Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 67


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di rumah kediaman Elyon dan juga Ellena.


Sekarang Ellena sedang memasak sarapan bersama dengan Bik Inah itu.


" Bik, ini nasi goreng nya udah jadi... Ellena ke atas dulu yah Bik? " Tanya Ellena pada Bik Inah sambil melepas celemek yang dia pakai saat memasak tadi itu.


" Baik Non... nanti biar Bibik yang diapain sarapannya di atas meja... " Balas Bik Inah sambil mematikan kompor itu.


Sedangkan Ellena pun hanya membalas senyuman kecil pada Bik Inah itu.


Kemudian Ellena pun melangkah kan kakinya menuju tangga itu.


Tetapi terdapat Elyon yang menuruni tangga sambil menggendong Erren di tangannya itu.


" Baru ajah, tadi Lena mau panggil Lyon di kamar... " Kata Ellena yang melihat Elyon menghampiri nya itu.


CUP...


" Morning... " Kata Elyon sambil mencium bibir Ellena sekilas.


Sedangkan Erren yang melihat Papanya yang mencium Mama nya pun hanya bisa tertawa polos.


" Kok di bibir sih... di lihatin Erren tuh... " Kata Ellena yang malu karena kelakuan suaminya itu.


" Erren ngak akan tau... apa yang kita lakuin..." Kata Elyon dengan santai sambil duduk di kursi di dekat meja makan itu.


" Dasar... " Kata Ellena sambil menggeleng - gelengkan kepalanya karena tingkah Elyon yang tak pernah kenal malu itu.


Kemudian Ellena pun langsung duduk di samping Ellena dan sambil mengambilkan nasi goreng ke piring Elyon itu.


" Lyon sarapan dulu ajah... biar Erren nya aku gendong... " Kata Ellena sambil merenggangkan tangannya bermaksud ingin mengendong Erren itu.


" Ngak perlu... kita sarapan makan bareng satu piring... " Kata Elyon sambil bermain dengan Erren yang berada di pangkuannya itu.


" Lena suapin aku dan biar Erren sana aku... " Lanjut Elyon lagi itu.


" Tapi Erren harus minum susu... " Kata Ellena yang masih kekeh ingin mengambil alih Erren dari tangan Elyon itu.


" Nurut... Kalo ngak aku cium di depan Bik Inah... " Kata Elyon pada Ellena lagi itu.


Sedangkan Bik Inah yang akan pergi menuju dapur setelah meletakkan botol susu Erren di depan meja Elyon itu pun langsung menghentikan langkah kakinya karena mendengar perkataan Tuan muda nya tadi itu.


Dan Ellena pun langsung menundukkan kepalanya karena malu plus salthing karena ucapan dari Elyon tadi, malu karena Elyon berbicara seperti itu depan Bik Inah tadi dan juga salthing karena ucapan Elyon yang begitu vulgar itu.


Bik Inah yang melihat Nona Mudanya baper pun langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju dapur itu.


Dan sedangkan sang pelaku pun hanya tersenyum smrik melihat Ellena malu karena perkataan nya, siapa lagi kalo bukan Elyon.


" Lihat tuh, Mama kamu Erren... lagi malu tuh karena mau Papa cium... " Kata Elyon pada Erren dengan tampang tanpa dosanya itu.


Sedangkan Erren pun hanya bisa tertawa kecil dengan polos karena masih belum tahu apa yang di katakan oleh Papanya itu.


" LYON... " Panggil Ellena dengan kesal karena di buat malu sampai ingin masuk lubang paling terdalam untuk mengubur kepalanya karena saking malu nya itu.


" Apa sayang...? " Balas Elyon tanpa dosa itu sambil terkikik geli karena melihat pipi Ellena yang sudah merah padam karena malu itu.


" Tau ah... buka mulut Lyon, nanti kita telat ngampus lagi... " Kata Ellena sambil memegang sendok yang berisikan nasi goreng di depan mulut Elyon itu.


" Aaaaaa... " Suara Elyon yang membuat mulut nya itu.


