Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar
Teror


__ADS_3

“Aku tau dia itu abah kamu, sekarang juga menjadi orang tuaku, yang seharusnya aku perlakukan dengan bai pula.  Tapi ternyata sulit saat menghadapi itu.  abah itu kelewatan.  Dan aku melakukan ini hanya untuk membukakan jalan pikirannya!  Aku nggak dendam kok sama abah,” jawab Akhmar dengan bijaksana. 


Aiza tersenyum senang.  Alhamdulillah.  Suaminya tidak hanya berilmu, tapi juga beradab.  Aiza terharu, ingin menangis jadinya.  Matanya sampai berembun.  Dia tatap wajah Akhmar di sisinya yang hanya dapat dia jangkau separuh saja.  Wajah keras itu memiliki hati yang lapang dan lembut.  Tidak sia- sia Akhmar menuntut ilmu agama karena akhirnya dia priktikkan dalam keseharian hidupnya.


Akhmar yang dulu kerap emosi dan ugal- ugalan, kerap membalas perlakuan orang yang membuatnya marah dengan tak wajar, termasuk melempar kepala Ismail dengan sepatu, sekarang jauh terlihat lebih dewasa dan beradab.  Mengagumkan.  Inilah sosok yang diharapkan oleh Aiza, sosok yang selalu ingin memperbaiki diri, bukan malah merasa sudah menjadi manusia baik.  Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, mudah saja bagi- Nya melakukan apa saja, termasuk membolak- balikkan hati manusia.  Terutama manusia yang dengan gigih menjemput hidayah, seperti Akhmar.


Dia Maha Besar.  Dia Maha Kuasa atas segala hal.  Inilah Kuasa Tuhan.  Hati Akhmar yang keras telah menjadi lembut.


“Aku tau bahwa nafsu bisa membuat raja menjadi budak, dan sabar bisa membuat budak menjadi raja.  Aku nggak mau diperbudak oleh nafsu,” ucap Akhmar kemudian menoleh ke arah Aiza, tatapannya teduh.


Aiza melempar senyum.


“Berentiin mobilnya!” pinta Aiza lebih terkesan sebagai perintah.


Meski dengan dahi mengernyit, Akhmar melirik spion untuk melihat ke sekitar, ambil ancang- ancang untuk mencari tepat parkir, lalu menepikan mobil.


“Ada apa?” tanya Akhmar.


Aiza memajukan badannya, membingkai pipi Akhmar dnegan telapak tangannya dan mendaratkan ciuman.


Sontak Akhmar terkejut. Kejadian itu begitu cepat hingga Akhmar tidak sempat menyadari kini Aiza tengah memberikan kehangatan di bibirnya.  


Dibalas pula oleh Akhmar.  

__ADS_1


“I love you…” ucap Aiza dengan senyum lebar.  Menatap Akhmar dengan tatapan penuh cinta.  Asmara itu membuncah dalam benaknya. 


“Aku mencintaimu,” balas Akhmar pula.  


“Jadi ini kita mau kemana?”


“Tinggal di rumahku.  Maksudku, di rumah papa Adam.  Mau kan?”  Akhmar meminta persetujuan.  


Aiza menatap mata suaminya intens.  Meski Akhmar memiliki hak sepenuhnya atas dirinya mengenai tempat tinggal, tapi lihatlah pria itu meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum membawanya.  Adab yang bagus.


“Ya, aku mau!” jawab Aiza dengan anggukan kecil.


Akhmar tersenyum.  Ia mengusap pucuk kerudung istrinya, lalu meraih tangan Aiza dan mengecup punggung tangan mungil itu cukup lama.  


Bibir Akhmar terasa hangat mendarat di kulit Aiza.  Menggetarkan hati.


Akhmar mengangkat kepala, menatap Aiza heran.  “Apa kaitannya dicium dengan kebelet pipis?”


“Punggung tanganku yang cium, tapi rasanya nyetrum sampai kemana- mana,” ucap Aiza.


Akhmar pun tergelak.


Tawa keduanya memecah keheningan di mobil itu.

__ADS_1


Brrrt…


Sebuah chat menghentikan tawa keduanya.


Aiza segera mengambil ponselnya dan membaca chat.  Pengirimnya adalah orang yang sama yang mengiriminya chat sejak di hotel tadi.


.


‘Akhirnya apa yang kutakutkan terjadi juga.  keributan itu sudah pecah.


Sebaiknya kamu jauhi Akhmar, Za.  


Dia selalu membawa masalah demi maslaah di kehidupanmu.


Aku menyayangimu, itulah sebabnya aku gk ingin terjadi hal buruk terhadapmu.’


.


Deg!  Jantung Aiza berdetak kencang membaca chat itu.  siapa sebenarnya orang itu?


“Pecundang itu mengirimimu pesan lagi?” Akhmar meraih hape dari tangan Aiza dan membacanya.  Perasaan Akhmar tak menentu dibuatnya.  Namun ia tetap berusaha untuk tenang, tak mau terpancing emosi.  Sebenarnya Akhmar tidak sepenasaran ini jika saja orang itu hanya sekedar mengungkap bahwa ia tahu apa saja yang dilakukan oleh Akhmar dan Aiza, tapi ini masalahnya orang itu sudah berkali- kali mengatakan bahwa ia menyayangi Aiza.


Kalimat itu membakar dada Akhmar.

__ADS_1


Siapa dia?


Bersambung


__ADS_2