Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 71


__ADS_3

HAP...


Suara tangkapan.


Beberapa detik, sebelum Erren menyentuh tanah. Terdapat sebuah bayangan yang menangkap tubuh mungil Erren yang menangis saat terjun bebas dari lantai balkon Gedung Campus Galaksi itu.


Sedangkan Ellena yang melihat itu pun langsung terduduk lemas, karena bersyukur Erren baik - baik saja di tangan seorang pria yang menangkap Erren saat akan menyentuh tanah itu.


" Lyon... " Lirih Ellena yang melihat Erren selamat di tangan Elyon yang menangkapnya tadi itu.


Betul sekali, bayangkan itu adalah milik Elyon. Entah dari arah mana dia datang, tetapi tiba - tiba dia langsung berlari dan melompat untuk menangkap bayi mungil jagoan nya itu.


DOR...


DOR...


Suara tembakan.


Kemudian tiba - tiba terdapat suara tembakan dari arah Ellena itu.


Sedangkan Ellena pun di buat terkejut setelah terdengar suara tembakan, kedua pria yang mencekal lengan pun langsung terkulai tak berdaya di atas tanah itu.


" Kak Ellen... " Lirih Ellena yang menoleh ke arah belakang yang terdapat Kakaknya serta Gerio dan juga Argara yang berlari menghampirinya dengan Ellena yang masih terduduk lemas di atas tanah itu.


" Ellena. Lo baik - baik saja kan...? " Kata Ellena sambil mengecek seluruh badan Ellena dengan raut wajah penuh kekhawatiran itu.


" Ngak papa. I'm okay... " Lirih Ellena yang membalas pertanyaan dari Kakaknya itu.


Sedangkan Luciana yang melihat itu pun langsung mengepalkan tangannya dengan penuh amarah karena semua rencana yang dia susunan dengan rapi itu gagal, akibat Elyon dan para anggota M-GA yang mengepung para anggota bodyguard nya itu.


Karena penuh amarah dan dendam, dia pun langsung mengambil pistol dari dalam saku celananya dan mengarahkan pistol itu pada Ellena tanpa sepengetahuan mereka itu.


Sedangkan Argara yang tak sengaja melihat gerak gerik Luciana yang ingin menembak Ellena pun langsung mengarahkan pistol yang berada di tangannya ke arah tangan Luciana itu.


DOR...


Suara tembakan.


Kemudian dia pun langsung menarik pelatuk nya dan menembak tangan Luciana hingga pistol di tangannya pun terjatuh ke atas lantai balkon itu.


" Ada apa? " Tanya Gerio yang bingung pada Argara yang menembak ke arah Luciana itu.


" Dia akan menembakkan peluru ke arah Ellena... " Kata Argara sambil masih menatap Luciana yang kesakitan karena tangannya yang di tembak oleh Argara itu.


Sedangkan Elyon yang sedang menggendong Erren dan berjalan menuju mereka pun mendengar apa yang di kata Argara itu.


Kemudian Elyon pun mengubah raut wajah yang bak iblis yang sedang murka sambil meantap ke arah Luciana dengan tatapan tajam dan mematikan itu.


" TANGKAP SAMPAH ITU!!! DAN BAWA SAMPAH ITU KE MARKAS!!! " Teriak Elyon dengan lantang dan tegas itu.

__ADS_1


" Kita akan buat sampah itu tersiksa, yang lebih mengerikan daripada kematian dan neraka... " Kata Elyon dengan wajah iblis nya sambil tersenyum menyeringai hingga membuat para anggota M-GA yang melihat nya pun langsung bergidik ngeri itu.


Sedangkan Luciana yang sedang kesakitan pun langsung mematung karena teriakan menggelegar dari suara Elyon itu.


Kemudian beberapa anggota M-GA berbadan besar serta memakai jaket hitam berlogo M-GA dengan gambar singa bermahkota di kepalanya pun langsung mencekal kedua lengan Luciana untuk membawa nya ke markas sesuai perintah dari ketua mereka itu.


" LEPASIN GW!!! " Kata Luciana yang memberontak agar bisa lepas dari cekalan tangan dari kedua orang anggota M-GA itu.


Kemudian kedua orang itu pun membawa paksa Luciana yang memberontak untuk pergi menuju markas mereka itu.


Sedangkan di bawah sana, Ellena sambil menatap kosong ke arah depan karena masih syok dan trauma melihat Erren yang terjun bebas dari lantai atas itu.


" Lena... " Kata Elyon yang memegang pundak Ellena agar sadar dari lamunannya itu.


Kemudian Ellena pun menatap ke arah Elyon dengan tatapan kosong itu.


"Erren... " Lirih Ellena pada Elyon itu.


Sedangkan yang mengerti ucapan Ellena pun memperlihatkan Erren yang berada dalam gendongannya itu.


" Erren baik - baik ajah... Lihat putra kita kuat dia ngak terluka sedikit pun... " Kata Elyon sambil menaruh Erren pada tangan Ellena agar dapat menggendong nya itu.


Sedangkan Ellena yang melihat itu pun langsung menggendong tubuh mungil Erren sambil mengelus pipinya lembut itu.


Tanpa sadar air mata Ellena pun menetes karena masih tak percaya jika Erren selamat sat jatuh dari lantai atas itu.


