Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 68


__ADS_3

" Haaaa... Hiks... Hiks... Apa yang harus aku lakuin sekarang? " Kata Ellena dengan menangis sambil mengacak - acak rambut nya penuh frustasi itu.


" Lyon... Hiks... Lyon... Harus tau ini... " Batin Ellena itu sambil merogoh handphone dari saku baju nya itu.


Kemudian Ellena pun langsung menekan nomor handphone milik Elyon dengan tangan yang bergetar itu.


Mode Telfon On.


Elyon : Ada apa Lena?


Ellena: Hiks... Hiks... L-Lyon...


Elyon : Kenapa? Kamu baik - baik aja kan, kok


nangis.


Ellena : Hiks... Hiks... L-Lyon, E-Erren.


Elyon : Kenapa dengan Erren? Lena


sebenarnya ada apa?


Ellena: Haaaa.... Lyon E-Erren di culik.


Elyon : APA!!! Kamu sekarang ada di mana?


Ellena: Di-di taman deket komplek.


Mode Telfon Off.


Kemudian Elyon pun langsung mematikan sambungan telfonnya dengan Ellena dan bergegas ke taman menyusul Ellena dengan perasaan yang campur aduk itu.


" Kalau sampek Erren kenapa - kenapa, gw bakal bunuh kalian semua... " Batin Elyon dengan amarah yang membara itu.


Setelah itu Elyon pun menekan sebuah nomor di layar handphone nya itu.


Elyon: Suruh anggota M-GA cari anak gw


dalam keadaan selamat tanpa cacat


sedikit pun.


... : Baik bos.


Mode telfon Off.


" Erren bertahan Papa akan datang... " Batin Elyon sambil berdoa dengan keselamatan anak nya itu.


Sedangkan Ellena masih terduduk di atas tanah dengan kepala yang menunduk karena menangis dengan sesegukan itu.


" Maafin Mama Erren... Kalo Mama tau bakal kayak gini, Mama ngak kan tinggalin kamu tadi sayang... Maaf... " Anton Ellrna yang merasa bersalah karena meninggalkan Erren sendirian tadi itu.


" Maafin Mama Erren... Hiks... Maaf... Hiks... Maaf... Hiks... " Kata Ellen sambil menutupi mukanya yang sudah basah karena linangan air mata itu.


" LENA!!! " Teriak Elyon sambil berlari menghampiri Ellena itu.


Sedangkan Ellena yang mendengar suara Elyon pun langsung mendongak ke arah Elyon itu.


" L-Lyon... " Lirih Ellena sambil sesegukan karena setelah menangis tadi.


Elyon pun langsung memeluk Ellena dalam dekapannya untuk menekan wanita yang mulai menangis kembali itu.


" L-Lyon... Hiks... E-Erren... Hiks... Haaa.... " Suara Ellena yang menangis denagn kencang dalam dekapan suaminya itu.


" Tenang sayang... Semua akan baik - baik ajah... " Kata Elyon sambil menenangkan istrinya padahal diri juga sedang di landa kekhawatiran dengan keselamatan Erren, tapi dia juga harus kuat demi istrinya itu.


" Kenapa ini bisa terjadi, hmm? " Tanya Elyon sambil menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya itu.


" Ta-tadi... Aku ambil bola yang di lempar Erren, terus saat Lena balik lagi Erren udah ngak ada... Haaa... Hiks... " Kata Ellena sambil menangis denagn kencang lagi itu.


" Ini se-semua salah aku... Ini salah ku... " Kata Ellena yang menyalahkan dirinya sendiri itu.


" Husttt... Udah, cup... cup... cup. Ini bukan salah kamu Lena... " Kata Elyon sambil mengelus - elus rambut panjang Ellena dan sesekali mengecupnya itu.


" Ta-tapi... " Kata Ellena yang terpotong itu.


" Udah sayang, hei... Liat Lyon, semua bakal baik - baik ajah. Jadi jangan khawatir, Lyon udah suruh anak buah Lyon buat cari Erren oke... Jangan nangis lagi sayang, hmm? " Kata Elyon sambil menghapus kembali air mata yang membasahi pipi istrinya itu.


" Sekarang kita pulang yah... Kita tunggu kabar Erren di rumah yah, Lyon ngak mau Lena sakit... Nanti Erren sedih lho... Masak Mama nya yang kuat ini jadi cengeng sih... " Kata Elyon yang menggoda Ellena sambil mengelus pipi Ellena untuk memenangkan nya itu.


