Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 66


__ADS_3

Tak terasa sudah lima bulan semenjak pernikahan Ellen dan juga Sherly, serta juga tak terasa jika Erren sekarang sudah genap berumur lima bulan itu.


Di hari Minggu pada pagi hari yang cerah, Elyon, Ellena, dan juga jagoan kesayangan mereka sedang berjalan berkeliling taman dekat komplek perumahan mereka untuk berolah raga itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Cup... Cup... Cup... Sayang kenapa hmm haus yah... " Kata Ellena sambil mengambil Erren yang berbaring dari Baby box itu.


" Cup... Cup... Cup... Sayang... Kok sayang nya Mama nangis sih... " Kata Ellena yang menggendong Erren untuk menenangkan Erren yang sedang menangis itu.


" Kayaknya... Erren haus deh Lena... " Kata Elyon yang berada di samping Ellena itu.


" Iyh Lyon... Kita duduk dulu buat kasih Erren susu yah? " Kata Ellen pada Elyon itu.


Elyon pun hanya tersenyum kecil sambil sedikit menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan perkataan dari Ellena itu.


Kemudian mereka pun duduk di bangku taman untuk memberikan susu pada Erren yang sedang menangis karena merasa haus itu.


Elyon pun memberikan botol susu milik Erren pada Ellena untuk menyusui Erren itu.


Ellena pun langsung mengambil botol susu dari tangan Elyon itu dan sambil langsung memasukkan dot botol susu itu ke mulut Erren itu.


Erren yang merasa ada dot di mulut nya pun berhenti menangis dan mulai langsung menghisap dot yang ada di dalam mulutnya itu.


" Utututu... Erren haus banget yah sayang... " Kata Ellena sambil mengusap pipi Erren yang sedang meminum dot botol susu nya itu.


Sedangkan Elyon yang melihat drama ibu dan anak itu pun hanya tersenyum kecil sambil mengucap syukur dalam hatinya karena Tuhan memberikan dua orang yang sangat dia sayangi dalam hidupnya itu.


" Aku akan selalu menjaga kalian... " Batin Elyon sambil masih menatap Ellena yang sedang menyusui Erren itu.


Setelah Erren sudah menghabiskan botol susunya, mereka pun langsung pulang karena matahari yang mulai naik ke atas itu.


Mereka tak ingin Erren berlama - lama di sinar matahari, mereka takut kulit jagoan mereka terbakar karena sinar mataharinya yang mulai bersinar lebih terang itu.


Siang hari di kediaman rumah Ellen dan juga Sherly.


Sebenarnya mereka sudah memiliki rumah sendiri karena mereka ingin belajar hidup mandiri itu kata Ellen dan juga Sherly.


Di kamar Ellen dan Sherly.


Sekarang Sherly sedang merias diri nya di depan cermin yang berada di meja riasnya itu.


Ellen yang melihat istrinya yang sedang duduk di meja riasnya pun langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang itu.


" Mau kemana? " Tanya Ellen pada istrinya tersebut sambil mengalungkan tangannya di leher dan juga meletakkan kepalanya ke dalam curuk leher Sherly itu.


" Mau pergi ke rumah Ellena... " Kata Sherly sambil mengoleskan tipis liptink di bibir pink alami Sherly itu.


" Ngapain? " Tanya Ellena lagi sambil masih sama denganposisi nya itu.


" Main sama Erren, nanti di sana juga ada Ellina sama Kanaya... " Balas Sherly lagi sambil mengelus kepala Ellen yang berada di curuk lehernya dengan lembut itu.


Sedangkan Ellen pun hanya sedikit menganggukkan kepalanya yang mengisyaratkan jika dia mengerti dengan ucapan Sherly itu.


" Aku anterin... " Kata Ellen sambil melepaskan pelukannya pada Sherly itu.


" Ya iyalah... Emang kamu mau aku di anterin sama orang lain... " Kata Sherly sambil berdiri dari duduknya itu.


