Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 30


__ADS_3

Masih dengan lanjutan cerita Ellena dan Elyon Tiga Tahun Lalu.


" Karena kalo bukan karena bukan Pak sopir itu ngak berhenti mendadak... Lyon kan jadi ngak bakal berciuman sama Lena... " Jawab Elyon sambil mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Ellena yang sedang memandangnya itu.


" Ihhh... dasar Lyon mesum... " Kata Ellena dengan malu sambil mendorong wajah Elyon agar tidak mendekat pada wajahnya.


" Hahaha... Lena lucu banget kalo lagi malu gituh... Hahaha... " Kata Elyon sambil tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah Ellena yang menggemaskan saat sedang malu itu.


" Bodoamat... au... ah... gelap... " Kata Ellena sambil memalingkan wajahnya itu karena malu dan kesal.


" Ihh... jangan ngambek dong... kan cumak bercanda... " Elyon sambil memalingkan wajah Ellena yang kesal dan masih malu itu ke hadapan mukanya.


" Tapi kalo bukan karena kejadian itu... Elyon juga ngak akan bakal tahu. Kalo Lyon itu udah suka sama Lena saat pandangan pertama kita... " Kata Lyon.


" Dan karena kejadian itu juga... Lyon jadi punya keberanian untuk berusaha membahagiakan Lena dan mengungkapkan Perasaan Lyon sama Lena... " Lanjut Elyon lagi.


" Hmm... Lena juga sebenarnya... setelah kejadian itu Lena jadi tahu kalo Lena juga sebenarnya suka sama Lyon... tapi Lena selalu menepis perasaan itu, Karena Lena takut kalo Lena itu suka sama Lyon cumak karena kagum ajah... " Kata Ellena.


" Tapi sekarang cinta Lena nya Lyon buat Lyon nya Lena... Tulus atau cumak kagum nih...? " Goda Elyon pada Ellena.


" Yah... tulus dong... masak cumak kagum... berarti kalo Lena cumak kagum sama Lyon... pasti saat Lyon ada masalah... Lena pasti pergi ninggalin Lyon dan cari yang lain... " Jawab Ellena.


" Jadi cintanya Lena buat Lyon tulus dong...? kan Lena selalu buat Lyon suka maupun duka selama 3 tahun ini... " Kata Elyon.


" Pasti dong... semoga kita selalu bersama. Lyon kalo kamu bosan sama kau suatu hari nanti tolong bilang sama Lena dari jauh - jauh hari yah... supaya Lena bisa nyiapin hati Lena buat ngelepasin Lyon untuk mencari wanita yang lebih baik lagi buat Lyon... " Jelas Ellena.


" Lyon akan berusaha untuk selalu untuk Lena... jadi saat Lena masih tanggung jawab Lyon. Lyon akan berusaha untuk membahagiakan Lena... kalo suatu saat nanti Lena... udah bosan sama Lyon dan cari pria yang lebih baik buat Lena... lyon akan mencoba ikhlas kok... karena kita hanya sebatas pacar... dan tidak berhak melarang Lena berlebihan... karena Lena berhak untuk mencari pasangan yang lebih baik lagi... " Kata Elyon.


" Lena kan berusaha untuk selalu bersama Lyon... dan akan berusaha membantu Lyon menjadi orang yang lebih baik lagi... Maukah Lyon membangun kepercayaan dalam hubungan kita ini... karena hubungan harus di dasari dengan kepercayaan... " Kata Ellena sambil tersenyum manis pada Elyon.


" Tentu... Lyon akan berusaha untuk percaya sama Lena... Lena juga yah... tolong selaku percaya pada Lyon...?" Kata Elyon.


" Tentu... mari kita saling percaya satu sama lain... dan membuat masa depan yang lebih indah lagi..." Kata Ellena.


" Perjalanan kita masih lama... ku harap perjalanan cinta kita suatu hari juga akan kita lewati di campus ini juga... " Kata Elyon sambil memandang bulan yang ada di langit malam itu.


