
Malam hari pun telah tiba.
Acara resepsi pernikahan Elyon dan Ellena pun akan segera di mulai an para tamu undangan yang di undang ke acara tersebut pun mulai berdatangan.
Di kamar Elyon dan Ellena.
Elyon dan Ellena pun sekarang sedang bersiap - siap untuk acara resepsi pernikahan mereka.
" Lena... Lyon ke bawah duluan yah..., para tamu udah berdatangan..." Kata Elyon yang sudah rapi dengan memakai setelan baju pengantinnya yang berwarna putih dan juga memakai pita berwarna hitam di lehernya, serta tak lupa Elyon juga memakai sepatu formal yang berwarna senada dengan setelan baju pengantinnya itu.
" Iyah... Lyon... kamu pergi dulu ajah... nanti kalo Lena udah siap, Lena nanti nyusul kok... " Kata Ellena yang masih ada di meja riasnya dan sedang di make over oleh para penata rias.
" Hmm... ya udah aku pergi dulu... " Kata Elyon sambil pergi ke aula tempat acara resepsi pernikahan nya di adakan.
Di aula tempat acara resepsi pernikahan Elyon dan Ellena yabg sangat di penuhi dekorasi berwarna ungu.
" Dimana pengantin nya sih... kok lama banget... capek nunggunya nihh...? " Kata Ellina dengan muka yang sedikit cemberut.
" Sabar... pasti mereka lagi siap - siap... " Kata Sherly pada Ellina.
" Kita di sini ajah... masih 5 menit. Ngak sabaran banget sih... lo Ellina... " Kata Kanaya.
" Ya habisnya gw kan... pengen tanya sama Ellena gimana malam pertama mereka... " Balas Ellina.
Sherly yang mendengar perkataan Ellina yang vulgar itu pun langsung menjitak dahi Ellina.
CTAK...
" Aww... sakit Sher... " Kata Ellena sambil mengusap - usap dahinya yang tadi di jitak oleh Sherly tadi.
" Yahh... habisnya. Ngomong ngak pakek filter sih... malam pertama ajah... belom udah di tanya ampun dah... Ellina... " Kata Sherly dengan kesal karena mulut Ellina yang ngomong ngak pakai filter itu.
" Dasar jahat lo Sher... " Kata Ellina sambil sedikit memajukan bibirnya.
" Yank... lihat nih... sakit tau... habis di jitak sama Sherly... sakit Yank... " Kata Ellina yang bertingkah sok tertindas di hadapan Gerio.
" Utututuu... kasian banget sih... pacar Gerio... sini - sini biar Gerio elus dahinya biar ngak sakit... " Kata Gerio dengan nada yang imut sambil mengelus - elus dahi Ellina yang sedikit memerah karena jitakan dari Sherly tadi.
Ellina pun tersenyum manis dan memeluk Gerio dengan sangat manja.
Kanaya dan Sherly pun ingin muntah dengan kebucinan Gerio dan Ellina yang sudah di luar batas itu.
" Uwekk... gw ngeri lihat kebucinan kalian yang udah overdosis itu... " Kata Kanaya sambil menutup mulutnya ingin muntah karena melihat kebucinan Gerio dan Ellina yang udah meraja lela itu.
" Bener apa kata Kanaya... gw juga pengen muntah... ngelihat kebucinan mereka yang udah berlebihan itu... Uwekk... " Kata Sherly yang membenarkan perkataan Kanaya.
" Kalo iri bilang bos... " Kata Gerio dan Ellina secara bersamaan.
" Ihh... iri... ngak deh... " Kata Sherly dan Kanaya secara bersamaan.
Ellen fan Argara melihat mereka berdebat pun hanya memutar bola mata mereka dengan malas dan tak ingin ikut campur dengan masalah mereka.
" Btw Bang... lo sama Kak Sherly kapan nyusul Ellena sama Elyon nikah...? " Tanya Argara.
" Tunggu ajah... undangannya... " Balas Ellen dengan santai.
Argara pun hanya tersenyum kecil saja.
