
" Lho.... tuan muda dan nona muda suah datang. Maaf tadi Bibik ngak tau, karena tadi Bibik ada di belakang lagi jemur baju... " Kata seorang wanita paruh baya itu.
" Ngak papa kok... Bik Inah... tadi juga Papa udah kasih kunci cadangannya sama Elyon kok Bik... jadi Elyon langsung buka ajah takut ganggu Bibik yang sibuk... " Kata Elyon dengan nada ramah dan hangat.
" Ohh... iyh lupa kalian belum pada kenal yah... Lena ini Bik Inah dia itu yang mengurus rumah ini dan dulu juga dia yang merawat aku dari kecil... " Kata Elyon pada Ellena sambil memperkenalkan Bik Inah.
" Ohh... gitu. Hallo Bik Inah nama saya Ellena... salam kenal Bik..." Kata Ellena sambil menyalami tangan Bik Inah.
" Ehh... salam kenal juga Non... ngak perlu berbicara Formal non... anda bisa bicara informal pada saya, Karena saya hanya seorang pembantu Non... jadi tidak pantas anda terlalu sopan pada saya..." Kata Bik Inah sambil menundukkan diri.
" Ihh... Bik Inah jangan gitu dong... Ellena itu ngak pernah membedakan orang menurut kasta... Kan Bik Inah lebih tua dari saya jadi saya harus menghormati Bik Inah. Jadi jangan merendahkan diri karena saya lebih tinggi kastanya dari pada Bik Inah... jadi jangan sungkan yah... Bik Inah...? di sini semua itu setara... " Jelas Ellena sambil tersenyum ramah.
" Iyah... Non... terima kasih, sepertinya Tuan Besar dan Nyonya Besar tidak salah memilih anda sebagai calon menantu mereka... dan sebagai pendamping Tuan Muda..." Kata Bik Inah dengan mata yang sudah berkaca - kaca karena merasa bahagia.
" Bik Inah bisa ajah... lho... kok Bik Inah malah nangis... jangan nangis dong Bik Inah... Sini - sini Ellena peluk... Uljima Bik Inah... Uhh... Cup... Cup... Cup... Uljima Bik Inah... " Kata Ellena sambil memeluk Bik Inah.
Bik Inah pun menangis karena bahagia bisa mendapatkan Ellena sebagai majikannya.
" Saya harap Non Ellena dan Tuan Muda Elyon tidak akan bisa terpisah lagi... semoga saja kalian selalu bahagia dan bisa melewat cobaan yang menimpa kalian... " Batin Bik Inah yang masih ada di pelukan Ellena itu.
Elyon yang melihat mereka sedang berpelukan pun hanya tersenyum bahagia.
" Lena... orang tua ku memang tidak salah dengan memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku... aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu Lena... " Batin Elyon sambil melihat mereka yang masih berpelukan itu.
" Ahh... maaf Non saya jadi meluk Non... " Kata Bik Inah sambil melepaskan pelukan Ellena dan sambil langsung menghapus air matanya itu.
" Munjeobseoyo.... jadi Bikbik ngak perlu sungkan... kan Ellena udah bilang kita itu sama cumak kita hanay beda kasta sajah... deo isang Uljima...Bik inah... " Kata Ellena sambil menghapus air mata Bik Inah.
" Apa itu U-l-ji-ma ? " Tanya Bik Inah sambil terbata - bata.
" Ohh... maksudnya Uljima... itu artinya adalah jangan menangis...." Kata Ellena pada Bik Inah.
" Ohh... itu bahasa apa yah... Non... " Tanya Bik Inah dengan bingung.
" Oh itu bahasa korea Bik... Hehe... " Kata Ellena sambil sedikit cengengesan.
" Ohh... pantesan. Bibik ngak tau itu bahasa apa, kan Bibik ngak pernah pergi ke luar negeri Non...? " Kata Bik Inah lagi.
" Hehehe... maaf Bik tadi Ellena keceplosan... mungkin Ellena terlalu lama tinggal di Korea Selatan, jadi kebiasaan makek bahasa Korea Selatan... Hehe... " Kata Ellena sambil cengengesan.
" Ngak papa kok Non... " Jawab Bik Inah sambil tersenyum kecil.
" Ya udah mending kita liat - liat rumah ini... yuk nanti keburu sore... " Kata Elyon.
__ADS_1
" Ya udah yuk Lyon... Bibik ikut juga ya sama kita...? " Tanya Ellena pada Bik Inah.
" Iyah... Non... mari saya antar... " Kata Bik Inah sambil tersenyum manis.
" Iyah... Bik Inah ayok... " Jawab Ellena.
Mereka pun pergi mengelilingi rumah itu untuk melihat - lihat ruangan-ruangan yang ada di rumah itu.
" Wah... rumah ini besar yah... desain nya juga menarik, aku suka rumah ini desainnya modern... Daebak... " Kata Ellena.
" Kamu suka banget yah... sama rumah ini...? " Tanya Elyon.
" Iyah... apalagi semua ruangannya sangat bagus dan aku suka semua desain ruangannya.... sangat Daebak... " Kata Ellena.
Elyon yang melihat Ellena sangat menyukai rumah itu pun melihatnya sangat senang.
" Ehh... tunggu dulu... itu ruangan apa kok ada tulisannya dan cat pintunya berbeda dengan yang lainnnya? " Kata Ellena sambil menunjuk ke arah pintu yang bercat biru muda dan yang terdapat tulisan MEMORY E♥️E itu.