Sedangkan semua orang yang berada di sana pun hanya menatap haru melihat interaksi ibu dan anak itu.


Ibu mana yang tak syok dan takut saat di depan matanya sendiri dia melihat nyawa anaknya yang terancam itu.


" Erren baik - baik aja kan? Mama khawatir..." Kata Ellena sambil menatap mata Erren yang berair karena menangis tadi itu.


Sedangkan Erren pun hanya terdiam sambil menatap manik mata Mama yang berair karena menangis itu.


Tetapi beberapa detik kemudian, dengan perlahan Erren pun menutup matanya itu.


Sedangkan Ellena yang melihat itu pun langsung panik karena Putranya yang tiba - tiba menutup matanya itu.


" Erren... Erren... Erren sayang, bangun jagoan Mama. Jangan tutup yah... Erren... Erren.. bangun sayang... " Kata Ellena yang menepuk - nepuk pipi gembul anaknya untuk membangunkannya itu.


" Erren... Bangun sayang. Jangan tutup mata dong, Erren... Erren... " kata Ellrna lagi sambil berusaha membangun putra nya dengan air mata yang masih terus mengalir di pipi cantiknya itu.


Sedangkan semua orang yang berada di sana pun cemas karena Erren yang tak kunjung membuka matanya itu.


" ERREN!!! " Teriak Ellena dengan histeris sambil masih menepuk - nepuk pipi anaknya untuk membangunkannya itu.


" Hiks... Hiks... Erren... Bangun nak... Hiks... Hiks... Hiks... Hiksss... " Kata Ellran sambil menangis terisak - Isak sambil mendekap Putranya seperti seseorang yang takut kehilanganmu sesuatu yang berharga itu.


" Lena... Tenang. Kita ke rumah sakit yah.. pasti Erren Abik - baik ajah... " Akta Elyon yang mencoba menenangkan Ellena itu.

__ADS_1


" Lyon... Hiks... hiks... Erren... hiks... " Lirih Ellena sambil masih mendekap tubuh mungil milik Erren itu.


" Iyh, Erren pasti bakal Abik - baik ajah. Kita bawa Erren ke rumah sakit sekarang yah... " Akta Elyon yang langsung memapah tubuh Ellena yang masih mendekap tubuh Putranya itu.


Kemudian Elyon pun pergi ke dalam mobil sambil memapah Ellena yang masih menggendong Erren itu.


" Kalian urus mereka, gw bakal ikut Elyon ke rumah sakit... " Perintah Ellen pada Gerio dan Argara itu.


" Siap boss... Tenang ajah. Semua bakal beres... " Kata Gerio yang mengerti dengan perintah dari Ellen itu.


Sedangkan Argara hanya menganggukkan kepalanya mengerti itu.


Kemudian Ellen pun pergi menyusul Elyon dan Ellena yang pergi menuju ke rumah sakit untuk menangani keponakan nya itu.


Sedangkan Gerio dan Argara mengurus para anggota M-GA untuk membawa para anggota bodyguard Luciana dan juga membebaskan para satpam penjaga Campus Galaksi yang di sekap oleh para anggota bodyguard suruhan Luciana itu.


Di Rumah Sakit.


Elyon dan Ellena sedang duduk di kursi tunggu, untuk menunggu hasil pemeriksaan dokter yang memeriksa putra mereka itu.


" Lena... Kamu harus kuat. Erren pasti sembuh, dia anak yang kuat... " Kata Elyon yang mencoba memberikan semangat agar Ellena tak terus terpuruk karena kejadian tadi itu.


" Erren beneran akan baik - baik aja kan.. ? " Tanya Ellena sambil menoleh ke arah Elyon dengan air amat yang masih setia mengalir di pipi cantiknya itu.


" Di akan sembuh... Erren kuat, dia ngak akan lama - lama sakit. Karena Erren tahu kalo Mamanya itu sangat mengkhawatirkannya... " Kata Elyon sambil menghapus air mata Ellena yang mengalir deras di pipi cantiknya itu.


Kemudian Ellena pun langsung menaruh kepalanya di dada bidang milik suaminya dan sambil terus menangis terisak - isak itu.


" Hiks... Hiks... Hiks.. " Isak tangis Ellena dalam pelukannya suaminya itu.


Sedangkan Elyon hanya membiarkan Ellena menangis sambil mengelus rambutnya panjang istrinya, tanpa niatan untuk menenangkan istrinya itu.


Karena Elyon tahu dengan menangis bisa membuat hati kita menjadi sedikit lebih lega itu.


Jadi jika kalian sedang ada masalah, luapkan isi hati kalian dengan menangis. Mungkin dengan cara itu beban kalian akan sedikit berkurang karena menangis.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜


Hari aku update doble karena lagi free...😁 terimakasih untuk karena kalian yang masih setia membaca novel karya author ini.


Maaf jika novel author tidak sesuai expektasi dan maaf juga aku jarang banget up... itu karena sekarang aku udah mau lulus jadi banyak tugas... jadi mohon bersabar yah para reading untuk menunggu setiap update terbaru aku...🙏🙏


sekali mohon maaf sebesar - besarnya...🙏🙏


Terimakasih kasih sekali lagi...🙏😊💜


Annyeong...👋👋

__ADS_1


__ADS_2