
Di Campus Galaksi.
Setelah lelah bergelut dengan tugas - tugas yang di berikan dosen, Elyon dan Ellena dkk pun pergi ke kantin kampus untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi itu.
Lalu Argara dan Kanaya pun menawarkan diri mereka untuk memesan pesanan temen - teman mereka itu.
" Pesanan datang... " Kata Kanaya sambil meletakkan nampan berisi pesanan teman - temen nya itu.
" Thank you... " Kata Ellena dan Sherly secara bersamaan sambil mengambil pesanan mereka di atas nampan itu.
Sedangkan Elyon dan Ellen hanya diam sambil mengambil pesanan mereka dia ats nampan itu.
" Btw, kok gw ngak liat Gerio sama Ellina yah? " Tanya Sherly sambil memakan pesanan nya itu.
" Dia lagi haneymoon... " Jawab Kanaya sambil menyendok baksonya itu.
" Ohh pantes... " Kata Sherly yang mangaduk pesanan nya itu.
" Ohh iyah. Kan Elyon sama Ellena belum honeymoon, kapan nih kalian honeymoon nya? " Tanya Kanaya dengan penuh antusias itu.
" Terserah Lena ajah... " Kata Elyon dengan singkat itu.
" Emm... Kalo gw sih ngak honeymoon juga ngak papa. Kasian Erren kalo di tinggal lama - lama, bawaannya pengen kangen terus... " Balas Ellena pada Kanaya itu.
" Iyah sih. Yang udah punya anak emang beda... " Kata Sherly yang sedang memakan pesanan itu.
" Kalo Kak Sherly iri. Bilang... " Kata Ellena yang sedikit menyindir Kakak iparnya itu.
" Apaan sih, bodoamat. Gw juga bisa bikin sendiri... " Kata Sherly yang sedikit ngegas itu.
" Iyah deh. Percaya, kan Kakak pinter tuh bikinnya... " Kata Ellena sambil sedikit cekikikan itu.
" Mulutnya yah dek... " Kata Ellen yang sebal karena mulut adiknya yang tidak pernah di filter saat bicara itu.
" Hahaha. Bercanda... " Kata Ellena yang sangat senang bisa membuat Kakaknya kesal itu.
" Udah - udah ribut muluk... " Kata Kanaya yang menengahi perdebatan non faedah mereka itu.
" Emm... Btw kalian mau hadiah apa saat anniversary ke 1 pernikahan kalian...? " Tanya Kanaya pada Elyon dan Ellena itu.
" Ngak kasih hadiah juga ngak papa, yang penting doanya ajah... " Balas Ellena pada Kanaya sambil memakan pesanan nya itu.
Sedangkan Elyon menatap Ellen dengan tatapan yang sedang berargumentasi itu.
" Oke deh... " Kata Kanaya dan melanjutkan kembali memakan pesanan nya yang tertunda tadi itu.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan memakan pesanan mereka tanpa adanya argumentasi lagi itu.
TRINGGG...
Suara bel yang berbunyi menandakan waktu istirahat telah usai itu.
Beberapa menit kemudian, bel istirahat telah selesai pun berbunyi.
Kemudian mereka pun berjalan menuju kelas mereka masing - masing. Lalu bergelut kembali dengan pelajaran - pelajaran yang merumitkan dan memusingkan otak mereka itu.
TRINGGG...
Suara bel yang berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba.
Setelah beberapa jam bergelut dengan banyak pelajaran yang memusingkan mereka. Bel pun berbunyi, lalu mereka pun bersorak senang dan langsung merapikan buku - buku mereka untuk segera pulang itu.
" Baiklah sampai di sini mata pelajaran saya hari ini dan selamat tinggal... " Kata Bu Rika lalu berjalan keluar dari kelas tersebut.
" Ya Bu... " Jawab para mahasiswa dan mahasiswi di kelas tersebut dengan serempak itu.
Elyon dan Ellena dkk pun pulang ke rumah mereka masing - masing.
Di Rumah Ellena.
Elyon dan Ellena pun berjalan memasuki rumah mereka dan di sambut dengan canda tawa Erren yang sedang menonton kartun kesukaan nya itu.
" Erren sayang... " Panggil Ellena yang menghampiri anak kesayangan itu.