Sedangkan Ellena hanya bisa menganggukan kepalanya dengan sedikit lemah, karena sehabis menangis yang membuat tenaganya terkuras itu.


Lalu Elyon pun menuntut Ellena untuk berdiri dan pulang ke rumah mereka itu.


Di Kediaman Rumah Elyon dan juga Ellena.


Di kamar Ellena sekarang Elyon baru saja menidurkan Ellena. Karena setelah sampai rumah, Ellena kembali menangis dengan kencang tadi itu.


" Sayang... Lyon janji bakal cari Erren dengan selamat... " Batin Elyon sambil mengusap rambut panjang Ellena yang sedang berada di alam mimpinya itu.


Cup...


Setelah mengecup dahi Ellena, Elyon pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga menenangkan pikirannya yang terus tertuju pada putra nya itu.


Pada tengah malam.


Ellena pun membuka perlahan matanya yang silau, karena cahaya bulan yang ke luar dari fentilasi udara itu.


Lalu Ellena pun menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang itu.


" Erren... " Batin Ellena yang mulai teringat kejadian sore hari itu.


" Putra ku kemana? Hiks... Erren di mana? Hiks... Hiks... Haaa... " Kata Ellena yang mulai menangis kembali itu.


Sedangkan Elyon yang tidur di samping Ellena pun terbangun karena mendengar suara tangisan istrinya itu.

__ADS_1


" Lena... Kenapa sayang? " Tanya Elyon sambil memeluk Ellena yang meletakkan kepalanya dia tas temukan lututnya itu.


" Erren... Mana, Hiks... Hiks... " Kata Ellrna yang menoleh ke arah Elyon yang memeluknya itu.


" Sabar sayang... Erren masih dalam proses pencarian sayang... Bahkan polisi juga ikut mencari keberadaan Erren... " Kata Elyon yang menentukan Ellena sambil mengelus rambut panjang Ellena itu.


" Aku mau Erren, Lyon... Pokok nya Erren harus ketemu... Ini semua salahku... Salahku... Salahku... Haaaa... " Kata Ellena sambil memukul - mukul kepalanya dengan kedua tangannya itu.


Elyon yang panik pun langsung menggenggam kedua tangan Ellena, agas wanita itu tak memukul kepalanya kembali itu.


" Sayang kenapa kamu jadi kayak gini, mana Ellrna yang ceria... mana Ellrna yang PD nya tingkat dewa, hmm... Kalo Erren tau kamu kayak gini Erren pasti sedih... " Jelas Elyon untuk menenangkan Ellena yang menyalahkan diri nya sendiri itu.


" Lena mau Erren lihat kamu kayak gini? " Tanya Elyon pada istrinya itu.


Ellena pun menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan suaminya itu.


" Hiks... Hiks... ta-tapi... " Kata Ellena yang terpotong itu.


" Lena.... Lena percaya kan sama Lyon...? " Tanya Elyon lagi itu.


Sedangkan Ellena menganggukkan kepalanya sambil sesegukan itu.


" Kali Lena percaya, Lena harus yakin Erren pasti baik - baik saja dan ini semua bukan salah kamu sayang... " Kata Elyon yang meletakkan kepalanya dia tas kepala Ellena sambil mengelus rambut panjang istrinya itu.


Beberapa menit kemudian, terdengarlah suara dengkuran halus Ellena yang mulai tertidur dalam dekapan suaminya karen lelah menangis itu.


" Lena... Sebegitu sayang nya kah Lena ke Erren...? " Batin Elyon yang mulai menitikkan air matanya yang sejak tadi dia bendung itu.


" Lyon janji, bakal menemukan Erren secepatnya dengan selamat... Tunggu sebentar lagi, kita akan berkumpul kembali bersama Erren... Lyon janji... " Batin Elyon sambil menghapus air matanya yang terjatuh mengalir ke atas pipi nya itu.


Sejak kejadian itu, hidup Ellena dan juga Elyon pun berubah secara draktis.


Waktu pun berjalan seperti melambat, sekarang sudah dua hari lebih Erren di culik dan juga Elyon yang masih belum menyerah untuk mencari putaranya itu.


