
Setelah itu, tiba - tiba ada suara klakson mobil yang memasuki gerbang Kediaman Keluarga Carion Anggara itu.
Tin... Tin... Tin...
Suara klakson mobil yang berbunyi.
Setelah mobil itu terparkir dengan rapi, keluarlah seorang pemuda tampan dari dalam mobil itu.
" Uhh... Lyon... " Kata Ellena sedikit terkejut saat Elyon keluar dari mobil yang sama seperti mobilnya yang di belikan Papanya untuk hadiah pernikahannya itu, tetapi berwarna hitam.
" Kok... mobil kita sama...? " Tanya Ellena dengan bingung.
" Tadi Papa langsung kasih kunci mobil ini... katanya buat hadiah pernikahan kita nanti..." Jawab Elyon.
" Sebenernya Papa sama Papa nya Elyon, sepakat buat kasih hadiah cauple..." Jelas Papa Erlando.
Ellena dan Elyon pun hanya mengangguk kan kepalanya.
" Ya udah mending kalian ke butik deh... nanti ke buru siang... " Kata Mama Emely.
" Oke Mah... " Kata Ellena.
" Ya udah... kita berangkat dulu yah... Pah... Mah... " Pamit Elyon.
" Iyah... hati - hati yah... nak Elyon... jaga baik - baik putri Mama... iyah...? " Kata Mama Emely sambil menepuk bahu Elyon.
" Iyah Mah... " Jawab Elyon.
" Lena... koper Lena mana? biar Lyon taruh di bagasi... " Tanya Elyon pada Ellena.
" Udah ada di bagasi mobil punya Papa... biar kita ngak susah - susah bawanya... " Kata Ellena.
" Ohh.. ya udah... " Kata Elyon.
" Mah... Pah... Kak... kita pergi dulu yah... Bay..." Kata Ellena sambil melambaikan tangannya.
" Iyah... bay... " Kata mereka secara bersamaan kecuali Elyon.
Ellena dan Elyon pun langsung masuk ke dalam mobil milik Elyon, langsung pergi menuju ke butik untuk mengambil baju pengantin mereka.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun akhirnya samapi di butik yang di katakan Mama Adelina kemarin malam.
Setelah keluar mobil , mereka pun langsung masuk kedalam dan pergi menuju ke resepsionis untuk mengambil baju pengantin yang sudah di pesan Mama Adelina itu.
" Atas nama Adelina Gorneo Aditya... " kata Elyon to the point dengan singkat dan dingin.
" A-ah... b-baik... P-pak... " Kata resepsionis itu dengan gugup dan terbata - bata karena aura yang di keluarkan Elyon itu.
" Ini... mas - mas ganteng... tapi sayang... kayak Es..." Batin resepsionis itu.
" Ngak usah ngebatin... cepetan... " Kata Elyon dengan dingin dan cuek.
" A-ah... i-yah... s-saya... a-ambilkan... dulu... sebentar... p-permisi... " Kata resepsionis itu dengan gugup dan terbata - bata.
Resepsionis pun langsung pergi meninggalkan Ellena dan Elyon untuk mengambil baju pengantin mereka.
" Wah... daebak... Lyon kalo kamu ikut kompetisi manusia ter-es di dunia... pasti Lyon menang..."
Kata Ellena sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Elyon.
__ADS_1
" Biasa ajah... " Kata Elyon dengan singkat.
" Ihh... dingin sih boleh... tapi jangan dingin sama lena juga dong... irit banget ngomongnya..." Kata Ellena dan sedikit memajukan bibirnya ke arah depan.
" Ngak usah di monyong - monyongin tuh... bibir... tambah jelek... " Kata Ellena sambil tertawa kecil.
" Ihh... nyebelin dasar... beruang kutub... Humph... " kata Ellena dengan kesal.
" Dasar... tukang ngambek..." Kata Elyon lagi.
" Bodoamat... Wlekkk... " Kata Ellena sambil menjulurkan lidahnya ke arah Elyon.
