Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Kebas


__ADS_3

Aiza tak peduli, ia terus berjalan.  Dan tiba- tiba tubuhnya itu terangkat, seketika ia terkejut.  Kini ia berada dalam gendongan Akhmar.  Posisinya tidak menyenangkan, sebab ia diangkat seperti beras.  Tubuhnya berada di pundak Akhmar dengan posisi menelungkup.  Kepalanya terayun di punggung Akhmar.  Sedangkan kakinya dililit oleh lengan kekar Akhmar.


Pemandangan Aiza sekarang benar- benar membuat jantungan, yaitu bok*ng Akhmar yang menggemaskan.  Tepat berada sejengkal dari matanya.  Kalau saja ia dalam keadaan baik, ia akan mencubit benda itu.  Tapi ia tak sudi melakukannya.


“Lepeasin, Akhmar!  Lepasin!”  Aiza memukul- mukul punggung Akhmar dengan kepalan tangannya.  Sebenarnya kepalanya pusing sekali di posisi terbalik begitu.  Awas saja kalau setelah ini ia sampai muntah.


Akhmar memasukkan tubuh Aiza ke dalam mobil, tepatnya di samping kemudi. Pria itu memasang selat belt di perut Aiza, kepalanya masuk ke dalam, tubuhnya melintang di depan Aiza untuk dapat meraih tali pengaman itu dan langsung memasangnya.  Beberapa kali lengan Akhmar mengenai bagian sisi sensitif milik Aiza akibat terburu- buru dan posisinya yang begitu dekat.  


“Akhmar, jangan aneh- aneh kamu ya!  aku nggak mau ikut sama kamu.  Kenapa maksa banget?”  Aiza kesal.  Kemarin, sewaktu ia butuh tumpangan, Akhmar dengan cuek melewatinya.  Bahkan untuk membantunya membayar tagihan makanan pun, pria itu keberata.  Sekarang main paksa begini.


Akhmar tidak merespon perkataan Aiza.  Pria itu menatap Aiza tanpa sepatah kata setelah selesai memasang sabuk pengaman.  Aiza tercekat menerima tatapan yang berjarak sangat dekat dengannya itu.


Akhmar keluar.  Pintu lalu ditutup.


Enak aja main paksa.  Dikirain aku suka apa?  Dan apakah Akhmar mengira aku nggak bisa melepas sealt belt dan turun dari mobil sendiri setelah dipaksa begini?  Aiza melepas sealt belt.  Lalu turun dari mobil tepat saat Akhmar masuk ke mobil.


Aiza menutup pintu dan kembali berjalan.


Beberapa detik Akhmar mengawasi langkah lebar Aiza.  

__ADS_1


Tak mau putus asa, Akhmar kembali turun dari mobil.


Aiza hanya melirik sebentar, langkahnya terus lanjut.  Ekor matanya mendapati Akhmar yang menjejeri langkahnya.


“Nggak takut capek?” tanya Akhmar.


“Enggak.”  Aiza tampak tak peduli.


“Bentar lagi hujan.  Tuh langit udah gelap.” Akhmar jadi merasa seperti seorang pria yang sedang membujuk pacarnya.


Aiza menatap sekilas ke langit.  Memang gelap.  Pasti sebentar lagi hujan.  Ia jadi ingat momen ketika dulu kehujanan bersama dengan Akhmar dan memilih untuk berteduh di pinggir jalan.  Waktu itu mereka mesti jaga jarak, sebab bukan mahrom.  


Langkah Aiza terhenti ketika Akhmar berdiri menghadang tepat di depannya.


“Kita sedang nggak baik- baik aja.  Bolehkah aku bicara?”


“Harus sekarang?”


Akhmar terdiam sebentar.  “Seharusnya duduk sambil minum tah hangat di rumah akan lebih baik.”

__ADS_1


“Sayangnya aku nggak berminat.  Semua itu nggak akan membuat kita baik- baik aja.”  Aiza menggeser langkah ke samping, namun Akhmar ikut menggeser langkah pula, menghadang di hadapan Aiza.


“Aku udah melakukan kesalahan bukan?” tanya Akhmar menatap intens mata istrinya.


“Aku lupa.”


“Aiza, aku yakin kamu tahu bukan begini caranya kita menyelesaikan jalan keluar.”


“Aku udah lebih dulu melakukan hal yang sama ke kamu.”


“Dan kamu ingin membalas dengan perlakuan yang sama?  Itu namanya dendam.  Dosa!” 


Aiza tersenyum getir.  “Jangan egois, Akhmar.  Aku udah cukup menanggung semuanya.  Dan kamu yang mengajarkan aku untuk menjalani semua ini sendiri, tanpa kamu.  Lalu untuk apa kita bahas tentang kita?”


“Okey, aku salah.  Tapi bisakah kita perbaiki ini?” tanya Akhmar.


“Ketika kepedulian tidak dihargai, seketika rasa peduli itu akan berangsur pergi.   Aku benar- benar sendirian!  Bahkan saat aku membutuhkanmu, kamu kemana?  Hasbunallah wani’mal wakil, cukuplah Allah sebagai penolongku.”  Aiza merasakan sesuatu yang pedih di ulu hatinya.  Seperti sayatan tak kasat mata.


Ia terkesiap saat merasakan kedua lengannya disentuh oleh Akhmar.  Ada getaran hebat yang menyengat saat sentuhan itu mendarat, namun hatinya masih kebas.  

__ADS_1


Bersambung


Yang punya akun dengan nama neweby, makasih banyak karena udah setia memberikan tips koin. Sungguh pemberian tips ini membuat Emma punya keinginan untuk update hanya demi kamu. 😘😘


__ADS_2