
Waktu makan siang pun telah tiba, dan di dalam ruang makan di keluarga kecil Elyon pun di selimuti dengan rasa canggung karena perdebatan Ayah dan anak beberapa waktu lalu itu.
Lihat lah sekarang, bahkan mereka saling melempar tatapan dingin satu sama lainnya dan Ellena pun hanya bisa menghela nafas, memang sudah biasa terjadi pertengkaran antara Ayah dan anak tersebut, namun mungkin untuk kali ini akan sulit untuk menyatukan ayah dan anak yang sama - sama keras kepala dengan mementingkan egonya masing - masing itu.
" Nanti malam kita jadikan datang ke acara ulang tahun perusahaan milik Argara? " Tanya Ellena yang membuka obrolan setelah menyelesaikan makan siangnya untuk menghilangkan atmosfer dingin yang menyelimuti mereka itu.
" Hmm. Tentu... " Balas Elyon dengan singkat itu.
" Baiklah. Sekarang Erren ayok pergi ke kamar Papa sama Mama untuk tidur siang..." Kata Ellena yang mengajak putranya untuk pergi ke kamarnya agar dapat tidur siang itu.
Seharusnya Elyon yang mengajak Erren untuk tidur siang, kalian belum lupa kan dengan kebiasaan Erren yang setiap tidur dan bangun harus Elyon yang berada di samping nya itu.
Tetapi untuk kali ini, Ellena yang akan mengajak putranya untuk tidur siang. Karena hubungan ayah dan anak tersebut yang sedikit bermasalah akibat pertengkaran beberapa waktu lalu itu.
" Erren tidur sendiri di kamar Erren Ma... " Balas Erren yang tadi sekilas menatap dingin ke arah Sang Papa yang kemudian berjalan menuju lift untuk pergi ke kamarnya itu.
" Hufft. Apa kamu ngak mau bujuk Erren? " Tanya Ellena kepada Elyon yang masih diam dengan wajah datarnya itu.
" Biarin ajah. Aku ngak mau sampai ngeluarin emosi di depan Erren kayak tadi..." Kata Elyon yang masih perlu meredakan emosi nya yang masih sedikit bergemuruh di dalam hatinya itu.
" Hufft. Aku harap keputusan kamu ngak akan buat Erren malah benci sama kamu... " Kata Ellena setelah menghela nafas pasrah itu.
" Kamu dulu yang bilang. Kalau aku ngak perlu nyalahin diri aku sendiri karena ini semua adalah takdir Tuhan. Tapi sekarang kamu malah berbanding balik dengan semua ucapan mu waktu itu ke Lena... " Kata Ellena yang kemudian berjalan menyusul Erren ke kamarnya itu.
Sedangkan Elyon pun di buat tak berkutik setelah mendengar semua perkataan istrinya tadi, hingga Elyon hanya bisa menghela nafas dengan pasrah itu.
Malam hari telah tiba.
Malam ini keluarga kecil Elyon akan pergi ke acara pesta ulang tahun perusahaan milik Aragara yang akan di selenggarakan di salah satu hotel terbaik dari cabang perusahaan milik Argara itu.
" Yaps. Sekarang Erren udah siap, yok ke bawah kita berangkat... " Kata Ellena setelah memasangkan pita pada leher putranya itu.
" Oke... " Kata Erren sambil membentuk huruf O dengan telunjuk dan ibu jarinya itu.
Setelah itu, mereka pun turun ke lantai bawah menggunakan lift dan saat di lantai bawah pun berdirilah Elyon yang terlihat sudah rapi dengan setelan baju formal nya itu.
" Kok baju Erren sama kayak Papa? ", Tanya Erren dengan tampang wajah tak suka kepada Elyon itu.
" Sayang kan biasanya kita pakai baju couple saat pergi acara... " Balas Ellena yang kemudian teringat tentang pertengkaran putranya dengan suaminya yang masih belum mereda itu.
" Kita berangkat... " Kata Elyon yang langsung berjalan keluar dari dalam kediaman nya itu.
" Ya sudah ayok kita berangkat... " Kata Ellena yang langsung menggandeng tangan sang putra yang biasanya selalu meminta di gendong oleh sang Papa itu.
" Hmm... " Balas Erren yang ahnay berdehem dengan wajah yang berubah datar itu.
" Huftt. Sampai kapan acara pertengkaran Ayah dan anak ini berakhir... " Batin Ellena yang sudah lelah dengan tingkah suaminya serta anak nya yang masih berperang dingin tanpa ada yang mau mengalah itu.