Lalu Erren yang sedang fokus menonton televisi pun langsung menoleh ke arah Papa dan Mama nya yang sudah pulang itu.
" PAPA!!!! MAMA!!! " Teriak Erren yang tersenyum bahagia sambil berlari menuju Papa dan Mama nya itu.
HAP...
Elyon pun langsung mengkap putranya yang berlari agar tak terjatuh itu.
CUP....
CUP....
CUP....
" Bandel yah anak Papa... " Kata Elyon sambil mengecup pipi putarnya dengan gemas itu.
" Mama... " Kata Erren sambil meregangkan kedua tangannya ke arah Ellena yang minta di gendong itu.
" Manja... " Kata Ellena yang tak kunjung menggendong putranya malah melipat ke dua tangan di atas dada itu.
" Maaaa... Endong... " Rengek Erren yang akan menangis itu.
" Hahaha... Sini - sini Mama gendong... " Kata Ellena sambil mengangkat tubuh mungil putarnya itu.
CUP....
Ellena pun mengecup pipi gembul Erren dengan sayang itu.
" Maaa... Mamam... Di uapin Mama... " Kata Erren yang ingin makan di suapi oleh Mamanya itu.
" Oke boy, Let's Goooo.... " Kata Ellena yang berlari kecil sambik menggendong Erren untuk pergi menuju ruang makan itu.
Sedangkan Elyon hanya tersenyum memandang kedekatan Ibu dan anak itu.
Lalu Elyon pun berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan badan yang sudah lengket karena keringat itu.
Di Ruang Makan.
Ellena sedang menyuapi Erren dengan telaten itu.
" Enak... " Kata Erren sambil mengunyah makanan di mulut nya itu.
" Pasti dong. Siapa dulu? Mamanya Erren gitu lho... " Kata Ellena yang mulai dalam mode pede tingkat dewa nya itu.
__ADS_1
PROK... PROK... PROKK...
" Hahaha... " Tawa kecil Erren sambil bertepuk tangan itu.
" Mulai pedenya... " Kata Elyon yang tiba - tiba menghampiri mereka itu.
" Kan emang bener... " Kata Ellena yang menyuapi Erren untuk suapan terakhir itu.
" HORRE!!! Udah habis mamam nya... " Kata Ellena lalu mencium kedua pipi gembul putranya itu.
" Hehehe, abis... " Kata Erren sambil tertawa kecil itu.
Elyon pun mengambil botol dot Erren yang ada di atas meja makan, lalu memberikan botol dot tersebut pada putranya itu.
" Eitss... Minum air putih dulu... " Kata Ellena yang langsung memberikan segelas air mineral pada putranya itu.
Kemudian Erren pun meminum air mineral yang di berikan mamanya itu.
" Cuu... " Kata Erren sambil menyodorkan tangannya pada Elyon untuk meminta botol dot nya, setelah meminum air mineral tadi itu.
Lalu Elyon pun tersenyum dan memberikan botol dot tersebut pada putranya itu.
" Anak Papa, tumbuhlah dengan sehat... " Kata Elyon sambil mengelus rambut Erren yang sedang meminum susu di botol dot kesayangan itu.
Ellena hanya bisa tersenyum dan selalu mengucapkan syukur karena telah di pertemuan dengan orang - orang yang baik dan sayang padanya itu.
" Holle abis... " Kata Erren yang bahagia karena sudah menghabiskan susunya itu.
" Yok iku Papa, ke rumah Uncle Ellen... " Kata Elyon yang menggendong Erren berniat untuk mengajaknya ke rumah Ellen, karena ada sesuatu yang harus dia bahas dengan Ellen itu.
" Mau ngapain?? " Tanya Ellena yang bingung karena perkataan dari suaminya itu.
" Urusan kantor... " Alibi Elyon pada istrinya itu.
" Elen itut... " Kata Erren pada sang Papa itu.
" Tanya dulu sama Mama " Balas Elyon pada perkataan putranya itu.
" Elen itut boleh kan Ma? " Tanya Erren yang ingin pergi bersama Papanya itu.
" Boleh tapi Erren ngak boleh nakal dan jangan malem - malem, oke? " Kata Ellena pada Erren itu.
" Tiap... Tomandan... " Kata Erren sambil memberikan hormat pada sang Mama itu.
" Hih... Imut banget sih anak Mama. Bikin gemes... " Kata Ellena sambil mencubit kecil pipi sang anak itu.
