
Tanpa sadar sudah satu bulan telah berlalu sejak kejadian yang sangat menohok di dalam hati mereka, karena untuk pertama kalinya jagoan kesayangan mereka menanyakan tentang identitas nya yang sebenarnya itu.
Namun mereka harus mengatakan kebohongan untuk mencoba menutupi sebuah kebenaran itu.
Dan seiringnya berjalan waktu mereka mencoba untuk melupakan kejadian terbuat karena Elyon dan Ellena yang waktu itu harus di sibukkan dalam membuat skripsi karena sidang kelulusan mereka yang akan datang itu.
Serta tepat malam nanti mereka akan datang dalam acara prom night setelah mereka di nyatakan lulus dan menjadi sarjana dengan nilai yang memuaskan di sebuah kampus besar di kota tersebut yaitu bernama Campus Galaksi itu.
Siang hari di kediaman keluarga kecil Elyon.
Sekarang ini mereka sedang kedatangan tamu yaitu teman - teman mereka yang telah lama tidak bertemu setelah satu bulan lebih sejak acara ulang tahun perusahaan milik Argara itu.
" Kalian udah nyiapin semua keperluan untuk prom night? " Tanya Ellina sambil menggendong bayi kecil yang sudah berumur satu bulan itu.
Sebenarnya bulan lalu Ellina melahirkan seorang bayi laki - laki yang sehat dan di beri nama Evan Qiyas Verlandsiv itu.
" Udah semua. Kita kan bakal berangkat bareng nanti... " Kata Kanaya sambil mengelus perutnya yang ternyata dia di nyatakan sedang mengandung beberapa minggu lalu itu.
" Udah berapa bulan? " Tanya Sherly kepada Kanaya yang masih asyik mengelus sayang perutnya itu.
" Udah dua bulan jalan bulan ke tiga... " Balas Kanaya kepada Sherly itu.
" Selama itu lo ngak tahu kalau lo hamil?!" Tanya Ellina dengan kaget itu.
" Hehehe. Gw saat itu ngak tahu karena belum rasain tanda - tanda kehamilan, saat itu ajah gw tahu karena Argara yang terus ngerasa mual... " Kata Kanaya setelah cengengesan karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Ellina itu.
" Wahh! Kayaknya anak Lo punya batin yang kuat sama Argara deh... " Kata Sherly yang ikut menimpali itu.
" Amin... " Balas Kanaya yang mengamini perkataan Sherly tadi itu.
" Kalau anak lo gimana? " Tanya Kanaya sambil mengelus halus pipi tembem milik Evan itu.
" Baik - baik ajah. Yah gituh cumak Gerio terus - terusan jahilin Evan sampek nangis, yah pusing sendirilah gw pas nenangin Evan... " Kata Ellina yang menghembuskan nafasnya pasrah itu.
" Haha. Kayaknya Gerio seneng banget nistain anaknya sendiri... " Kata Kanaya setelah tertawa kecil itu.
" Mungkin... " Kata Ellina dengan raut wajah yang sedang mengasihani takdirnya yang sungguh sedikit tidak beruntung karena ulah ajaib Gerio itu.
" Ohh yah. Btw Ellena mana? " Tanya Kanaya sambil celingukan untun mencari temannya satu itu.
" Tadi izin ke kamar sebentar... " Balas Sherly kepada Kanaya itu.
" Gw agak curiga deh sama Ellena, kayaknya dia nyembunyiin sesuatu dari kita... " Kata Kanaya yang langsung membuat semua orang menatap atensi matanya ke arahnya itu.
Tentu saja kecuali para suami mereka, karena setelah tiba di rumah Elyon dan Ellena para laki - laki tersebut sudah berencana untuk bermain game bersama agar dapat bernostalgia dengan masa lalu saat mereka remaja, begituh sih kata mereka itu.
Sedangkan Erren dan Oskar sekarang ini sedang bermain di taman bermain yang memang khusus di bangun oleh Elyon untuk tempat bermain Erren beserta anak - anak dari temannya itu.
" Suttt! Jangan Ngadi - ngadi lo, kagak baik kalau selalu berperasangka buruk... " Kata Ellina yang mencoba memperingati Kanaya itu.