Keluarga kecil tersebut pun mulai melajukan kendaraannya menuju tempat acara yang mereka tuju untuk malam ini itu.
Di tempat acara.
" Hai Ellena! Udah Alma ngak ketemu... " Kata Kanaya yang berlari menuju Ellena dan kemudian memeluknya dengan rindu itu.
" Gimana mau ketemu, kalau Lo nya ajah asik bulan madu sama suami Lo... " Kata Ellena sambil membalas pelukan dari temannya itu.
__ADS_1
" Ih apaan sih. Waktu itu cuma perjalanan bisnis bukan bulan madu, tapi sekalian juga bulan madu sih. Hehehe... " Kata Kanaya yang kemudian terkekeh lucu itu.
" Dasar udah setahun nikah. Masih ajah kelakuan kayak pengantin baru... " Kata Ellene dengan muka jengkelnya itu.
Iyah memang benar. Setahun yang lalu Argara dan Kanaya telah melangsungkan pernikahan untuk menyusul para teman nya yang lain itu.
" Ellena!! " Panggil Ellina yang berlari kecil sambil memegangi perut besarnya itu.
" Jangan lari - lari sayang!!! " Kata Gerio yang juga ikut berlari kecil menyusul istrinya itu.
" Ellina jangan lari woy! Kalau Lo brojol di sini bisa berabe nantik! " Kata Ellena yang sudah berada di dalam pelukan Ellina itu.
Yah sebenernya Beberapa bukan lalu dia di nyatakan hamil tepat di ulang tahun Anniversary pernikahan mereka yang kedua dan sekarang usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke delapan itu.
" Gw kangen sama Lo... " Kata Ellina dengan nada yang di lebih - lebihkan kepada Ellena itu.
" Alay! Ngak sampek seminggu kita ngak ketemu yah! " Kata Ellena yang jengah dengan sifat Ellina yang berlebihan itu.
" Hehehe. Tapi kan tetep kangen... " Kata Ellina setelah sedikit cengengesan itu.
" Sayang jangan lari - lari nantik kalau anak kita kenapa - Napa gimana? " Kata Gerio yang kesal dengan sikap istri bar - barnya sambil mengelus halus perut buncit sang istrinya itu.
" Maaf... " Kata Ellina sambil mengerucutkan bibirnya dengan lucu itu.
Sedang Gerio pun hanya bisa menghela nafas pasrah dengan sifat istrinya yang tak dapat di prediksi itu.
" Eh. Udah dateng semua kalian... " Kata Sherly yang datang dengan Ellen sambil memeluk posesif lengan kiri suaminya itu.
" Btw. Gw kok ngak lihat Erren, Emang Erren kemana? " Tanya Kanaya yang kemudian tersadar jika tak melihat keberadaan keponakan nya itu.
Oskar Nobertio Carion Anggara adalah putra dari sepasang suami istri Ellena Andana Axell Carion Anggara dengan Sherly William Adijaya itu.
Lalu Kanaya pun menganggukkan kepalanya mengerti dengan semua perkataan yang di lontarkan oleh Ellena itu.
" Argara mana? " Tanya Gerio pada Kanaya itu.
" Tuh... " Kata Kanaya sambil lirikan matanya yang menunjuk ke arah Elyon dan Argara yang sedang berjalan menuju ke arah mereka itu.
Bersamaan dengan hal tersebut, Erren dan Oskar pun juga berjalan kecil ke arah orang tua mereka itu.
" Mama!!! " Kata Erren yang langsung memeluk kaki Ellena itu.
" Asik nagk main sama Oskar... " Kata Ellena yang kemudian menggendong sang Putra itu.
" Seneng Ma!!! Oskar baik sama Erren... " Kata Erren dengan penuh antusias itu.
" Thanks udah dateng ke acara kita... " Kata Argara sambil memeluk pinggang Kanaya dengan posesif itu.
" Santai ajah kalik... " Kata Gerio yang di angguki oleh teman - teman nya yang lain itu.
" Utututu Erren. Tumben banget ngak nemplok sama Papanya... " Kata Ellina sambil mencubit kecil pipi Erren gembul itu.
" Jangan bicarain Papa. Papa jahat!!! " Kata Erren yang langsung memalingkan wajahnya dengan kesal itu.
" Kenapa? " Tanya Ellen yang kemudian atensi mata mereka pun mengarah kepada Elyon yang masih setia berdiri tegak dengan wajah datarnya itu.
__ADS_1
" Seperti biasa... " Balas Elyon dengan singkat yang sayangnya tak memuaskan rasa penasaran para teman nya itu.