" Aku pergi dulu yah? " Tanya Elyon pada Ellena itu.
" Hmm... Hati - hati... " Kata Ellena sambil mencium punggung tangan suaminya itu.
" Hati - hati di jalan... " Kata Ellena pada Elyon lagi itu.
CUP....
" Hmm... Iyah... " Kata Elyon setelah mengecup dahi istrinya itu.
Kemudian Elyon pun berjalan menuju garasi sambil menggendong putranya itu.
" Babay... Mama... " Kata Erren yang melambai - lambaikan tangannya pada sang Mama itu.
Lalu Ellena pun pergi menuju tempat jemuran baju untuk membantu Bik Inah mengurus pekerjaan rumah tangga itu.
Di Rumah Ellen.
Elyon sedang berbincang - bincang dengan Ellen untuk membahas tentang pembicaraan mereka beberapa hari yang lalu itu.
Sedangkan Erren bermain bersama Aunty Sherly di tempat permainan khusus Sherly buat untuk Erren jika sedang ada di rumahnya itu.
" Lo beneran akan lakuin semua? " Tanya Ellen yang sedikit ragu pada rencana yang di susun oleh Elyon itu.
" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Elyon itu.
" Hmm... Terserah Lo ajah. Tapi kalau sampek terjadi sesuatu, gw bunuh lo... " Kata Ellen dengan penuh intimidasi pada Elyon itu.
" Gw jamin semua aman... " Kata Elyon dengan penuh keyakinan itu.
" PAPA!!!! ULANG!!!! " Teriak Erren yang berlari menuju Elyon dan Ellen sambil membawa mainan robot di tangannya itu.
Sherly pun juga ikut berlari mengejar Erren agar yang berlari kencang ke arah Ruang Keluarga itu.
" Erren jangan lari - lari... " Kata Elyon yang memperingatkan pada putranya itu.
" Pa, lihat nih... Elen dapet ainan lobot dali Onty Shely... " Kata Erren sambil memperlihatkan mainan robot di tangannya pada Papanya itu.
" Bilang apa ke Onty Shely...? " Tanya Elyon pada Erren sambil merapikan rambut putranya yang sedikit berantakan itu.
" Makacih Onty Shely... " Kata Erren pada Aunty Sherly yang masih ngos - ngosan karena mengejar Erren tadi itu.
" Iyah, sama - sama sayang... " Kata Sherly yang tersenyum kecil sambil mengelus pipi Erren dengan lembut itu.
" Pa, yok ulang... " Kata Erren yang menarik - narik ujung baju Papanya itu.
" Huh... Dasar anaknya Ellena. Kalau udah di kasih robot ajah langsung minta pulang... " Kata Sherly yang mendengus kesal itu.
" Emang anaknya Elyon kayak gini... " Kata Ellen yang ikut tersenyum kecil itu.
" Maaf kak, jadi ngak enak... " Kata Elyon yang mersa tidak enak karena perilaku putranya yang mulai bar - bar itu.
" Haha... Ngak papa. Tenag ajah, biasa anak - anak kelakuannya memang kayak gini bar - bar... " Kata Sherly sambil tertawa kecil itu.
" Bahkan Ellena lebih dari ini... " Kata Ellen dengan tiba - tiba itu.
Sedangkan Elyon hanya menaikkan alisnya bingung dengan perkataan Ellen itu.
" Hahaha, maksud Ellen itu. Dulu saat Ellena masih kecil dia lebih naik dari putra kalian ini... " Kata Sherly sambil mencubit kecil pipi gembul Erren itu.
" Dulu dia suka sekali memanjat, saat umurnya lima tahun dia lebih suka mencuri mangga di rumah tetangga dari pada membelinya. Katanya sih... Kalau ada yang gratis kenapa harus beli. Hahaha... Sungguh lugu sekali Ellena saat itu... " Kata Sherly sambil tertawa lucu itu.
Elyon pun tertawa kecil karena cerita masa kecil yang di ceritakan oleh Sherly tadi itu.
" Paa... Ulang. Elen mau ulang... " Kata Erren yang terus merengek untuk pulang sambil menarik - narik paksa ujung baju milik Papanya itu.
Elyon pun menggendong Erren sambil menghela nafas panjang. Karena Erren selalu keras kepala, jika permintaan anaknya tak di turuti itu.