Namun nihil tak ada yang tau di mana lokasi Erren sekarang, Bahkan semua anggota kepolisian setempat pun ambil adil untuk mencari Erren dan juga anggota mafia M-GA yang telah di bangun oleh Elyon sejak dia Sekolah Menengah Keatas itu.


Dan sejak saat itu pula mereka tidak masuk kampus karena terlalu mengawatirkan dan masih mencari keberadaan Erren yang masih hilang karena di culik itu.


Sedangkan Ellena, sikap nya yang dulu selalu ceria dan memiliki PD tinggkat dewa itu pun berubah menjadi murung seperti mayat hidup dan sejak itu dia juga sering pergi ke kamar Erren, terkadang melamun dan juga terkadang menangis karena dia masih menyalahkan diri nya sendiri atas penculikan Erren itu.


Pada sinag hari di kediaman rumah Elyon dan Ellena.


Semua teman - teman Ellena dan juga Elyon pun datang ke rumah mereka untuk membantu melakukan pencarian Erren itu.


Karena Elyon yang memberitahu mereka tentang penculikan Erren itu.


" Sabar bro... Erren pasti ketemu... " Kata Gerio yang menghibur Elyon sambil menepuk - nepuk pundak Elyon itu.


" Tenang, kita bakal bantu lo. Buat cari Erren sampek ketemu... " Kata Argara pada Elyon itu.


" Thanks, udah mau bantu... " Balas Elyon sambil memasang wajah yang lesu seperti tak memiliki semangat hidup itu.


" Ya pasti kita bantu, Erren itu ponakan kita. Tenang ajah, gw udah suruh para anak buah gw buat cari Erren... " Kata Ellen itu.


Sedangkan Elyon hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia hanya bisa pasrah ke pada Yang Maha Kuasa agar Erren dapat secapatnya ketemu.


" Di kamar Erren... " Balas Elyon dengan singkat, padat, dan jelas itu.


Para perempuan yang mengerti pun langsung pergi menuju kamar milik Erren untuk menemui Ellena itu.


Di Kamar Erren.


Ellena sedang duduk di kasur yang terdapat di kamar Erren, sambil melamun dan memeluk boneka mobil - mobilan kesukaan Erren itu.


" Sayang, gimana kabar Erren? Di sana pasti Erren takut kan? Erren pasti belum minum susu? Di sana Erren pasti sulit tidur, kan ngak ada Papa yang nidurin Erren? " Batin Ellena yang melamun karena memikirkan keadaan Erren di tempat dia di culik itu.


" Sayang Mama kangen... Hiks... Hiks... " Kata Ellena sambil terisak dengan memeluk erat boneka mobil - mobilan kesukaan Erren itu.


CKLEK...


Suara pintu yang terbuka.


" Ellena... " Kata Sherly sambil membuka pintu kamar milik Erren itu.


Sedangkan Ellena pun menatap kosong ke arah depan dan tak merespon kedatangan Kakak ipar dan juga para teman - temannya itu.


Kemudian Kakak ipar dan juga para teman - teman Ellena pun menghampiri Ellena yang sedang melamun sambil memeluk erat boneka mobil - mobilan kesukaan Erren itu.


" Ellena... " Panggil Sherly sambil mengelus punggung Ellena dengan lembut itu.


Sekali lagi, Ellena tak merespon panggilan dari Sherly dan hanya menatap kosong ke arah depan itu.


" Sabar yah, semua bakal baik - baik ajah kok... Kita di sini buat lo. Kita akna bantu buat cari Erren sampek ketemu, tapi Lo jangan kayak gini... " Kata Ellina pada Ellena itu.


" Bener kata Ellina, Lo harus kuat untuk menghadapi semua cobaan ini... Kasihan Erren nanti kalo lihat Mamanya sedih kayak gini... " Kata Kanaya yang mengiyakan perkataan dari Ellena itu.


" Ini semua salah gw... " Kata Ellena sambil menatap kosong ke arah depan itu.


" Ini bukan salah lho... Iya sihh, lo pergi ninggalin Erren sendirian waktu itu, tapi itu semua bukan salah lho... " Kata Ellina pada Ellena agar tak menyalahkan diri nya sendiri itu.


" Tetep sama ajah, ini semua tetep salah gw... " Kata Ellena sambil menangis dalam diam itu.


" Ellena, please... Jangan kayak gini, lo bukan Ellena yang gw kenal yang selalu ceria dan kuat menghadapi semua masalah... " Kata Sherly sambil menghapus air mata Ellena yang mengalir dia tas pipi milik nya itu.


