Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Titid?


__ADS_3

"Cepetan jawab teleponnya! Dari pada kamu ditampol pake jempol!" Aiza memaksa.


Permintaan Aiza selalu saja menjadi bidikan kuat bagi jantung akhmar sampai- sampai ia tidak tega menolak meski harus menjawab telepon dari genderuwo eh mertua.


"Halo, abah!" Akhmar bersuara dengan sopan.


"Dimana kamu? Jam segini belum pulang?" Suara seperti mercon terdengar memekakkan telinga.


"Ada kerjaan dan aku akan lembur. Pulang agak larut. Sampaikan itu kepada Aiza," jawab Akhmar sambil mengerlingkan satu mata ke arah Aiza.


Wanita itu hanya geleng- geleng kepala.


Ismail tidak menanggapi lagi. Sambungan telepon diputus.


"Permisi!" Suara seorang perempuan bersumber dari luar sambil mengetuk pintu.


Aiza yang berada lebih dekat dengan pintu, segera membukanya.


"Ini pesanannya, Mbak!" Seorang pelayan membawakan dua buah kotak makanan.


Aiza menoleh ke arah Akhmar. "Kamu pesan makanan?" selidik Aiza, takutnya makanan yang datangnya entah dari mana dan bertujuan mengerjai mereka. Kan gawat.


"Ya, itu pesananku." Akhmar mengambil kotak makanan itu dan menutup pintu setelah mengucapkan kata terima kasih serta memberikan tips pada pelayan yang mengantar makanan.


Akhmar mengajak Aiza makan berdua, duduk di lantai. Minumnya teh botol. 

__ADS_1


"Aku nggak mendengar kamu memesan kamar ini tadi, tapi kok bisa langsung masuk aja?" tanya Aiza penasaran.


Akhmar hanya menyungging senyum sambil menyodorkan sesuap nasi ke mulut Aiza. Ia sudah membooking kamar sejak tadi. Jadi tinggal masuk aja.


Meski tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Aiza membuka mulut, mangap, bersiap menelan makanan yang disodorkan. 


Begitu ujung tangan Akhmar sudah ada di depan mulut Aiza, Akhmar malah menjauhkan tangannya itu dan menelan makanan itu sendiri.


Sial! Ngerjain dia! 


Aiza pun menolak ketika Akhmar kembali memberi suapan berikutnya.


"Bukan bayi. Aku masih bisa makan sendiri!" ucap Aiza cepat- cepat menyelesaikan makannya, kemudian langsung ke kamar kecil untuk cuci tangan.  


Akhmar mengambil botol shampoo hotel yang berukuran kecil dan menyerakkan isinya ke lantai tepat depan pintu kamar mandi.  Sambil tersenyum, ia memikirkan drama hebat yang bakalan terjadi setelah ini.


Klek!


Pintu terbuka.  Aiza keluar.


Inilah saat yang tepat untuk menjadi super hero.  Akhmar bersiap.  Senyumnya terus tercetak menunggu momen itu.


Pandangan mata Akhmar tertuju ke arah kaki Aiza.


Kaki itu terangkat dan melangkah mendekati cairan shampoo yang bercecer di lantai.  Lalu terus melangkah.

__ADS_1


Eh?  Loh, kok tidak jatuh?  Akhmar mengernyit.  Ternyata Aiza tidak menginjak cairan itu, langkahnya cukup lebar hingga melewati cairan yang berserak.  


Sial!  Tidak tepat sasaran.    Hanya sedikit sisi kaki saja yang terkena cairan sampo, yaitu tumit.


Bahkan Aiza melewati Akhmar begitu saja.  Drama yang ada di kepala Akhmar pun bubar.


“Loh, ini lengket apaan sih?”  Aiza mengangkat satu kakinya untuk melihat cairan yang menempel di tumitnya.  


Akhmar menoleh dan hanya diam tanpa mau memberi jawaban.  Dialah biang keladinya.


“E ee eeh…”  Keseimbangan tubuh Aiza hilang saat satu kakinya terangkat dan ….


Bruk!


Kecelakaan itu akhirnya terjadi.  Tepat!  Tubuh Aiza ambruk ke arah belakang, menimpa tubuh Akhmar yang berada di belakangnya.


Drama yang seharusnya indah ala- ala Korea, kini malah menyakitkan.  Punggung Akhmar terhentak lantai akibat dorongan tubuh Aiza.  Ia tak sempat menangkap tubuh istrinya karena kejadian itu begitu mendadak.  Berbeda halnya dengan Aiza yang ada di posisi Pe We.  Terbaring menelentang di atas tubuh Akhmar.  Seketika napas lega pun dilepaskan olehnya. 


Kirain kepalanya akan pecah, tapi ternyata tidak, ada tubuh Akhmar yang menampung tubuhnya.


“Ayolah, minggir dari sana!  Titid- ku kejepit!” ucap Akhmar membuat Aiza membelalak.


Apa itu?  Titid?


“Eih….”  Aiza melompat.  Menyingkir dari atas tubuh Akhmar dengan kulit wajah yang memanas.  Sejak tadi terlalu nyaman rebahan sesaat setelah terjatuh, ternyata sumber kenyamanan itu gara- gara ambruk di badan Akhmar.  Dan… apa tadi?  Sesuatu yang mengganjal di bawah sana terasa mengganggu sekali.

__ADS_1


Akhmar mengulum senyum.  Kemudian duduk.  


Bersambung


__ADS_2