Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Pria Seksi


__ADS_3

"Hanya satu pesan Mas, tolong hijrah. Jangan lagi ulangi perbuatanmu itu!  Zina itu dosa besar. Sekedar memeluk wanita yang bukan mahram adalah merupakan zina. Aiza belum menjadi mahrom mu ketika kamu melakukannya!" pesan Aldan.


Akhmar hanya diam, tak mau membalas perkataan itu. Masih saja Aldan tidak mempercayainya. Dan percuma ia bicara panjang lebar hanya untuk mengulang kalimat yang sama sebab perkataannya tidak akan pernah dipercayai.


"Kau kabur dari pesta pernikahan, meninggalkan acara sebelum semuanya benar- benar selesai, itu membuat keluarga Aiza menanggung malu. Masalah apa lagi yang akan kau tunjukkan setelah itu, huh?" hardik Adam kesal.


"Aku sudah menunaikan permintaan semua orang untuk menggantikan Mas Aldan mengucap ijab qabul, aku rasa semua itu sudah cukup!" jawab Akhmar datar.


"Kau meninggalkan pesta sebelum dimulai, itu sama saja lari dari tanggung jawab! Kau sudah mengambil Aiza dengan cara hina, masih saja bisa membela diri setelah menambah kesalahan baru!" gertak Adam lagi muak sekali.


"Akhmar, Mas minta pergilah!" Aldan menengahi, tak ingin keributan semakin panjang. Ia tahu masalah tidak akan selesai saat dibicarakan dengan emosi. Dan sekarang Adam sedang dalam keadaan emosi.


Akhmar mengangguk mematuhi kakaknya, ia berlalu pergi dan menyetir mobil meninggalkan rumah.


Akhmar mengira bahwa papa dan kakaknya akan mendengarkan penjelasannya meski tanpa bukti, setidaknya bisa mempercayainya, tapi ternyata ia sama sekali tidak mendapat tempat di hati mereka. Memang lebih baik ia membawa bukti, barulah menemui Aldan dan Adam.


Dering ponsel mengalihkan perhatian Akhmar, Meta menelepon.


Setelah melepas napas berat, Akhmar menjawab telepon. "Ya, Meta? Ada apa? Oh, baik. Aku akan ke sana sekarang."

__ADS_1


Akhmar melajukan mobilnya menuju ke arah tokonya. Ada sesuatu yang harus dia urus.


Setibanya di toko, Akhmar langsung menyelesaikan urusannya dengan pemasok barang yang datang dari Jawa Barat. 


Beberapa pria perlente menjabat tangan Akhmar kemudian berlalu pergi.


Meta yang mendampingi Akhmar sambil memegangi buku catatan pun tersenyum menatap keringat yang mengalir di pelipis pria itu.


Duuh... Akhmar keliatan ganteng dan seksi saat keringetan begini. Ia belum tahu saja kalau Akhmar sekarang sudah menjadi suami orang.


"Mas Akhmar, itu keringetnya banyak banget. Sini biar Meta lap!" Meta menyodorkan tisu ke arah pelipis Akhmar. 


Dengan gerakan cepat, Akhmar sontak memundurkan kepala, menjauhi tangan Meta.  “Nggak perlu, aku akan lakukan sendiri!” Akhmar meraih tisu dari tangan Meta dan mengelap keringatnya sendiri.


Sejurus pandangan tertuju ke arah suara.  Tampak Aisha berjalan mendekat dengan menggunakan bantuan kurk.


Akhmar mengawasi langkah gadis yang pincang itu, dia mengernyit iba.  Seharusnya Aisha tidak mengalami hal itu jika saja tidak bekerja di toko milik Akhmar, Aisha harus menanggung beban, dimana kakak laki- lakinya sudah meninggal juga karena akibat perbuatan Akhmar.  Haruskah keluarga Vito menanggung beban yang semuanya bersumber dari kesalahan Akhmar?


Niat Akhmar sebenarnya ingin meringankan beban Aisha dengan mempekerjakan gadis itu di toko itu, malah kejadiannya seperti ini.

__ADS_1


“Ada apa, Aisha?  Bukankah aku nggak meminta kamu bekerja?  Kamu beristirahat saja di rumah,” ucap Akhmar.


“Aku ke sini bukan untuk kerja,” jawab Aisha manja dengan seulas senyum tipis.


Akhmar memutar mata.  Ia mengerti kemana arah pembicaraan Aisha.


“Aisha, aku harus bicara denganmu.  tadinya aku mau mendatangi rumahmu untuk membicarakan sesuatu yang penting, tapi kamu malah ke sini,” ucap Akhmar.


“Ya udah, bilang aja, Mas.  Nggak perlu nunggu di rumah.  Aku udah di sini.”  Aisha tampak bahagia sekali.  Mengira Akhmar akan melamarnya.  


“Baiknya kita bicara di luar,” ucap Akhmar.


“Enggak usah.  Di sini aja.  Kebetulan Meta juga ada, biar kami sama- sama dengar.”  Aisha bersemangat.


“Ini urusan kita berdua.”


“Memang rahasia ya?  udah deh, ngomong aja, Mas!”


Melihat Aisha yang keras kepala, Akhmar pun akhirnya berkata, “Ini mengenai hubungan kita.  Maaf, kita nggak bisa bersama- sama.”

__ADS_1


Bersambung


Boleh kasih hadiah vote dan tips koin yg buanyaaak 😁 biar emma semungut


__ADS_2