Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Kisah kelam Lolita


__ADS_3

" Baiklah jika itu keinginan mu Ayah hanya bisa menurut " Arka mendesah dengan kasar Ia tidak ingin memaksa putrinya menuruti keinginannya biarlah ia yang mengalah.


" Nak siapa yang kau panggil ibu itu...." Tanya Isma.


" Dia ibu panti yang mengurus Aku dan beberapa kakak dan Abang sampai besar. " Papar Lolita Sedih mengingat hidup mereka dulu.


" Kalian berapa orang dalam panti " Tanya Devan tiba-tiba


" Waktu itu kami hanya berjumlah 10 orang 4 perempuan dan 6 laki-laki semuanya adalah Anak yang di temukan karna Ibu dan bapak yang tidak bisa memiliki keturunan jadi mereka memutuskan untuk membawa kami ke rumah mereka. dari kami semua yang paling Adek adalah Ari atau nama lengkapnya Lalita Asmari Ibu membuat kami sebagai saudara kandung Tapi sayang karna tubuhnya yang lemah Ari hanya bertahan sampai umur 6 tahun ia meninggal karna sakit menahan lapar " papar Lolita dengan pandangan mata kosong


Sontak membuat Bunda Isma menutup mulutnya dengan tangan karna kaget begitu pula yang lain.


" Mulai saat itu kami hidup dengan sembilan bersaudara dan ibu bapak panti. Kami berusaha mencari uang agar bisa makan walau satu kali sehari. kami mulai mencari uang dengan menjual Roti, Menjual koran di lampu merah dan bahkan mengamen di pinggir jalan. waktu itu Loli pikir Akan tumbuh bersama-sama tapi sayang baru 2 tahun Kaka laki-laki Ara dua orang meninggal karna di tusuk oleh preman yang mengambil uang mereka lalu satu bulan kemudian kakak 2 laki-laki dan 1 perempuan meninggal dengan kasus yang sama yaitu di tusuk preman waktu itu umur Loli sudah 7 tahun. Setalah selesai pemakaman kami pindah tempat lalu mulai awal baru tapi itu tidak bertahan lama karna saat umur Loli 13 tahun Kami di usir katanya pemilik Tanah. Dari situ Arah dan Kakak-kakak Mulai menderita lagi Kaka laki-laki bekerja sebagai Serabutan atau kuli pulang dari sekolah Sedangkan Loli dan Kak ***** Berjualan Roti. " Papar Lolita


" Lalu ini apa " Egi meletakkan foto gadis kecil yang penuh luka dengan seekor rusa di pundaknya.


Sontak Devan dan kedua orang tuannya membelalakkan mata lalu menatap tajam Egi.


" Kenapa kau menunjukan foto itu " Geram ketiga orang beda usia itu menatap Egi. Lolita mengambil potret itu lalu mengelusnya dengan senyum kecil


" Waktu itu...."


# Flashback on #


" Uhukk uhukk uhukk " Batuk Seorang gadis kecil yang sekitar berumur Sekitar 15-16 tahun.


" Minum Obat dulu Nak. Tadi Abang mu sudah membelikan kamu obat di warung " kata Ibu panti membantu gadis kecil itu bangun untuk meminum Obat.


" Ibu..." panggil gadis kecil itu

__ADS_1


" Iyah Nak " ibu panti hanya bisa membelai rambut gadis kecil itu. Ia ingin membawanya ke rumah sakit tapi ia tidak punya uang sama sekali.


" A***** Ingin makan Daging Bu. sudah lama rasanya A**** Tidak makan daging " pinta gadis kecil itu Menatap ibu panti dengan pandangan penuh harap.


sontak Ibu panti diam. dimana ia harus mencari uang untuk membeli daging di tempat tinggal mereka ini jauh dari para tetangga dan disini tidak ada yang mau menerima mereka.


" Kak A**** Ingin makan Daging. " Guman gadis kecil di balik pintu yang baru pulang dari sekolah itu.


