
Beberapa jam kemudian, waktu istirahat pun telah tiba.
TRING TRING TRING....
Suara bel berbunyi yang menandakan waktu istirahat telah tiba.
Di kelas Ellena dan Elyon.
" Ellena... yok kita pergi ke kantin... " Ajak Kanaya pada Ellena.
" Oke... " Balas Ellena.
" Yok Lyon... " Ajak Ellena pada suaminya itu.
Elyon pun hanya sedikit menganggukkan kepala nya itu, lalu Elyon pun bangkit Ari duduknya itu.
Saat akan melangkah kan kaki nya untuk pergi ke kantin bersama Ellena dan Kanaya.
Tiba - tiba handphone di saku Elyon berbunyi.
TRING...
Suara pesan yang masuk.
Lalu Elyon pun menghentikan langkah kakinya, dan lalu Elyon pun mengambil handphone nya yang berbunyi tadi untuk melihat pesan yang masuk dalam handphone milik nya itu.
Saat Elyon membaca isi pesan itu, Elyon pun merubah raut wajah nya menjadi merah padam seperti menahan amarah.
Setelah itu Elyon pun langsung mematikan handphone nya. Lalu mengenggem erat handphone nya itu dengan erat yang sedang menahan amarahnya itu.
Sedangkan Ellena dan Kanaya yang melihat itu pun bingung dengan isi pesan yang membuat Elyon marah sampai membuat muka nya berwarna merah padam itu.
" Ada apa? " Tanya Ellena pada Elyon yang sedang menahan amarahnya itu sambil menggenggam handphone nya itu dengan kuat.
" Tidak apa - apa... " Balas Elyon sambil tersenyum ke arah Ellena yang sedang terlihat mengawatirkan nya itu.
" Lebih baik kalian ke kantin saja... aku sedang ada urusan... " Kata Elyon sambil mengelus rambut milik Ellena itu, setelah itu Elyon pun langsung pergi ke luar kelas mereka dengan terburu - buru.
Sedangkan Ellena pun hanya menatap kepergian Elyon dengan wajah yang bingung dan penasaran.
" Dia kenapa? " Tanya Ellena yang masih menatap kepergian Elyon itu.
" Entah lah... " Kata Ellena sambil mengangkat bahu nya yang bermaksud tak mengerti.
" Ya udah kalo gituh... yuk pergi... mungkin suami lo emang ada urusan... " Kata Kanaya pada Ellena.
Ellena pun hanya sedikit mengangguk kan kepalanya dan lalu pergi melangkah kan kaki nya menuju kantin dan di ikuti dengan Kanaya yang ada di samping nya itu.
Sedangkan di kantin yang terdapat di Campus Galaksi.
Tiba - tiba terdengar suara handphone yang ada di bangku yang di duduki oleh Ellen, Sherly, Argara, Gerio, dan Ellina itu.
TRING....
Suara pesan yang masuk.
__ADS_1
" Suara handphone siapa? " Tanya Gerio sambil menyantap makanan nya itu.
" Kayak nya handphone kamu deh By... " Kata Sherly pada calon suami nya itu.
" Iyh handphone aku... " Kata Ellen sambil mengambil handphone nya dari saku baju nya itu.
Saat Ellen membaca pesan yang masuk ke dalam handphone.
" Elyon... " Batin Ellen sambil masih menatap layar handphone nya itu.
" Kenapa By...? " Tanya Sherly pada Ellen yang terlihat serius melihat handphone nya itu.
" Kau ada urusan... aku pergi dulu yah By...? " Kata Ellen sambil bangkit dan lalu memasukkan kembali handphone nya itu ke dalam saku baju nya itu.
Lalu Ellen pun langsung bergegas pergi meninggalkan kantin itu.
Sedangkan Sherly pun bingung dengan sikap Ellen yang aneh itu.
" Kenapa dia Sher...? " Tanya Ellina pada Sherly sambil menyantap bakso pesanan nya tadi itu.
" Gw juga ngak tahu... mungkin ada urusan mendadak dia nya... " Kata Sherly pada Ellina itu.
Beberapa detik kemudian, Ellena dan Kanaya pun menghampiri mereka dan bergabung bersama mereka.
" Hai semua... " Kata Kanaya pada mereka.
" Kamu mau aku pesen apa? Biar aku yang pesenin... " Kata Argara.
" Ngak perlu... aku bisa sendiri kok... " Kata Kanaya.
" Kayak biasanya ajah... " Kata Ellena pada Kanaya.
" Oke... " Kata Kanaya sambil langsung pergi menuju ibu kantin untuk memesan pesanan nya dan Ellena.