Ellena pun langsung memasukkan sendok yang berisikan nasi goreng itu ke dalam mulut Elyon dan sambil memalingkan wajahnya yang tak ingin berhadapan dengan Elyon karena masih merasa malu itu.


Sedangkan Elyon menyusui dengan botol susu pada Erren yang berada di pangkuannya itu.


Setelah acara sarapan pagi yang begitu romantis itu, tetapi menurut Elyon bukan untuk menurut Ellena yang malah merasa malu dan juga jengkel pada Elyon itu.


" Sayang Mama ke kampus dulu yah sayang, jagoan Mama jangan nakal oke... " Kata Ellena pada Erren yang ada dalam gendongannya itu.


Setelah itu Ellena pun langsung mencium pipi gembul milik Erren karena merasa berat meninggalkan nya di rumah bersama dengan Bik Inah yang akan menjaga nya itu.


Sedangkan Erren pun hanya tertawa geli karena perlakuan Mamanya itu.


" Udah Lena, nanti kita telat... " Kata Elyon pada Ellena yang masih betah menggendong Erren dalam gendongannya itu.


Kemudian Ellena pun langsung memberikan Erren pada Bik Inah sambil mengayunkan bibirnya karena masih tak rela pergi meninggalkan Erren untuk kuliah itu.


" Lyon, Lena berhenti kuliah ajah yah...? Lena ngak sanggup ninggalin Erren di rumah... Erren tuh terlalu gemes untuk di tinggal pergi... " Kata Ellena sambil memohon pada Elyon itu.


" Nanggung Lena, kurang Dua tahun lagi kita bakal wisuda... " Jelas Elyon pada Ellena sambil mengelus rambut kepala istrinya dengan penuh sayang itu.


" Tapi kan.... " Kata Ellena sambil masih memanyunkan bibirnya itu.


" Nanti kita juga bakal ketemu Erren lagi... Ayok berangkat nanti telat lagi... " Kata Ellena sambil menarik dengan lembut lengan Ellena untuk keluar rumah itu.


" Hufft... dah... jagoannya Mama... " Kata Ellena dengan pasrah tangannya di tarik oleh Elyon itu, sambil melambai - lambaikan tangannya pada Erren yang berada di dalam gendongan Bik Inah itu.


" Dadah Mama... " Kata Bik Inah sambil melambai - lambaikan tangan milik Erren ke arah Ellena itu.


Di Campus Galaksi.


Di kelas Elyon dan juga Ellena.


Kanaya dan juga Argara sedang bersama - sama mengerjakan skripsi itu.


Dan datanglah Elyon dari pintu masuk kelas mereka di ikuti dari belakang oleh Ellena yang memasang wajah yang tak bersemangat itu.


" ELLENA!!! " Panggil Kanaya dari tempat duduknya itu.


" Hai... " Balas Ellena denagn tak bersemangat sambil pergi menuju bangku kosong di belakang bangku yang Kanaya duduki itu.


Ellena pun menduduki bangkunya lalu meletakkan kepalanya di lipatan tangannya yang berada dia tas meja bangkunya, begitu juga dengan Elyon.


Argara yang melihat Elyon duduk di bangkunya sambil bermain handphone nya pun langsung menghampirinya itu.


" Kenapa dia? " Tanya Argara denagn singakat pada Elyon itu.


" Ngak mau ninggalin Erren di rumah.. " Balas Elyon singkat sambil masih menghadap iea rah layar handphonenya itu.


Sedangkan Argara pun langsung menganggukkan kepalanya menger dengan apa yang di katakan oleh Elyon itu.


" Ya ampun Ellena... nanti habis ngampus juga ketemu lagi... " Kata Kanaya pada Ellena yamg masih meletakkan kepalanya di atas lipatan tangannya yang berada di atas meja bangkunya itu.

__ADS_1


" Tapi kan ngak tega gw ninggalin nya... " Kata Ellena dengan perasaan yang masih tak rela itu.


" Yang semangat dong... Lo kan kuliah juga buat Erren jugak... masak nanti Erren nya pinter, tapi Mama nya enggak... " Jelas Kanaya pada Ellena lagi itu.


" Hufft... " Suara Ellena yang menghela nafas dengan pasrah itu.