" Ibu pasti tidak punya uang dan Bang A**** dan S***** Pasti belum pulang malam. Apa yang harus Ara lakuin supaya kak A***** cepat makan daging " Monolog gadis kecil itu yang ternyata Lolita kecil


" Tidak apa-apa kok biar sepotong atau bahkan sisa orang Bu A**** pengen makan " gadis kecil di ranjang lusuh itu kembali bersuara walau dengan suara lemahnya.


" Kakak Tenang saja Ara akan segera mencari pesanan Kakak oke " Sahut Ara kecil keluar dari pintu


" Janji " Kata gadis kecil yang di ranjang dengan lemah


" Baiklah "


Ara segera keluar lalu mengganti seragamnya


" Dimana aku harus mencari daging untuk kakak. " Guman Ara kecil melamun


" Nak.. Ara " Panggil Ibu panti


" Iya Bu " jawab Ara saat mendengar suara ibu panti


" Apa yang kau katakan pada kakak mu Nak. Dimana kamu akan membeli daging. ibu tidak punya uang dan Abang-abang mu belum balik Nak " Kata ibu panti Cemas


" Ara juga nggak tau Bu tapi kakak sudah lama tidak makan daging " Ucap Ara kecil dalam hati lalu pandangannya menatap hutan di jendela kamarnya

__ADS_1


" Ibu tenang saja Ara akan pikirkan " Gadis kecil itu segera berlari ke arah dapur rumah kecil mereka. Sesampainya di dapur Arah mencari senjata tajam tapi yang ia dapatkan hanya pisau Daging dan parang


Ara kecil lalu mengambil pisau dan berlari keluar menuju ibu panti


" Bu Ara pamit yah mau berburu ayam hutan di hutan belakang rumah kita. Doakan Ara supaya bisa bawah ayam untuk Kak A**** " Ara kecil berlari masuk dalam hutan tanpa memperdulikan panggilan dan teriakan ibu panti


Arah kecil sudah 30 menit keliling hutan tapi tidak menemukan seekor pun ayam hutan


" Kayaknya Ara harus masuk dalam hutan lagi deh. " Monolog Ara kecil segera masuk dalam hutan lagi hanya berbekalkan pisau daging dan beberapa Anak Bambu dan ranting yang sudah di runcing kan hingga tajam


Tak terasa Waktu sudah Sore Namun Ara kecil belum Juga muncul membuat ibu panti khawatir akan keselamatan gadis kecil itu. Ibu panti berjalan mondar mandir di belakang rumah mereka.


" Hari sudah mau gelap ternyata tapi Ara baru dapat ini " Guman Ara kecil melihat Ayam hutan buruannya.


" Ini hanya akan cukup malam ini. Tapi biarlah Nanti Arah tidak usah makan Daging Jadi jatah Arah bisa untuk Kak A***** besoknya " Guman Ara kecil beranjak berdiri lalu berjalan keluar hutan Namun di perjalanan Ara melihat Seekor Rusa yang terluka.


" Haa Rusa... Tapi Ara tidak mungkin bisa membunuhnya " Ara bersembunyi di sebuah pohon terus mengamati Rusa di depannya


" Tapi dia terluka. Ara pasti bisa kalahin dia dengan ilmu beladiri yang di ajarkan pak Tio " Setelah bertekad untuk membawa rusa itu untuk Kaka perempuannya Ara kecil segera keluar dari persembunyian lalu menghampiri Rusa itu.


" Maafkan Ara Rusa tapi Ara harus membunuhmu " Ucap Ara pada Rusa lalu mulai menyerang Rusa itu dengan pisau dan Bambu yang di Runcing bagian ujung hingga tajam


Setelah 15 menit Rusa itu akhirnya Roboh sedangkan Ara kini tubuh kecilnya penuh luka dan goresan


" Akhirnya kami akan makan daging malam ini dan besok pagi " Seru Ara kecil Walau tubuhnya sakit semua.


Ara kecil Lalu berusaha mengangkat Rusa itu di pundaknya walau harus menahan Sakit


" Aa.. Ara....Harus.....

__ADS_1


__ADS_2