
" Zein Malik itu namaku " kata Zein
" UMM aku panggil Kak Zein saja boleh? " Tanya Loli
" Aahh boleh boleh " jawab Zein
" apa kakak tidak tau namaku kenapa sering memanggilku Nona " tanya loli
" um tau tapi aku ingin mendengar langsung dari mulut mu " kata Zein
" Emmnn baiklah Namaku Lolita panggil aja Loli " ucap Loli di iringi senyum sambil mengulurkan tangannya
Zein Diam mematung melihat uluran tangan Loli. di bingun jika menyambut uluran tangan dari Loli itu akan menjadi dosa tapi jika tidak Loli akan Tersinggung
" Maafkan Hamba ya Allah yang terlalu mencintai ciptaan mu ini " Ucap Zein dalam Hati menyambut tangan loli
Deg
Jantung Zein berpacu dengan Cepat saat tangan Loli berada dalam tangannya.
" Besok kau boleh pulang dari Rumah Sakit " ucap Zein Namun tidak terdapat Binar di wajah Loli
" apa Rencana mu Setelah ini " Lanjut Zein lagi
" Aku akan meninggalkan kota ini dulu atau mungkin Negara ini untuk sementara Waktu " ungkap Loli
" Negara Mana " tanya Cepat Zein
" Entahlah aku juga bingun " ucap pelan Loli
" Bagaimana jika kau ikut aku ke Negara J kau bisa mencari kerja disana atau tidak jika kau mau kau bisa menjadi Art Apartemen tempat tinggal ku " kata Zein dengan santai padahal dalam hati dia deg degkan takut di tolak
" Um baiklah " kata Loli.
Loli tanpa pikir panjang langsung mengiyakan Entah kenapa di dekat Zein dia merasa aman
" Hm sekarang kita masuk ini sudah sore kamu juga belum makan dan minum obat mu kan " kata Zein yang di balas Anggukan kepala oleh Loli.
Zein segera mendorong kursi roda Loli meninggalkan taman. setelah sampai di ruang rawat loli Zein langsung mengikat Tubuh Loli lalu meletakkannya di ranjang rawat.
Loli Kaget dengan perlakuan Zein padanya Namun dia hanya diam mematung.
" Apa nanti jika dia tau Siapa sebenarnya aku dia akan masih baik padaku ataukah dia menghinaku seperti yang lain " kata Loli dalam hati menatap Langit sendu lewat jendela di dalam kamar rawatnya.
" Ini minum obat dulu " ucap Zein tiba tiba membangunkan lamunan Loli
" Emm makasih " Ucap Loli mengambil obat di tangan Zein lalu meminumnya.
" Aku tinggal dulu sebentar nggak pa-pa kan Loli " tanya Zein
" Nggak apa-apa Kak aku juga mau istirahat " ucap Loli
" Em baiklah Aku pergi dulu Assalamualaikum " kata Zein Namun Loli hanya diam.
Zein meninggalkan Ruang Rawat Loli setelah beberapa saat menunggu Balasan Loli tapi tidak di balas juga
" Walai'kum salam " Guman Loli setelah Zein keluar dari ruangannya.
" Bu pak Maafkan Loli. untuk sementara Loli akan meninggalkan kalian tapi tenang saja Loli akan mencari kerja. kali ini Loli janji akan bekerja dengan halal " Ucap loli dalam hati menatap langit-langit kamarnya
__ADS_1
Skip........
Keesokan harinya Terlihat Zein sedang mengemasi semua kebutuhan Loli.
" Sudah Siap " Tanya Zein
" Sudah Kak " jawab Loli
" ya sudah kita keluar Sekarang. " ajak Zein
Mereka keluar dari rumah sakit di parkiran Rumah Sakit terlihat Egi dan Devan menunggu mereka
" kita langsung ke bandara saja Van " Kata Zein langsung masuk dalam mobil begitu juga yang lain
" Em kak bolehkan mampir di bank itu dulu " kata Loli menunjuk sebuah bank di pinggir jalan
" Untuk apa " kata Zein penasaran
" Aku ingin menarik sejumlah uang " jawab Loli pelan Namun mereka semua masih bisa mendengarnya
" Emm Baiklah. Van parkir mobil ini di depan Bank itu " Bukan Zein yang menjawab melainkan Egi
Sontak saja hal itu mengejutkan kedua pria yang di dalam mobil itu dengan pikiran masing-masing.
Devan langsung menghentikan mobilnya di depan Bank. Lalu Loli dengan Segera keluar lalu masuk dalam bank.