" Pengantin baru gimana nih... malam pertama nya...? Baru ajah nikah kemarin... udah mau kuliah ajah... ngak capek emang? " Tanya Ellina dengan be-runtut sambil menggoda Ellena dan sedikit menurunkan nada suaranya agar tidak di dengar oleh mahasiswa yang lainnya.
" Ngak usah mulai deh... " Kata Ellena dengan kesal pada Ellina.
" Kan gw cumak nanyak..." Kata Ellina pada Ellena yang sedang memandang kesal pada nya itu.
" Ohh... yah. Pengantin pria nya mana... kok ngak bareng lho...? " Tanya Ellina pada Ellena yang baru sadar jika Elyon tidak bersama nya Ellena itu.
" Lagi ada di urusan... " Balas Ellena sambil menyandarkan kepalanya di tangannya itu.
" Kok bisa sama in sih... tadi Ellen juga ada urusan... terus buru - buru pergi tadi..." Kata Gerio pada Ellena.
" Benarkah? " Tanya Ellena pada Gerio.
Gerio pun hanya mengangguk kan kepalanya bertanda iyah.
" Emang ada urusan apa? sampai mereka buru - buru banget... semoga ajah... ngak ada masalah yang serius... " Batin Ellena sambil melamun itu.
" Nih... makanan nya udah dateng..." Kata Kanaya sambil membawa nampan yang berisikan makanan pesanan Ellena dan Kanaya itu.
Ellena pun tersadar karena perkataan Ellena yang menyadarkan nya dari lamunan tadi itu.
__ADS_1
" Thanks... " Kata Ellena pada Kanaya yang sedang meletakkan makanan pesanan nya di depan meja nya itu.
" Santai ajah... " Kata Kanaya sambil duduk di sebelah Argara itu.
Mereka pun memakan makanan pesanan mereka di sertai dengan canda tawa mereka.
Sedangkan di sisi lain.
Di taman belakang yang berada di Campus Galaksi itu.
" Mau lo apa? " Tanya Elyon pada Perempuan yang sedang memetik bunga itu.
" Mau aku itu kamu Elyon... " Kata perempuan itu yang mengirim pesan pada Elyon tadi.
" Murahan... " Kata Elyon pada Perempuan itu.
" Gw ngak peduli... gw adalah Luciana gw bisa ngelakuin apa pun untuk mendapatkan apa yang ku mau... " Kata Perempuan itu yang tak alain adalah Luciana.
" Mimpi... " Kata Elyon dengan memasang wajah datar dan dingin itu.
" Lo pikir lo bisa ngancem gw dengan foto murahan lo itu... " Kata Elyon lagi.
" Terserah jika kau tak percaya... aku akan menyebarkan foto itu jika kau tak ingin menikah dengan ku... " Kata Luciana.
" Jangan mimpi... " Kata Elyon pada Luciana itu.
" Maka aku akan menyebarkan foto itu... hingga semua mahasiswa yang ada di Campus Galaksi ini... memberi cap sebagai sampah... di Campus ini... " Ancam Luciana pada Elyon sambil tersenyum smrik sambil mencabuti kelopak bunga yang dia petik tadi.
" Gw ngak peduli... kalo berani - berani sakiti Lena... lo bakal menyesal... " Ancam Elyon sambil mengeluarkan aura membunuh nya itu.
Luciana pun mulai sesak karena aura membunuh yang di keluar kan Elyon itu.
" Apa kau tak bisa mencintai aku Elyon... " Kata Luciana.
" Aku sudah melakukan berbagai cara untuk memiliki mu... Elyon tapi aku Ellena si sialan itu yang malah mendapat kan mu..." Kata Luciana sambil menetas kan air matanya.
" Lo pikir gw peduli? " Tanya Elyon sambil membalikkan badan nya untuk berniat pergi meninggalkan Luciana itu.
Tetapi tiba - tiba Luciana langsung memeluk Elyon dari belakang.
" Aku mencintai mu Elyon... " Kata Luciana yang sedang memeluk Elyon dari belakang itu.
Dan tanpa di sadari ada yang memfoto Elyon dan Luciana dari arah jauh saat Luciana sedang memeluk Elyon dari belakang itu.
Elyon yang tiba - tiba di peluk oleh Luciana itu pun langsung mendorong tubuh Luciana yang memeluknya itu.
" Lo jangan pernah sentuh gw... " Kata Elyon dengan dingin dan penuh amarah.
Lalu Elyon pun langsung pergi meninggalkan Luciana yang sedang tersungkur di tanah itu karena dorongan dari Elyon tadi.
" Sebentar lagi kamu akan jadi milik aku Elyon..." Batin Luciana sambil tersenyum smrik dan sambil berdiri kembali itu.
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like, comment, Vote, Follow, and share. Yahh... 😊💜
__ADS_1
Annyeong...👋👋👋