" Baiklah kita pulang... " Kata Elyon dengan pasrah itu.
" Maaf Bang... Kak. Gw pulang dulu, Erren lagi mode keras kepala... " Kata Elyon pada Ellen dan juga Sherly itu.
__ADS_1
" Kepala Elen Ndak kelas tuh... " Kata Erren dengan wajah polosnya sambil meraba - raba kepalanya itu.
" Dasar ponakan aunty yang bar - bar... " Kata Sherly sambil mencubit kecil pipi gembul Erren karena gemes dengan kepolosan keponakan nya itu.
" Elyon pamit dulu, Assalamualaikum... " Kata Elyon sambil jalan keluar dari ruang Ellen dan Sherly dengan menggendong Erren yang sibuk memainkan mainan robot di tangannya itu.
" Wa'alaikumsalam... " Kata mereka sambil berjalan untuk mengantarkan Elyon ke depan rumah mereka itu.
Di Rumah Elyon dan Ellena.
Sekarang Ellena sedang sibuk menyetrika baju - baju milik suami dan anaknya sambil mendengarkan musik di handphone nya, serta bernyanyi mengikuti nada musik yang dia dengar itu.
" Bahagia aku bila bersamamu, senang hatiku dalam pelukanmu. Dekat denganku hingga kau menua, hingga memutih rambutmu... " Kata Ellena yang bernyanyi sambil menyetrika baju itu.
" Senang hatiku hidup bersamamu, belahan jiwa... Jagalah dirimu, karena denganmu damai lah hatiku. Menua lah bersamaku.. " Kata Ellena yang masih bernyanyi dengan suara merdunya itu.
" MAMA!!! " Teriak Erren yang berlari menuju sang Mama yang sedang bernyanyi itu.
" Genggam erat... " Kata Ellena yang bernyanyi pun terhenti karena teriakan merdu dari putra kesayangannya itu.
Lalu Ellena pun mematikan musik di handphone nya dan kemudian menoleh ke arah sang anak yang berlari menghampirinya itu.
" Erren. Mama kan pernah bilang ngak boleh lari - lari... " Kata Ellena yang lelah dengan kebiasaan anak nya yang suka berlarian kesana kemari, mungkin besarnya akan menjadi atlet lari seperti nya.
" Liat nih Ma. Elen punya lobot Bali dari Onty Shely... " Kata Erren sambil memperlihatkan mainan robot barunya itu.
" Udah bilang makasih belum sama Aunty Sherly...? " Tanya Ellena sambil mengelap keringat yang bercucuran dari dahi putranya karena berlarian tadi itu.
" Udah dong... " Kata Erren sambil memainkan robot di tangannya itu.
" Ya udah. Sekarang Erren ke Papa dulu gih, mandi dulu. Terus nanti kita makan malam bareng... " Kata Ellena pada Erren itu.
" Ciap Ma... " Kata Erren lalu berjalan menuju kamar Papanya dengan menaiki lift itu.
Jika Erren ketahuan menaiki tangga, maka Elyon akan marah besar pada Erren dengan tidak akan mau berbicara lagi pada putranya. Sungguh posesif sekali Papa satu ini.
Ellena pun segera menyelesaikan pekerjaannya, lalu memasak makan malam bersama Bik Inah itu.
Erren yang sudah berganti baju setelah di mandikan oleh sang Papa pun, lalu berjalan menghampiri sang Mama dan Bik Inah yang sedang menyiapkan makan malam itu.
" Mat malam, Mama... Nek Ina... " Kata Erren yang duduk di kursi khusus miliknya itu.
" Malem tuan muda... " Balas Bik Inah sambil tersenyum kecil itu.
" Malem jagoan Mama... " Kata Ellena yang berjalan menghampiri putranya lalu mengecup dahinya itu.
" Hehehe... Elen lapel ma... " Kata Erren yang ingin segera makan sambil mengelus perutnya yang kelaparan itu.
" Tunggu Papa turun dulu... " Kata Ellena sambil meletakkan makan malam di meja makan itu.
" Selamat malam... " Sapa Elyon dengan sambil merapikan rambutnya yang masih basah karena setelah keramas itu.
Ellena yang melihat itu pun membuat pipi nya perlahan memerah itu.