Beberapa menit mereka berdiam dengan pikiran mereka masing-masing dan sambil memandangi bulan yang bersinar di langit malam itu.


" Lyon... apa Lyon masih menyimpan kotak P3K yang Lena buat untuk Lyon...? " Tanya Ellena.


" Hmm... Lyon masih menyimpannya di Ruang MEMORY E♥️E... di rumah yang di belikan Papa untukku saat aku masih kelas 1 SMP dulu... " Jawab Elyon.


" Ohh... begitu... " Balas Ellena singkat.


" Hmm... bahkan coklat yang Lena berikan untuk Lyon masih ada... walaupun Lyon sudah memakan coklatnya... tapi bungkus coklatnya masih ada kok... Lyon taruh di bingkai untuk pajangan... agar Lyon selalu ingat jika tugas Lyon memang untuk membahagiakan Lena... tapi Lyon juga berhak untuk bahagia juga... dan Lyon akan berusaha... untuk membuat hidup Lyon selalu bahagia dan bisa manis semanis coklat... " Kata Elyon.


" Emm... tapi Lena bingung kenapa Lyon kasih ruangan itu dengan nama MEMORY E♥️E, bukankah E♥️E itu artinya... Ellena♥️Elyon...? " Tanya Ellena dengan sedikit bingung.


" Iyah... itu memang benar... karena di Ruangan itu... terdapat semua kenangan kita... saat pertama kali kita bertemu... sampai sekarang kita selalu bersama selama 3 tahun... " Jelas Elyon.


" Ohh... gituh... kapan - kapan Lena mau liat dong ruangan itu... Lena kan jadi penasaran... " Kata Ellena dengan nada yang sangat penasaran.


" Kapan - kapan yah... karena ruangannya masih aku renovasi supaya lebih bagus lagi... Oke...? "


Kata Elyon pada Ellena.


" Hmm... Baiklah... Lena akan menunggu sampai ruangan MEMORY E♥️E udah di renovasi... " Kata Ellena dengan nada yang sedikit sedih.


" Sabar oke... nanti kalo udah selesai... Lyon kasih lihat kok buat Lena... Sabar oke...? " Hibur Elyon pada Ellena sambil mengelus rambut Ellena dengan lembut.


Ellena pun hanya menganggukkan kepalanya saja untuk menjawab perkataan Elyon tadi.


" Lyon... Lena minta maaf yah... karena selama ini Lena ngak pernah kasih hadiah yang mewah buat Lyon... selama ini Lena selalu kasih hadiah buat Lyon yang biasa - biasa ajah... dan aneh lagih... Maaf Lyon..." Kata Ellena sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


" Lena... kenapa harus minta maaf... kata Lena di kamus kita ngak ada kata minta maaf sama terima kasih... " Kata Elyon.


" Lena... Lyon ngak pernah berharap kok... bisa dapet hadiah yang mewah dari Lena... bahkan seharusnya Lyon yang kasih hadiah yang mewah buat Lena... " Kata Elyon lagi.


" Enggak kok... Lena ngak butuh hadiah yang mewah dari Lyon... yang Lena itu yang kasih... walaupun hadiah nya sederhana... tapi yang memberikannya itu dengan kasih sayang... " Kata Ellena.


" Nah... itu yang Lyon maksud... ngak butuh hadiah yang mewah dari Lena... yang penting Lena kasih nya dengan penuh kasih sayang buta Lyon..." Kata Elyon.


" Walaupun hadiah dari Lena buat Lyon itu... cumak sederhana dan aneh... tapi ada makna di balik semua hadiah itu... dan dengan semua hadiah yang di berikan oleh Lena buat Lyon itu malah membuat Lyon jadi orang yang lebih baik... dan mengajarkan Lyon untuk selalu mencintai diri sendiri dan baru setelah itu belajar mencintai orang lain..." Kata Elyon.