Beberapa detik kemudian, tiba - tiba terdengar lah suara bel berbunyi dengan nyaring.


TRING....


Suara bel yang menandakan masuk tepah tiba.


" Tuhh udah bel... udah dong jangan lemes kayak gini... harus semanagt demi Erren... Ayok Faithing... " Kata Kanaya untuk menyemangati Ellena itu.


Tetapi tiba - tiba terdengar suara Argara yang bearad di dekat bangku yang di duduki Elyon itu.


" Kanaya... aku ke kelas, udah bel... " Kata Argara pad Kanaya sambil berjalan menuju pintu untuk ke luar dari kelas Kanaya dan menuju ke kelas nya itu.


" Iyh... hati - hati... " Sahur Kanaya pada Argara sambil menatap Aragra yang berjalan menuju pintu kelasnya itu.


Beberapa menit kemudian, Bu Rika pun memasuki kelas Ellena karena jam waktu mengajarnya itu.


Detik demi detik, menit demi menit, dan jam demi jam pun berlalu. Akhirnya bel yang menandakan waktu pulang pun berbunyi.


TRING...


Suara bel yang menandakan waktu pulang telah tiba.


Dengan penuh semanagt Ellena pun langsung ke luar kelasnya untuk menuju parkiran itu.


Sedangkan Elyon pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Ellena dari belakang sambil menggeleng - gelengkan kepalanya karena Ellena yang terallu bersemangat untuk pulang itu.


Padahal sejak mereka masuk samapi istirahat muka Ellena selalu di tekuk dan seperti orang tak memiliki semangat hidup itu.


Tetapi muka Ellena yang sebelumnya murung dalam sekejap menjadi cerah setelah mendengar suara bel yang berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba itu.


Di Rumah kediaman Elyon dan juga Ellena.


Ellena yang sudah sampai rumahnya pun langsung bersemangat untuk memasuki rumah nya itu.


" ERREN!!! MAMA PULANG!!! " Teriak Ellena sambil memasuki ruang nya dengan sanagt bersemangat itu.


" Mamam Mamam.... " Suara Erren yang seng bermain denagn Bik Ianh di ruang keluarga itu.


" Sayang... Mama kangen banget sama jagain Mama ini... " Kata Rllrna sambil menggendong Erren dan menciumi pipi gembul milik Erren dengan gemas itu.


" Baru juga tapi pagi ketemu udah kangen berat ajah... " Kata Elyon sambil menghampiri Ellena itu.


" Bodoamat... " Balas Ellena dengan acuh pada perkataan Elyon itu.


" Biasalah Tuan Muda jika ibu dana anak tak akan bisa di pisahkan... jadi gampang kangen... " Kata Bik Inah itu.


" Bener tuh kata Bibik... Perasaan seorang ibu pada anak nya itu kuat... Walaupun ngak ketemu beberapa menit, itu udah serasa ngak pernah ketemu satu tahun... tau ngak?" Jelas Ellena sambil memainkan pipi gembul milik putarannya itu.


CUP...


" Lebay... " Kata Elyon yang mencium pipi kiri Erren dab sambil pergi menaiki tangga untuk menuju ke arah kamar nya dengan Ellena.


" Terserah... Kamu kan ngak pernah ngerasain, jadi aku... " Kata Ellena dengan menaikkan sedikit nada oktafnya agar Elyon yang berada di lantai ats mendengarnya itu.


Tetapi Erren malah menggenggam baju nya dengan erat yang bermaksud masih ingin di gendong oleh Mamanya itu.


" Erren sayang, Mama mandi dulu yah, biar ngak bau... nanti kita main lagi oke... " Kata Ellena sambil mengambil bajunya dengan lembut yang di cekram kuat oleh Erren itu.


Kemudian Erren pun menangis dalam gendong oleh Bik Ianh itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Utututu... Tuan Muda Erren Jagan nagus yah, Mama mau ke kamar dulu buat mandi, nanti main lagi kok sama Tuan Muda.... Utututu... " Kata Bik Inah sambil menenangkan Erren itu.


