Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Hukuman Devan


__ADS_3

" Saya tidak mempermasalahkan kamu menghentikan kegiatan saya tapi saya nggak rela kalau tubuh Wanitaku di lihat oleh kamu....Jika kamu melihat Tubuh Wanitaku Saya tidak segan-segan untuk mencolek kedua matamu " ucap Zein Tajam


Glek.....


Dengan susah payah Devan menelan Saliva dan melirik Zein yang sedang menatap tajam dirinya


" Jadi dia Ngamuk cuma karna takut tubuh kekasihnya di lihat oleh gue bukan karena gue ganggu gitu. Lagian mana berani gue lihat, lirik aja nggak berani " Batin Devan yang sudah ketar ketir


" Nggak bos.... Seharusnya bos cari pelanggannya Nona Lolita kan Dulunya Wanita malam..." Devan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya


" Devan beraninya kamu Haaa "


Bugh...


" Berani kamu menghinanya, menghina wanitaku Haaa.... Apa kamu merasa kamu adalah manusia Suci jangan Lupa kau juga sama seperti Para Gigolo yang sering Celup celup lubang sana sini. Jangan lupa kau terlahir dari rahim seorang Wanita dan hidup dari Setetes Susu dari Wanita pula " Nafas Zein memburu mendengar Devan mengungkit masa lalu Lolita. Ia tau akan hal itu tapi tetap saja dia tidak terimah akan hal itu. Jika bisa ia ingin sekali membunuh semua orang yang pernah melihat dan menyentuh tubuh pujaan hatinya akan tetapi itu sangat tidak mungkin


Sedangkan Devan yang mendapat pukulan dari Zein hanya diam menunduk. Apalagi saat dirinya mengingat apa yang barusan dia katakan dan Zein katakan itu membuatnya tertampar dengan keras. Ia lupa jika ia lahir dari seorang wanita lantas mengapa ia dengan mudah lidahnya menghina Wanita yang sebenarnya tidak dia ketahui asal usulnya sehingga berakhir disana.


Zein memang kejam tapi dia akan sangat menghormati orang yang ia anggap istimewa terutama mahluk yang namanya wanita Seperti Umi dan Karina yang sekarang bertambah oleh Lolita.


" Maaf Bos..." Ucap pelan Devan menundukkan kepalanya


" Pergi jalani Hukuman mu " Titah Zein


Devan patuh langsung pergi dari ruangan Tapi baru memegang kenop pintu Zein memanggil Lagi


" Katakan Cukup 30 Cambukan saja " ucap Zein


Devan hanya mengangguk lalu segera keluar dari Ruang Zein.


" Huu untung cuma 30 Cambukan... " Devan bernafas Lega akan keringanan Zein untuk hukuman yang dia terimah


Mungkin bagi orang lain 30 Cambukan itu sangat menyeramkan tapi Bagi Devan dan orang yang mengenal Zein cukup dekat mereka akan bersyukur karna mereka tau pasti bagaimana kejamnya hukuman Zein jika murka.


Zein memang dari kecil mempunyai Sifat dingin dan kejam seperti Abinya. Walau Umi Renata mendidik Zein begitu lembut dan taat beribadah akan tetapi Sifat kejam itu tidak pernah hilang dalam dirinya. Hanya saja Zein berusaha menyembunyikannya dari Wanita amat sangat ia sayangi itu.

__ADS_1


Setelah Devan keluar, Zein langsung duduk memijit keningnya pusing karna Emosi di tambah lagi sesuatu di bawah sana belum juga tidur


Zein beranjak berdiri lalu masuk ke ruang pribadinya tapi dia langsung Frutasi melihat memandangnya di depannya. Lolita tidur tidak mengancing bajunya dan tidak memakai selimut pula sehingga Zein dapat melihat keindahan itu yang sayang di lewatkan tapi berdosa jika di pandang. Zein hanya mampu mengusap kasar wajahnya tanpa harus berbuat apa-apa. Berjalan mendekat ke arah Lolita lalu menarik selimut menutup Tubuh Lolita sampai dada


" Lebih Baik aku ambil Wudhu ini sudah masuk Sholat isya. Sholat ku semakin hari semakin menurun karna sibuk dan terfokus hanya kerjaan " Guman Zein melangkah ke kamar mandi rencananya dia akan Wudhu.


Zein memang tidak Sholat lima waktu sejak ia memutuskan tinggal sendiri apalagi karna sibuk dan fokus untuk kerja, kerja, dan kerja ia hanya bisa melakukannya di saat ia tidak terlalu lelah dan Tidak ada kerja seperti saat saat sekarang.