" Gw ngomong faktanya. Lihat ajah tadi kita lihat muka Ellena pucet banget kayak mayat hidup, terus dia katanya izin ke kamarnya sebentar. Lah ini udah hampir setengah jam dia ngak balik - balik... " Kata Kanaya yang tanpa mereka sadari di dengar seseorang di balik dinding tembok itu.
" Ada apa sama Lena...? " Kata orang tersebut yang tak lain adalah Elyon yang tak sengaja mendengar pembicaraan teman - teman istrinya itu.
Kemudian Elyon pun berjalan menuju kamarnya untuk memastikan sesuatu yang terus mengganjal dalam hatinya itu.
Di kamar Elyon dan Ellena.
CKLEK...
Ellena pun membuka pintu kamar mandi sambil memegangi kepalanya yang tiba - tiba pusing dengan wajahnya yang sekarang sudah berubah semakin pucat seperti mayat hidup itu.
" Kamu kenapa? " Tanya Elyon yang kenapa bisa tiba - tiba berdiri di depam Ellena sambil menyilang keduanya nya di atas perutnya itu.
Ellena pun hanya terdiam karena terkejut saat Elyon yang tiba - tiba berdiri di depannya dengan aura sedikit tidak mengenakan itu.
" A-ku ngak kenapa - kenapa kok... " Balas Ellena dengan sedikit gugup itu.
" Jujur! " Kata Elyon yang memaksa Ellena untuk berkata jujur itu.
" Sebenarnya a-ku ngak enak badan sejak pagi tadi, karena masuk angin... " Kata Ellena sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah tidak jujur tentang hal yang sebenarnya kepada Elyon itu.
__ADS_1
GREP...
Kemudian Ellena pun di buat mematung saat tiba - tiba mendapat serangan pelukan dari Elyon itu.
" Jangan buat aku khawatir... " Kata Elyon yang memeluk Ellena dengan erat seperti tak ingin Ellena pergi dari hidupnya itu.
" Maaf... " Kata Ellena yang entah kenapa tiba - tiba air matanya jatuh mengalir di atas pipinya itu.
" Lain kali kamu jujur sama aku tentang keadaan kamu sekarang ini... " Kata Elyon stelah melepas pelukannya dari tubuh istrinya itu.
" Iyah maaf. Aku ngak jujur sama kamu, aku cuma ngak mau kamu khawatir... " Kata Ellena yang menundukkan kembali kepalanya karena merasa bersalah itu.
" Maaf aku terpaksa bohong sama kamu... " Batin Ellena yang merasa bersalah karena untuk pertama kalinya dia berbohong kepada Elyon itu.
Entah apa yang sedang di rahasiakan oleh Ellena kepada semua orang saat ini itu.
" Kalau gituh kita ngak perlu ikut prom night ajah. Badan kamu juga lagi ngak fit... " Kata Elyon sambil menghapus air mata istrinya yang entah kenapa mengalir begitu derasnya itu.
" Ngak! Aku pengen ikut ke prom night pokoknya titik... " Kata Ellena yang menolak secara keras perkataan Elyon tadi itu.
" Lena... " Kata Elyon yang terpotong itu.
" Aku ngak kenapa - kenapa Lyon. Jadi please biarin aku ikut acara prom night kali ini... " Kata Ellena dengan nada penuh permohonan itu.
" Huftt. Baiklah tapi tidak sampai acaranya selesai... " Kata Elyon dengan nada sedikit terpaksa itu.
" Oke... " Kata Ellena dengan raut waja yang penuh kegembiraan karena mendapatkan izin dari suaminya itu.
CUP...
" Ya udah aku pergi ke bawah dulu... " Kata Ellena setelah mengecup lembut salah satu pipi suaminya itu.
Kemudian dia pun mulai berjalan ke luar kamar untuk menemui teman - temannya itu.
" Aku tahu kamu nyembunyiin sesuatu dari aku Lena... " Batin Elyon sambil menatap punggung Ellena yang mulai menjauh itu.