Setelah pertengkaran kecil kedua pasangan kasmaran itu, resepsionis tadi pun datang sambil membawa deretan baju pengantin pria dan wanita ke arah Ellena dan Elyon.
" S- silakan... di coba... baju pengantinnya... T-tuan... N-nona... " Kata resepsionis itu.
" Hmm... " Kata Elyon yang hanya di jawab deheman olehnya.
Mereka pun langsung mencoba beberapa baju pengantin itu di ruang ganti, setelah beberapa jam mencoba dan menemukan baju pengantin yang cocok, mereka pun langsung membayarnya di kasir.
Elyon pun langsung menyodorkan kartu kredit unlimited ke pada resepsionis itu tanpa mengatakan sepatah kata pun.
resepsionis itu pun langsung mengambil kartu itu dan menggeseknya lalu mengembalikan nya kepada Elyon.
" T-terima kasih tuan... s-silakan datang kembali... " Kata resepsionis itu dengan senyum yang canggung sambil mengembalikan kembali kartu itu.
" Ngak bakal... " Kata Elyon to the point sambil mengambil kartunya kembali dan memasukkannya ke dalam dompetnya lagi.
Setelah itu, Ellena dan Elyon pun langsung ke luar dari butik itu dan masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di depan butik itu.
Resepsionis yang melihat Elyon dan Ellena sudah keluar pun hanya bisa bernapas lega.
" Huh... akhirnya manusia es itu udah pergi... Huh... tuhan jangan pertemukan aku dengan orang yang seperti itu lagi tuhan... huh..." Kata resepsionis itu dengan lega.
" Lyon... ngak ngerasa bersalah apa sama resepsionis itu...? " Tanya Ellena kepada Elyon yang masih fokus menyetir itu.
" Ngak... " Kata Elyon dengan singkat.
" Terserah kamu ajah... kita mau kemana setelah ini...? " Tanya Ellena lagi.
" Emm... kita makan siang dulu. Gimana? " Saran Elyon sambil masih fokus melihat jalan itu.
" Lena ngikut ajah... kebetulan Lena juga udah laper... hehehe... " Kata Ellena sambil menunjukkan deretan gigi putihnya itu.
Elyon pun hanya tersenyum kecil sambil menggeleng - geleng kan kepalnya itu.
Beberapa menit perjalanan, mereka pun sudah sampai di depan rumah makan yang menjual nasi goreng itu.
" Kek... pesan dua seperti biasanya... yang satu nya jangan terlalu pedes..." Kata Elyon pada Kakek penjual nasi goreng itu.
" Siap Mas... Elyon... " Kata Kakek itu.
Elyon dan Ellena pun langsung pergi dan duduk di tempat yang sudah di sediakan itu.
" Lena.. ngak tau kalo Lyon... suka makan di tempat kayak gini...? " Tanya Ellena sambil melihat - lihat rumah makan itu.
" Kenapa? Lena ngak suka? " Tanya Elyon.
" Ehh... ngak kok... Lena pikir Lyon udah berubah... sukanya makan di restoran yang mewah dan udah ngak suka makan di tempat kayak gini..." Jelas Ellena.
" Lena kan tahu... dulu saat kita pacaran Lyon kan suka ngajak Lena ke tempat makan kayak gini... " Kata Elyon.
__ADS_1
" Iyah sih... tapi Lena pikir... Lyon udah berubah gara - gara udah lama tinggal di luar negeri..." Kata Ellena lagi.
" Ngak kok... biasanya Lyon juga suka makan di pinggir jalan saat di luar negeri... " Jelas Elyon.
" Emang ada...? " Tanya Ellena dengan penasaran.
" Ya ada lha... Emang kamu pikir di luar negeri itu orangnya kaya semua... pasti di semua tempat itu juga ada orang yang ngak mampu... jadi jangan pikir di luar negeri itu orang nya kaya - kaya semua... " Jelas Elyon.