Hanya butuh 2 menit Zein keluar dari kamar mandi lalu menuju Lemari mengambil sarung, peci dan Sajadah untuk menunaikan shalat. Zein langsung menunaikan Shalat isya dengan Kussu dan tenang


" Ya Allah ya Tuhanku tolong jadikan ia Makmum ku, Istriku, Jodohku dan Pendampingku kelak Ya Rab " Zein mengakhiri shalatnya dengan berdoa Semoga Lolita menjadi Jodohnya kelak


Setelah Shalat Zein tidak langsung beranjak pergi tapi ia mengambil Al-Qur'an di sampingnya lalu membaca Ayat-ayat Al-Qur'an. Sedangkan Lolita yang sedang terlelap sayup-sayup Mendengar suara merdu seseorang hingga dengan pelan matanya terbuka ia langsung menoleh asal suara Dimana Zein yang sedang serius membaca Al-Qur'an. Lolita memegang dadanya yang semakin berdebar kencang mendengar lantunan ayat Suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Zein begitu merdu di dengar


" Apa aku pantas ya Allah mendampingi Ciptaan mu yang begitu mengagumkan dan taat padamu ini. Sedangkan aku hanyalah Segepok sampah yang tak berguna " Ucap Lolita dalam hati Ia sungguh Sedih andaikan saja Ekonomi mereka waktu itu baik-baik saja ia tidak akan terjun di dunia yang paling di benci itu tapi mau apa Nasi sudah menjadi bubur.


Lolita Asik melamun sehingga ia tidak sadar bahwa Zein sudah Selesai Membaca Al-Qur'an dan melihatnya melamun. Zein merapikan Al-Qur'an dan Sajadahnya lalu melangkah ke arah Lolita yang belum sadar juga.


Cup....


" Bangunlah Ini sudah malam. Kita makan malam dulu baru aku mengantar mu pulang " Ucap Lembut Zein mengusap pucuk kepala Lolita.


Dengan malu Lolita bangun dan berlari ke arah kamar mandi untuk mencuci muka.


" Menggemaskan" Guman Zein menggeleng-geleng kepala karna Wanitanya.


****


" 28 "


" 29 "


" 30 akhirnya " Batin Seorang Davin yang sedang menerima hukuman


" Bangunlah hukuman mu sudah selesai. Lain kali jangan membuat masalah " ucap sang Menghukum

__ADS_1


" Hm " Devan hanya ber dehem saja sebagai balasan


" Tapi tidak apa-apa kau buat kesalahan karna itu akan membuatku punya pekerjaan. Lagian hanya kesalahan kecil bukan " Ucap Enteng Sang Penghukum


" Tutup Mulutmu Hendrik Mahendra " Tekan Devan


" Jika kau berani silahkan Temui Bos atau telfon Bos dan katakan bahwa kesalahan ku ini Kecil, dapat ku pastikan Bos tidak akan segan-segan memisahkan kepala mu dari tempatnya " lanjut Devan dengan Sang Penghukum yang ternyata Bernama Hendrik Mahendra seseorang bawahan Zein.


******


Sedangkan di tempat Lain Terdapat Pria paruh baya yang duduk di temani seorang pria berbadan kekar di depannya


" Apa yang kamu dapatkan " Tanya Paruh baya itu


" Tuan muda tidak pernah Berkencan dengan banyak gadis. tapi 1 bulan terakhir ini Tuan muda selalu terlihat bersama dengan sekretaris barunya dan kemarin saya dapat informasi kalau mereka sekarang sepasang kekasih ini Foto-foto Tuan muda dan Gadis itu " Jelas bawahan paruh baya itu menyerahkan sebuah Amplop kuning di depan Tuannya.


Pria paruh baya itu langsung mengambil Amplop yang di sodorkan bawahannya lalu membukanya. Matanya langsung membulat melihat foto-foto mesra Cucunya bersama seorang Gadis yang di yakini oleh bawahannya jika itu kekasih Cucunya.


" Cantik" Guman pria paruh baya


" Sudah kamu selidiki identitas dan masa lalu gadis ini " tanya paruh baya itu matanya terus melihat-lihat Foto Cucunya yang tengah tersenyum bahkan tertawa dengan Wanita itu sedangkan dengan dirinya dan keluarga yang lain Satu sekalipun Anak itu tidak pernah tersenyum apalagi tertawa dengan mereka setelah ia beranjak dewasa.


" Mmmm itu....itu..." Gugup bawahan itu karna ia tau Tuannya akan langsung murka jika tau identitas gadis itu


" Katakan. Jangan berbelit-belit apalagi Ragu " Ujar pria paruh baya itu tanpa menatap muka bawahannya.


" Namanya Lolita Asmara umur 20 tahun Yatim piatu di besarkan di Sebuah panti asuhan. " Jawab Bawahan itu menghentikan Ucapannya menatap Ragu Tuannya


" Lalu " Ucap Pria paruh baya itu menunggu jawaban Bawahannya


" Dia mantan Wanita malam..."


" APAAAA...


Satu dukungan kalian sangat berarti bagi saya. jangan lupa berikan komen like dan Votenya sebanyak mungkin yah👌👌😁

__ADS_1


__ADS_2