Beberapa menit kemudian Loli keluar dengan Sebuah Amplop warna kuning di genggaman tangannya dan Zein Devan Dan Egi memperkirakan yang itu mencapai Ratusan
"Kak bisakah Loli merepotkan kalian lagi " tanya Loli dengan Ragu
" Ada apa " Lagi lagi Egi menjawab Cepat
" Tolong Antarkan Aku ke panti Asuhan Kasih Bunda " Kata Loli
" Baik " Kali ini Devan menjawab Cepat dia tidak ingin perang dingin antara Egi dan Zein semakin Menjadi
Sesampainya di sana Loli tidak langsung turun mereka parkir agak jauh dari panti. Terlihat bahwa bangunan panti semakin luas dan indah di tambah dengan suara Namun Bukan itu yang menjadi perhatian Loli
di bagian depan Pembatas Panti terdapat Coretan seperti Gambar menyerupai Seseorang yang bersayap melindungi beberapa anak kecil dengan kedua sayapnya
" Gio " Guman Loli berkaca kaca
" Turunlah jika tidak kita akan ketinggalan pesawat " Kata Devan
Sontak saja Egi dan Zein langsung menoleh kearahnya dengan mata yang melotot tajam padanya
" Astaga mampus aku " Rutuk Devan
Loli segera turun dan membawa Amplop warna kuning itu bersamanya lalu Menuju penjaga yang sedang Duduk istirahat. Sedangkan Zein dan kedua sahabatnya hanya memperhatikan dari mobil
" Assalamualaikum pak " Salam Loli
" Walai'kum Salam Nduk " Kata Bapak itu langsung tersenyum karna dia sudah lama bekerja menjadi penjaga gerbang Panti asuhan ini
" Apa kabar Nduk " Kata bapak itu Sambil membelai kepala Loli Namun dia langsung kaget
" Nduk kamu baru kehilangan sesuatu yang berharga " Tanya bapak itu
" iya pak hiks " ucap Loli di iringi tangis
__ADS_1
" Nggak apa-apa Semua sudah takdirnya " kata bapak itu bijak
" Pak Loli titip Ini yah Sama ibu dan Bapak " kata Loli menyerahkan Amplop di tangannya
" Kenapa tidak kamu sendiri Nduk " tanya bapak itu
" Loli akan pergi dari kota ini untuk Sementara Pak " Jawab Loli menundukkan kepala
HAAAAAAH
" Baiklah Tapi Nduk jangan terlalu lama " kata Bapak itu
" Jaga diri baik-baik disana bapak rasa ilmu yang bapak kasih sudah mampu untuk menjaga mu disana Nanti pergunakanlah untuk kebaikan ya Nduk jangan masuk lagi di lubang yang sama " kata bapak bijak. bapak itu mengetahui semua tentang Loli karna ia yang menjaganya dari jauh itu mengapa walau loli wanita Malam dia tidak pernah mendapat pelecehan di muka umum
" Iyah Pak titip salam untuk ibu dan bapak panti " ucap Loli menyerahkan kembali Amplop ke bapak itu
" Iyah Nak " jawab Bapak itu
Setelah itu Loli membalik badannya menuju mobil lalu berjalan ke arah mobil
Ceklek Loli membuka pintu mobil untuk masuk Tapi terhenti
" Nduk " panggil bapak itu yang sudah ada di dekat mobil itu.
Bapak itu melihat tiga orang pria di dalam mobil karna kaca mobil itu sengaja di buka.
" Apa mereka orang jahat Nduk " tanya bapak itu
" Buka Pak mereka orang yang menolong Ara dari kecelakaan " Jawab Loli. bapak itu Diam lalu menghela Nafas
HAAAAAAH
" Nduk Bapak berpesan apapun yang terjadi Nanti jika bisa tutupi semua kelebihan mu Nduk Di atas langit masih ada langit. di dunia ini ada banyak macam ilmu Terutama ilmu hitam walau sebagian orang sudah tidak percaya Jika suatu saat keadaan mu Terdesak panggil Bapak " kata serta Nasehat Bapak itu
" Iya pak " kata Loli
" Kalau begitu Loli Naik ya pak " Kata Loli mengangkat Kakinya masuk dalam mobil.
" Nduk apa kamu tidak ingin melihat Gambar sana " Tanya Bapak itu
" Pergilah lihat secara Dekat. itu yang melukisnya adalah Gio satu malam Full dia tidak tidur hanya untuk melukis dirimu yang dia anggap Malaikatnya " Kata bapak itu Sendu
Loli langsung berkaca kaca mendengar itu lalu dia segera berlari ke arah lukisan itu. meninggalkan Bapak penjaga dan Zein dkk dalam mobil. Bapak itu langsung masuk dan menutup Pintu mobil
" Kamuuu.... " Kata Devan Kaget
" Tenanglah Anak mudah " kata bapak itu
" Orang tua ini hanya berpesan untuk menjaga malaikat panti ini. Walau mungkin sebagian orang atau kalian menganggap dia wanita kotor dan hina tapi percayalah Hatinya tidak terdapat Noda apapun hatinya hanya di penuhi ketulusan dan keikhlasan. " kata bapak itu
" Terkadang yang kita lihat dan saksikan itu bukanlah fakta sesungguhnya. Allah maha mendengar tapi terkadang Allah punya Cara sendiri untuk memanggil umatnya untuk memujanya " lanjut bapak itu lalu keluar dari mobil
sedangkan Zein dan kedua Sahabatnya langsung terdiam lalu keduanya melihat ke arah Loli. disana selain loli terdapat sebuah gambar seseorang bersayap memeluk anak kecil melindunginya dengan kedua sayapnya dari pisau hingga sayapnya yang putih bercampur warna merah.
Ketiganya langsung mematung setelah mengetahui makna yang mendalam yang terdapat dalam gambar itu
Sedangkan Loli sudah dekat dengan mobil lalu Naik dan duduk Namun sebelum menutup Pintu terdengar Teriakan yang Lantang
" KAK MALAIKATTTT........ "
__ADS_1