Kemudian atensi mata mereka pun menatap ke arah Ellena yang masih setia menggendong Erren itu.
" Hufft. Oke gw jelasin... " Kata Ellena yang mulai menceritakan awal mula pertengkaran antara Ayah dan anak yang sekarang sedang berperang dingin itu.
Setelah selesai mendengar cerita Ellena, mereka pun menganggukkan kepalanya mengerti akan asal mula akar terjadinya pertengkaran antara Ayah dan anak itu.
" Apa salah nya kasih Erren izin buat pergi ke summer camp. Di sana juga akan ada banyak orang, jadi Lo ngak perlu takut kalau Erren bakal kenapa - Napa... " Kata Gerio yang mencoba memberi pengertian kepada Elyon itu.
" Untuk kali ini gw setuju dengan Gerio. Memang apa yang Lo takutin? " Kata Argara yang menyetujui perkataan Gerio barusan itu.
" Hah. Kalian harus nya tahu apa yang gw takutin ini semua demi keselamatan Erren sendiri... " Kata Elyon yang masih tetap kekeh dengan keputusan nya itu.
" Apa salahnya kasih kebebasan untuk Erren... " Kata Ellen yang kemudian turun tangan untuk mencoba menjelaskan kepada Elyon yang sedang dalam mode keras kepala itu.
" Bang! Musuh gw ada di mana - mana! Gw ngakmau yah kalau anak gw kenapa - Napa. Dan kejadian tiga tahun lalu terulang lagi! " Kata Elyon dengan penuh emosi itu.
Perdebatan mereka pun terhenti saat mendengar suara tangis dari Erren yang masih dalam gendongan Mama nya itu.
Seperti mereka lupa jika Erren dan Oskar masih setia mendengarkan perdebatan mereka barusan itu.
" Hiks... Hiks... Hiks... Papa jahat! " Kata Erren sambil meronta - ronta dalam gendongan Mamanya itu.
" Cup... Cup... Cup. Jangan nangis dong anak Mama, Erren kan anak kuat masak nangis sih... " Kata Ellena yang mencoba menenangkan putranya yang berada dalam gendongan nya itu.
" Papa jahat! Erren juga mau kayak anak yang lain ikut ke summer camp. Erren juga mau kayak temen - temen yang lain bisa main kemana ajah dengan bebas! Hiks... " Kata Erren yang mulai mencurahkan semua unek - uneknya itu.
" Erren mau bebas! Erren ngak suka kalau ada bodyguard yang selalu ngawasin Erren! Erren ngak suka! Erren itu manusia bukan burung! Erren mau bebas!!! Huaa!!! " Teriak Erren dengan tangisannya yang semakin kencang itu.
Ellena pun di buat kelimpungan karena tangisan anaknya yang mengundang atensi mata para tamu menatap ke arah mereka itu.
" Gw keluar dulu nenangin Erren... " Kata Ellena yang kemudian berjalan keluar dari aula tempat di adakan nya acara pada malam ini itu.
" Lihat! Posesif berlebihan juga akan berdampak buruk untuk Erren... " Kata Sherly yang menggendong sang putra yang sudah tertidur sejak tadi itu.
" Elyon, seharusnya lo ngawasin Erren tanpa harus dia sadari. Dengan cara ini, dia bisa ngerasa bebas tanpa di kekang. Tapi dengan cara Lo itu malah membuat Erren semakin terkekang Elyon... " Kata Gerio yang mencoba memberi pengertian kepada Elyon itu.
" Semua hal yang berlebihan ngak akan berakhir baik... " Kata Argara yang ikut menasehati Elyon itu.
" Elyon. Please, hilangin sifat keras kepala Lo. Dengan Lo terus bersikap kayak gini, Lo sama ajah bikin Erren stres dengan semua kekangan yang dia rasakan... " Kata Ellina yang mencoba menurun ego Sorang Elyon Deren Gorneo Aditya itu.
" Gw ngak mau tahu! Kalau keponakan gw kenapa - Napa, Lo yang bakal menanggung semuanya! " Kata Ellen dengan tegas kepada Elyon itu.
Elyon pun hanya diam mendengarkan semua nasehat dan penjelasan dari Kakam ipar dan para teman nya itu.
Setelah puas terdiam, Elyon pun langsung berlari keluar dari aula untuk menyusul Ellena yang sedang menenangkan Erren yang menangis dengan histeris tadi itu.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
Mohon di maafkan jika terdapat typo yang bertebaran. Karena masih belum aku revisi...🙏🏻
Annyeong...👋👋
__ADS_1