" Terserah... " Kata Ellen yang beranjak pergi untuk mengambil handphone dan juga kunci mobil dari atas nakas dekat temapt tidurnya dengan Sherly itu.


" Beneran nih... " Goda Sherly sambil tertawa kecil itu.


Sedangkan Ellen langsung menatap Sherly dengan tajam sambil berkata pada Sherly itu.


" Awas kalo macem - macem... " Kata Ellen sambil beranjak pergi ke luar kamar nya itu.


" Hihi... Dasar cemburuan kok gengsi... " Kata Sherly sambil terkikik geli karena perkataan Ellen yang gensi karena cemburu itu.


" By... tungguin ih... " Kata Sherly sambil beranjak keluar kamarnya untuk menghampiri Ellen yang mendahului nya untuk pergi ke bagasi mobil itu.


Di rumah kediaman Elyon dan juga Ellena.


Di rumah Elyon dan juga Ellena sekarang sudah ramai karena gelak tawa dari para teman - teman mereka itu.

__ADS_1


" Ya ampun... Ponakan gw lucu banget sih.. gemesin tauk... " Kata Gerio yang sejak tadi menoel - Noel pipi gembul milik Erren.


Karena Gerio yang terlalu gemas pada Erren, tak sengaja dia mencubit terlalu kuat hingga membuat Erren menangis itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Ish... Gerio jangan kenceng - kenceng cubit nya... " Kata Ellena yang langsung menggendong untuk menemukan Erren yang menangis dengan kencang itu.


" E-eh... S-sorry ngak sengaja g-gw... " Kata Gerio dengan gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena langsung di hadiahi tatapan tajam yang seperti ingin menerkam orang oleh Elyon itu.


" Cup... Cup... Cup... Sayang jangan nangis lagi lagi yah... " Kata Ellena yang sedang menenagkan Erren yang masih menangis kencang itu.


OEK... OEK... OEK...


Suara bayi yang sedang menangis itu.


" Utututu... Ponakan Aunty jangan nangis yah, nanti Aunty Ellina yang marahin Uncle Gerio oke... Jangan nangis lagi dong... " Kata Ellina yang membantu Ellena untuk menenangkan Erren yang masih menangis itu.


Kemudian Kanaya pun juga membantu Ellena dan juga Ellina untuk menenangkan Erren yang masih menangis itu.


" Ya ampun sayang... Ponakan kesayangan Aunty... Jangan nangis lagi dong... " Kata Kanaya yang sedang berusaha meredakan tangisan Erren itu.


" Cup... Cup... Cup... Sayang udah dong nangis nya... " Kata Ellena yang berusaha menemukan Erren yang masih menangis dengan kencang itu.


" Liat nih Aunty... Cilukba... " Kata Kanaya sambil menutup matanya dengan kedua tangannya lalu membukanya untuk menunjukan muka yang lucu nya pada Erren itu.


Erren yang melihat itu pun tertawa kecil sambil bertepuk tangan kecil itu.


" Ihh gemes banget sih Erren... " Kata Kanaya yang merasa gemas dengan Erren yang tertawa kecil pada nya itu.


Beberapa detik kemudian, Erren pun menutup matanya dan tertidur karena lelah menagis tadi itu.


" Hustt... Erren udah tidur... " Kata Ellena sambil meletakkan telunjuk tangannya pada bibirnya yang menandakan untuk tidak bersik karena Erren yang sudah tertidur itu.


Setelah itu Ellina pun langsung mencubit lengan tangan tunangannya itu, siapa lagi jika bukan Gerio kampret.


" Aww... Yank kok aku di cubit sih... " Kata Gerio yang memekik sakit karena lengannya yang di cubit oleh Ellina itu.


" Ya maap, habisnya tuh bocah lucu banget pingin gw makan tuh pipinya... " Kata Gerio sambil memperlihatkan kegemasannya pada Erren itu.