" Nih... Lihat mobil nya lucu banget Tuan Muda... Brum... Brum... " Kata Bik Ianh sambil mengelabui Erren dengan mobil - mobilan mainan berwarna hitam milik Erren itu.


Setelah itu, Erren pun berhenti menangis dan tertawa kecil sambil mengambil mobil - mobilan itu dari tangan Bik Inah.


Ellena yang merasa Erren sudah tidak menangis lagi pun langsung pergi menaiki tangga untuk menuju kamarnya itu.


Di kamar Elyon dan Ellena.


" Mau kemana? " Tanya Ellena yang melihat Elyon sudah siap dengan pakaian formal nya itu.


" Kantor... " Jawab Elyon dengan singkat sambil merapikan pakaian yang dia pakai di depan cermin itu.


" Oooo... " Kata Ellena yang hanya ber-oh ria sambil mehampiri Elyon yang masih berada di depan cermin itu.


" Sini biar Lena benerin dasi Lyon... " Kata Ellena sambil membenarkan dasi hitam yang bertengker di leher Elyon itu.


Setelah itu, Ellena pun mundur beberapa langkah untuk melihat penampilan suaminya yang akan pergi ke kantor itu.


" Emm... " Kata Ellena sambil meneliti penampilan suaminya itu.


" Oke... Perfect... " Kata Ellena sambil mengacungkan jempolnya itu.


Sedangkan Elyon hanya tersenyum kecil sambil melihat tingkah istri nya itu.


" Aku berangkat... " Kata Elyon sambil mengambil tas kerjanya yang tergeletak di atas kasur itu.


CUP...


" Jaga diri baik - baik... " Kata Elyon setelah mencium dahi Ellena itu.


Kemudian Ellrna pun menganggukan kepalanya, sambil mencium telapak tangan Elyon itu.


" Hati - hati... " Kata Ellena pada Elyon itu.


" Jangan pulang terlalu malam... " Kata Ellena lagi itu.


" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Elyon itu.


Kemudian Elyon pun pergi untuk keluar kamar, dan lalu mencium pipi tembem putra nya itu.


Setelah itu, Elyon berjalan ke luar rumahnya untuk pergi menuju kantor Papa Devan itu.

__ADS_1


Sedangkan Ellena pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri itu.


Di sore harinya...


Sekarang Ellena berada di ruang keluarga dan sedang bermain bersam putranya sambil membaca majalah itu.


Tetapi tiba - tiba Erren menangis dengan kencang setelah bermain boneka mobil nya itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Cup... Cup... Cup... Sayang ada apa hmm? Jagoannya Mama kok nangis...? " Kata Ellena sambil menggendong Erren untuk menekan putranya yang menangis itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Nya... Nya... Nya... " Racau Erren sambil menangis dengan kencang itu.


" Ada apa hmm...? Mau cucu... " Kata Ellena sambil menepuk - nepuk pantat Erren untuk menenangkan nya itu.


Tetapi Eren masih saja menangis, malah sekarang tangisan Erren semakin kencang itu.


" Ada apa sih... sayang? Erren mau mainan... Atau mau jalan - jalan, hmm... " Kata Ellena lagi itu.


Kemudian Erren pun mulai berhenti menangis setelah mendengar kata " jalan - jalan " yang di katakan oleh Ellena tadi itu.


" Ohh... Erren mau jalan - jalan yah... " Kata Ellena yang sudah mulai mengerti kenapa Erren menangis dengan kencang tadi itu.


" Ya udah... ayok jalan - jalan ke taman... " Kata Ellena sambil menghapus air mata di atas pipi gembul milik Erren itu.


Di taman.


Setelah Erren menangis tadi, Ellena pun mengajak Erren ke taman kompleks dekat dengan rumahnya itu.


" Hahaha... " Tawa Erren yang sedang bermain lempar bola dengan Mamanya sambil duduk di atas tikar yang di rentang Ellena tadi itu.


" Satu... Dua... Tiga... Hap... " Kata Ellena sambil melempar kecil bola di tangannya ke arah Erren itu.


Sedangkan Erren pun tertawa sambil menangkap bola yang di lempar oleh Mama nya itu.


