
" HORRE!!! Erren udah wangi... " Kata Ellena yang keluar dari kamar mandi setelah memandikan Putra tersayangnya itu.
" Lho kok kamu ngak kuliah...? " Tanya Ellena pada Elyon yang sedang memainkan handphone nya di sofa itu.
" Males... " Balas Elyon singkat sambil mematikan handphonenya dan menaruhnya di saku bajunya itu.
" Gimana mau jadi sarjana, kalo kamu males terus... " Kata Ellena sambil membaluri tubuh mungil Erren yang berada dia ats brankar pasiennya dengan minyak telon itu.
" Aku udah pinter, ngak perlu jadi sarjana juga udah langsung dapet perusahaan... " Kata Elyon dengan songongnya sambil menciumi pipi gembul putranya itu.
" Emm wanginya anak Papa... " Kata Elyon sambil menggesek - gesekkan hidung nya pada pipi gembul putranya itu.
Sedangkan Erren hanya bisa tertawa geli karena ulah Papanya itu.
PLAK...
Suara pukulan itu.
" Dasar sombong... " Kata Ellena setelah menggeplak tangan suaminya itu.
" Emang kenyataannya... " Kata Elyon yang tak kalah pedenya dengan sikap Ellena itu.
" Dasar kepedean... " Kata Ellena sambil memakaikan baju bergambar spongebob pada tubuh mungil putranya itu.
" Introspeksi diri dulu. Siapa yang sering suka kepedean sampek tingkat dewa...? " Kata Elyon yang bermaksud menyindir Istrinya itu.
" Bodoamat... " Kata Ellena yang sudah mulai kesal berdebat dengan suaminya yang tak akan pernah mengalah padanya itu.
" Emm. Anak Mama udah wangi... " Kata Ellena sambil menciumi pipi gembul putranya itu.
" Emah... Li... Ain... " Kata Erren sambil menarik - narik baju milik Mamanya itu.
" Erren makan dulu biar ngak sakit perutnya oke? " Kata Ellena pada putranya itu.
Lalu Erren pun menganggukkan kepalanya mengerti itu.
" Ren... Auu... Cuuu... " Kata Erren dengan semangat itu.
CUP...
" Oke jagoan Papa, Biar Papa buatin cucunya oke... " Kata Elyon setelah mengecup kedua pipi gembul milik putranya itu.
Kemudian Elyon pergi ke kantin di rumah sakit tersebut dengan membawa paper bag berisikan susu bubuk dan botol dot milik Putranya itu.
TOK... TOK... TOK...
Suara ketukan pintu.
" Masuk... " Kata Ellena setelah mendengar suara pintu yang di ketuk itu.
CKLEK...
Suara pintu yang di buka itu.
" Selamat pagi Nyonya Ellena dan Tuan Muda Erren... " Kata suster tersebut sambil mendorong troli makanan yang berisikan bubur untuk sarapan Erren itu.
" Pagi Kakak suster... " Kata Ellena sambil melambai - lambaikan tangan putranya itu.
" Agiii... " Sapa Erren sambil tersenyum lebar itu.
" Pagi juga Tuan Muda Erren yang tampan..." Balas sapaan suster tersebut pada Erren itu.
" Ini sarapan nya Nyonya... " Kata Suster tersebut sambil memberikan mangkok versi bubur pada Ellena.
" Makasih sus... " Kata Ellena sambil mengambil mangkok itu dari tangan suster tersebut.
Kemudian Suster tersebut pun pamit ke luar dari ruangan tersebut sambil mengdorong troli makan yang kosong itu.
" Ayok Erren makan dulu, aaa... " Kata Ellena yang menyodorkan sendok versi bubur ke mulut putranya.
" Ndak au... " Kata Erren sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu.
" Ayok makan dulu, nanti Erren ngak sembuh - sembuh lho. Kalau ngak mau makan... " Kata Ellena dengan penuh kesabaran itu.
" Ayok dong, buku mulutnya. Aaa... " Kata Ellena yang terus berusaha membuat putranya mau makan itu.
CKLEK....
__ADS_1
Suara pintu dibuka.
Tiba - tiba terdengar suara pintu ruangan tersebut terbuka dan masuklah Elyon sambil menenteng paper bag di tangannya itu.
" Elyon... " Kata Ellena yang menoleh ke arah suaminya itu.
" Paa... " Kata Erren dengan semangat saat Elyon menghampirinya itu.
" Putra papa kenapa? Hmm... " Kata Elyon sambil meletakkan paper bag tersebut di atas brankar Erren itu.
