
Beberapa detik kemudian, Bu Inah pun memasuki ruangan inkubator Erren sambil membawa sebotol susu di tangannya itu.
CEKLEK...
Suara pintu yang terbuka itu.
" Nona... ini susunya sudah siap... " Kata Bik Inah sambil memasuki ruangan inkubator Erren dan menyodorkan sebotol susu di tangannya pada Ellena itu.
" Iyah Bik... terima kasih... " Kata Ellena sambil mengambil sebotol susu itu dari tangan Bik Inah itu.
" Sama - sama Non... " Balas Bik Inah pada Ellena itu.
" Sayang ayok minum susu dulu hmm... " Kata Ellena sambil meminumkan sebotol susu itu ke mulut Erren.
" Utututu... Anak Mama pinter banget... ayo habiskan sayang... " Kata Ellena sambil meminumkan sebotol susu itu pada Erren itu.
Erren pun meminum sebotol susu itu pun dengan semangat itu.
Sedangkan Bik Inah yang melihat interaksi Ellena dengan Erren pun hanya tersenyum sambil melihat mereka dengan perasaan bahagia itu.
Beberapa menit kemudian, Erren pun tertidur di gendongan Ellena setelah selesai meminum susu tadi itu.
Ellena yang melihat Erren sudah terlelap pun hanya menyunggingkan senyumnya, lalu mengecup dahi Erren dengan penuh sayang itu.
" Mimpi indah... " Kata Ellena setelah mengecup dahi Erren itu.
Kemudian tiba - tiba pintu ruangan inkubator pun terbuka, dan tampaklah Elyon yang sedang memasuki ruangan itu sambil menenteng dua kantong hitam di tangannya itu.
" Lyon dari mana saja...? " Tanya Ellena pada Elyon yang sedang menghampiri nya itu.
" Beli makanan... " Balas Elyon pada Ellena yang sedang menggendong Erren yang sudah tertidur itu.
" Lena makan dulu sama Bik Inah... " Kata Elyon sambil mengeluarkan makanan dari kantong hitam yang dia bawa tadi itu.
" Nanti ajah... " Kata Ellena sambil menimang - nimang Erren yang tertidur di gendongan nya setelah meminum susu tadi itu.
" Biar Lyon yang gendong Erren... " Kata Elyon sambil menghampiri Ellena itu.
" Ngak perlu... " Kata Ellena yang masih kekeh tak mau makan itu.
" Nanti kamu sakit... tadi kamu belum makan siang... makan dulu, kalo sakit nanti siapa yang jagain Erren? " Kata Elyon yang sukses membuat Ellena menurut untuk makan siang dulu itu.
" Hmm... Iyah... " Kata Ellena sambil meletakkan Erren dengan hati - hati di tangan Elyon untuk menggendong nya itu.
" Sana makan dulu... Biar aku yang jaga Erren... " Kata Elyon dengan menggendong Erren sambil duduk di sofa samping Ellena yang mulai makan siang itu.
" Bik ayok sini makan bareng sama Ellena... " Ajak Ellena pada Bik Inah untuk makan bersama dengan nya itu.
" Tidak perlu Non... saya tadi juga sudah makan... " Tolak Bik Inah dengan lembut itu.
Lalu Ellena pun mendekati Bik Inah yang sedang duduk di kursi di samping kotak inkubator Erren itu.
" Ayolah Bik... Ellena tau Bik Inah belum makan kan... Jadi ayok makan bareng sama Ellena... " Kata Ellena yang langsung menarik tangan Bik Inah untuk duduk di sofa agar bisa makan bersama dengan nya itu.
" Tapi Non... " Kata Bik Inah yang terpotong karena ucapan Ellena itu.
" Ngak ada tapi - tapi... " Kata Ellena yang sudah tak ingin mendengar alasan dari Bik Inah lagi itu.
__ADS_1
Kemudian Bik Inah pun hanya bisa pasrah dan ikut makan sinag bersama Ellena itu.
Sore hari.
Elyon sedang ada di kontor Papanya untuk membantu Papa nya mengerjakan berkas - berkas penting itu.
CKLEK...
Suara pintu yang di buka.
Kemudian Papa Devan pun memasuki ruangan Elyon dan menutup kembali pintu yang dia buka itu.
Sedangkan Elyon yang masih fokus memeriksa berkas - berkas di tangannya dengan kacamata yang dia kenakan itu.
Setelah mendenagr suara pintu di buka, Elyon pun menoleh ke arah pintu itu.
" Ada apa Pah...? " Tanya Elyon sambil melanjutkan kembali memeriksa berkas - berkas nya itu.
Papa Devan pun duduk di di depan meja kerja Elyon itu.
" Papa cuma mau bahas masalah Erren... " Kata Papa Devan dengan suara datar itu.
" Ngak ada yang perlu di bahas... " Kata Elyon pada Papa Devan itu.
" Kamu yakin mau mengdopsi bayi...? " Tanya Papa Devan pada Elyon itu.
Kemudian Elyon pun meletakkan berkas - berkas yang ada di tangan nya ke atas meja, lalu menoleh ke arah Papa nya itu.
" Apa wajah Elyon terlihat sedang bercanda...? " Tanya Elyon sambil menatap wajah Papa nya itu.