" Kak... " Lirih Ellena sambil menatap wajah Kaka iparnya itu.


" Tenang, Kakak di sini kita pasti bantu lo kok... Jadi please Lo harus kuat buat Erren..." Kata Sherly sambil memeluk Ellena dalam pelukannya itu.


Kemudian Ellena pun menangis dalam pelukan Kaka ipar nya itu.


" Ini salah gw kak... " Kata Ellena di tengah Isak tangis nya itu.


" Sttt... Ini bukan salah lo... " Kata Sherly yang juga ikut meneteskan air mata sambil mengelus - elus kepala Ellrna dengan lembut itu.


" Gw bukan ibu yang baik buat Erren, ini semua salah gw yang seharusnya gw bisa jagain Erren dengan benar, ini salah gw... " Kata Ellena yang menangis dalam pelukan kakaknya itu.

__ADS_1


Kemudian Ellena pun melepaskan tangan Sherly yang sedang memeluk nya itu.


" Gw ngak pecus jadi seorang ibu, ini semua salah gw... Sekarang gw akan pergi cari Erren... Gw harus cari Erren sampek ketemu... Karena ini semua salah gw... Gw harus cari Erren... " Kata Erren yang meletakkan boneka kesukaan Erren di kasur dan bangkit dari duduknya itu.


" Lo mau kemana? " kata Sherly yang mencekal tangan Ellena yang hendak pergi keluar dari kamar milik Erren itu.


" Ini bukan salah Lo Ellena... Lo jangan bertindak gegabah kayak gini dong... " Kata Ellina yang ikut menghadang Ellena agar tak pergi itu.


" Gw harus cari Erren... Erren hilang gara - gara gw Ellina... Minggir jangan halangi jalan gw... " Kata Ellena yang ingin menerobos Ellina yang menghangnya itu.


" Ellena, tapi ngak gini caranya... " Kata Kanaya yang mencekal tangan Ellena itu.


" LEPASIN!!! GW MAU CARI ERREN!!! " Teriak Ellena yang menangis sambil berusaha melepas tangan teman - temannya yang menghadangnya untuk tidak pergi itu.


" Ellena tapi ngak gini caranya, kita semua juga lagi berusaha supaya Erren cepet ketemu jangan gini please Ellena... " Kata Kanaya sambil memeluk Ellena untuk menenangkan nya itu.


" Lepasin... Hiks... Hiks... Gw mau cari Erren..." Kata Ellena yang terduduk di atas lantai seperti kakinya yang tak sanggup lagi menopang tubuhnya itu.


" Lo ngak boleh bertindak kayak tadi, Ellena gw tau lo sedih Erren di culik. Tapi ngak kayak gini... " Kata Ellina yang ikut menangis sambil memeluk Ellena itu.


" Tapi gw mau cari Erren... Hiks... Hiks... Gw mau cari Erren.... " Kata Ellena yang menangis sambil masih kekeh dengan pendiriannya itu.


CKLEK...


Suara pintu yang dibuka.


Tiba - tiba terdengar suara pintu yang di buka dengan kasar.


" Ellena... " Kata Elyon yang melihat Ellena menangis yang sedang di peluk oleh Sherly, Ellina dan juga Kanay yang juga ikut menangis itu.


Mereka yang mendengar suara Elyon pun menoleh ke arah Elyon dan melepaskan pelukan mereka pada Ellena itu.


" Lyon... " Kata Ellena yang melihat Elyon, Ellen, Gerio, dan juga Srgara yang ikut masuk ke dalam kamar milik Erren.


Kemudian Elyon pun menghampiri Ellena yang terduduk di atas lantai sambil menangis sesegukan itu.


" Ada apa? " Kata Elyon yang mengelus Ellena dan juga membawa Ellena dalam pelukannya itu.


" Hiks... Aku mau cari Erren, Lyon... " Kata Ellena yang menangis dalam pelukan suaminya itu.


Sedangkan kan Elyon hanya menghela nafas denagn kasar karena ucapan yang di lontarkan oleh Ellena itu.


" Lena istirahat ajah yah... " Kata Elyon memapah tubuh Ellena untuk berdiri itu.


" Ngak mau, Lena mau cari Erren... " Kata Ellena yang masih kekeh dalam pendiriannya itu.