" Nih, anak kamu daritadi ngak mau makan bubur... " Kata Ellena yang sudah putus asa untuk membujuk putranya agar mau makan itu.
" Haha... Dasar anak papa bandel yah... " Kata Elyon yang tertawa kecil sambil mengelus rambut putranya penuh sayang itu.
" Pahh... Cuu... " Kata Erren yang menginginkan susu itu.
" Tapi Erren harus makan dulu, baru minum susu. Kalau nagk mau Papa ngak akan ajak Erren beli mainan lho... " Bujuk Elyon pada sang putra.
" Hmm... Hmm... " Kata Erren sambil mengangguk - anggukkan kepalanya itu.
" Nah... Itu baru anak Papa... " Kata Elyon sambil mencubit kecil pipi gembul putranya itu.
" Pa... Mamam... " Kata Erren yang ingin Elyon menyuapinya itu.
" Ya udah sini biar Papa Suapin Erren... " Kata Elyon sambil mengulurkan tangannya pada istrinya itu.
Ellena yang mengerti pun memberikan mangkok yang berisan bubur tersebut pada suaminya itu.
" Aaaa... " Suara Erren yang membuka mulut bermaksud ingin di suapi itu.
" Aaa... Emmm... Pinter anak papa... " Kata Elyon yang menyuapi Erren dengan telaten itu.
Sedangkan Erren hanya menyengir kuda itu.
" Dasar Erren pilih kasih, kalau di suapin papanya ajah mau. Giliran Mama ajah ngak mau... Huh... " Kata Ellena yang kesal dengan putranya yang pilih kasih itu.
" Lihat tuh Erren, Mama kamu ngambek tuh... " Kata Elyon yang menggoda istri yang sedang dalam mode ngambeknya itu.
" Huh, Mama marah sama Erren... " Kata Ellena yang terdengar kekanak - kanakkan itu.
" Bodo... " Kata Erren yang tak menggubris Mamanya yang marah padanya itu.
PLAK...
Suara pukulan itu.
" Ihh... Elyon. Kok malah ketawa sih, lihat tuh anak kamu... " Kata Ellena setelah memukul lengan suaminya dan membuat Ellena menjadi tambah di buat kesal. Dasar anak sama bapak sama ajah.
" Ihh... Sakit. Lena... KDRT ini namanya... " Kata Elyon sambil mengelus - elus lengannya yang di pukul oleh Ellena tadi.
" Kan emang Erren anak aku... " Kata Elyon yang penuh dengan keyakinan itu.
" Bodoamat, Erren itu anak aku titik... " Kata Ellena yang tak amu mengalah pada suaminya itu.
" Terserah... " Kata Elyon yang mengalah, jika tidak maka perdebatan mereka tak akan selesai - selesai itu.
Ingat kata pepatah " jika perempuan selalu benar dan laki - laki selalu salah ".
Elyon pun selalu meanaglah pada istrinya, jika tidak bisa - bisa dia akan di usir dan tidur di luar oleh istrinya itu.
Setelah makan, Erren pun terus merengek kepada Papanya untuk pergi membeli mainan yang dia inginkan itu.
" Pah... Ainan... " Kata Erren yang merengek sambil menarik - narik baju Papanya itu.
" Jangan bandel oke, boy? Nanti kalau Erren udah sembuh baru kita beli mainan oke... " Bujuk Elyon pada putranya yang terus merengek padanya agar di belikan mainan itu.
" Nda... Au... Cekalang... " Kata Erren yang terus merengek itu.
" Lyon sih, Erren jadi gini kan... " Kata Ellena yang menyalahkan Elyon itu.
" Iyah maaf, kan aku cumak bujuk anak kamu tadi... " Kata Elyon yang mengalah karena tak ingin berdebat kembali dengan Ellena itu.
" Anak kamu kalik... " Kata Ellena lagi.
" Hufft... Emang serba salah dah gw... " Batin Elyon yang mulai terguncang itu.
" Pahh... Ainan... Ainan... Hikss... Hikss... Haaaa.. " Kata Erren yang mulai menangis dengan keras itu.
__ADS_1
" Oke, kita beli mainan oke? Tapi Erren jangan nangis lagi. Hmm... " Kata Elyon sambil menghapus jejak air mata di pipi putranya itu.
" Tapi kan... " Kata Ellena terpotong itu.
" Sttt... Udah ngak papa. Kasihan Erren nangis kayak gini, kita panggil dokter dulu buat memastikan keadaan Erren... " Kata Elyon pada Ellena.
