
Delapan tahun berlalu.
" Kak Erren!!! " Teriak seorang gadis kecil sambil berlari ke arah ruang keluarga itu.
" Berisik " Kata laki - laki kecil tersebut, yah dia adalah Erren Aghanta Gorneo Aditya itu.
" Kak Erren, katanya mau bantuin Ellana ngerjain pekerjaan rumah! " Kata gadis kecil tersebut yang tak lain adalah Ellana Khalifa Gorneo Aditya itu.
Gadis kecil berumur lima tahun tersebut yang lahir delapan tahun yang lalu, dari rahim seorang perempuan bernama Ellena Mizella Carion Anggara itu.
Dan yah, dia adalah adik kecil tersayang seorang Erren Aghanta Gorneo Aditya, sejak adik kecilnya lahir. Dia telah berjanji akan selalu menjaga adiknya dan tak akan pernah membiarkan dia maupun orang lain menyakiti adik kecil tersayang nya itu.
Ellana Khalifa Gorneo Aditya adalah putri tunggal dari seorang pengusaha ternama no.1 di dunia yaitu Elyon Deren Gorneo Aditya dan istrinya yang bernama Ellena Mizella Carion Anggara. Ellana memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dari Papa maupun Kakak laki - laki kesayangannya itu.
Dia memiliki sifat ceria, humoris, suka menjahili kakaknya dan satu sifat yang paling mendominasi dari seorang Ellana yaitu bar - bar. Walau seceria apapun seorang Ellana jangan sampai ada yang berani melukai Kakak laki - laki kesayangannya atau dia akan habis di tangan seorang Ellana, kalau tidak percaya kalian mencoba hal itu.
" Belajar ngerjain sendiri Ella! Kalau Kakak bantu ngajarin pekerjaan rumah kamu, nanti juga Kakak juga kan yang ujung - ujungnya ngerjain tugas kamu... " Kata Erren yang masih menatap serius layar televisi di depannya itu.
ELLA adalah nama kesayangan seorang Erren kepada adik kesayangannya, apalagi sifat Erren yang semakin beranjak dewasa dari hari demi hari membuat sifat Erren mulai berubah seperti Papa kesayangan. Cuek dan dingin adalah sifat yang paling terkenal dari sosok seorang Erren itu.
Tapi kalian harus tahu, jika Erren yang sekarang sangat lah jenius banyak prestasi yang telah dia raih sejak masuk ke dalam dunia pendidikan. Seperti juara lomba beladiri khusus anak - anak se-nasional, juara lomba speaking English for kinds se-internasional, lomba juara matematika di Amerika se-internasional, dan masih banyak lagi yang lainnya itu.
" Hehehe. Kan ngerjain dikit doang... " Kata Ellana sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya kepada Erren itu.
" Huft. Ngak! " Tolak Erren mentah - mentah sambil memutar bola matanya dengan malas itu.
__ADS_1
" Kak Erren masak ngak mau bantuin sih. Kak Erren jahat! " Kata Ellana yang langsung berjalan menuju Mamanya yang sedang duduk di samping Erren itu.
" Ma! Lihat tuh Kakak, masak ngak mau bantuin Ellana buat ngerjain tugas sih! " Kata Ellana yang langsung mengeluarkan jurus pamungkas nya agar Kakaknya mau membantunya itu.
Setiap Erren menolak permintaan gadis kecil tersebut, maka Ellana akan selalu mengadu kepada Mamanya agar membujuk Erren untuk mau mengikuti semua keinginan gadis kecil tersebut, karena apa? Erren Taka kan pernah bisa menolak permintaan kedua orang tuanya, apalagi jika itu adalah Mama paling dia cintai itu.
" Ellana. Jangan hanya karena Kak Erren selalu nurut sama Mama, kamu bisa minta bantuan Mama terus... " Kata Ellena yang mulai mengeluarkan ceramahnya untuk putri kecilnya yang sungguh nakal itu.
" Ellana. Kakak kamu ada benarnya, memang Kakak kamu pintar. Tapi bukan karena hal itu, Ellana malah memanfaatkan kepintaran Kakak Ellana hanya untuk kepentingan Ellana sendiri kan? " Kata Ellena yang berakhir memberikan pertanyaan kepada anak keduanya itu.
" Maaf. Tapi Ellana cumak mau nilai Ellana bagus semua, biar sama kayak punya Kak Erren... " Kata Ellana yang mulai menundukkan kepalanya karena merasa bersalah itu.
" Itu salah Ellana. Apa pernah Mama sama Papa nyuruh kamu buat dapat nilai yang sempurna? Apa pernah Papa sama Mama marah saat nilai ujian Ellana kecil? " Tanya Elyon yang sekarang bertanya dan di balas gelengan kecil dari putri kesayangannya itu.
" Papa sama Mama ngak marah kan? Terus kenapa Ellana harus memanfaatkan kepintaran Kak Erren buat Ellana mendapatkan nilai yang baik? " Tanya Elyon lagi itu.