Malam pun tiba dan sekarang ini Elyon, Ellena, dan teman - teman mereka sedang sudah berada di acar prom night yang mereka tunggu - tunggu sejak empat tahun mereka menempuh perjalanan hidup di kampus tercinta mereka yaitu Campus Galaksi itu.
Di aula outdoor malam ini telah di sulap sedemikian rupa untuk acara prom night malam ini itu.
" Ngak nyangka gw bakal lulus dari kampus ini dengan nilai yang memuaskan... " Kata Ellena dengan yang lainnya yang sudah duduk di tempat yang telah di sediakan untuk para undangan itu.
" Sama. Waktu terus berjalan bagai aliran air hingga tanpa sadar kita telah dewasa dan akhirnya menemukan kebahagiaan masing - masing... " Kata Ellina yang entah tiba - tiba mengeluarkan kata - kata bijak nya itu.
" Tumben sok bijak... " Kata Kanaya dengan senyum remehnya kepada Ellina itu.
" Geblek lu Kanaya. Gw kekanak - Kanakan salah terus gw sekarang jadi bijak salah jugak! Lu tuh maunya apa sih! " Kata Ellina dengan wajah amat kesalnya itu.
" Hehehe. Canda bestie, baperan lo... " Kata Kanaya sambil mencolek pundak Ellina dengan jahil itu.
" Maaf yah bestie. Saya ini punya hati bukan baja jadi ngampang baperan... " Kata Ellina dengan muka sinisnya itu.
" Udah berantem muluk! Udah jadi emak - emak masih ajah berantem... " Kata Sherly yang sudah biasa melerai perdebatan tak berfaedah yang di ciptakan oleh Kanaya dan Ellina itu.
" Gw masih belum emak - emak yah. Masih CALON... " Kata Kanaya yang mengibaskan rambutnya sambil mengedipkan matanya dengan centil dan tak lupa menekan kata 'calon' pada akhir kalimat nya itu.
" Sama ajah DONGO! " Kata Ellina dengan sarkas sambil menekan kata ' dongo ' pada akhir katanya itu.
" Sehari ngak berantem kalian kayaknya ngak bakal bisa hidup deh... " Kata Ellena sambil memperlihatkan muka jengahnya itu.
" EMANG!!! " Balas mereka secara bersamaan itu.
Sedangkan para suami mereka pun hanya diam menjadi penonton setia percakapan para istri mereka itu.
Namun selang beberapa detik atensi mereka pun menghadap ke arah panggung saat sepasang orang yang sedang berdiri sambil bersiap dengan microfone di tangan mereka dan seperti mereka bertugas sebagai MC pada acara prom night malam ini itu.
" Good night all !!! " Sapa kedua MC tersebut.
" Good Night too!!! " Balas para undangan di acara prom night malam ini itu.
" Kalau begitu mari kita mulai acara prom night malam ini... " Kata seorang perempuan yang bertugas sebagai salah satu MC prom night malam ini itu.
__ADS_1
PROK... PROK... PROK...
Hal tersebut pun di jawab sangat antusias dari para undangan acara pada malam tersebut dengan suara tepuk tangan yang sangat meriah itu.
" Kalau begitu sebagai pembukaan mari kita mulai acara dansa kita pada malam ini... " Kata seorang pemuda yang bertugas menjadi salah satu MC itu.
Acara prom night pun di buka dengan acara dansa bersama pasangan mereka masing - masing bahkan hal ini tak luput dari pasangan Elyon dan Ellena dkk itu.
Tanpa kita sadari akhirnya acara prom night pun sudah berada di puncak akhir dengan pemberian penghargaan untuk pasangan ter-romantis di Campus Galaksi pada malam ini itu.
" Dan inilah acara yang paling kita tunggu - tunggu yaitu acara pemberian penghargaan pasangan ter-romantis pada malam ini. Jangan lupa beri tepuk tangan yang meriah dong gyus!!!" Kata salah satu MC dan langsung di berikan sorakan serta tepuk tangan yang meriah itu.
" Wowww!!! " Suara sorakan meriah dari para tamu undangan itu.
" Dan ini pasangan ter-romantis di Campus Galaksi pada malam ini adalah... " Kata para MC yang sengaja mengantung agar membuat para tamu undangan menjadi semakin penasaran itu.