" Lena senang... jika Lyon menerima Lena apa adanya... Gomawo... " Kata Ellena.

__ADS_1


" Ngak ada kata Minta maaf dan terima kasih Lena... dalam kamus kita... " Kata Elyon lagi sambil mencubit hidung Ellena yang membuta gemas Elyon itu.


" Hehehe... Lupa... " Kata Ellena sambil cengengesan.


Elyon yang melihat itu pun hanya mengelus rambut Ellena dengan lembut sambil tersenyum manis pada Ellena.


" Ku harap kita akan selamanya seperti ini... Lyon... dan bisa melewati semua... rintangan kita bersama - sama dengan cinta kita yang tulus ini... " Batin Ellena yang rambutnya masih di elus oleh Elyon itu.


" Dan ku harap kita akan selalu begini untuk selamanya dan tak kan terpisahkan walaupun apa pun rintangannya itu... " Batin Ellena lagi.


" Ohh... Lena masih ingat ngak besok itu hari apa? " Tanya Elyon lagi pada Ellena.


" Emm... tau dong... besok adalah hari di mana kita di persatu kan... bener kan...? " Kata Ellena.


" Bener dong... besok adalah hari Anniversary ke 3 kita... dan dima hari itu adalah hari yang paling membahagiakan untuk kita... " Kata Elyon lagi.


" Iyah... Lyon bener... " Kata Ellena dengan memasang senyum yang manis.


" Jadi besok malam... Lyon jemput Lena yah... jangan lupa... dadan yang cantik oke... " Kata Elyon lagi.


" Oke... " Kata Ellena sambil membentuk jari - jari tangan kanan nya membentuk huruf O dengan menggunakan jari telunjuknya dan ibu jari nya.


" Ya udah... yuk pulang nanti kemalaman... terus di marahin Mama Emely lagi nanti... udara dingin juga ngak baik buat tubuh... " Ajak Elyon.


" Ya udah yuk... " Kata Ellena.


Elyon dan Ellena pun langsung pergi menuju mobil mereka dan Elyon tak lupa mengunci gedung kampus itu sebelum pulang.


Mereka akhirnya pulang, Elyon pun mengantarkan Ellena pulang terlebih dahulu ke rumah Ellena dan setelah itu Elyon pun pulang kerumahnya sendiri.


Keesokan harinya.


Pada malam hari di Kediaman Carion Anggara.


Di kamar Ellena.


Ellena pun sudah siap dengan dress nya yang berwarna ungu dan juga tak lupa memakaikan make up tipis di wajahnya yang sudah cantik natural itu.



Setelah itu Ellena pun mengambil tasnya dan Paper Bag yang berisikan hadiah untuk Elyon.


Setelah itu Ellena pun keluar kamarnya untuk menunggu Elyon di ruang tamu yang akan datang menjemputnya itu.


Saat akanbmenuruni tangga Ellena pun merasakan perasaan yang ngak enak.


" Kenapa... perasaan ku ngak enak yah... " Batin Ellena yang sedikit cemas itu.


" Ya ampun Ellena jangan berfikiran negatif... pasti ngak akan terjadi apa - apa... ayok... positif thinking... " Gumam Ellena untuk menyemangati diri nya.


Ellena pun melanjutkan langkahkan kakinya untuk menuruni tangga, saat di tengah tangga Ellena pun mengentikan kakinya karena mendengar suara handphonenya yang ada di tas nya berbunyi itu.


Ellena pun mengambil handphonenya itu yang ada di dalam tasnya itu, untuk mengangkat telfon.


" Ohh.. Lyon yang telfon... " Gumam Ellena lagi saat melihat nama kontak yang menelfon nya dan yang tertera di handphonenya itu.


Ellena pun langsung mengangkat nya.


Mode On Telefon.


Ellena : Hallo Lyon nya Lena...


Aku udah si...


Orang Yang Tak di Kenal : Maaf nona... sama


bukan Mas Lyon. Saya


itu penjual di pinggir


jalan Mbak...


