk mencari wanita yang dia cintai


" Eh..... ada Nak Zein Mau jenguk Ara yah? kita sarapan dulu yah Setelah itu baru berangkat bersama " kata Isma setenang mungkin agar Zein tidak curiga padanya


Mereka semua duduk di tempat duduk masing-masing Lalu mulai sarapan walau rasanya apa yang mereka makan sekarang itu terasa hambar karna ketidak hadiran Ara di meja itu.


Beberapa menit kemudian mereka semua sudah selesai sarapan dan mulai beranjak berdiri dari kursi masing-masing


" Sayang aku ganti baju dulu yah " Pamit Isma Mengkode Devan


" eeh Bunda dan Ayah di rumah saja biar aku Egi dan Zein yang menjaga Ara. Bunda istirahat saja, Ayah juga harus jaga kesehatan jadi nggak usah ikut " kata Devan yang mengerti kode yang di berikan Isma padanya


" Tapi...."


" Sudah sayang....apa yang di katakan oleh Devan itu benar lebih baik kita istirahat lagipula jika ada kabar dari Ara Devan pasti menghubungi kita " Potong Arka membawa istrinya pergi


Huuuuu

__ADS_1


" ayo berangkat.....


__ADS_2