" Dah lah di gantung kayak hubungan gw..." Balas Ellina dengan nada malas itu.
PLETAK...
Selang beberapa detik kemudian Ellina pun mendapat jitakan di dahinya dengan tiba - tiba itu.
" Mulutnya Yang! Ngak sadar apa kamu udah nikah! Udah punya satu buntut jugak! " Kata Gerio yang kesal dengan perkataan Ellina yang sangat ngelantur itu.
" Di gantung gimananya! Lah udah aku seriusin jugak... " Lanjut Gerio yang sangat geram sebab ingin sekali menyentil mulut istrinya yang suka ceplas - ceplos itu.
" Ih canda Yank! Kamu mah serius muluk! " Kata Ellina dengan bibir yang sudah metucut karena kesal sambil mengelus dahinya yang terasa panas karena ulah suami laknatnya itu.
" Emang dasarnya mulut ceplas - ceplos. Minta di sentil kayaknya... " Kata Kanaya yang malah meledek Ellena sambil tertawa mengejek itu.
" Dasar dugong! Ikut muluk ajah Lo! " Kata Ellina sambil menatap sinis Kanaya yang seperti sekali suka mengajaknya baku hantam itu.
" Wlek! Bodomat... " Kata Kanaya sambil menjulurkan lidahnya bermaksud untuk mengejek Ellina itu.
" Udah ribut muluk! Kalau kalian ribut muluk kapan kita pulang nya. Kasian anak gw udah malem ini..." Kata Sherly yang sungguh sudah sangat geram dengan debat tak berfaedah mereka itu.
Memang sejak tadi Erren dan Oskar sedang bermain bersama pengasuh mereka sejak tadi mungkin karena mereka merasa bosan dengan acara prom night kali ini itu.
Sedangkan Evan anak Ellina memang tak ikut acara karena masih terlalu kecil untuk ikut apalagi angin malam tidaklah baik untuk balita sekecil Evan itu.
Setelah perkataan Sherly tadi Kanaya dan Ellina pun langsung menutup mulut mereka rapat - rapat karena mereka masih waras yah untuk tak memancing emosi Sherly yang sedang mode emak - emak itu.
Dan hal tersebut pun membuat Ellena terkekeh geli saat melihat ekspresi ke dua temannya yang langsung diam ketakutan karena ulah Kakak Iparnya itu.
" Selamat untuk pasangan Elyon Deren Gorneo Aditya dan Ellena Mizella Carion Anggara!!! Di mohon untuk berdiri di atas panggung... " Kata Salah satu MC tersebut dengan semangat itu.
PUK...
" Selamat Bro! Emang ngak ngotak Lo kalau soal bau - bau bucin mah... " Kata Gerio yang berniat menggoda Elyon setelah menepuk pelan pundak temannya itu.
" Selamat... " Kata Ellen dan Argara yang melakukan hal serupa seperti Gerio tadi itu.
Teman - teman Ellena pun juga tak lupa memberikan selamat juga kepada pasangan ter-romantis di Campus Galaksi untuk malam ini itu.
Setelah itu mereka pun berjalan menuju atas panggung untuk pemberian penghargaan berupa mahkota layaknya king dan queen dalam dunia dongeng dan tak lupa piala serta rangkaian bunga untuk mereka itu.
Selanjutnya mereka pun tak lupa memberikan beberapa patah kata dan lalu turun dari atas panggung itu.
Dan acara tersebut pun resmi berakhir setelah pemberian penghargaan pasangan ter-romantis mereka untuk malam ini itu.
Termasuk Elyon dan Ellena dkk pun pergi ke parkiran karena berniat untuk pulang itu.
" Ellena mana? " Tanya Elyon saat menyadari jika Ellena tak ada di sampingnya itu.
" Kita ngak tahu! " Kata mereka secara serempak itu.
" Gw titip Erren... " Kata Elyon kepada mereka dan kemudian berlalu masuk kembali ke dalam gedung Campus Galaksi tersebut untuk mencari istri nya itu.
" Ellena kamu di mana? " Batin Elyon dengan penuh tanda tanya dan tak luput perasaan yang ikut cemas karena Ellena yang tiba - tiba menghilang itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1