" Kalau Papa tidak yakin... Lalu kenapa malah menyuruh kami untuk menikah...? " Tanya Elyon yang langsung membuat Papa Devan terdiam itu.
" Walaupun kalian tidak menyetujui nya... Kami memiliki hak untuk mengadopsi Erren... " Kata Elyon pada Papa nya itu lagi.
Kemudian Elyon pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju Papa nya itu.
" Pah... Elyon harap Papa bisa nerima Erren dengan sepenuh hati... " Kata Elyon sambil langsung melanjutkan pangkah kaki nya untuk keluar dari ruangannya dan meninggalkan Papa nya yang masih terdiam itu.
Setelah Elyon pergi, Papa Devan pun tiba - tiba menyunggingkan senyumnya itu.
Tak terasa detik menjadi menit dan jam menjadi hari, akhirnya sekarang setelah seminggu Erren di rawat di rumah sakit dan sekarang Erren sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah Elyon dan juga Ellena itu.
Malam hari.
Di rumah sakit tempat Erren di rawat.
" Horre... akhirnya Erren sudah boleh pulang... " Kata Ellena sambil menggoyang - goyangkan tangan Erren itu.
Sedangkan Erren pun hanya tertawa sambil menatap ke arah Ellena yang sanagt bahagia karena akhirnya Erren di perbolehkan untuk pulang itu.
Dan Elyon, dia sedang memasukkan baju - baju Erren dalam koper untuk di bawa pulang itu.
" Lena yuk berangkat... " Kata Elyon yamg baru saja merapikan baju - baju Erren dalam koper itu.
" Ohh... Ayok... " Kata Ellena sambil mengangkat Erren untuk menggendong nya karena Erren masih di tidurkan di kasur pasien itu.
" Udah selesai semuanya... " Kata Ellena sambil mengecek barang - barang nya agar tidak ketinggalan itu.
__ADS_1
" Ya udah yuk berangkat... " Kata Elyon yang keluar dari ruang rawat Erren sambil mendorong koper yang berisikan baju - baju Erren dan di ikuti Ellena yang sedang menggendong Erren itu.
Di Rumah Elyon dan Ellena.
Elyon dan Ellena pun sudah sampai di rumah mereka itu.
" Akhirnya kita sampai... " Kata Ellena dengan kegirangan karena akhirnya Erren bisa pulang ke rumah mereka itu.
Kemudian mereka pun berjalan menuju pintu ruamh mereka setelah Elyon memakirkan mobilnya di garasi mobil yang terdapat di rumah mereka itu.
CKLEK...
Suara pintu di buka itu.
" Kok gelap... Bik Inah ke mana kok rumah kita gelap kayak gini...? " Kata Ellena yang bingung karena saat memasuki rumah semua lampu tidak di nyalakan itu.
" Lyon juga ngak tau... " Balas Elyon yang juga bingung kenapa rumah mereka menjadi sangat gelap itu.
" Tadi bukannya kamu suruh Bik Ianh pulang dulu buat ngerapi in kamar Erren... " Kata Ellena pada Elyon yang teringat jika Elyon menyuruh Bik Inah pulang terlebih dahulu agar bisa menyiapkan kamar untuk Erren itu.
" Hmm... Lyon juga bingung... " Kata Elyon sambil berusaha menjadi tombol saklar lampu itu.
CTIK...
Suara tombol saklar yang di tekan itu.
" WELCOME TO ERREN'S HOUSE!!! " Teriak semua orang saat lampu sudah di nyalakan oleh Elyon tadi itu.
Sedangkan Ellena dan juga Elyon pun menatap mereka dengan bingung karena kenapa semua anggota keluarga Ellena dan juga Elyon ada di sini, serta juga teman - teman Ellena dan juga Elyon.
" Selamat keponakan Aunty... " Kata Ellina yang menghampiri Ellena dan juga Elyon yang mematung karena masih bingung dengan suasana yang terjadi seranag ini itu.
Kemudian Sherly dan juga Kanaya pun ikut menghampiri Ellena itu.
" Ouh... Keponakan Aunty ganteng banget sihh... " Kata Ellina sambil memainkan pipi chubby Erren itu.
" Ellena... gw mau cobak gendong keponakan gw dong... " Kata Elllina pada Ellena itu.
" Ohh... Iyah... " Kata Ellena yang masih terlihat bingung dan memberikan Erren pada Ellina yang ingin menggendong nya itu.
" Ini sebenarnya ada apa? " Tanya Elyon yang bingung kenapa semua anggota keluarga nya dan juga teman - teman nya ada di rumah nya itu.
" Duduk dulu... " Kata Papa Devan pada Elyon itu.
Lalu Elyon dan juga Ellena pun duduk bersama dengan Papa Erlando, Papa Devan, dan juga Ellen itu.
Sedangkan para wanita sedang bermain bersama Erren itu.
" Ini sebenarnya ada apa sih... Pah...? " Tanya Ellena yang bingung pada mereka itu.
" Kita cuma amu bikin surprise buat kalian sama Erren... " Balas Papa Erlando yang membalas pertanyaan dari Ellena itu.
" Tapi bukannya kalian tidak setuju, jika kami mengadopsi Erren... ?" Tanya Elyon pada mereka itu.
BERSAMBUNG....
jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1