" Hufftt... Terserah deh... " Kata Ellena setelah menghembuskan nafasnya pasrah itu.
Lalu Elyon pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan putranya. Jika memungkin, maka Elyon dan Ellena akan mengajak Erren untuk membeli mainan yang dia mau itu.
" Tuan tidak perlu khawatir lagi. Keadaan Tuan Muda Erren sudah membaik, hari ini juga bisa pulang... " Jelas Dokternya tersebut setelah memeriksa keadaan Erren itu.
" Baiklah dokter. Terima kasih... " Kata Ellena yang berterima kasih pada dokter itu.
" Tidak masalah Nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu... " Kata Dokter tersebut dan lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
" Oke sekarang Erren. Udah boleh pulang..." Kata Ellena yang mengusap kepala putranya yang masih berbaring di brankar itu.
" Yeee... Li... Ainan... " Kata Erren yang sangat senang bisa membeli mainan itu.
" Iyah jagoan Papa. Kita beli mainan sekarang... " Kata Elyon sambil menganggkat tubuh mungil putranya itu.
" Yeee... " Sorak Erren yang penuh kegembiraan itu.
Sedangkan Ellena pun hanya tersenyum kecil sambil mengemasi barang - barang putranya untuk di bawa pulang itu.
" Udah selesai di beresin semua barang nya...? " Tanya Elyon yang menggendong Erren itu.
" Udah kok, yok pulang... " Kata Ellena sambil menyeret koper kecil yang menjadi tempat barang - barang Erren selama di rumah sakit itu.
" Yokk let go... " Kata Elyon yang berlari kecil untuk keluar dari ruangan tersebut.
" Goooo... Hahaha... " Kata Erren sambil tersenyum bahagia itu.
Di Mall, tepatnya di area Timezone.
" Kita mau main apa? " Kata Elyon yang mengajak Erren bermain setelah membeli mainan yang di inginkan bocak kecil itu.
" Di... Olaa... " Kata Erren sambil menunjukkan tangannya ke arah tempat mandi bola itu.
" Oke boy, let's gooo... " Kata Elyon sambil berjalan menuju tempat mandi bola itu.
Ellena pun menunggu Elyon yang mengajak bermain Erren, dengan duduk di bangku dekat tempat mandi bola itu.
Lalu Elyon pun ikut duduk di samping Ellena sambil mengawasi Erren yang sedang bermainmandi bola bersama dengan anak - anak seumurannya di situ.
" Anak kamu yah? Masih kecil udah minta mainan Lego sama robot yang harganya jutaan... " Kata Ellena yang tak percaya jika mainan yang di inginkan putra jagoannya adalah mainan mahal semua itu.
" Biarkanlah, aku kan mencari uang untuk kalian... " Kata Elyon dengan santainya itu.
" Tapi ngak baik juga kamu terus - terus memanjakan Erren. Nanti dia jadi anak anak lagi... " Kata Ellena yang berikan peringatan pada suaminya itu.
" Itu tidak akan terjadi. Putra kita kuat, dia bukan seperti anak - anak seumurannya... " Jelas Elyon sambil masih mengawasi gerak gerik Erren yang sedang bermain dengan bahagia itu.
" Aku takut. Erren akan dalam bahaya, jika mereka tahu putra kita memiliki IQ di atas rata - rata... " Kata Ellena yang takut akan masa depan putranya yang memiliki keistimewaan itu.
" Semua akan baik - baik saja... " Kata Elyon sambil mengelus rambut Ellena dengan sayang itu.
CUP...
" Dia putra kita, dia juga mirip dengan ku saat kecil. Maka dia tidak akan mudah kalah dan terjatuh... " Kata Elyons lagi setelah mengecup pipi kiri istrinya itu.
" Hmm... Aku yakin itu... " Kata Ellena yang menoleh ke arah suaminya itu.
CUP...
Setelah mengecup bibir Ellena sekilas, dia pun berjalan menghampiri Erren dan ikut bermain bersama putranya itu.
Sedangkan Ellena sekarang sedang marah - marah, Karena berani mengecup bibirnya di depan umum itu.
" Dasar tukang nyosor ngak tahu tempat... " Batin Ellena yang kesal itu.
" Semua keluarga kita akan selalu bahagia seperti ini terus... Aminn... " Batin Ellena yang berdoa sambil menatap bahagia Elyon dan Erren yang sedang bermain bola bersama itu.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1
Annyeong....👋👋