" Dasar kenapa gw harus salthing sih, tiap hari kan gw selalu liat Lyon kayak gini. Dasar Ellena alay... " Batin Ellena sambil menepuk - nepuk pipi yang mulai memerah itu.
CUP...
" Malam... " Kata Elyon setelah mengecup singkat bibir Ellena itu.
" T-too... " Kata Ellena yang gugup dan langsung memalingkan wajahnya yang mulai memerah itu.
CUP...
" Malam boyy... " Kata Elyon yang kemudian mencium dahi putranya yang sedang asik memakan biskuit kesukaan nya itu.
" Malam Pa... " Balas Erren dan kemudian melanjutkan kegiatan kembali itu.
Lalu Elyon pun duduk di samping putranya di ikuti Ellena yang meletakkan beberapa lauk pauk di piring suaminya itu.
"Thanks... " Kata Elyon lalu berdoa kemudian memakan makan malam dengan tenang itu.
Ellena pun ikut duduk di kursi depan suaminya dan memulai memakan malam malamnya itu.
Tanpa sadar sejak tadi Ellena memandang Elyon hingga melupakan sesuatu yang penting itu.
Elyon yang sadar sejak tadi di tatap oleh istri nya pun menatap kembali pada sang istri itu.
" Kenapa?? Kagum?? " Tanya Elyon pada Ellena yang masih melamun sambil menatap nya itu.
" A-apan sih. Ge'er... " kata Ellena yang sadar, kemudian gugup dan langsung menuntuk serta melanjutkan makan malam nya itu.
" Hahaha. Lucu yah istri kagum sama suaminya sendiri, sampai luka kasih makan anaknya... " Kata Elyon yang tertawa kecil sambil melanjutkan makan malam itu.
Ellena yang mendengarnya pun bingung dan mencoba mencerna apa yang di kata kan oleh sang suami itu.
Kemudian Ellena pun menatap sang anak yang sedang sibuk memakan biskuit kesukaan nya itu.
" Astaghfirullah hal'adzim... " Kata Ellena yang teringat jika dia belum memberikan bubur untuk makan malam anaknya itu.
Lalu Ellena pun berlari menuju dapur dengan tergesa - gesa dan tak luput dengan tatapan bingung oleh Bik Inah yang sedang mencuci alat masak itu.
" Hahaha... " Kata Elyon yang tertawa karena tingkah laku sang istri itu.
" Pa... Elen lapel... Au... Mamam... " Kata Erren yang merengek lapar itu.
" Hahaha... Tunggu dulu yang jagoan Papa, Mama lagi ambil bubur buat Mama Erren... " Kata Elyon sambil mengangkat tubuh mungil jagoan nya ke atas pangkuan itu.
Kemudian Ellen pun datang dengan tergesa - gesa sambil membawa sepiring bubur untuk putranya dan tak lupa dengan pipi yang memerah karena malu itu.
" Dasar bodoh Lo Ellena, masak gara - gara kagum sama suami Lo, malah jadi lupa kasih makan anak sendiri. Dasar Ellena bodoh, bodoh, bodoh... " Kata Ellena yang merutuki dirinya yang teledor memberikan makan malam untuk putranya itu.
" Yeyy... Mamam... " Kata Erren yang bersorak senang karena melihat Mama nya berjalan menghampirinya sambil membawa semangkok bubur itu.
" Maaf yah sayang Mama lupa kasih Mamam Erren... " Kata Ellena yang berjongkok meletakkan semangkok bubur tersebut di atas meja khusus bayi milik Erren itu.
Sedangkan Erren pun tak memperdulikan perkataan Mamanya dan langsung menyiapkan bubur tersebut kedalam mulutnya dengan bantuan sendok plastik kecil miliknya itu.
Ellena pun menatap kagum serta kasihan pada putranya. Kagum karena putranya sudah pinter makan sendiri tanpa perlu di suapi olehnya. Bahkan disaat umurnya masih satu tahun dan Ellena kasihan pada putranya, karena nasib Erren yang kurang baik saat dia lahir itu.
Tapi Ellena bersyukur dia di berikan anamah oleh tuhan untuk menjaga jagoan kecil nya, Ellena tak pernah menyesal merawat Erren hingga saat ini. Walaupun tak lahir dari rahimnya, tapi Erren berarti dalam hidupnya.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
Annyeong...👋👋👋
__ADS_1