" Ellana juga mau kayak gituh. Jadi kebanggaan Papa sama Mama, dan Kak Erren. Ellana juga mau Papa sama Mama bahagia dan bangga karena prestasi Ellana. Ellana pingin jadi kayak Kakak. Hiks... Hiks..." Kata Ellana yang akhirnya Isak tangisnya pun keluar itu.
Kemudian Elyon pun langsung menggendong putri kecilnya tersebut kedalam pelukannya itu.
" Sttt. Cup... Cup... Cup, jangan nangis dong princess kecil Papa yang cantik. Papa ngak pernah kok ngak bahagia karena prestasi yang di dapatin Ellana... " Kata Elyon sambil mengelus punggung putrinya yang mulai bergetar karena Isak tangis nya itu.
" Semua orang punya kehebatan nya sendiri - sendiri sayang. Lihat Kakak kamu, dia emang hebat dalam bidang apapun tapi apa pernah Kak Erren hebat dalam bidang menari, menyanyi, dan melukis. Ngak kan sayang? " Tanya Elyon yang mencoba untuk membujuk putrinya agar tak menangis terus menerus itu.
" Tapi Ellana pintar dalam itu. Ellana pintar menari, menyanyi, melukis, dan bahkan berakting sampai Ellana jadi bintang iklan waktu kemarin itu. Tapi Ellana, kurang hebat dalam hal pendidikan seperti Kakak kamu..." Kata Elyon sambil terus menasehati putri kecilnya itu.
" Apa yang Ellana bisa belum tentu bisa di lakukan oleh Kak Erren, begitu juga sebaliknya apa yang Kak Erren bisa belum tentu bisa di lakukan oleh Ellana. Itu lah yang namanya saling melengkapi, apa yang tidak kita bisa akan di lengkapi oleh pasangan kita nanti, dan apa yang kita bisa maka kita akan melengkapi kekurangan pasangan kita nanti... " Kata Elyon sambil menghapus air mata putri nya yang telah membasahi pipi gembul berwarna merah alaminya itu.
" Seperti Papa dan Mama. Papa pintar sekali dalam urusan bekerja dan Mama pintar dalam urusan memasak, maka dari itu kami saling melengkapi dengan cara Mama selalu memasak makanan yang sehat untuk Papa agar dapat bekerja dengan baik dan tidak jatuh sakit. Begitu juga dengan Papa, dia akan bekerja dengan baik untuk memenuhi semua kebutuhan kita agar bisa menyekolahkan Erren, Ellana, dan kebutuhan yang lainnya... " Kata Ellena yang ikut dalam pembicaraan antara Ayah dan Anak itu.
__ADS_1
" Karena hal itu kita tidak perlu berkecil hati dengan kekurangan yangkita miliki... " Lanjut Elyon dengan nada yang mulai melembut itu.
" Maaf, Ellana salah. Seharusnya Ellana bisa lebih bersyukur dengan apa yang Ellana bisa... " Kata Ellena sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah itu.
" Pinter anak Papa... " Kata Elyon sambil mengelus halus rambut panjang putrinya itu.
Tiba - tiba Erren pun berdiri dari duduknya nya kemudian menatap datar ke arah sang adik yang masih setia menundukkan kepalanya itu.
" Ayo kakak bantu... " Balas Erren yang mengeluarkan tangannya ke arah Ellana sambil menunjukkan senyum kecilnya itu.
Ellana pun menatap ke arah Erren kemudian menatap diam ke arah uluran tangan kakaknya itu.
Beberapa detik kemudian Ellana pun tersenyum kecil sambil menatap sang kakak lalu mulai menghapus jejak air mata yang masih membasahi pipi gembulnya itu.
" Ayok!!! " Kata Ellana dengan nada yang penuh semangat sambil menerima uluran tangan dari Erren itu.
Sepasang kakak beradik tersebut pun mulai berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamar milik Ellana itu.
" Ngak nyangka waktu berjalan cepat... " Kata Ellena sambil menatap sendu ke arah kedua anak nya yang mulai memasuki lift itu.
" Mereka mulai tumbuh menjadi anak - anak hebat. Aku berhasilkan menjadi seorang ayah untuk mereka? " Tanya Elyon yang mampu menyita perhatian Ellena itu.
" Belum, kamu belum berhasil. Tunggu sampai mereka memiliki pasangan dan dapat membangun masa depan mereka sendiri. Maka kamu sudah dapat di katakan berhasil menjadi seorang ayah... " Kata Ellena yang berhasil membuat Elyon menatap ke arahnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan itu.
" Aku harap kita bisa terus bersama hingga melihat mereka bahagia dengan jalan hidup yang mereka pilih... " Kata Elyon sambil tersenyum kecil kepada Ellena itu.
" Amin, selama Tuhan dan takdir berkehendak. Hal itu akan terjadi... " Kata Ellena yang membalas dengan senyum bahagia yang terpatri di bibirnya itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1