Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 93


__ADS_3

Setelah di luar gedung tempat acara di laksanakan, Elyon pun berlari menuju taman dekat gedung tersebut saat mendengar suara tangisan Erren yang masih belum berhenti itu.


" Erren... " Panggil Elyon sambil berjalan ke arah Ellena yang sedang menimang Erren dalam gendongan nya itu.


" Hiks... Hiks... Huaaa... " Suara tangisan Erren yang malah semakin menjadi - jadi saat melihat sang Papa yang berjalan menghampirinya itu.


" Papa jahat! Papa jahat!!! " Teriak Erren sambil meronta - ronta dalam gendongan sang Mamanya itu.


" Cup... Cup... Cup. Udah sayang jangan nangis terus nanti suaranya hilang lho... " Kata Ellena yang mencoba membujuk sang putra itu.


" Ma Erren mau pergi ke summer camp... " Kata Erren yang masih kekeh akan permintaan nya itu.


Ellena pun hanya diam tanpa mau menjawab perkataan sang anak karena dia tahu jika Elyon masih akan tetap tegutakan prinsip nya itu.


" Erren boleh pergi ke summer camp... " Kata Elyon yang sudah berdiri di samping istrinya yang masih menenangkan Erren di dalam pelukan nya itu.


" Beneran? " Kata Erren yang langsung menatap sang Papa dengan raut wajahnya seperti meminta penjelasan itu.


" Dengan satu syarat. Erren akan bawa dua pengasuh termasuk Bik Inah... " Kata Elyon dengan suara yang tak ingin di bantah itu.


" Terserah, yang penting Erren ke summer camp. Yee!!! Akhirnya Erren pergi ke summer camp!!! " Kata Erren yang kemudian langsung meronta - ronta dalam gendongan sang Mama itu.


" Makasih Papa. Karena izinin Erren pergi ke summer camp!!! " Kata Erren yang kemudian langsung memeluk salah satu kaki panjang papanya itu.


Kemudian Elyon pun berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan sang anak itu.


" Apa imbalannya? " Tanya Elyon yang mengelus sayang rambut putranya itu.


CUP...


Erren yang paham akan maksud Papanya pun langsung mencium salah satu pipi Papanya, lalu kemudian memeluknya dengan penuh kebahagiaan itu.


" Erren sayang Papa. Love you... " Kata Erren yang kemudian melepaskan pelukannya pada sang Papa itu.


" Too, son... " Balas Elyon kepada putranya itu.


" Horre!!! Erren mau parang ke uncle sama Aunty kalau Erren akan pergi ke summer camp!!! Yee!!! " Kata Erren yang langsung berlari memasuki gedung tempat acara di laksanakan dengan beberapa bodyguard yang mengikuti itu.

__ADS_1


" Kamu yakin? " Kata Ellena yang sedikit ragu akan keputusan Elyon itu.


" Hmm. Jangan dikira aku akan melepaskan Erren begitu saja? " Kata Elyon yang menatap Ellena sambil tersenyum smrik itu.


" Lalu??? " Tanya Ellena yang bingung kepada Elyon itu.


" Aku akan suruh beberapa anggota M-GA untuk mengawasi Elyon dari kejauhan... " Balas Elyon kepada sang istri itu.


" Huftt. Kamu ngak pernah berubah... " Kata Ellena yang tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya itu.


Ellena fikir Elyon akhirnya bisa memberikan kebebasan untuk putra sulung mereka tapi ekspektasi nya tak sesuai realita. Lihat lah sekarang, Elyon malah menyuruh beberapa anggota mafianya untuk mengawasi putranya dari kejauhan itu.


Memang yah, jika sudah posesif kepada sesuatu. Maka jangan harap mereka akan berhenti atau menghilangkan rasa posesif mereka yang sudah mendarah daging, seperti Elyon contohnya itu.


" Lena aku tak kan siap untuk memberikan izin Erren untuk melihat dunia yang terkadang kejam ini... " Kata Elyon yang entah kenapa tatapan matanya merubah menjadi sendu itu.


" Aku tahu kamu bukan takut Erren dalam bahaya dan lebih dari pada itu. Kamu lebih takut Erren tahu rahasia terbesar yang kita sembunyikan dan di ketahui oleh nya... " Kata Ellena yang sama khawatir dengan suaminya itu.


Sebenarnya Ellena tak kuasa untuk terus menahan Erren dalam zona nyamannya. Karena akan ada saat nya jika Erren pasti ingin merasakan bagaimana dunia luar yang belum pernah dia jelajahi itu.


Namun selalu saja ada sesuatu yang menghalangi niat mereka karena di luar sana sangat banyak orang - orang yang memanfaatkan keluguan putra mereka untuk keuntungan mereka sendiri itu.


" Sampai kapan kita akan terus takut dalam lubang penuh kegelapan ini? " Tanya Ellena pada Elyon sambil menatap bunga - bunga yang mekar di taman itu.


" Sampai kapan pun Erren tak akan pernah mengenal dunia luar! " Kata Elyon dengan nada penuh ketegasan itu.


" Dan pada akhirnya Erren membenci kita? " Tanya Ellena yang kemudian menatap sang suami itu.


" Jika dengan cara itu Erren akan tetap bersama mereka, maka akan ku lakukan... " Balas Elyon yang masih menatap dingin ke arah taman itu.


