
Klek pintu terbuka. Akhmar melangkah masuk dan menutup pintu dengan sekali tendang satu kakinya.
Gludak!
Tepat saat sudah melewati pintu, tubuh keduanya malah tersungkur.
"Aduuh!" Aiza merintih memegangi kepalanya, sakit karena terantuk lantai. Belum lagi punggungnya yang terhentak lantai, ngilu. Ini mah bukannya bantuin biar bisa jalan, tapi malah bikin kecelakaan baru. Hadeeh... Ditambah lagi badan Aiza tertimpa tubuh Akhmar yang kini ada di atasnya.
Apes banget deh.
"Sori sori!" Akhmar merasa bersalah.
"Cepetan bangun!" pinta Aiza saat merasakan sesuatu yang bergerak di bawah sana. Apa itu? Kulit Aiza jadi meremang. Ia tahu benda apa yang bergerak itu.
Akhmar mengulum senyum. "Aku malah nyaman di posisi ini, nggak mau pindah!" Akhmar tak kunjung bergerak dari posisinya.
Aiza membelalak mendengar pernyataan Akhmar, serius deh ususnya Akhmar minta disentil pakai sutil ini mah. Lama- lama makin ngawur.
"Akhmar, aku bisa kesemutan kalau kayak gini terus." Aiza memejamkan mata merasakan sesuatu milik Akhmar yang mengganjal seakan memberikan sensasi berbeda dalam tubuhnya.
"Kamu ngerasain nggak?" tanya Akhmar dengan alis terangkat.
"Enggak. Apaan sih?" Muka Aiza memerah, sengaja ia tidak mengakui meski ia tahu maksud dari pertanyaan Akhmar. Sudah banyak hal yang mereka lalui bersama, bahkan lebih dari sekedar melihat saja, namun di saat begini rasanya benar- benar grogi.
__ADS_1
"Ya udah, kalau mggak mau bangkit dari situ, aku merem aja." Aiza memejamkan mata.
Akhmar terkekeh melihat Aiza yang malah memejamkan mata. "Ini namanya pasrah. Makin gampang kalau begini."
Akhmar bangkit dan menggendong tubuh Aiza menuju kasur. Tak perlu Aiza aktif seperti biasanya, sebab kini lututnya sedang sakit. Sehingga semuanya dilakukan oleh Akhmar untuk menunaikan sunnah indah suami istri.
Sungguh indah peraduan kasih yang halal dijalani. Segalanya terasa menyenangkan. Aiza melihat Akhmar sebagai pria yang bertanggung jawab dan sangat menghargainya sebagai wanita.
Terbukti Akhmar selalu memberikan kenyamanan kepada Aiza dan tak mau membuat wanita itu tersudut dalam segala hal. Termasuk ketika mereka sedang dalam hubungan harmonis begini. Akhmar mengalah untuk melakukan semuanya sendirian dan membiarkan Aiza nyaman dengan posisi pasifnya.
Ternyata pernikahan itu indah, ada cinta dan kasih sayang di balik masing- masing tanggung jawab.
Malam itu, Akhmar tertidur setelah bekerja keras dengan peluh yang membanjir. Dia kelelahan. Beberapa menit kemudian ia pun terjaga, sadar belum melakukan mandi besar.
Selesai mandi, Akhmar keluar mengenakan handuk dililit di pinggang. Masih ada buliram tetes air yang mengaliri dada bidangnya.
Akhmar mengernyit saat menemukam secarik kertas di meja. Tulisan di kertas itu rapi sekali.
Akhmar membaca kalimat yang berderet rapi di kertas itu.
Sayang, kita akan menjadikan rumah tangga penuh dengan pahala.
Sayang, kutemukan engkau dalam keadaan kita saling mencari.
__ADS_1
Kali ini, aku tidak lagi berjalan sendiri menggenggam dalam bara api. Seperti senja menemukan tempat untuk tenggelam, pelangi menemukan tempat terbit. Ya itulah aku menemukan kamu.
Aku bahagia menemukan kamu diantara jutaan jiwa yg menyamar menjadi teman. Dan aku berhasil mengambilmu di antara jutaan yang lainnya, dan hari ini kita saling bergenggaman. Bukan hanya teman berjalan, dan kamu juga menjadi teman sujudku. Di sujudku ada kamu, di sujudmu ada aku.
Semoga hubungan ini menjadi hubungan yang di syurgakan, dan segala rindu yang kita punya di pahala kan. Semoga aku dan kamu di kumpulkan karena takwa kemudian di bersamakan kembali ke syurga. Amiin
Istrimu.
Akhmar tersenyum. Ia mengangkat wajah saat melihat Aiza memasuki kamar.
"I love you!" bisik Akhmar yang dibalas dengan senyum kecil oleh Aiza.
***
Season ini cukup sampai di sini yah.
Setelah ini baca novel judul Istri Gadaian yang merupakan kelanjutan dari novel Aiza dan Akhmar, masih upload di Noveltoon.
Cari aja judul baru Emma yah. .Sekarang mungkin masih belum muncul, namun beberapa saat lagi pasti akan muncul.
Follow instagram @emmashu90
Emma aktif di ig untuk berbagi info
__ADS_1