Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 101


__ADS_3

Siang hari.


Tak terasa matahari terlah terbit tepat berada di atas kepala manusia, sekarang ini terdapat seorang anak laki - laki yang baru saja keluar dari gedung tempatnya menimba ilmu itu.


" Hah. Mereka lagi... " Gumam Erren yang dari kejauhan menatap ke arah sebuah mobil sport hitam yang mewah milik keluarga nya dengan beberapa bodyguard yang sedang berjaga di sekitar nya itu.


Sungguh Erren sebenarnya sangat muak melihat ke posesifan orang tuanya karena memberikan penjagaan yang ketat padanya, jika hanya kepada Ellana hal tersebut tak menjadi masalah itu.


Namun nyatanya Papanya selalu saja memberikan penjagaan sumper ketat padanya, padahal Erren hanya ingin menjadi anak yang mandiri dia bisa menjaga dirinya sendiri tanpa para bodyguard suruhan Papanya itu.


" Ellana lagi ada syuting. Mending kabur saja... " Kata Erren dengan tatapan malasnya itu.


Yah, hari ini adik dari seorang Erren Aghanta Gorneo Aditya tersebut sedang melakukan syuting yang kemarin baru saja adiknya di kontrak untuk memerankan salah satu tokoh dalam film yang akan di buat oleh salah satu perusahaan entertainment yang cukup terkenal di kota itu.


Seperti hari ini Erren akan berusaha kabur dari pengawasan para bodyguard milik Papanya, apalagi sekarang ini Ellana yang sibuk dengan syutingnya membuat Erren semakin malas pulang dengan para bodyguard milik Papanya yang sangat membuatnya risih itu.


Dengan hati yang penuh keyakinan Erren pun mulai berjalan menuju arah belakang sekolah nya untuk pergi keluar dari area sekolah menggunakan gerbang belakang sekolah yang jarang di gunakan itu.


Setelah berhasil kabur dari pengawasan para bodyguard suruhan Papa nya Erren pun berjalan menyusuri trotoar dengan raut wajah yang datar serta salah satu tangan nya yang dia masukkan ke dalam saku celana seragamnya hingga pesona nya mampu membuat para pejalan kakaknya yang melihat Erren terlena dengan pahatan muka Erren yang sungguh indah itu.


" Ini yang kebebasan... " Batin Erren sambil merasakan udara bercampur polusi itu.


Tak heran jika Erren tak pernah bisa merasakan apa itu kebebasan yang dia tahu sejak masuk dalam lingkungan pendidikan hanya belajar, belajar, dan belajar. Dia fikir dengan belajar Erren bisa menghabiskan waktu luang untuk hal yang bermanfaat tanpa berfikir jika dia perlu berteman dan bermain di luar sana untuk meningkatkan rasa sosialisasi nya itu.

__ADS_1


Namun Erren selalu bersikap acuh dia hanya berfikir tentang masa depannya, mimpi, serta kedua orangtuanya. Erren adalah tipe anak yang sangat berambisi dalam banyak hal, dia terlalu berambisi agar bisa menjadi seperti Papanya. Karena pengawasan ketat Papanya lah yang juga membuat Erren nyaman dengan dunianya sendiri itu.


Saat Erren sedang santainya berjalan menyusuri trotoar tiba - tiba muncul seorang wanita dengan pakaian khas seorang pasien yang berlari menyeberangi jalan lalu menghampiri Erren kemudian mencengkram kedua bahu milik Erren itu.


" Hey! Anak kecil! Kamu itu cuma anak pungut yang di asuh oleh keluarga Gorneo Aditya! Kenapa takdir harus baik sama Lo! Tapi inget tetep ajah Lo itu cuma anak pungut yang beruntung di asuh oleh seorang pengusaha besar kedua di dunia! " Kata Wanita tersebut yang kemudian menghentikan perkataannya saat mendengar suara salah satu bodyguard berjas hitam yang mengejarnya itu.


" Hey!!! Berhenti!!! " Kata salah satu bodyguard berjas hitam itu.


" Ingat kamu itu hanya anak pungut!!! " Kata wanita tersebut yang kemudian langsung berlari untuk kabur dari para bodyguard itu.


DEG...


Perkataan wanita tersebut berhasil membuat Erren mematung dengan debaran jantung yang tak karuan, sedang para bodyguard tersebut pun di buat kaget saat putra dari majikan mereka berada di sana hingga membuat salah satu bodyguard tersebut menghampiri Tuan Muda mereka sedangkan yang lainnya lanjut mengejar wanita yang kabur tadi itu.


" Mampus! Semoga Tuan Muda tidak bertemu wanita itu... " Batin salah satu bodyguard tersebut sambil merapalkan doa di dalam hatinya itu.


Erren pun hanya menatap datar lambang yang terukir indah di saku jas tepat di atas dada bodyguard tersebut, lambang yang berupa seekor singa dengan mahkota di atas kepalanya. Dia tak bodoh jika pria yang berpenampilan seperti bodyguard tersebut adalah salah satu anggota M-GA kumpulan mafia yang di didirikan oleh keluarga nya Gorneo Aditya itu.


" Siapa wanita itu? " Tanya Erren dengan nada dingin yang mampu membuat pria di hadapannya tersebut langsung panas dingin itu.


Pria tersebut hanya mampu menundukkan kepalanya dengan dahi yang di penuhi keringat dingin, serta jangan lupakan dengan jantung yang sekarang berdegup dengan kencang dan tak beraturan itu.


Saat Erren akan berbicara kembali tiba - tiba terdengar suara para bodyguard yang bertugas untuk menjaga sedang berlari menghampiri mereka itu.

__ADS_1


" Tuan Muda!!! " Kata salah satu bodyguard tersebut dengan suara yang sedikit keras sambil berlari menuju Tuan Muda mereka di ikuti oleh beberapa bodyguard yang lain di belakang nya itu.


" Tuan Muda, kenapa anda di sini? Jika Tuan Besar tahu maka kami akan mendapatkan masalah besar. " Kata salah satu bodyguard tersebut sambil memberikan kode untuk segera pergi dari sini kepada pria yang sedang mati kutu karena ulah Tuan Muda mereka itu.


Erren pun hanya dapat tersenyum smrik melihat gelagat yang mencurigakan dari para pria berjas hitam di hadapannya sekarang ini itu.


" Bukankah ini suatu kebetulan? " Batin Erren yang semakin yakin jika terdapat sesuatu yang tak beres sedang terjadi itu.


" Tuan Muda, saya pamit pergi terlebih dahulu karena terdapat tugas yang tak bisa saya tinggalkan. Maaf dan permisi. " Kata pria tersebut kemudian pergi menyusul para temannya yang sedang mengejar wanita yang kabur tadi itu.


Sedangkan Erren pun hanya diam tanpa membalas perkataan pria tersebut dan masih bergelut dengan pikiran nya yang sedang berkecamuk itu.


" Tuan muda, sebaiknya kita segera pulang karena hari semakin panas. " Kata salah satu bodyguard yang bertugas menjaganya itu.


" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Erren itu.


Kemudian Erren pun berjalan memimpin mereka untuk kembali menuju sekolahnya dengan pikiran yang masih berkelana jauh entah kemana itu.


" Ada yang tidak beres. " Batin Erren yang sedang berkecamuk itu.


Namun apapun hal yang selalu Erren harapkan semoga pikiran negatif yang bersarang di dalam pikiran nya tersebut tidak akan pernah terjadi itu.


" Semoga kejadian ini tidak akan membawa dampak yang buruk untuk Tuan Muda. " Batin para bodyguard yang bertugas menjaga Erren dengan penuh harapan itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2