
" Aku akan coba membicarakan ini pada keluarga kita... jadi kamu ngak perlu khawatir..." Kata Elyon sambil mengelus rambut Ellena dengan lembut itu.
Sedang Ellena hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil pada Elyon itu.
" Jadi namanya siapa? " Tanya Elyon pada Ellena itu.
" Emm... coba aku pikir - pikir dulu... " Kata Ellena sambil memikirkan nama anak yang kan dia adopsi itu.
Beberapa menit kemudian, Ellena masih memikirkan nama anak nya dengan Elyon yang akan mereka adopsi itu. Begitu juga dengan Elyon yang ikut berfikir untuk nama anak adopsinya dengan Ellena itu.
Kemudian tiba - tiba Elyon dan Ellena menemukan ide tentang nama anak mereka itu.
" ERREN... " Kata Elyon dan Ellena secara bersamaan.
" Nama yang bagus... ERREN... " Kata Elyon sambil memikirkan kata ERREN.
" ERREN AGHANTA GORNEO ADITYA... " Lajut Elyon itu.
" Itu nama yang sangat bagus Lyon... dan namanya juga mirip seperti nama kita... Elyon... Ellena... dan juga Erren... nama nya sangat cocok dengan nama kita... " Kata Ellena dengan tersenyum senang pada Elyon itu.
Sedangkan Elyon hanya terbahagia melihat Ellena yang sangat senang dengan nama anak mereka itu.
Kemudian Ellena pun menoleh ke arah inkubator yang terdapat seorang bayi laki - laki yang sedang tertidur pulas dengan alat yang menempel di tubuhnya itu.
" ERREN AGHANTA GORNEO ADITYA... selamat datang ke dunia ini sayang... " Kata Ellena sambil mengusap kotak inkubator yang terdapat seorang bayi laki - laki yang sedang tertidur dengan alat yang menempel di tubuh bayi itu.
Elyon pun mendekati Ellena yang sedang ada di dekat kotak inkubator itu.
" Semoga dengan kedatangan Erren di kehidupan kita, dia akan selalu membawa kebahagian dan keceriaan di kehidupan kita..." Kata Elyon sambil menatap ke arah bayi yang sedang tertidur pulas di kotak inkubator itu.
" Aminn... semoga saja... " Kata Ellena sambil menggenggam tangan Elyon itu.
" Aku keluar sebentar yah... buat urus administrasi sama surat - surat adopsinya...? " Tanya Elyon pada Ellena yang masih menatap Erren yang ada di ruang inkubator itu.
" Iyh... ngak papa... " Balas Ellena sambil menoleh ke arah Elyon dengan tersenyum kecil itu.
Lalu Elyon pun mengelus rambut Ellena, dan kemudian pergi dari ruangan rawat Erren itu.
Setelah keluar dari ruangan rawat Erren, Elyon pun mengambil handphone dari saku celana dan mencari nomer kontak seseorang lalu menghubunginya itu.
Lalu beberapa detik kemudian nomer yang di hubungi oleh Elyon pun tersambung.
Mode On Telfon.
Elyon : Cepat urus semua surat - surat
adopsi yang aku butuhkan dan
__ADS_1
juga beli perlengkapan bayi, jangan
sampai ada yang kurang dan juga
panggil Bik Inah ke rumah sakit
untuk membawa sebagian
perlengkapan bayi ke Rumah Sakit.
Seseorang : Baik Boss...
Mode Off Telfon.
Kemudian Elyon pun mematikan telfonnya dan langsung bergegas menuju tempat administrasi untuk membayar administrasi Erren itu.
Tanpa Elyon dan Ellena sadari, sejak tadi ada yang memperhatikan gerak gerik mereka itu.
" Ohh... jadi mereka ingin mengadopsi bayi... " Kata seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik mereka itu.
" Huh... kesempatan bagua nih... sekarang gw udah tau apa kelemahan kalian... " Kata seorang wanita itu sambil tersenyum menyeringai dan sambil dengan menatap pintu ruang rawat Erren itu.
" Tunggu ajah tanggal mainnya Elyon dan Ellena... Huh... " Kata Seorang wanita itu dengan tersenyum menyeringai sambil langsung pergi dari tempat persembunyiannya itu.
Beberapa menit kemudian, setelah Elyon mengurus semua administrasi Erren, kemudian Elyon pun kembali ke ruang rawat Erren itu.
Suara pintu yang di buka.
Saat Elyon memasuki ruang rawat Erren dia melihat Ellena sedang tertidur di samping kotak inkubator yang di dalam nya terdapat Erren yang sedang tertidur pulas dengan alat yang masih menempel di tubuhnya itu.