" Aku tak kan terima jika Erren membenci kita. Itu sama saja rasanya saat Erren pergi dari kita... " Kata Ellena yang kemudian menentangnya perkataan Elyon itu.


" Di luar sana banyak orang yang mengincar putra kita. Aku bahkan rela di benci putraku sendiri daripada melihatnya pergi atau terluka... " Kata Elyon yang kemudian menatap sang istri dengan wajah datarnya itu.


" Kamu hanya takut Erren tahu rahasia kita selama tiga tahun ini... " Kata Ellena yang mencoba menarik Elyon dalam lubang kegelapan yang penuh akan kekhawatiran itu.


" Cukup Lena! Ini keputusan kita! Sampai kapan pun Erren tak akan pernah mengenal dunia luar! Dan aku tak kan pernah mengizinkan siapa pun untuk mengungkit masalah ini... " Kata Elyon dengan nada dingin dan penuh akan amarah itu.

__ADS_1


" Apa lo bisa menjamin Erren tak kan tahu rahasianya yang hanyalah seorang anak angkat di dalam keluarga Gorneo Aditya? " Kata orang tersebut yang langsung membuat atensi pasangan suami istri tersebut menoleh padanya itu.


" Apa maksud Lo? " Tanya Elyon dengan penuh penekanan itu.


" Sampai kapan lo akan terus merahasiakan ini dari Erren. Ingat Erren tak akan selama menjadi balita yang belum tahu apa - apa, seiring berjalannya waktu dia akan tahu identitas dia yang sebenarnya... " Kata Ellen yang menghampiri kedua suami istri itu.


Pada akhirnya Elyon pun diam karena perkataan Kakak iparnya tersebut, memang benar sampai kapan dia akan merahasiakan ini semua. Ingatlah sepandai - pandai tupai melompat akan ada kalanya dia terjatuh juga itu.


Jadi mau seberapa lama kita menyembunyikan rahasia pasti akan ada kalanya rahasia tersebut terbongkar itu.


Apalagi rahasia ini sudah banyak di ketahui oleh orang - orang di masyarakat, walau di tutupi sedemikian baik pun akan ada kalanya para musuh Elyon memanfaatkan hal ini dengan menjatuhkan Erren yang sekaligus menjatuhkan kelemahan seorang Elyon Deren Gorneo Aditya itu.


" Jangan egois Elyon. Erren juga perlu tahu akan asal - usulnya, akan ada saatnya dia mengetahui semua ini. Jadi gw harap lo akan beritahu dia sejujur - jujurnya, akan lebih sakit jika dia mengetahui semua ini dari orang lain... " Kata Ellen yang mencoba memberikan nasihat kepada Adik iparnya itu.


" Aku tak ingin Erren pergi kak... " Balas Ellena yang di sisi lain takut jika Erren akan pergi darinya karena dua tahun lalu banyak orang yang terus mengaku sebagai keluarga kandung putranya itu.


" Kalian punya hukum yang kuat untuk apa takut dengan hal yang belum tentu terjadi? Beritahu Erren jika kedua orang tua kandung nya telah tiada, maka kakak yakin Erren akan mengerti... " Kata Ellen yang mencoba memberi sedikit ketenangan agar rasa takut adiknya tersebut bisa sedikit terobati itu.


" Jika dia kembali dengan keluarga besar kandungnya? Banyak hal yang tidak mungkin kami bongkar pada Erren... " Kata Ellena yang mulai frustasi dengan semua pikiran - pikiran buruk yang terus bersarang di dalam otaknya itu.


" Dalam hukum Erren adalah anak kalian, Erren akan mengerti karena dia adalah anak yang cerdas dan dewasa. Jadi untuk apa kalian takut? Bahkan Erren tak bisa berpisah dengan kalian walau sedetik saja..." Kata Ellen pada Ellena itu.


" Dia juga ngak akan bisa kembali dengan keluarga kandung nya karena hukum yang mengikat nya. Jadi mana mungkin dia bisa pergi dari kalian terutama lo Elyon. Bukan kah Erren sangat menyayangi Lo...? " Kata Ellen yang kemudian memberikan pertanyaan kepada Elyon itu.


" Apa selama tiga tahun Lo mengurus m Erren membuat Lo masih ngak bisa buat percaya dengan putra Lo sendiri... " Kata Ellen yang mencoba membantu Elyon agar tak terlalu terjerumus ke dalam lubang kegelapan itu.


" Pikirkan ini baik - baik... " Kata Ellen kembali sambil menepuk - nepuk kecil pundak Adik iparnya itu.


Kemudian laki - laki tersebut berjalan pergi untuk memberikan waktu luang kepada sepasang suami istri tersebut agar dapat segera keluar dari lubang kegelapan itu.


" Gw harus menyiapkan mental untuk menghadapi ini semua... " Batin Elyon yang mulai menyiapkan pertahanan dalam diri nya agar dapat menyelesaikan masalah identitas asli putra jagoan nya itu.


" Mari kita hadapi sama - sama Lyon... " Kata Ellena yang kemudian memeluk suaminya untuk menyalurkan kekuatan dalam dirinya kepada Elyon itu.


" Hmm. Mari kita hadapi bersama... " Kata Elyon yang kemudian membalas pelukan tersebut sambil menatap penuh arti kepada bunga - bunga yang sedang mekar dengan indah di taman itu.


Semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya, fikir mereka yang mulai membuat pertahanan dalam diri mereka agar dapat menyelesaikan masalah terbesar yang akan mereka hadapi itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2