__ADS_1
" Kalo lo...? " Tanya Ellen pada Argara.
" Tunggu ajah... " Jawab Argara singkat.
Elyon pun datang di tempat acara resepsi pernikahan nya itu dan semua para tamu undangan pun terpesona dengan Elyon yang memiliki tubuh yang fleksibel dan memilik wajah yang cool dan tegas itu.
Dan para perempuan yang hadir di acara itu pun saling berbisik - bisik tentang ketampanan Elyon yang tak terkira itu.
" Hey... lihat tuh... Tuan Muda Gorneo Aditya itu sangat tampan kan... andai ajah... aku yang menikah dengannya " Bisik salah satu tamu undangan perempuan dengan temannya.
" Iyh andai ajah... tapi semua itu hanya hayalan kita saja... " Bisik teman nya sambil masang wajah yang lesu.
Mereka pun menghela nafas dan menerima takdir yang suah di tentukan tuhan kepada mereka.
" Mana Ellena? " Tanya Ellen pada Elyon yang sedang duduk di kursi pelaminan nya itu.
" Siap - Siap " Jawab Elyon dengan singkat.
" Ehh... udah ateng lho... gimana rasanya... " Kata Gerio dengan senyum smrik nya.
" Ngak jelas... " Kata Elyon dengan cuek dan dingin.
Lalu Elyon pun tersenyum tipis hingga orang lain pun tak melihatnya dan Elyon pun teringat dengan kejadian di dan Ellena saat di kamar.
" Huh... dasar kulkas... " Kata Gerio dengan kesal.
" Lho... Elyon lo udah dateng... terus Ellena nya mana...? " Tanya Sherly.
" Tuh... udah dateng... " Kata Argara sambil menunjuk ke arah Ellena yang sudah cantik dan rapi dengan baju pengantin nya yang berwarna putih dan juga tak lupa memakai sepatu hak tinggi yang berwarna senada dengan baju pengantinnya, serta tak lupa membawa rangkaian bunga berwarna ungu muda dan juga putih itu.
Para tamu pun terpana dan kagum pada Ellena yang memiliki wajah yang cantik serta kulit yang seputih susu dan memilik tubuh yang ideal itu.
Para tamu undangan ter kagum ke arah Ellena yang yang sedang berjalan sangat anggun ke arah pelaminan, terutama para pemuda yang di undang di acara resepsi pernikahan nya itu.
" Kalo gw lebih dulu dapet dia... bakal langsung gw nikahan dia... tapi sayang Tuan Muda Elyon yang lebih dulu dapet tuh... nona... " Gumam salah satu pemuda sambil melihat ke arah Ellena dengan tatapan yang nafsu.
Elyon yang tak sengaja melihat salah satu pemuda yang melihat istrinya dengan penuh nafsu pun langsung menatap salah satu pemuda itu dengan tatapan tajam bak Elang yang akan mencabik - cabik mangsa nya.
Salah satu pemuda yang sadar sedang di tatap tajam oleh Elyon itu pun langsung menundukkan kepalanya karena gugup dan takut dengan tatapan tajam dari Elyon yang bak ingin mencabik - cabik mangsanya itu.
Sekarang Ellena pun sudah duduk di samping Elyon.
" Wahh... kalian sangat perfect... momen ini wajib harus di abadikan... " Kata Kanya sambil memfoto Elyon fan Ellena yang sedang duduk bersama di pelaminan itu.
CKREK....
" Perfect... kalian itu pasangan yang paling sempurna tauk... " Kata Kanaya sambil melihat hasil foto nya tadi.
" Coba - coba gw mau lihat... " Kata Ellina yang mendekat ke arah Kanaya untuk melihat hasil foto yang di ambil oleh Kanaya tadi.
" Wahh... ini mah... ngak perfect ajah... tapi ini tuh... fantastic.. yang satu cantik yang satunya tampan... perfect and fantastic..." Kata Ellina lagi.
" Kalian lebay deh... " Kata Ellena.
" Tapi ini realitis...okay... " Kata Ellina sambil masih melihat ke arah foto yang di ambil oleh Kanaya tadi.
