Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 91


__ADS_3

Sejak masalah malam itu, mereka pun memulai menatap hidup mereka kembali tanpa adanya rasa dendam, permusuhan, dan sakit hati itu.


Dua tahun lebih telah berlalu, tanpa sadar mereka pun telah hampir empat tahun menempuh perjalanan hidup di Campus Galaksi itu.


Sudah banyak yang telah mereka lalui di Campus Galaksi tersebut mulai dari permasalahan cinta, dendam, iri, dan masa lalu di Gedung Campus Galaksi tersebut itu.


Dan tepat pada hari ini di kediaman keluarga kecil Elyon sedang terjadi keributan antara ayah dan anak dari keluarga kecil itu.


" Papa!!! Jangan ganggu Erren!!! " Teriak Erren dengan penuh amarah dan kesal itu.


Bagaimana mana tak marah dan kesal jika semua mainan lego yang telah dia pasang dengan susah payah di hancurkan dengan mudahnya oleh sang Papa itu.


" Tinggal pasang lagi. Apa susahnya? " Kata Elyon dengan tampang wajahnya yang terlihat tak merasa bersalah itu.


" Ihhh Papa nakal!!! Erren marah sama Papa!!! " Kata Erren yang langsung berlari keluar dari kamar dengan tampang wajahnya yang akan menangis itu.


" Huaa!!! Mama!!! Papa nakal sama Erren!!! " Teriak Erren sambil menangis dan berlari menuruni tangga itu.


" Erren! Jangan berlarian di tangga! " Teriak Elyon yang ikut berlari menyusul sang putra karena takut jika Erren akan terjatuh sebab berlari di atas tangga itu.


Di dapur.


Ellena yang sedang menyiapkan makanan makan siang pun di buat jengah karena tingkah Ayah dan anak yang selalu saja membuat keributan saat di satukan itu.


" Huftt. Mulai lagi... " Gumam Ellena yang mulai lelah dengan tingkah kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu.


" Sabar Nona... " Kata Bik Inah yang tersenyum kecil ke arah Ellena agar dapat menguatkan batinnya untuk menghadapi tingkah antaraTuan Muda dan anaknya yang tiada hari tanpa keributan itu.


" Ya sudah Bik. Ellena samperin mereka dulu, kalau ngak entah apa yang terjadi? Mungkin rumah ini akan runtuh jika terus mendengar keributan mereka itu... " Kata Ellena sambil mendumel dengan kesal itu.


" Haha. Baik Nona Muda... " Kata Bik Inah setelah tertawa kecil itu.


Kemudian Ellena pun berjalan menghampiri suami dan anaknya yang ternyata sedang menuruni tangga untuk menghampirinya itu.


GREP...


" Mama!!! " Panggil bocoh hampir berumur 4 tahun yang langsung memeluk kaki Mamanya sambil menangis dengan kencang itu.


" Erren kenapa? " Tanya Ellena yang mensejajarkan dirinya kepada sang putra itu.


" Papa nakal!!! Karena ngerusak mainan lego Erren!!! " Kata Erren yang langsung mengadu kepada Mamanya tentang ulah sang Papa yang selalu menjahilinya itu.

__ADS_1


Sedang Ellena pun hanya bisa menghela nafas lelah dengan semua tingkah Suaminya yang seperti hidupnya tak kan tentram jika tak menjahili sang putra itu.


TAP... TAP... TAP...


Arah pandang Ellena pun menatap kesal ke arah Suaminya yang berjalan menghampiri nya yang sambil berusaha menenangkan Erren yang masih menangis karena ulang Sang Papa itu.


" Kamu bisa ngak sehari ajah ngak jahilin anak kamu? " Tanya Ellena dengan raut wajah amar kesal kepada Suaminya itu.


" Hehehe. Habisnya kalau ngak ganggu Erren itu kayak ada yang bilang gituh... " Kata Elyon dengan polosnya sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal itu.


" Hiks... Hiks... Marahin Papa Ma!!! Biar kapok... " Kata Erren yang masih menyembunyikan kepala nya di dada milik Mamanya itu.


Elyon pun berjongkok menyamakan tinggi putranya yang masih setia memeluk Sang Mama itu.


" Maafin Papa yah, son? Nanti Papa kasih apa ajah deh buat Erren... " Kata Elyon yang mencoba membujuk sang putra untuk memaafkan nya itu.


Sedang Ellena hanya memutar bola matanya dengan jengah karena tingkah suaminya yang tak pernah berubah itu.


Karena setiap meminta maaf dia akan selalu menuruti apa perkataan putranya. Bahkan dia pernah memberikan sebuah mension karena permintaan putranya saat cemburu melihat mension baru milik Uncle Gerio dan Aunty Ellina nya dulu itu.


Sebab hal itu Ellena sangat tak suka dengan sikap Elyon yang selalu memanjakan Putranya dengan semua barang - barang mewah, tetapi Ellena bersyukur karena Putranya dapat bersikap dewasa bahkan di saat umurnya masih belia itu.


" Ndak Erren ngak akan maafin Papa!!! " Tolak mentah - mentah Erren kepada Elyon itu.


Emang yah, Sultan mah bebas apa ajah bisa di beli. Tinggal ambil terus bayar tanpa peduli dan memikirkan berapa uang yang akan di keluarkan itu.


" Elyon... " Kata Ellena yang memelotot kan matanya ke arah suaminya dan tak lupa menekan setiap kata pada ucapan itu.


Elyon pun tak menggubris istrinya, karena sekarang yang terpenting adalah maaf dari sang Putra yang sedang merajuk karena nya itu.