" Ya kan ngak gitu juga... " Kata Ellina yang masih menyalahkan Gerio itu.


Sedangkan Ellena, Kanaya, Elyon dan juga Argara hanya menatap malas pertengkaran antara ke dua sejoli itu.


" Udah - udah jangan ribut, nanti Erren bangun lagi... " Kata Ellena yang langsung menengahi mereka karena jika tidak maka pertengkaran mereka tak akan pernah selesai itu.


" Erren nangis cumak karena udah waktunya tidur siang ajah, jadi berhenti bertengkar... " Kata Ellena denagn tegas itu.


Ellina dan juga Gerio yang mendengar perkataan Ellena pun langsung terdiam jika mendengar Ellena yang sudah berkata dengan tegas itu.


Dan tiba - tiba terdengar langkah kakai orang ingin akan memasuki rumah Ellena dan juga Elyon itu.


" ASSALAMUALAIKUM, ERREN AUNTY SHERLY DATENG!!! " Teriak Sherly dengan bersemangat sambil memasuki rumah Ellena dan Elyon itu.


Sedangkan Ellen yang berada di belakang Sherly sambil menenteng beberapa paper bag hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah Sherly yang sangat bar - bar itu.


Erren yang sedang tertidur pun langsung membuka matanya karena mendengar suara menggelegar dari Aunty bar - bar nya itu.


" Aaaa... aaa... " Kata Erren yang langsung bangun itu.


" Haduh Kak... Kak... Baru ajah Erren tidur sebentar udah Kak Sherly ganggu ajah... " Kata Ellena pada Sherly itu.


" Upss... Maaf ngak tau... " Kata Sherly sambil menghampiri Ellena yang sedang kembali ingin menidurkan Erren lagi itu.


Sedangkan Erren yang akan di tidurkan kembali oleh Ellena pun tak mau, bayi kecil itu malah merentangkan tangannya pada Sherly yang menghampirinya itu bermaksud ingin di gendong oleh Sherly itu.


" Utututu... Ponakan ganteng Aunty Sherly mau gendong nih... " Kata Sherly sambil menggendong Erren yang berada dalam pangkuan Ellena itu.


" Kenapa Erren jadi lebih lengket sama Kakak sih... dari pada Mamanya... " Kata Ellena dwnagn cemberut sambil memberikan Sherly untuk di gendong oleh Sherly itu.


Sebenarnya sejak Erren bertemu dengan Sherly saat acara penyambutan Erren, bayi kecil itu langsung nyaman bersama dengan Sherly dan setiap ada Sherly maka Erren akan tertawa senang, serta sanagt bersemangat.


" Biarin Wlekk... " Kata Sherly sambil menjulurkan lidahnya pada Ellena itu.

__ADS_1


Sedangkan Ellena hanya memutar bola matanya dengan malas pada Sherly itu.


Sedangkan Erren yang berada dalam gendongan Sherly pun tersenyum senang.


Kemudian Sherly pun duduk di samping Kanaya yang duduk di samping Argara yang sedang bermain game bersama dengan Elyon itu.


" Kalian ngapain ada di sini? " Tanya Ellen yang meletakkan paper bag di tangannya ke atas meja dan sambil duduk di samping Elyon yang sedang bermain game denagn Argara itu.


" Tadi kita nganterin Ellina sama Kanaya... terus ya udah sekalian kita main sama Elyon... gabut bro di hari Minggu... " Balas Gerio sambik memakan cemilin yang di hidangkan Ellena tadi itu.


Sedangkan Ellen pun hanya menaggukan kepalanya mengerti denagn perkataan Gerio itu.


Argara pun hanya diam sambil bermain game karena pertanyaan dari Ellen sudah di jawab oleh Gerio tadi itu.


Beberapa menit kemudian.


Setelah puas bermain mereka pun makan sinag bersama di ruamh kediama Elyon dan juga Ellena.