" Ohh... ruangan ini itu... aku juga ngak tau... sebenarnya dulu aku juga penasaran sama ruangan itu... tapi Bik Inah ngak ngizinin buat buka rungan itu dan apalagi kuncinya ada di Bik Inah... " Kata Elyon.
" Tapi kenapa kok... namanya sama kayak kalungku... sih... E♥️E. Ini pasti bukan kebetulan... " Batin Ellena sambil menggenggam kalung yang ada di lehernya itu.
" Ohh... gitu Bik... kenapa kok ngak boleh di buka ruangan ini? Emang ada apanya Bik...? " Tanya Ellena pada Bik Inah.
" Ya udah kalo gitu... Bik ngak papa kok, jadi ngak usah merasa bersalah... " Kata Ellena pada Bik Inah.
" Ngak papa kok Bik... kalo Bibik udah kasih izin nanti kabari Elyon yah... Bik... " Kata Elyon.
" Ya udah Lena yuk pulang ke rumah aku, nanti Mama nyari in kita lagi... " Ajak Elyon pada Ellena.
" Ya udah yuk Lyon... Bik Inah kita pulang dulu yah...? " Tanya Ellena pada Bik Inah.
" Iyah... Non... Tuan Muda.... hati - hati di jalan Tuan Muda... " Jawab Bik Inah.
" Iyah... Bik... Elyon pergi dulu yah... Dahh... Bik..." Kata Elyon sambil keluar dari rumah itu.
" Iyah... Tuan muda... " Jawab Bik Inah lagi.
" Maaf... Tuan Muda, saya tidak bisa memberi kunci ruangan itu pada Tuan Muda. Karena ini bukan waktu yang tepat... maaf... Tuan Muda..." Batin Bik Inah dengan raut wajah yang sedih.
Elyon Ellena pun langsung menuju ke mobil sport milik Elyon.
Elyon pun menjalankan mobilnya dan meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
Saat masih di perjalanan.
" Lyon... kamu masih penasaran ngak tentang isi ruangan yang bertulisan MEMORY E♥️E itu...? " Tanya Ellena pada Elyon uang sedang fokus menyetir itu.
" Hmm... aku penasaran sih... Tapi Bik Inah masih belum mau kasih kunci itu sama aku... sebenarnya rumah itu udah di bangun untuk aku sama Papa 6 tahun lalu. Jadi kadang itu aku juga nginep di rumah itu kalo lagi liburan atau kalo ada waktu senggang ajah. Dan tentang ruangan itu... emang sudah ada sejak aku amnesia... 3 tahun lalu, jadi aku lupa semua tentang ruangan itu " Jelas Elyon pada Ellena dan masih tetap fokus memperhatikan jalan dan menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang itu.
" Ohh... gitu... Huh.... " Kata Ellena lesu.
" Sebenarnya isi dari ruangan itu apa sih... ihh... kok kau jadi penasaran kayak gini yah... Huh... " Batin Ellena dengan lesu.
" Kayak nya gw harus bicara lagi deh... sama Bik Inah... udah 3 tahun Bik Inah nyembunyi in ruangan itu dari gw. Gw harus ngomong sama Bik Inah buat kasih in kunci itu.... " Batin Elyon tetapi masih tetap fokus untuk menyetir mobilnya itu.
Beberapa menit kemudian, merekapun sudah sampai di Kediaman Keluarga Gorneo Aditya dengan selamat.
" MAMA ADELINA!!! ELLENA YANG CANTIK SEDUNIA INI UDAH DATENG!!! " Teriak Ellena saat Ellena memasuki rumah milik Keluarga Gorneo Aditya itu yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya itu.
" Lena ngak pakek teriak juga bisa kan, sakit nih... kuping Lyon... " Kata Elyon sambil menutup telinganya itu dengan kedua tangannya.
" Biarin... Bodoamat... Wlekkk... " Kata Ellena pada Elyon sambil menjulurkan lidahnya keluar.
Elyon yang melihat tingkah laku calon istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Huh... sabar... dia itu calon istri lo... Elyon... jadi harus sabar... " Batin Elyon sambil mengelus - elus dada itu.
" Ehh... calon mantu Mama udah dateng... kok lama sih... sayang...? " Tanya Mama Adelina setelah memeluk Ellena.
" Maaf... Mah... tadi kita pergi dulu buat liat - liat rumah yang akan kita tempati setelah menikah itu... " Jawab Ellena pada Mama Adelina.
" Ohh... ya udah ayok masuk dulu... " Ajak Mama Adelina pada Ellena.
Mama Adelina dan Ellena pun pergi ke ruang keluarga untuk mengobrol - ngobrol dan meninggalkan Elyon yang masih ada di belakang pintu itu.
" Huh... nasib - nasib... kalo calon mantu nya udah dateng pasti anak nya sendiri... di lupain Huh... Terserah lah... " Batin Elyon.
Elyon pun langsung pergi menaiki tangga untuk pergi menuju ke kamarnya itu, setelah membersihkan diri Elyon pun pergi ke ruang keluarga untuk menghampiri Mama nya dan Calon istri nya itu yang sedang mengobrol - ngobrol itu.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, and Vote. Yah...😊💜
Annyeong...👋👋
__ADS_1