Ellena : Kok handphone pacar


saya ada di anda?

__ADS_1


Terus pacar saya di


dimana sekarang?


Orang Yang Tak di Kenal : Jadi begini mbak...


orang yang punya


handphone ini...


mengalami kecelaka-


an... dan sudah di


ke RS.


Ellena : APA!! KECELAKAAN!!


Ellena yang kaget pun tanpa sengaja langsung menjatuhkan kan handphonenya ke lantai hingga kaca handphone itu hancur dan juga menjatuhkan Paper Bag yabg dia bawa itu.


" Ngak... ngak mungkin... Lyon kecelakaan.... Hiks... Hiks... " Kata Ellena yang tak percaya itu sambil menangis.


" AKHHH!!! HIKS... HIKS... HIKS... KENAPA INI TERJADI TUHAN!!! " Teriak Ellena dengan frustasi.


" Hiks... Hiks... aku harus ke Rumah Sakit sekarang... " Kata Ellena.


Ellena pun langsung berlari sambil menuruni tangga, dan karena Ellena memakai sepatu hak tinggi Ellena pun terpeleset dan jatuh dari tangga atas hingga tangga bawah.


" AAAA...!!! " Teriak Ellena yang terpeleset itu.


BRAK...


" E... E... Ely... Elyon.... " Kata Ellena yang sudah tergelatak dengan bersimbah darah itu karena kepalnya yang terluka itu.


" E... E... Elyon... A... A... Aku... Men... Cin... Tai... Mu... " Kata Ellena yang terbata - bata itu.


Setelah itu Ellena pun tak sadarkan diri karena terlalu banyak mengeluarkan darah.


Ellena tidak tahu jika hari Anniversary ke 3 Ellena dan Elyon adalah hari di mana mereka di pisahkan.


Mama Emely yang mendengar teriakan Ellena dari dapur pun langsung pergi menemui Ellena.


" Sayang kenapa - napa sih... kok teriak - teriak...? " Tanya Mama Emely sambil membawa segelas susu itu dan masih belum menyadari jika Ellena sudah tergelak tak berdaya itu.


PYARR....


Suara gelas yang pecah.


" YA AMPUN ELLENA!!! " Teriak Mama Emely yang melihat putri yang sudah tergeletak tak berdaya itu.


Mama Emely pun langsung menghampiri Ellena dan memangku kepala Ellena di paha nya, yang sudah bersimbah darah itu.


" Ellena bangun Nak... Hiks... Hiks... Hiks... Ellena putri Mama...kenapa kok bisa begini sih...? Hiks... Hiks... " Kata Mama Emely yang menangisi itu sambil mengelus kepala Ellena yang berlumuran darah itu.


" Mah... ada apa sih... kok teriak - teriak... " Kata Ellen yang mendengar mamanya berteriak tadi.


Ellen pun kaget saat melihat adiknya itu sudah tergeletak dengan bersimbah darah itu.


" ELLENA!!! " Kata Ellen sambil berlari menghampiri Ellena yang sudah tergeletak itu dan beserta mamanya yang sudah menangis histeris itu.


" ELLENA!!! BANGUN ELLENA!!! " Teriak Ellen sambil menggoyang - goyangkan tubuh Ellena untuk menyadarkannya.


" Mah... Ellena kenapa kayak gini...? " Kata Ellena yang sudah berlinang air mata itu.


" Mama... juga ngak tau... tadi Ellena teriak... terus.. mama samperin... Ellena udah kayak ginih... Hiks... Hiks... " Kata Mama Emely sambil masih menangis itu.


" Ya udah Kita bawa Ellena ke rumah sakit sekarang... " Kata Ellen lagi sambil menggendong Ellena yang masih tak sadarkan diri itu.


Mama Emely dan Ellen pun membawa Ellena ke rumah sakit untuk di tangani dokter.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa, like, comment, and, Vote. Yah...😊💜


Annyeong...👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2