" Humph... Reality Ellina bukan Realitis... " Kata Ellena sambil menghela nafasnya pasrah.
__ADS_1
" Bodoamat... sama ajah... Realitis... " Kata Ellina yang membela dirinya.
" Humph... Realitis lagi... " Gumam Ellena.
" Biarin ajah... " Bisik Elyon yang duduk di samping Ellena itu sambil menggenggam tangan Ellena yang sedang membawa rangkaian bunga itu.
Ellena pun hanya menghela nafas nya dengan malas.
Tiba - tiba terdengar suara MC lewat pengeras suara.
" Terima kasih untuk para tamu undangan yang telah dengan senang hati hadir di acara resepsi pernikahan ini untuk merayakan hari bahagia kedua pasangan pengantin dari Putra Keluarga Gorneo Aditya dan Putri dari Keluarga Carion Anggara... semoga kalian bahagia dengan acara resepsi yang diadakan ini... fan silahkan untuk para tamu menikmati hidangan yang telah di siapkan... " Kata Seorang MC yang bertugas di acara resepsi pernikahan Elyon dan Ellena itu.
" Dan untuk pembukaan acara... kita buka dengan tarian dansa... mari kita mulai... " Kata MC itu lagi.
Musik pun di putar dan Suara alunan musik pun terdengar ke seluruh ruangan di aula tersebut.
Para tamu pun mulai berdansa dengan para pasangan mereka sambil di iringi dengan alunan musik yang terdengar ke seluruh ruangan aula itu.
" Kok kalian masih di sini...? Ayok kalian ikutan dansa dengan pasangan kalian... " Kata Mama Emely.
" Iyah... tante... " Jawab teman - teman Elyon dan Ellena secara bersamaan.
" Dan untuk kedua pengantin juga harus ikut dansa yah... " Goda Mama Emely pada Elyon dan Ellena.
" Iyah Mah... " Jawab Elyon dan Ellena secara bersamaan.
" Mama duluan ajah... " Kata Ellena pada Mama Emely itu.
" Ya udah kalo gituh... Mama tinggal dulu yah... " Kata Mama Emely sambil pergi meninggalkan mereka.
" Yok kita dansa... " Kata Ellina.
" Yok... Yank... " Kata Gerio.
Teman - teman Elyon dan Ellena pun pergi menyusul kedua orang tua Elyon dan Ellena yang sedang berdansa itu fan tinggal lah Elyon dan Ellena yang masih duduk di pelaminan itu.
Tiba - tiba Elyon pun berdiri dan berhadapan dengan Ellena serta mengulurkan tangannya ke arah Ellena.
" Maukah Tuan putri berdansa dengan pangeran yang tampan ini...? " Tanya Elyon sambil tersenyum manis pada Ellena dan masih mengulur tangan nya ke arah Ellena.
" Tuan putri ini menerima tawaran pangeran kulkas... " Kata Ellena dengan sedikit tertawa kecil sambil menerima uluran tangan dari Elyon.
" Kok pangeran kulkas...? " Tanya Elyon sambil menggenggam tangan Ellena dan pergi untuk menyusul teman - teman nya yang sedang berdansa itu.
" Karena Kamu dingin kayak kulkas... Haha... " Kata Ellena sambil tertawa kecil.
Elyon pin hanya tersenyum saja melihat Ellena yang sedang menertawakan nya itu.
Setelah samapi di tempat dansa, meeka pun berdansa dengan anggun.
" Kamu cantik... " Kata Elyon pada Ellena dengan tersenyum manis sambil berdansa dengan Ellena.
" Kamu juga tampan... tapi sayang Pangeran kulkas... " Kata Ellena sambil berdansa dengan Elyon.
Elyon pun hanya tersenyum sambil melihat wajah Ellena yang berdansa dengan nya itu.
" Semoga kehidupan kita bisa terus semanis coklat..." Batin Mereka.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, Vote, Follow, and share. Yahh...😊💜
Annyeong...👋👋
__ADS_1