" Lena, istirahat ajah dulu... " Kata Elyon yang membujuk Ellena untuk istirahat itu.


" Ngak Lyon... Lena ngak mau... Lena tetep mau cari Erren... " Kata Ellena yang langsung melepaskan pelukan dari Elyon itu.


Kemudian Ellena pun langsung menghampiri Kakaknya itu.


" Kak Ellen, kasih tau Lyon buat ngizinin Lena cari Erren... Hiks... Hiks... " Kata Ellena yang sambil menggoyang - goyangkan lengan tangan Kakaknya itu.


Sedangkan Ellen hanya bisa diam sambil menatap wajah adiknya yang memohon sambil menangis dengan tatapan sendu itu.


" Kak... " Lirih Ellena yang masih memohon pada Kakaknya itu.


Kemudian Ellen pun menghapus air mata yang mengalir di atas pipi Ellena itu.


" Bener kata Elyon... " Kata Ellen pada Ellena itu.


Sedangkan Ellena pun yang mendengar perkataan Kalanya pun langsung melrpas tangan yang menggenggam lenagn tangan Kakaknya dengan wajah yang kecewa itu.


" Kakak sama ajah kayak Lyon... Lena ngak peduli pokoknya Ellena mau cari Erren sendiri... " Kata Ellena yang masih tetap kers kepala itu.


" Ellena, dengerin Kakak... " Kata Ellen sambil memegang kedua pundak Ellena itu.


" Kita juga sama khawatir denagn Erren. Tapi ngak gini Ellena, kalo lo pergi cari Erren sendiri. Mungkin bisa ajah penculik Erren akan culik Lo... Jadi tolong ngerti Ellena... " Kata Ellen yang berusaha menenangkan Ellena itu.


" Tapi... " Kata Ellena yang terpotong karena ucapan Kakaknya itu.


" Dek... Please jangan gini, apa Lo ngak kasihkan sama Elyon? Dia udah berusaha untuk terus cari Erren... Walaupun dia slalu merasa khawatir Erren, tapi dia selalu nutupi itu semua karena Lo. Kalo Elyon jadi lemah, saipa yang akan nguatin lo? Dan siapa juga yang akan nenangin lo jika semua ini bakal baik - baik ajah? " Kata Ellen denagn panjang lebar itu.


" Seharusnya kalian saling menguatkan bukan dengan sikap lo yang malah kekanak - kanakkan kayak gini... " Lanjut Ellenlagi.


Sedangkan Ellena pun langsung menundukkan kepalanya sambil menangis karena merasa bersalah itu.


" Seharusnya gw ngak kayak gini... Seharusnya gw harus nguatin Elyon juga... Seharusnya ngak bersikap kekanakan kayak gini... Gw jadi merasa bersalah sama Elyon..." Batin Ellena yang merasa bersalah saam Elyon itu.


" Udah Bang, kasihan Lena... " Kata Elyon Yang langsung memeluk Ellean yang mulai menangis kembali itu.


" Maaf... M-maaf... ngak seharusnya aku bersikap kayak gini... " Kata Ellena yang menangis dan langsung memeluk Elyon dengan erat itu.


" Sttt... Udah - udah, ngak usah di dengerin apa kata Bang Ellen... " Kata Elyon sambil menenangkan Ellena yang masih menangis dalam pelukan nya.


" Maaf... Hiks... Maaf... Hiks... L-Lyon... " Kata Ellena lagi itu.


" Udah - udah Lyon maafin, tapi jangan nangis lagi. Uljima... Lena istirahat yah... " Kata Elyon yang langsung menghapus air mata yang mengalir di pipi Ellena itu.


" Ellen, yuk keluar. Biarin mereka berdua dulu... " Kata Gerio pada Ellen itu.


Sedangkan Ellen hanya bisa menghela nafas denagn pasrah, lalu mengelus kepala Ellena yang masih ada adalam pelukannya suaminya itu.


Kemudian mereka pun meninggalkan Elyon dan Ellena berdua di kamar Milik Erren.


Setelah itu Elyon pun menidurkan Ellena di kasur eekar keranjang bayi milik Erren itu.


CUP....


" Lena... Lyon bakal berusaha cari Erren Samapi ketemu... " Batin Elyon sambil mengecup dahi Ellena yang telah tertidur pulas itu.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh.... 😊💜

__ADS_1


Annyeong.... 👋👋👋


__ADS_2