" Hahaha... " Tawa lucu Erren itu.


" Hahaha... lucu banget sih... Anak Mama " Kata Ellena sambil tertawa kecil karena terlalu gemas dengan suara tawa lucu milik putranya itu.


Kemudian Erren pun melempar bola yang berada di tangannya ke arah Mama mamanya dengan kencnag itu.


Hingga bola itu menggelinding jauh hingga hampir ke arah jalan raya itu.


" Haha... Kuat banget anak Mama lempar bolanya... sampek jauh gitu... " Kata Ellena sambil mengelus rambut putranya itu.


Sedangkan Erren pun hanya tertawa cekikikan sambil menatap ke arah bola yang dia lempar jauh hampir ke jalan raya itu.


" Erren tunggu di sini yah... Mama ambil dulu Boal nya.... Oke...? " Kata Ellena sambil beranjak dari duduknya untuk mengambil bola yang di lempar jauh oleh Erren itu.


Sedangkan di temapt lain.


" Target telah di temukan... " Kata seorang pria yang sedang berbicara di telfon sambil bersembunyi di semak - semak itu.


" Heh... Bagus mulai rencana kita... " Suara orang yang berada di telfon itu.


" Baik... " Balas seorang pria itu.


Kemudian pria itu pun mematikan sambungan telfonnya itu.


Lalu pria yang memakai baju seba hitam serta memakai kacamata dan topi juga masker berwarna hitam pun keluar dari tempat persembunyian.


Setelah itu, melangkahkan kaki nya untuk mendekat ke arah Erren yang sedang bermain boneka mobil - mobilan nya itu.


" Hallo Adek manis ikut om yok... " Kata seorang pria dengan pakaian serba hitam itu sambil merentangkan tangannya di depan Erren itu.


Sedangkan Erren yang melihat pria itu pun merasa takut kemudian menangis dengan kencang itu.


Pria itu pun panik saat Erren menangis dengan kencang dan untung saja taman itu sedang sepi, jadi tak ada seorang pun di taman itu.


Kemudian pria itu pun langsung menggendong Erren sambil membekap mulut Erren agar tak terdengar suara tangisan dari mulut Erren itu.


Sedangkan Erren pun masih menangis dengan kencang sambil memukul - mukul tangan pria yang membekap mulutnya dengan tangan mungilnya itu.


Karena panik pria itu pun langsung pergi menuju mobilnya yang tak jauh terpakir di jalan raya dekat taman itu.


Dan sedangkan Ellena pun kembali setelah mengambil bola yang di lempar jauh oleh Erren tadi itu.


" Erren sayang ini bola... " Kata Ellena yang terpotong itu.


" ERREN!!! " Teriak Ellrna dengan panik.


Karena melihat Erren yang tak berada di atas tikar yang di rentangkan oleh Ellena tadi itu, sampai - sampai bola yang berada di tangannya pun terjatuh ke atas tanah itu.


" ERREN...!!! " Teriak Ellena dengan menangis sambil mencari Erren ke seluruh penjuru taman itu.


Tapi nihil Errren tak ada di taman itu lagi.


" Ya Allah... Diaman Erren... " Batin Ellrna yang sangat takut terjadi sesuatu pada Erren itu.


" ERREN!!! Hiks... Hiks... ERREN!!! " Teriak Ellrna lagi sambil menangis dengan sesegukan itu.


" Hiks... Hiks... Di mana kamu nak... " Lirih Ellena sambil menangis dengan sesegukan itu.


Hingga terduduk ke atas tanah itu, karena kakinya yang seperti tak kuat lagi menopang tubuhnya itu.


" Hiks... Erren... Kamu di mana sayang... " Kata Ellena dengan lirih sambil masih menangis dengan sesegukan itu.


Dengan di tempat lain.


" Kenapa perasaan gw tiba - tiba ngak enak..." Batin Elyon yang tak fokus mengerjakan berkas - berkas di meja nya itu.


Karena tiba - tiba pikirannya tertuju pada Erren putranya itu.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜

__ADS_1


Annyeong...👋👋👋


__ADS_2