Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Patuh


__ADS_3

Muka Aisha langsung memucat.  “Ini maksudnya gimana? Bukankah Mas Akhmar pernah bilang kalau Mas Akhmar adalah laki- laki yang mau sama aku meski aku dalam keadaan cacat?  Trus kenapa sekarang berubah?  Mas Akhmar malu ya jalan bareng cewek cacat kayak aku?  Atau Mas Akhmar nggak mau punya istri cacat yang pastinya abaklan terus ngerepotin?”  Mata gadis itu berembun.


“Aku sudah menikah,” celetuk Akhmar cepat, tak mau bertele- tele.


Aisha membelalak kaget.  Demikian juga Meta yang tak kalah kaget.


“Nikah?  Sama siapa?” serentak Aisha dan Meta bersamaan.


“Aiza.”


Jawaban Akhmar membuat dua gadis itu patah hati berjamaah.  Kemudian keduanya diserbu berbagai pertanyaan.  


“Bukankah Aiza adalah gadis yang menikah dengan Mas Aldan?  Trus kenapa malah Mas Akhmar yang mengaku nikahin dia?  kemarin kita sama- sama datang ke acara pernikahan itu untuk menyaksikan pernikahan Mas Aldan dan Aiza, kan?” ucap Aisha bingung.


“Mas Aldan batal nikah dengan Aiza.  Dia mundur dan akulah yang menggantikannya,” jawab Akhmar.


“Ya Tuhan.”  Aisha lemas bukan main.  Tubuhnya terhuyung hampir jatuh kalau saja ia tidak cepat nyender di dinding.

__ADS_1


“Tt tapi kenapa Mas Aldan tiba- tiba mundur dari pernikahan itu?  apa yang terjadi?” tanya Meta yang  tak kalah kepo.


Pandangan Akhmar masih fokus ke wajah Aisha.  “Maaf Aisha, ini di luar kendaliku.  Benar- benar bukan kehendakku.  Aku waktu itu lelah sekali, mungkin disebabkan karena semalaman nggak tidur, jadi sangat ngantuk, sampai- sampai nggak sadar.  Begitu bangun, semua orang sudah berkerumun menyaksikan aku dan Aiza yang tidur di satu ranjang.  Aku pastikan Aiza juga nggak menyadari kejadian ini.  Dia pun terkejut kenapa aku bisa ada di sampingnya saat dia terjaga.  ini murni kesalah pahaman yang pada akhirnya mengantarkan aku pada jodohku.”


Meta mendadak lemas.  Dia adalah biang dari masalah besar yang dihadapi Akhmar.  Andai saja ia tidak memberikan obat tiudr untuk Akhmar, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini.  Dan andai ia tidak meninggalkan acara lebih awal, tentu ia bisa menjelaskan semuanya dan menggagalkan pernikahan antara Aiza dan Akhmar.  Tapi semuanya sudah terjadi.  Padahal niat hatinya memberika obat tidur untuk Akhmar adalah supaya Akhmar tidak lagi berduaan dengan Aisha, malah akhirnya Akhmar menikah dengan Aiza.  Apes sekali nasib Meta.


“Jadi… ini artinya Mas Akhmar udah mengakhiri harapan untuk aku?” lirih Aisha putus asa.


“Bukan aku yang mengakhiri, tapi keadaan.  Tuhan sudah punya ketetapan, lalu apa yang bisa kulakukan?”


Aisha sesenggukan.  Menunduk dengan pundak bergetar.  


Aisha mengusap air matanya.  “Aku pulang!” lirihnya kemudian melangkah pergi dengan bantuan kurk.


Akhmar iba menatap kepergian Aisha.  Seharusnya gadis itu mendapatkan perhatian lebih darinya.  Tapi mungkin inilah jalan yang harus dia lalui.  Mereka tidak berjodoh.


“Mas Akhmar, ss sebenarnya…” Meta terbata.  Kepalanya menunduk.

__ADS_1


“Apa?” tanya Akhmar dengan dahi bertaut.


Meta kasihan melihat Akhmar menjadi korban atas perbuatannya.  Ia ingin menyelamatkan Akhmar supaya terlepas dari ikatan pernikahan yang tidak seharusnya.


“Ss ss  sebenarnya Meta udah kasih obat tidur di jus jeruk yang Mas Minum,” lirih Meta dengan suara gemetar, ketakutan.


“Obat tidur?  Untuk apa kamu lakukan itu?”  Akhmar mengernyit heran.  Atas alasan apa Meta memberikan obat tidur untuknya?  “Kamu mau menjebak aku?”


“Bukan begitu, Mas.  Meta sama sekali nggak punya niat buruk apa lagi menjebak Mas supaya terjadi kesalah pahaman ini.  Meta tuh sebenernya cemburu ngeliat Mas Akhmar deketan terus sama Aisha.  Meta cuma ingin Mas Akhmar tidak mendampingi Aisha di hari pernikahan Mas Aldan.  Meta panas ngeliatnya, Mas.  Dengan meminum obat tidur, maka Mas Akhmar tentunya nggak lagi menemani Aisha.  Hanya itu tujuan Meta.”  Meta menyesali perbuatannya.


“Kamu… aaakh…”  Akhmar tidak tahu mesti bilang apa.  Kesal, namun percuma marah.  melampiaskan amarah juga tidak akan mengembalikan keadaan.  


“Meta nggak tau kalau akhirnya malah begini kejadiannya.”  Meta gemetar, takut Akhmar marah.


“Kalau begitu, kamu harus mau membuat pengakuan.  Ini dilakukan untuk menepis penilaian buruk semua orang terhadapku, juga terhadap Aiza.  Kamu harus bertanggung jawab untuk nama baik ini,” tegas Akhmar mendominasi, membuat Meta mengangguk pasrah, antara menyesal dan patuh.


***

__ADS_1


Bersambung


Klik like dulu sebelum next 😘


__ADS_2