" Lena jadi bangga deh... sama Lyon..." Kata Ellena sambil meletakkan kepalanya pundak Elyon yang duduk di sampingnya itu.
" Sudah dulu pacarannya... ini makan dulu... nasi goreng buat orang yang sepesial..." Kata Kakek itu sambil meletakkan dua nasi goreng di meja yang ada di depan Ellena dan Elyon itu.
" Silahkan di nikmati... Mas Elyon dan Mbak Ellena... " Kata Kakek itu lagi.
" Makasih Kek... " Kata Ellena dan Elyon secara bersamaan.
Ellena pun langsung menegakkan badannya kembali.
" Makasih Kek... silakan duduk dulu Pak... tapi kok Kakek tau nama saya...? " Tanya Ellena dengan bingung.
Kakek itu pun duduk di depan Ellena dan Elyon.
" Ohh... tentang itu, Mas Elyon sering cerita tentang mbak Ellena... sama saya..." Jawab Kakek itu setelah duduk di bangku depan Ellena dan Elyon itu.
" Ohh... gituh... Kalo boleh tahu nama Kakek siapa yah...? " Tanya Ellena lagi.
" Nama saya Kakak Rahman dan saya hanya sebatang kara di sini bersama dengan cucu angkat Kakek. Dan Mas Elyon juga yang sudah membantu usaha Kakek sampai bisa mempunyai ramah makan sendiri... dan juga membantu cucu, Kakek sampai bisa sekolah di tempat yang bagus dan unggul... Kakek sangat berterima kasih sekali kepada Mas Elyon... " Jelas Kakek Rahman sambil mengeluarkan air mata dari matanya itu.
" Itu bukan apa - apa kok... Elyon ikhlas bantu Kakek sama Yusuf... " Kata Elyon sambil menepuk - nepuk halus punggung kakek Rahman.
" Terima kasih sekali lagi... Mas Elyon... saya sangat bersyukur atas bantuan yang di berikan Mas Elyon pada saya... terima kasih... semoga tuhan memberikan kehidupan bahagia untuk kalian... " Kata Kakek Rahman sambil menghapus air matanya itu.
" Sudah jangan menangis lagi... Kek... " Kata Ellena.
" Ohh... yah... mana cucu kakek kok ngak kelihatan... ? tadi namanya Yusuf kan...? " Tanya Ellena untuk mengalihkan topik.
" Ohh... tapi Yusuf pamit... untuk Les katanya..." Kata Kakek Rahman.
" Ohh... begitu... " Kata Ellena.
" Ya sudah... Kakek permisi dulu yah... masih ada pelanggan lain... silahkan di nikmati makanannya... " Kata Kakek Rahman sambil pergi meninggalkan Ellena dan Elyon.
" Ya Kek... silakan di lanjut lagi pekerjaan nya..." Balas Ellena.
Ellena dan Elyon pun langsung melanjutkan makannya.
" Lyon... sejak kapan kamu suka suka cerita sama Kakek Rahman...? " Tanya Ellena pada Elyon yang masih menikmati makanannya itu.
" Aku ngak cerita kok... cumak suka ngobrol ajah kok... " Kilah Elyon.
" Prffft... ngobrol atau ngobrol nih... " Goda Ellena sambil menahan tawanya.
" U-udah lha... ngak usah di bahas... mending cepetan habisin makanannya terus habis ini kita jalan - jalan... " Kata Elyon untuk mengubah topik pembicaraan.
" Iyah - iyah... dasar tukang ngambek kan..." Kata Ellena.
Setelah itu mereka pun melanjutkan menghabiskan nasi goreng mereka sambil di sertai dengan canda tawa mereka.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa, like, comment, Vote, Follow, and share. Yah...💜😊
__ADS_1
Kalau ada kesalahan kata atau ada yang sedikit ngak nyambung tolong di maafkan yah...,🙏
Annyeong...💪👋💜😊