Mereka pun makan sinag di ruang makan , yang sudah terjejer rapi makanan yang di masak oleh Ellena, Sherly, Ellina, dan Kanaya bersama - sama tadi itu.


" Wahh... Hari ini makan banyak nih... gw... " Kata Gerio sambil duduk di kursi sambil menatap penuh binar makanan yang sudah tertata rapi dia tas meja makan itu.


" Para cewek mana? " Tanya Argara sambil dududuk di kursi samping Gerio itu.


" Lagi nidurin Erren di kamarnya... " Balas Elyon sambil duduk di soing Ellen yang duduk di depan Argara itu.


" Kita di suruh makan siang duluan... " Kata Elyon lagi itu.


Kemudian mereka pun mulai makan sing mereka dengan hening dan hikmat.


Di Kamar Erren.


" Ellena... Menurut Lo sekarang masih tuh nenek peyot gimana yah...? " Tanya Ellina sambil mengotak - Ayik mainan milik Erren itu.


" Bodomat gw ngak peduli... " Kata Ellena sambil melipat baju - baju milik Erren yang baru saja kering setelah di cuci itu.


" Tapi Lo juga harus waspada... " Kata Ellina lagi itu.


" Gw ngak peduli... Kenapa Lo harus bicarain dia sih... " Kata Ellena dengan kesal sambil melipat baju - baju Erren itu.


" Iyh Lo kenapa sih Ellina... tanya - tanya tentang nenek lampir itu segalak? " Tanya Sherly yang sambil menepuk - nepuk pantat Erren untuk menidurkanya itu.


" Yah gw kan cumak takut kalo tuh nenek peyot mau balas dendam sama Ellena... Mungkin bisa ajah kan dia mau nyelakain Erren buat balas dendam sama Ellena... " Kata Ellina denagn enteng itu.


PLAK...


Suara pukulan.


Kanaya pun langsung memukul lengan Ellina dengan kencang.


" Astaghfirullah hal'adzim... ELLINA... Jangan ngomong aneh - aneh deh... ucapan itu adalah doa... " Kata Kanaya denagn kesal pada Ellina yang berbicara dengan entengnya itu.


" Aww sakit Kanaya... " Kata Ellina yang kesakitan sambil mengelus - elus lengannya yang di pukul dengan kencang oleh Kanaya tadi itu.


" Kan gw bilang mungkin... Siapa tau kan kalo nenek peyot itu ngerencanain sesuatu buat balas dendam, nih yah... Kalo di novel - novel pasti pemeran antagonis ngak akan pernah nyerah sebelum buat pemeran utama nya menderita... " Kata Ellina dengan lagi itu.


" Dasar Ellina, kebanyakan novel Lo... " Kata Sherly yang menyahuti perkataan Ellina tadi itu.


" Kan mungkin... " Kata Ellina lagi itu.


" Tapi semoga ajah ngak... tapi Ellena Lo juga harus waspada... Siapa tau apa yang di bilang Ellina bener... " Kata Kanaya pada Ellena itu.


Sedangkan Ellena sejak tadi hanay melamun karena ucapan yang di lontarkan Ellina tadi itu.


" Kayak nya apa yang di bilang Ellena bener deh... " Batin Ellena sambil memikirkan perkataan dari Ellina tadi itu.


" Tapi semoga ajah ngak... Kan dia juga ngak tahu tentang Erren... " Batin Ellena lagi itu.


" Hufft... " Suara helaan nafas Ellena itu.


" Udah Ellena ngak perlu di pikirin... ngak mungkin tuh nenek lampir bakal ngangguin Lo lagi... bahkan udah lima bulan di angak pernah munculkan.... jadi Lo harus yakin pasti semua bakal baik - baik ajah... " Kata Sherly dengan panjang lebar pada Ellena itu.


" Aminn... " Kata Ellena sambil menganggukan kepalanya pasrah itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yah...😊💜


__ADS_2