Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Siapa Pria Itu?


__ADS_3

Akhmar keluar dari kamar mandi hotel seusai menunaikan hasrat bersama dengan Aiza.  Handuk melilit di bagian bawah pusar, membuat dada kekarnya terlihat dengan perut rata membentuk kotak- kotak dengan jelas, aroma sabun menguar saat Akhmar melewati Aiza, seksi.


Aiza sudah mandi duluan. Tapi belum mengenakan hijab, rambutnya masih basah, tergerai panjang. Ia duduk di sisi kasur, memeluk bantal sambil mengawasi Alhmar yang tengah mengenakan pakaian.


Pandangan Aiza lalu tertuju ke hape nya saat benda itu berbunyi tanda ada chat masuk. Ia mengernyit membaca chat tersebut.


"Ini pesan dari siapa sih? Nomer baru nggak ada profilnya tapi kirim chat begini." Aiza heran.


Akhmar mendekati istrinya dan duduk di sisi wanita itu. "Coba lihat!" Akhmar meraih hape Aiza, membaca chat tersebut.


.


'Assalamualaikum, Aiza. Apa kabar? Baik kan? Sebenernya sudah lama aku ingin bilang ini ke kamu, tapi aku tahan. Aku sayang sama kamu. Kamu mengenaliku. Maaf aku belum bisa jujur sama kamu siapa aku yang sebenarnya. Tapi kalau kamu mau membuka hatimu untuk bertemu denganku, maka saat itulah kamu akan tau siapa aku. Alhamdulillah, Allah menunjukkan padaku bahwa kamu adalah wanita yang semestinya aku pilih. Kamu sedang di hotel kan? Sama siapa?'


.


Dada Akhmar terasa panas menggemuruh. Istrinya dikirimi chat dengan kata- kata seperti itu. Raut wajah Akhmar langsung berubah tegang. Ia menelepon nomer tersebut memggunakan hape milik Aiza. Namun tifak dijawab. Bahkan kemudian mati, tak bisa dihubungi lagi.


"Sudahlah, nggak usah dipikirin. Ini orang iseng pastinya," ucap Akhmar dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Tapi aku nggak pernah diisengin orang loh. Ini siapa ya kira- kira?"


Akhmar terdiam memikirkan kata- kata Aiza. Wanita itu memang bergaul dengan orang baik- baik. Di sekelilingnya juga hanya didapati orang baik- baik. Mana mungkin orang- orang kenalan Aiza yang melakukannya. Apakah mungkin ini adalah kelakuan orang- orang kenalan Akhmar? 


Belum ada bukti apa pun, Akhmar tak bisa sembarangan menuduh.


"Dia tau aku sedang di hotel," ucap Aiza.


"Berarti orang itu ada di sekitar sini. Sudahlah, Aiza. Jangan lagi memikirkan itu. Aku nggak mau kamu penasaran siapa dia." Akhmar terlihat tak nyaman. Diam- diam dia menyalin nomer tak dikenal itu ke hape nya. 


Aiza menyukai sikap Akhmar yang kecemburuannya tampak jelas. Fix, Akhmars edang cemburu. 


Akhmar menunduk menatap lengan mungil yang melingkar di perutnya. Ia mengusap lengan halus itu dengan jempol.


"Yuk, pulang!" ajak Akhmar.


“Tunggu aku pasang jilbab dulu.”  Aiza menghambur mengambil jilbabnya.  Berdiri di depan cermin.


Akhmar menunggu di pintu, menatap Aiza yang tengah melilitkan jilbab yang lilitannya muter- muter, menjepit bagian ujung dagu, lalu memasang bros di bagian mana saja yang dia anggap perlu.

__ADS_1


Duh, ribet banget.  Jadi cewek memang nggak simple.  Semuanya ribet.  Belum lagi Aiza mesti memasang kaus kaki.  Juga memasang rompi gamisnya.  Meski demikian, Aiza melakukannya dengan cekatan.  Akhmar melihat Aiza segitu ribetnya mengurus penampilan, namun Aiza melakukannya dengan mudah, cepat meski terkesan ribet.  Mungkin dia sudah terbiasa.


Aiza menyambar tas dan menggantungkannya ke pundak lalu menyusul Akhmar keluar.  Ia mengalungkan lengannya ke lengan kokoh Akhmar yang terasa keras.  Kepalanya agak nyender ke lengan kekar itu.  Betapa nyamannya berada di posisi ini.


“Kamu mau makan?” tanya Akhmar.


“Enggak.”


“Nggak laper?”


“Enggak.  Udah kenyang.”


Mata akhmar melirik kepala Aiza yang nyender di lengannya.  Ia menarik sudut bibirnya.  Senang sekali Aiza bermanja begitu.  Kenapa nggak dari dulu?


Akhmar menuju ke meja resepsionis untuk melakukan pembayaran.  Namun ada pemandangan yang membuatnya terganggu.  Melalui kaca yang menjadi pembatas antara ruangan dalam dan luar, ia melihat Atep di parkiran, tak lama Atep memasuki mobil.  Pria itu berlalu pergi dengan mobilnya.


Atep? Akhmar mengernyit.  Apakah pria yang mengirimi pesan kepada Aiza itu adalah Atep?  Sepertinya Akhmar secepatnya harus memberi tahu kepada Atep bahwa Aiza benar- benar sudah menjadi istrinya.  Rasa tidak rela menghantuinya jika saja ini dibiarkan terus berlanjut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2