" Ndak mau. Tapi... " Kata Erren yang terucap sambil memandang sang Papa dengan bola mata yang tak dapat di artikan itu.


Sedang Elyon pun membalas dengan tatapan penuh binar dan harap jika putranya akan memaafkannya itu.


" Tapi Erren mau ikut ke summer camp sama yang lainnya... " Kata Erren dengan wajah yang ikut penuh harap itu.


Elyon pun langsung merubah wajahnya menjadi datar saat mendengar perkataan putranya yang ingin ikut ke summer camp yang di adakan oleh salah satu tetangga kompleks nya untuk para anak - anak dari kompleks perumahan nya itu.


" No away... " Balas Elyon dengan nada yang dingin dan di tekan itu.


" Why!!! Kenapa Erren ngak boleh ikut... " Kata Erren yang tak terima dengan keputusan Papa nya itu.

__ADS_1


Sebenarnya bukannya tak boleh hanya saja summer kali ini bertujuan untuk meliburkan pada orang tua untuk tak mengurus anak - anak nya, oleh karena itu di larang untuk para orang tua ikut dalam summer camp kali ini dan hanya di perbolehkan pengasuh saja itu.


Bahkan bodyguard untuk menjaga anak - anak pun di larang, agar membebaskan para anak - anak untuk berkemah tanpa perlu berfikir jika terkekang karena ketatbya penjagaan itu.


Tenang saja walau tak di perbolehkan membawa bodyguard, tetapi akan ada beberapa pengurus dan komando dalam acara summer camp kali ini itu.


" Sayang. Nanti di sana Papa sama Mama ngak bisa, jadi kenapa Papa menolak. Karena Papa ngak mau Erren di sana kenapa - napa nanti kalau terjadi sesuatu saat Erren di sana gimana? " Kata Ellena yang turun tangan untuk memberikan pengertian kepada putranya, karena juga tak setuju dengan permintaan putranya itu.


" Kan nanti ada Bik Inah jugak ikut kok! Jadi Papa sama Mama ngak perlu khawatir... " Kata Erren yang terus saja mencoba untuk meyakinkan Papa dan Mamanya agar setuju dengan permintaan itu.


" Apapun alasannya. Papa ngak setuju dengan permintaan Erren! " Kata Elyon dengan nada sedikit tegas itu.


" Tapi Pa... " Kata Erren yang terpotong karena ucapan Papanya itu.


" Erren, Papa memamgg selalu menuruti semua yang Erren mau, tapi bukan berarti Papa akan setuju untuk permintaan Erren kali ini! " Kata Elyon dengan nada dingin serta tegas yang langsung dapat membuat Erren terdiam tak mampu untuk membantah perkataan Papanya yang mutlak takdapat di bantah itu.


Sejujurnya, apa yang di katakan oleh Elyon adalah untuk keselamatan putranya, karena sungguh dia tak ingin mengulang masa lalu yang membuat putranya hampir meregang nyawa karena ulang parah musuhnya itu.


Kemudian Elyon pun berjalan memasuki lift untuk pergi menuju kamarnya, agar bisa menenangkan hatinya yang mulai di selimuti oleh amarah karena teringat akan masa lalu hingga membuat nya terus mengalahkan dirinya sendiri itu.


" Ma. Kenapa Papa marah sama Erren saat ingin pergi ke summer camp, padahal Erren di sana cuma lima hari doang kok... " Kata Erren yang masih berharap jika Papanya akan menyetujui permintaan kali ini itu.


" Hufft. Sayang Papa melakukan ini semua untuk Erren, jadi tolong terima keputusan Papa yah? " Tanya Ellena yang mencoba memberi pengertian kepada putranya itu.


" Tapi Erren ngak suka. Kalau setiap hari Erren harus di awasi, Erren juga mau bebas kayak anak yang lainnya. Karena itu Errpingin ikut ke summer camp kali ini. Pokoknya Erren harus pergi titik... " Kata Erren yang kemudian langsung berlari memasuki lift untuk pergi menuju ke dalam kamarnya itu.


Entahlah apa yang akan Ellena lakukan kali ini untuk bisa memberikan pengertian kepada putranya yang sama keras kepala seperti Papanya itu.


" Hufft. Ayah dan anak sama saja keras kepala... " Kata Ellena yang memang tak suka dengan sifat suami dan anaknya yang satu ini itu.


Bik Inah yang sejak tadi mendengar perdebatan keluarga kecil itu pun langsung berjalan menuju Nona Muda nya yang mungkin sedang berfikir keras untuk membujuk putranya yang begitu keras kepala itu.


" Nona Muda. Maaf bukannya bermaksud ikut campur, apa tak sebaiknya memberikan sedikit kebebasan untuk Tuan Muda Erren..." Kata Bik Inah yang sejujurnya merasa kasihan dengan Tuan Mudanya yang terlihat tertekan dengan semua pengawasan ketat yang harus dia hadapi setiap hari itu.


" Hufft. Entah jugak Bik, sebenarnya Ellena juga masih takut untuk memberikan kebebasan kepada Erren. Mau bagaimana mana lagi walau Ellenamemberi izin, tetap saja keputusan akan ada di tangan Lyon... " Kata Ellena sambil menatap penuh arti pada foto putranya yang terpajang besar di ruang keluarga itu.


Bik Inah pun hanya menghela nafas menyetujui perkataan Nona Muda nya itu.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜

__ADS_1


Annyeong...👋👋👋


__ADS_2