Lalu Elyon pun menghampiri Ellena yang sedang tertidur di samping kotak inkubator Erren itu.
" Lena bangun... " Kata Elyon yang ingin membangunkan Ellena sambil mengelus rambut Ellena dengan lembut itu.
Sedangkan Ellena yang di bangunkan oleh Elyon pun membuka matanya perlahan - lahan dan mendapati Elyon yang ada di sampingnya itu.
" Emm... ada apa Lyon...? Hoamm... " Kata Ellena sambil menegakkan tubuhnya dan dengan sambil menguap itu.
" Ayok kita pulang besok kita ada kuliah... " Kata Elyon pada Ellena itu.
" Tapi gimana sama Erren ngak ada yang jagain dong....? " Tanya Ellena pada Elyon itu.
" Nanti ada Bik Inah kok yang jagain Erren... jadi kamu ngak perlu khawatir... " Kata Elyon pada Ellena itu.
Belum saja Ellena menjawab, tiba - tiba ada yang membuat pintu ruang rawat Erren itu.
CKLEK...
__ADS_1
Suara pintu yang di buka.
" Assalamualaikum... " Kata Bik Inah yang memasuki ruang rawat Erren sambil membawa perlengkapan bayi yang ada di tangannya itu.
" Wa'alaikumsalam... " Balas Ellena dan Elyon sambil menoleh ke arah Bik Inah.
" Panjang umur Bik... baru ajah tadi di omongin... " Kata Ellena pad Bik Inah itu.
Sedangkan Bik Inah hanya membalas dengan tersenyum manis pada Ellena itu.
" Maaf... Bik... harus ngerepotin buat jaga Erren karena besok kita ada kuliah... " Kata Elyon yang merasa tak enak pada Bik Inah itu.
" Tidak apa - apa Tuan Muda Elyon... saya malah sangat senang bisa menjaga Tuan Erren... karena saya bisa mengingat kembali dimana saat - saat saya menjaga Tuan Muda Elyon dulu saat masih kecil... " Kata Bik Inah sambil mengingat - ingat saat diaman dia menjaga Elyon saat masih kecil dulu itu.
" Iya Bik Inah... terima kasih... " Kata Elyon yang berterima kasih pada Bik Inah yang telah menjaga nya saat masih kecil hingga sekarang itu.
Sedangkan Ellena yang melihat interaksi Elyon dengan Bik Inah pun Ellena hanya tersenyum bahagia kepada mereka itu.
" Sama - sama Tuan Muda Elyon... " Kata Bik Inah sambil menundukkan sedikit kepalanya itu.
" Ya sudah Bik... saya sama Lyon pulang dulu nanti setelah kuliah kita kesini lah
hi yah Bik...? dan kalo ada apa - apa tolong kabari kami yah Bik...? " Kata Ellena lagi pada Bik Inah itu.
" Iyh... Nona Muda Ellena jangan khawatir nanti kalo ada apa saya pasti akan mengamati Tuan Muda dan juga Nona Muda... " Kata Bik Inah lagi pada Ellena itu.
" Iya sudah Bik... " Kata Ellena pada Bik Inah dan kemudian langsung menghampiri kotak inkubator yang terdapat Erren yang sedang tertidur itu.
" Erren sayang... mama pulang dulu yah... nanti ada Bik Inah yang jagain Erren... cepet sembuh yah sayang... biar bisa cepet main sama mama dan juga sama papa... hmm... " kata Ellena sambil menitikkan air mata nya itu.
" Erren pasti sembuh... jadi kamu harus kuat... kali mama lemah... gimana Erren mau cepet sembuh...? " Kata Elyon sambil menguatkan Ellena itu.
" Emm... kamu bener Lyon... aku harus kuat demi Erren... " Kata Ellena sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi nya itu.
" Ya sudah Bik... kita pulang dulu yah... " Pamit Ellena pad Bik Inah itu.
" Iyah Non... hati - hati di jalan... " Kata Bik Inah pada Ellena itu.
Kemudian Elyon dan Ellena pun keluar dari ruang rawat Erren untuk pulang ke rumah mereka dan meninggalkan Bik Inah untuk menjaga Erren itu.
Kemudian Bik Inah pun duduk di kursi dekat dengan kotak inkubator Erren itu.
" Tuan Muda sangat... beruntung bisa mendapatkan orang tua seperti Tuan Muda Elyon dan juga Nona Muda Ellena... " Batin Bik Inah sambil menatap penuh sayang pada Erren yang sedang tidur di kotak inkubator itu.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, Vote, follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1
Annyeong....👋👋👋