Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Panas Dingin


__ADS_3

Pria itu tersenyum tipis.  Namun senyum itu memudar saat melihat Aiza kembali melangkah.  Kerudung di kepala Aiza terjatuh akibat langkahnya yang terlalu cepat.  Rambutnya yang masih basah terurai sepanjang punggung pun terlihat indah.  Aiza malas memungut kerudung itu karena hanya akan membuang waktunya saja.  Dia biarkan saja kerudung yang jatuh di belakangnya itu terbengkalai.


“Aiza!”  Akhmar berlari mengejar Aiza.  Ia merengkuh tubuh mungil itu dan memeluknya erat.  “Maafkan aku, Aiza.  Aku mencintaimu.  Aku mencintaimu.”  Akhmar mengulang kalimatnya sambil menciumi pucuk kepala istrinya.  Aroma sampo yang begitu wangi menyengat hidung Akhmar.


Aiza terdiam, tubuhnya membeku merasakan pelukan, juga kecupan yang baru kali ini dia rasakan.  Rasanya… Ah, entahlah.  Ada getaran hebat yang meyambar- nyambar dalam tubuhnya.  Gelora yang menggebu dan membara.  Beginikah efek sentuhan dari AKhmar?


“Lima tahun aku menunggumu, dan ternyata kamu sudah menjadi milik Mas Aldan saat penantianku itu telah berakhir.  Aku mengalah demi Mas Aldan.  Aku terus berusaha menjauhimu, aku berusaha untuk bersikap buruk kepadamu hanya karena ingin membuatmu marah kepadaku.  Tapi semua itu gagal,” ucap Akhmar di telinga Aiza.  “Bahkan setelah kepergianku di acara pernikahan kita, aku berharap kamu marah dan minta pisah, tapi itu juga nggak kamu lakukan.  Kamu gadis yang luar biasa.  Bagaimana bisa aku meninggalkan wanita sepertimu?”


Nyesss… Hati Aiza seperti dialiri es.  Sejuk tiada tara.


“Aku ingin menjadi suamimu, suami yang benar, bukan sebaliknya!” bisik Akhmar.  “Aku nggak pernah jatuh cinta kepada siapa pun selama lima tahun aku menunggumu.  Aku hanya mencintai kamu.”


Aiza sebenarnya masih ingin memberikan hukuman kepada Akhmar.  Tapi apalah daya, hatinya nggak kuat.  Sikap Akhmar telah membuatnya mematung.  Bukan hanya tubuhnya saja yang membeku, hatinya juga.  


“Lalu mengenai gadis di Yogya yang katanya sempat membuat kamu jatuh cintai itu bagaimana?” balas Aiza.


“Kisah itu nggak pernah ada.  Semua itu hanya untuk membuatmu berpaling dariku.  aku hanay mencintai kamu, Aiza.  Apakah semuanya masih bisa diperbaiki?” bisik Akhmar, masih memeluk Aiza erat.

__ADS_1


Aiza tersenyum.  Senyuman yang tersembunyi dan Akhmar tak bisa melihatnya.  Wajahnya terbenam di dada bidang suaminya.  Betapa tenang ia berada di pelukan itu.  Kalau boleh meminta, ia ingin berada di pelukan itu lebih lama lagi.  tapi… Ah, malu kalau kepergok umi, atau abah.  Yang ada Akhmar pasti dikejar sapu lagi karena dianggap telah melanggar aturan.


“Allah nggak pernah menutup pintu maaf kepada manusia yang mendekat kepadanya, lalu kenapa aku yang hanya manusia nggak bisa membuka pintu maaf untuk memberimu kesempatan memperbaiki situasi ini,” jawab Aiza meski terdengar masih dingin.  Senyumnya sudah lenyap.  Ia tak ingin Akhmar menatap senyum di wajahnya itu.  makanya ia langsung membuang senyum.


Mendengar itu, Akhmar melepas pelukan.  


Andai saja boleh jujur, Aiza kecewa saat Akhmar melepas pelukan.  Ia masih ingin di posisi itu.  Hati Aiza memang bahagia sekarang, namun rasa sakit hati yang pernah dicetak oleh Akhmar masih membekas, sehingga ia memilih diam.


“Kita duduk di sana!” ajak Aiza menunjuk gazebo.


“Nggak mau?  Ya udah nggak usah.”


“Mau- lah.”  Akhmar menarik lengan Aiza yang hendak pergi.  “Cepet banget ngambek.”


Aiza hanya diam dianggap sedang ngambek.  Wanita itu duluan duduk di gazebo.


Akhmar memungut kerudung yang terjatuh di lantai dan meletakkan kerudung itu di pangkuan Aiza.  Ia lalu menyusul duduk di sisi wanitanya itu.  Ia memungut kaleng minuman yang tadi dia letakkan di gazebo, lalu meneguk isinya.

__ADS_1


Aiza melirik ke samping, tepat saat itu Akhmar juga tengah menatap ke arah Aiza.  Duuhh… deg- degan rasanya.  Jantung ser- seran saat berdekatan begini.  


“Mau?” tanya Akhmar menyodorkan kaleng miliknya.


“Enggak.”


“Kenapa?  Sejak tadi menolak terus.”


“Bekas kamu.”


“Heleh… Nanti juga bakalan tuker- tukeran, kok.”


Aiza membelalak, seketika organ tubuhnya menegang.  Apa maksud ucapan Akhmar?  Bikin panas dingin begini.  


Bersambung


Bantu vote yah, sumbangan koinnya juga boleh sebagai penambah semangat 😉

__ADS_1


__ADS_2